Flash Of Love

Flash Of Love
Akting part 1


__ADS_3

Tidak terlalu banyak pertanyaan lagi di kepala Tissa. Dia langsung memilih tidur untuk menyiapkan diri besok. Entah kenapa Tissa merasa besok adalah hari yang besar baginya.


Pagi itu Tissa sudah bersiap siap dengan pakaian sederhananya namun dia masih terlihat rapi dan manis.


"Permisi...


"Permisi...


Kata itu terus menggema dari balik pintu kamar kos Tissa.


"Permisi apakah ini dengan mbak Tissa?" Ucap seorang pria parubaya yang mengenakan jaket ojek online.


"Iya.. saya Tissa, ada apa ya pak?" Ucap tissa pada mang ojek itu.


"Ini mbak, ada paket untuk mbak tissa. Diteima ya mbak dan sulahkan tanda tangan disebelah sini." Ucap pria itu cepat tanpa basa basi. Mungkin karena dia memang banyak urusan.


"Eh..iya pak, terimakasih ya pak" Ucap tissa smabil mengambil paket yang diberikanang ojek kepada Tissa.


Tanpa pikir panjang Tissa langsung membuka paket itu asal. Tissa menemukan sebuah dress biru muda polos selutut dengan bagian dada yang tertutup dan bagian lengan yang sedikit terbuka di bahu.


Tissa terkagum dress itu karena memang sesuai seleranya. Tapi Tissa memang jarang sekali memakai pakaian seperti itu, dia lebih memilih pakaian yang tidak banyak drama dan terkesan simple.


"Wow.. ini sih kayaknya baju mahal. kok gw cantik banget ya pakek ini... uwwuww....." Ucap tissa kePDan.


Beberapa saat setelah memandangi dirinya dicermin, Tissa kembali meraih kotak paket. dia mencari nama pengirim paket itu yang seharusnya dicarinya sejak pertama kali dia menerima paket itu.


Tak butuh waktu lama Tissa menemuakan nama pengirim paket di bgaian bawah kotak paket. Disitu tertulis jelas nama Dafa.


"Oohh.. jadi si cowok rabun itu yang ngasih. Kok di bege' banget sih.. kenapa cobak ngasihnya itu dari semalem. Jadi gw gak perlu susah nyariin baju dari tadi. Huh... yaudala bidi imit." Ucap tissa setelah panjang lebar berbicara pada dirinya sendiri.


"Assalamualaikum" Ucap seirang pria yang baru saja masuk ke dalam kmar kos Tissa.

__ADS_1


"Eh Lo gak sopan banget sih.... masuk kerumah orang langsung nyelonong aja. Ketok dulu dung.. biar sopan. Ini kan rumahanak cewek." Ucap tissa menceramahi Dafa.


"Heh.. sekarang itu yang gak sopan siapa sih? gw itu masuk ke rumah Lo yg sebenarnya adalah kamar ini, gw itu ngucap salam dulu.. jadi yang gak soapn itu Lo! Lo gak balas salam gw malah ngomelin gw." Ucap Dafa tak terima.


Tissa langsung terpaku mendengar ucapan Dafa yang memang ada benarnya.


"Ehmmm iya deh terserah Lo, usah kita pergi sekarang aja yuk.. " Ajak Tissa sambil membawa Dafa keluar dari kamarnya.


Dafa menarapi tangannya yang dipegang tissa lalu tersenyum tipis.


"Lo gak sabar banget ya ketemu nyokap gw?" Tanya Dafa kepada Tissa yang baru selesai mengunci kamar kos nya.


"Ya iyalah.. gw itu dari tadi Uda nungguin Lo" Jawab Tissa agak cerewet.


"Hmmm gak sabar banget ya jadi pacar gw?" Ucapan Dafa membuat Tissa mengerutkan keningnya dan tertawa kecil di depan Dafa.


"Maap ni ya, gw itu bukannya gak sabar jadi pacar Lo, tapi gw itu gak sabar ketmua sama nyokap karena lebih cepat ketemu lebih cepat kygaj selesainya kann?" Ucao tissa santai.


Deg!


"Eh iya, gw cuma becanda tadi" Ucap Dafa sambil tertawa kecil mengikuti Tissa.


Tanpa merasa bersalah Tissa mengalungkan tangannya di tangan Dafa.


"Ok sayang.. mobil kamu dimana?" Ucao tissa sambil menatap Dafa dan mengibarkan senyum manisnya ke arah Dafa.


Deg..


Deg...


Jantung Dafa kembali berdegub lagi karena perbuatan Tissa. Tapi kali ini rasanay berbeda dengan yang tadi. Perasaan Dafa sepeti sedang berbunga bunga. Dafa memandang wajah tissa yang masih menatap nya dan Dafa tersenyum pada Dafa.

__ADS_1


** ouhhh rasanya Dafa jadi kayak pacaran beneran dehh.....dasar tuh Tissa tukang ngebaperin.wkwkwkkwkw**


"Ok kuy boss! mobilnya mana? kita cuss sekarang.." Ucap Tissa santai diserati nada yang semangat. Tissa melepaskan tangannya dari tangan Dafa dan berjalan ke dapan mendahului Dafa yang masih terpatung.


Deg!


Ini ada adalah rasa yang dirasakan Dafa sebelum dia berbunga bunga. rasanya sangat pahit dan menyiksa batin Dafa. Tissa benar benar sudah mempermainkan Dafa. Walaupun sebenarnya juga bukan salah Tissa, toh memang sudah menjadi tugasnya beradu akting dengan Dafa sebafai pacarnya.


**Didalam mobil....


"Eh... stop!" Ucap tissa pada Dafa yang spontan langsung memberhentikan mobilnya didepan sebuah minimart sesuai permintaan Tissa.


"Kenapa?" Tanya Dafa.


"Eh Lo tunggu disini dulu ya.. gw mau ke dalem bentar." Ucao tissa kngsung keluar fan meninggalkan Dafa di dalam mobil.


Tissa keluar dari minimart itu dengan membawa satu keranjang buah lengkap dengan buah buahan yang beraneka ragam dan juga membawa satu plastik dengan kata "brownies coklat" dibagian depan palstik itu.


"Udah... yuk jalan" Ucao Tissa yang sudah berada di dalam mobil.


Dafa langsung menebak bahwa yang dibawa Tissa itu untuk ibunya, dan tebakan itu dibenarkan oleh tissa. Dafa mulai tekagu. dengan pemikiran Tissa yang seperti mantu idaman. Dafa hanya tersenyum sebtjm melihat Tissa.


**Dirumah sakit....


"Assalamualaikum Tante.." Ucap Tissa masuk ke dalam ruangan mama Ratna yangvtaj lain adalah mamanya Dafa.


"Waalaikum salam" Ucap mama Ratna antusias melihat tissa. Sosok yang dianggapnya mantu idaman.


"Kamu Tissa kan?" Tanya Ratna pada Tissa setelah mereka berpelukan.


"Iya Tante.." Balas Tissa sambil memberi senyum manisnya.

__ADS_1


"Loh kok manggil Tante sih.. oanggomya mama dong...kamu kan mau jadi mantu nya mana." Ucap Ratna agak manja pada Tissa.


"Ha? apa? eh... iya mama" Jawab Tissa tersenyum lalu Tissa berbalik ke arah Dafa sambil menyunggingkan senyum paksanya seolah meminta penjelasan tentang apa yang dikatakan oleh wanita yang baru saja mengaku akan menjadi mertuanya.


__ADS_2