Flash Of Love

Flash Of Love
Benci


__ADS_3

Dafa memasuki rumahnya dia sama sekali tidak teringat perkara yang terjadi antara dirinya dengan Tissa.


Dafa dengan santainya memasuki kamarnya tanpa dia sadari dia lupa bahwa Tissa masih ada dikamar itu.


Ceklek....


Dafa memasuki kamarnya, pemandangan pertma yang dilihatnya adalah seorang gadis berambut panjang sedang duduk di atas ranjangnya. Gadis itu duduk dengan posisi menekuk kakinya dan menenggalamkan wajahnya didalam dasar lututnya. Dan terdengar isakan isakan kecil dari gadis itu yang tak lain adalah Tissa.


"Ti.. Tissa..Lo kenapa? Lo gak papa kan? hey jangan nangis dong..Lo cerita aja ke gw Lo kenapa?" Ucap adafa yang sekarang tengah berada di depan ranjangnya.


Saat Dafa hendak naik ke atas ranjang tiba tiba...


"Pergi Lo...pergi..sana! jauh jauh dari gw! pergi... keluar..!! ke..luar! Lo bejad..! Tissa melempar lemparkan bantal dan guling ke arah Dafa.


"Tissa Lo kenapa? Lo kenapa? stop Tissa Tissa stop!" Ucap Dafa pada Tissa sambil mengelakkan lemparan dari Tissa.


"Lo tanyak gw kenapa? Lo itu Uda nodain gw dengan mata kotor ko itu!" Ucap tissa yang sekarang berhenti melempari Dafa.

__ADS_1


"Nodai? gw gak nodai Lo Tissa, gw gak pernah nyentuh Lo! pliss jangan tuduh gw kyk gini!" Ucap Dafa kesal.


"Iya! Lo emang gak nyentuh gw, tapi Lo liat tubuh gw kan? Lo liat... Lo liatnya lama! tadi tatapan Lo ke gw kayak Lo mau mangsa gw! Lo ada pikiran buruk apa sama gw ga!!??. Gw mau pulang! maaf gw gak bisa bantu Lo lagi!" Ucap tissa lalu berjalan dari tempat tidur ke arah pintu.


"Tissa..Lo gak bisa pergi gitu aja! kita masih ada urusan!.. gw jugak sama sekali gak ada niat nyebtuh Lo! jadi Lo gak usa kegeeran!" Ketus Dafa. Dafa benar benar emosi menanggapi tuduhan dari Tissa yang dianggapnya tidak benar.


"Terserah ya Lo mau ngomong apa! gw gak peduli gw mau pulang! gw Uda gak Sudi lagi liat muka Lo! dan masalah utang gw..gw bakal secaptnya bayar! jadi Lo tenang aja dan gak usah ngehina gw!" Ucap tissa penuh kemarahan pada Dafa.


Baru saja Tissa hendak keluar kamar tapi pintu kamarnya ditahan oleh Dafa. Dafa menahan Tissa dia memegang tangan tissa.


"He!!!! lepasin gw! lepasin...gw gak Sudi dipegang elo! gw jijik! gw gak sukak!" Tissa meronta meminta tangannya dilepas. dia berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Dafa, tapi Dafa tak kunjung melepaskan Tissa.


"Gak! gw gak mau nemuin Lo lagi! urusan kita selesai sampai sini!" Ucap tissa namun tangannya kembali ditahan Dafa.


"Eh Lo bisa gak si nurut sama gw! gw itu pacar Lo! Lo jangan main sepihak gini la! pokonya nanti kita ketemuan di cafe xxxx jam sembilan malam!, pliss sa.. nurut sama gw!" Ucap Dafa tanpa sadar menyebut Tissa pacarnya.


**Ya..emang pacarnya si..tapi kan boongan wkwkwk**

__ADS_1


"He! gw bukan pacar Lo! kita cuma pura pura! jadi Lo ga usah ngarep deh sama gw! gw ga mau punya pacar mesum kaya Lo!" Ucap tissa penuh penekanan pada Dafa.


deg...


"Yaudah terserah Lo ngomng apa, yang jelas nanti kita ketemuan" Ucap Dafa datar pada Tissa.


Tissa tidak menghiraukan perkataan Dafa. dia pergi dari rumah Dafa secepat mungkin untuk menghindari bertemu dengan mama Ratna.


Dikosan Tissa...


"gw gak akan mau nemuin si mata rabun itu lagi! berani beraninya tadi dia natap gw seakan akan mau nerkam gw! dan sekarang dia gak ngaku! dasar ********! brengsek! gw ga akan mau nemuin dia lagi! apapun yang terjadi gw bakal lunasin utang gw dan mengakhiri semua hubungan gw sama dia!" Ucap tissa sambil terisak Isak layaknya habis diperkosa. Tissa memang sangat takut tadi. selama ini Tissa selalu menjaga kehormatannya untuk suaminya kelak.


Di cafe xxxx Dafa menunggu tissa. dia celingak celinguk menanti kehadiran pacar palsunya itu. sejak tadi data sudah menunggu Tissa tapi Tissa tidak juga datang.


"Tissa..Lo kemana si? lama banget datngnya! apa jangan jangan dia ga niat datang?" Ucap Dafa pada dirnya sendiri sehingga tanpa ia sadari orang mulai menertawakannya dan menatapnya aneh.


"Ih... sayang banget ya..ganteng ganteng stres.." ucap seorang wanita yang seumuran dengan Dafa yang duduk di sebelah meja Dafa. saat ini Dafa memang menjadi pusat perhatian orang karena dari tadi Dafa berbicara sendirian.

__ADS_1


Dafa tidak memperdulikan orang lain. dia benar benar sedang menunggu Tissa. dia hendak menelpon Tissa tapi Tissa tidak mengangkat telponnya.


**ehmm ikutin terus ya ceritanya. maap author jarang up, karena yang baca sedikit. jadi kali kalian baca tinggalin jejak ya..like, vote dan komennya.. dukung author ya..


__ADS_2