Flash Of Love

Flash Of Love
Salah paham


__ADS_3

"Loh... kok pak Andi keluar si? Aku kan kesini atas permintaannya, tapi kok dia keluar??" Ucap tissa kebingungan.


"Gw mau ngomong sama Lo" ucap Dafa membuyarkan kebingungan Tissa menatap pintu yang baru saja dilewati mantan boss nya itu.


"Gw gak punya urusan sama Lo, Uda ah gw sibuk ada urusan sama pak Andi" Jawab Tissa sambil meninggalkan Dafa


Belum sempat Tissa bergerak jauh dari tempatnya dafa menahan tangan Tissa. Tissa yang melihat itu langsung terdiam.


"Urusan Lo itu sebenarnya sama gw, gw yang nyuruh Lo supaya datang ke sini" Ucap Dafa masih memegang tangan Tissa.


"Apa urusan gw sama Lo? gw jugak ga kenal sama Lo" ucap tissa.


"Lo itu cerewet banget si..dengerin gw dulu. gw punya apa yang Lo butuhkan dan gw bisa kasi itu sekarng jugak" Ucap Dafa sambil mengambil sebuah cek yang sudah ada ditangan kirinya sejak tadi lalu memberikannya pada Tissa.


"Maksud lo apa?? dan ini jugak apa? Ketus Tissa dengan nada yang agak sinis.


"Ini cek kosong, Lo bisa tulis nominal uang yang Lo butuhin di situ dan bisa langsung Lo cairin" Ucap Dafa datar pada Tissa yang memasang raut muka yang tidak senang.


"Ya gw tau ini cek! Tapi buat apa?? gw tau lo gak bakal ngasi ini secara cuma cuma, Maap tapi gw bukan cewek murahan yang bisa Lo beli dengan uang" Ucap tissa sambil menarik tangannya dari genggaman Dafa lalu pergi keluar dari perusahaan itu.


Dafa terdiam kebingungan dengan apa yang dikatakan Tissa, dia merasa tidak melakukan kesalahan apapun dan memang tidak melakukan kesalahan apapun, hanya saja Tissa yang memang salah faham karena mungkin dia berfikir Dafa sama dengan pria yang lain yang mengatai nya murahan.


"Cewek itu kenapa si?" Tanya Dafa pada dirinya sendiri sesaat kemudian dia menatap tangannya yang terasa berbeda setelah dihempaskan oleh tissa.


"Tadi itu sangat nyaman" gumam Dafa pelan sambil tersenyum kecil menatap tangannya.


"Kenapa si semua cowok itu sama! Yang tua sama yang muda sama aja! Mereka pikir harga diriku serendah itu!" Ketus Tissa sambil menyampakkan tas sandang nya ke ranjang mini miliknya karena memang dia sudah sampai di kamar kos nya.


"huhhhhh.....


Gerah banget si gw hari ini, gerah bodi gerah hati..." Ucap tissa sambil mengipas ngipaskan sebuah kertas yang ada ditangannya sejak tadi. Tissa lalu terdiam dan langsung menatap kertas ditangannya yang tak lain adalah cek dari Dafa.


"Tissa lo bodoh banget si, bisa bisanya Lo lupa ngembaliin cek dari cowok rabun itu." Ucap tissa meratapi kebodohannya.


Kring....kring..kring....


Ponsel Tissa berdering, setelah mengetahui siapa yang menelponnya dia segera menjawab telpon itu.


"Assalamualaikum nak.. bagaimana kabarmu??" Suara seorang wanita yang tak lain adalah ibu Tissa.

__ADS_1


"Waalaikum salam buk, Alhamdulillah Tissa baik baik aja buk, oh iya gimana kabar ayah buk?" Tanya tissa pada ibunya.


"Ayahmu harus segera dioperasi nak, kata dokter operasinya tidak baik jika ditunda tunda lagi, kalau sampai harus ditunda lagi keadaan ayahmu akan semakin buruk bahkan berujung fatal" Ucap ibu Tissa sambil menangis.


Hiks..hiks..hiks.....


"Maap kan Tissa buk, Tissa belum dapat uangnya, tapi ibuk tenang aja, insya Allah hari ini akan Tissa kirim uangnya buk.." Jawab Tissa pada ibunya sambil memandang cek yang ada ditangannya.


"Nak.. bukannya kamu bilang kamu belum dapat uangnya, jadi bagaimana caramu mengirim uangnya hari ini, nak.. jangan menggunakan cara tidak halal hanya untuk uang, ibu dan bahkan ayahmu pasti akan sangat sedih nak.." Ucap ibu Tissa sambil menangis.


"Ibuk tenang aja, Tissa gak akan ngelakuin hal hal yang bodoh, insya Allah yang ini halal buk" Ucap tissa meyakinkan ibunya.


"Baiklah nak.. jaga dirimu disana, maap ibu harus tutup telponnya ibu harus membicarakan operasi ayahmu pada dokter."


Ucap ibu Tissa sambil mengucapkan salam lalu menutup telponnya.


Tissa hanya terdiam meratapi nasibnya dia tidak tau apa yang akan dipikirkan oleh ibu, ayah kakak dan bahkan Dafa. Tapi dia bukanlah wanita murahan dia akan tetap menjaga kehormatannya sebagai seorang wanita.


Malam hari.....


