Flash Of Love

Flash Of Love
Aku Pun Sama


__ADS_3

Tissa menatap wajah sembab pria yang habis menangis itu. Menatapnya lekat Tissa mendekatinya. Dipeluknya tubuh pria itu dan ditenggelamkan nya wajahnya pada dada bidang pria itu.


"Aku memaafkanmu, Aku juga cinta kamu..Aku cinta kamu" Ucap tissa dengan diiringi Isak tangisnya.


Entah apa yang terjadi moment menyatakan perasaan yang biasanya dibumbui kebahagiaan dan senyuman malu tidak dirasakan Tissa dan Dafa.


Justru moment ini penuh dengan tangis. Wajah sembab melengkapi malangnya moment ini, Moment yang seharusnya membahagiakan tanpa tangis airmata.


"Benarkah? Kau tidak bohong kan?" Dafa menatap lekat manik mata Tissa. Mencoba mencari kepastian.


Tissa menganggukkan kepalanya tanda setuju. Senyum kebahagiaan terukir dibibir dua insan itu. Mereka kembali mempererat pelukan mereka.


Dafa, Akhirnya Dafa lah yang memenangkan hati Tissa. Mereka berdua tidak tau sejak kapan mereka saling mencintai rasa it databg tiba tiba tanpa tanda.


_____________________


Bulan berganti bulan Dan begitupun dengan tahun. Dafa bangun dari tidurnya. Sinar matahari memasuki kamarnya melalui celah ventilasi kamar itu.


Dirasanya tempat tidurnya bergoyang, Dafa melihat sosok wanita disampingnya yang kini menggeliat. Wanita itu mengerjapkan matanya menatap lekat Dafa.


"Pagi...." Sapa wanita itu.


Dafa tersenyum "Pagi sayang" Ucap Dafa sembari mengecup dahi sosok wanita dengan menyandang status sebagai istrinya.


...Kedua insan itu saling menatap, Melempar senyuman dan tertawa kecil menikmati indahnya pagi. Masih diatas kasur, Wanita itu pun masih merebahkan tubuhnya enggan untuk bangkit. Rasa malas menyelimutinya pagi ini....


Hoek...


Hoek...


Hoek...


Tissa bangkit dari tempat tidur, Berlari ke kamar mandi sambil menutup mulutnya. Dafa panik mengikuti istrinya ke kamar mandi. Memijat tengkuknya agar mengurangi beban Tissa istrinya.


"Kamu kenapa? Apa kamu sakit? Kita kerumah sakit ya..." Tutur Dafa dengan nada khawatir.

__ADS_1


Tissa menggeleng kan kepalanya tanda tidak setuju.


"Mama......" Ucap pria kecil berhambur memeluk Tissa.


"Eh, Anak mama udah bangun gimana tidurnya sayang?" Tanya Tissa lembut sambil memeluk pria kecil itu dan mengecup seluruh wajah pria kecilnya.


"Hey boy...Gimana tidurnya nyenyak?" Ucap Dafa lalu menggendong pria kecil itu dan mengangkatnya tinggi.


"Ih Papa...Turunin Alan..Alan bukan anak kecil lagi.., Umur Alan udah 4 Tahun. Alan ydah gede...Jangan gendong alan gini lagi dong" Ucap alan, Anak pertama Tissa dan Dafa.


"Oh ya? Kamu udah gede? Terus kalo gede gak boleh digendong ya?" Tanya Dafa sambil mencium gemas pipi putranya.


Tissa tersenyum melihat kelakuan ayah dan anak itu.


Hoek....


Hoek...


Hoek...


Tissa kembali mual, Kepalanya pusing. Dafa dan Alan melihatnya panik.


Anak ini benar benar menyayangi keluarganya terutama mamanya.


"Cup..cup..Anak mama jangan nangis ya...Mama gak apapa..Adek kamu nanti sedih Lo kalo Alan nangis..." Ucap tissa seraya membelai rambut putranya.


"Adik? Alan punya adik ma?" Tanya si kecil alan berbinar. Tissa menganggukkan kepalanya.


"Yeay.....Alan punya adik...Akhirnya Alan punya temen...Yeay...Mama Papa tunggu ya..Alan mau kasi tau nenek dulu" Ucap Alan seraya keluar kamar dengan girangnya.


Tissa menayap suaminya, Mata Dafa berkaca kaca. Dafa segera menutup pintu kamar lalu berlari memeluk istrinya.


"Sayang kamu hamil? Disini ada anak kita? Anak kedua kita?" Tanya Dafa berbinar seraya mengusap lembut perut rata Tissa.


Tissa hanya mengangguk disertai senyuman manisnya. Melihat keluarganya bahagia Tissa ikut bahagia. Terutama sang mertua pasti sangat senang saat akan punya cucu lagi.

__ADS_1


"Kenapa kamu baru bilang sama aku?" Tanya Dafa disela sela kegiatannya mencium perut rata Tissa.


"Biar surprise" Ucap tissa manja.


"Nanti kita ke dokter ya?"


Tissa menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Kabar kehamilan Tissa sudah menjadi berita bahagia bagi keluarga dan juga teman teman Tissa dan Dafa.


Diadakan syukuran kecil kecilan dirumah Dafa untuk mensyukuri kehamilan Tissa yang e


kedua. Teman teman Tissa dan Dafa datang untuk memberi ucapan selamat.


"Selamat ya..." Ucap Rasya..Pria es yang sudah merelakan cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Walau perasaanya tak terbalas Rasya tetap menjadi teman baik mereka.


Rasya ingin memeluk Tissa tapi langsung dihalangi oleh Dafa.


"Eitsss apa ni? Jaga jarak aman ya bro.." Ucap Dafa dengan senyum sombongnya.


"Cih..Gaya amat Lo" Ucap Rasya seraya terkekeh kecil.


Begitulah.. Kebahagiaan kecil anatara mereka. Hanya sederhana tapi sangat menghangatkan.


Akhir dari perjalanan cinta Tissa yang tidak pernah diduganya.


-Tamat-


**Maap ya endingnya gaje gitu. Soalnya author bingung harus buat gimana lagi. Akhirnya dah la tamat nih cerita.


Insyaallah author mau bikin cerita baru lagi..Tapi baru rencana..hehheh


Soal nya bikin cerita tuh susah tangan pegel, pusing mikirin alur + Perasaan yang gak berbalas. Like dan komen sedikit. Author agak insecure mau lanjut.


Jadi gini aja ya hehe

__ADS_1


Makasihh untuk yang udah ngikuti cerita author terutama untuk kak khinanti...


Makasih ya**...


__ADS_2