
Dafa terus memikirkan cara agar Tissa mau melanjutkan dramanya. Dafa benar benar di uat pusing dengan pertanyaan bertubi tubi yang dilayangkan mama Ratna padanya.
Setelah kepergian Tissa yang mendadak dari rumahnya, mama Ratna terus bertanya kepada Dafa alasan kepergian Tissa yang mendadak tanpa sepengetahuannya. Mama Ratna menuduh Dafa lah yang membuat Tissa pergi dari rumahnya. Mama Ratna kini mogok makan dan tidak mau lagi berbicara dengan Dafa. Hal inilah yang membuat Dafa menjadi pusing.
Dafa akhirnya meminta solusi dari Arsya yang sudah pasti bisa memberikan solusi ampuh untuknya.
"Sya..Lo tolongin gw dong sya.., Tissa cewek yang pura pura jadi pacar gw itu gak mau lagi nerusin dramanya. Nyokap gw Uda nuntut sama gw, di mau ketemu sama Tissa. Tapi Tissanya gak mau..Lo bantu gw dong sya.." Ucap Dafa pada Arsya yang tengah fokus pada laptopnya.
"Lo jujur aja sama nyokap Lo.., percuma kalo Lo nerusin drama ini. Nantinya jugak nyokap Lo bakal tau kan? Lo ajak ngomong nyokap Lo..Lo minta sama nyokap Lo untuk mbuka hatinya smaa alyndra" Ucao Arsya datar pada Dafa sambil terus menatap laptonya.
"Sya..gw gak bisa, sekarang ini aja nyokap gw gak mau ngomng sama gw, dia mogok makan. Gw Uda pusing banget mikirin dia, gw takut dia sakit lagi sya.." Ucao Dafa lesu.
"Jadi maksud lo, Lo masih mau nerusin drama ini? Lo yakin nyokap Lo gak bakal sakit nantiny kalo dia tau Lo pura pura pacaran sama tissa?" Ucap arysa datar.
"Ya..mau gak mau gw harus nerusin dulu drama ini. Yang penting sekarang ini kesehtaan nyokap gw dulu. Setelah di abenat benar sembuh, baru gw minta dia Nerima alyndra sebagai mantunya. Dan gw juga akan minta alyndra supaya bisa deketin nyoka gw. Gw Uda ngomng sama alyndra tadi malam" Ucao Dafa jujur pada sahabatnya sekaligus tempatnya berkonsultasi setiap ada masalah.
"Terserah Lo deh" Ucap Arsya jengah.
__ADS_1
______________________________________________
"Ma..mama makna ya.., nanti mama sakit Lo..." Ucao Dafa membujuk mamanya.
"Enggak, mama gak mau! kamu itu Uda kecewain mama. Mama kan bilang sama kami supaya kamu luangin waktu untuk Tissa. Tapi kamu malah buat dia pergi dari sini! Sebenarnya apa sih yang kamu lakun sampai Tissa pergi dari sini tanpa sepengatahuan mama?" Ucap mama Ratna jengah pada putra semata wayangnya.
"Ma..mama percaya dong.... Dafa gak ngelakuin apa apa sama Tissa..Tissa pergi itu karna Tissa ada urusan mendadak. Dia mau ngurus pendaftaran kuliahnya ma.." Ucap Dafa bohong.
"Alah..kami itu banyak alasan, mana mungkin Tissa ngurusin pendaftarannya malam malam! kamu itu pasti bikin dia kecewa kan?. Kamu masih ngarepin pacar kamu itu? alyndra? dia bahkan lebih peduli sama perannnya main angsa-angsaan. Dia egois Dafa..." Ucap mama Ratna kesal pada putranya.
"Ma..mama kenapa sih gak bisa Nerima alyndra? dia cuma ngejar impiannya! Dia itu baik ma..aku sama dia saling suka! aku Uda nurutin keinginan mama deketin bahkan pacaran sama tissa! itu artinya aku yang selingkuh ma! Alyndra bahkan ga pernah selingkuh. Walaupun dia sibuk tapi dia tetap telpin aku tiap hari, dia peduli sama aku ma!" Ucap Dafa yang juga sudah kesal dengan mamanya.
"Tapi ma.. Aku lebih cinta sama alyndra daripada sama Tissa!" Ucap Dafa kesal.
"Dafa..mama yakin alyndra gak bisa ngasih apa yang mama mau! Mama tau seperti apa pendirian seorang balerina!.. tolong kamu ngertiin mama, mama mau yang terbaik untuk kamu, mama gak yakin alyndra bisa ngurus kamu." Ucap mama Ratna kecewa pada Dafa.
"Ma! cukup mama jelek jelekin alyndra! mama gak bisa maksa aku! AKU GAK MAU!" Dafa benar benar kesal pada mamanya.
__ADS_1
"Dafa....
Hiks..hiks..hiks..
Mama Ratna pingsan setelah mendengar perkataan yang kasar dari putra semata wayangnya. Dia benar benar kecewa dengan sifat Dafa yang membentaknya.
"Ma..ma..maafin Dafa ma..Dafa salah iya Dafa salah..ini salah Dafa...
Hiks..hiks..hiks..
Dafa kini menangis melihat mamanya terkapar lemas diatas ranjang rumah sakit. Dia benar benar menyesal dengan kelakuannya yang membuat mamanya kembali ke rumah sakit lagi.
Arsya selaku sahabat dekat Dafa ikut menemani Dafa yang sudah terduduk lemas disamping ranjang mamanya.
"Sya..gw bodoh..gw anak durhaka..gw..gw.. nyesal sya.." Ucao Dafa lesu pada sahabatnya.
"Lo jadiin ini pelajaran untuk Lo sendiri, Lo harus jaga sikap Lo didepn nyokap Lo! jangan buat dia harus setia dirumah sakit." Ucap Arsya datar. Arsya benar benar emosi setelah Dafa menceritakan tentang sebab kenapa mama Ratna sampai pingsan.
__ADS_1
Arysa tidak mempunyai sifat munafik. Dia tidak akan bermuka dua dengan mengatakan bahwa ini bukan kesalahn Dafa seperti yang biasanya orang orang bilang. Bahkan pada saat Arsya tau penyebab mama Ratna pingsan dia tanpa segan meninju kuata perut Dafa. Dafa ynag mendapat Tinjuan itu hanya diam menahan rasa sakit yang menurutnya pantas untuk dia dapatkan.