Tissa masuk ke dalam kamar kos nya. dia baru saja pulang dari atm terdekat setelah mengirim uang pada ibunya yang berjumlah 90 juta.


"Cowok rabun.. maap gw harus pakek uang Lo dulu. gw janji gw bakal gantiin uang itu" Ucap Tissa.


"lah.. ni sampah kok gak ada abisnya si.. andai aja uang itu kayak sampah gak ada abisnya, pasti gw uda kaya sekarang" Ucap tissa bodoh.


Tissa segera keluar dengan kaos hitam dan celana pendek diatas lutut, itu adalah pakaian santai nya karena hari memang sudah malam. Tak lupa Tissa juga membawa sampah dan langsung berjalan ke tempat yang lumayan jauh dari kawasan kos nya yang luas.


Sampai la Tissa di tempat pengasingan sampah. Saat Tissa hendak berbalik matanya dibuat silau oleh cahaya terang dari sebuah mobil.


Tissa menutup matanya yang terkena cahaya mobil itu lalu membukanya setelah cahaya itu mati.


Dari tempatnya berdiri Tissa terkejut melihat seorang pria tinggi dengan Hoodie biru sepaha dan mengenakan celana jeans yang tidak terlalu ketat.


Tissa tetap berdiri di tempatnya, setelah pria itu sudah hampir dekat dengan Tissa, Tissa langsung mencoba kabur dari pria itu.


"Tissa.... Lo mau kemana? enak aja Lo main kabur laburan gw uda jauh jauh datang ke tempat kumuh kayak gini da Lo malah mau kabur?" Ucap pria itu panjang lebar sambil menahan tangan Tissa yang hendak kabur.


"Ehmmmm gw mau balik, maap ya ini Uda malem gw ngantuk banget" Ucap tissa sambil mencoba melepaskan tangannya dari pria projek ang tak lain adalah Dafa.

__ADS_1


"gw semalem belum sempat ngimg sama Lo, Lo malah pergi gitu aja" Ucap Dafa agak sinis.


"Udala.. gw gak tertarik sama kesepakatan atau apapun itu yang mau Lo omongin. Uda ya gw mau balik ngantuk" Jawab Tissa sambil mencoba melepaskan tangannya yang masih setia di pegang Dafa.


"lo gak tertarik tapi kenapa Lo ambil cek gw?" Ucapan Dafa berhasil membuat raut wajah tissa menjadi panik, takut, malu dan bingung.


"Mati gw..." Ucap tissa pelan sambil menepuk jidatnya dengan tangan kirinya.


"Eh Lo kok diem aja si.. gw lagi ngomong sama Lo.. " Ucap Dafa keras sehingga membuat seorang pejalan melirik ke arah mereka.


"Mas... kalo mau berantem sama pacarnya Jangan disini.. kasian orang yang Uda pada tidur.. " ucap seorang pria yang tak dikenal pada dafa.


"ehh maap mas" ucap tissa merasa tidak enak pada penghuni kos yang kamar kosnya sehat dengan posisi mereka saat ini.


"Iya mbak, oh iya mas kalo mau bujuk pacarnya yang lembut dong mas jangan treak treak kata tadi gaj ada romantisnya" Ucap pria itu lalu pergi meninggalkan mereka.


"Apaan si tuh orang ganggu banget, sok ngasi nasihat segala.. emangnya dia Uda pacar apa?" Ucap Dafa kesal.


"Yeeee emang Lo Uda punya pacar?" Ucap tissa pada dafa.


"Eh bisa nggk kita bahas masalah ini di kamar kos gw aja, gw gak enak sama orang disini" Ucap tissa pada Dafa.


"Ok la.. "jawab Dafa enteng.


"Lo tinggal disini? Tanya dafa.


"Iya.. gw belum mampu beli rumah makanya tinggal disini... oh iya soal cek Lo itu.... gw minta maap uangnya Uda gue pakek.. tapi Lo tenang aja, gw pasti ganti kok, gw janji." Ucap tissa pada Dafa panjang lebar.


"Ooooo yaudah gak papa" Jawab Dafa enteng.


"Haaa.. Lo serius gak papa, gw pakek duit Lo 90 juta.. tapi gw beneran bakal ganti kok" Ucap tissa.


"Ya gw gak masalh kok, oo iya gw mau bahas kesepakatannya, karna Lo Uda ambil uangnya berati kita tinggal bahas urusan Lo sama gw" Ucap Dafa sambil tersenyum tipis pada Tissa.


"Ya ampun.. kok dia bisa manis gitu si.... " Batin Tissa.


"Emmm tapi maap soal itu gw jujur gw itu perempuan Baek baek, gw gak bakal ngasi harga diri gw ke orang lain selain calon suami gw nanti, jadi gw gak mau berurusan sama Lo.. tapi gw janji bakal ganti duit Lo secepatnya." Ucapan Tissa benar benar membuat Dafa bingung.


"Maksud lo apa? kok Bawak Bawak harga diri.. " ucap Dafa sesaat kemudian Dafa tertawa terbahak bahak melihat ekspresi Tissa yang sudah merinding ketakutan.

__ADS_1


"Kok Lo ketawak si?" Ucap tissa polos.


"Lo pasti mikir aneh aneh sama gw, denger ta Tissa.. kesepakatan yang mau gw bicarain sama Lo itu bukan sepeti yang Lo pikirin." Jelas Dafa pada Tissa yang polos.


__ADS_2