
kring..kring..kring..
Tiba tiba ponsel milik Tissa berbunyi, Tissa melirik layar ponselnya dan tertera nama "ibu" di ponselnya itu. tissa segera mengangkat telpon itu dan mendengar suara dari seberang sana.
"Assalamualaikum nak.." Suara ibu Tissa
"Waalaikum salam buk..."
"Nak kamu sudah makan sayang?? Bagaimana kabar kamu disana??" Tanya wanita itu
"Alhamdulillah Tissa baik baik saja buk, dan Tissa juga sudah makan" ucap tissa lembut.
"Sebenarnya ibu, ayah dan kakakmu sedang kesulitan nak. Kami harus segera melunasi pinjaman di bank nak". ucap ibu Tissa sambil menangis.
"Ya Allah buk...ibuk jangan nangis ya". Ucap tissa mencoba menenangkan ibunya yang tengah menangis tersedu sedu itu.
"Buk memangnya ibuk sama ayah minjam uang dari bank untuk apa? Kok Tissa gak tau?" Tanya Tissa penasaran.
"Maaf nak uang itu kami pakai untuk membiayai pengobatan ayahmu.." Ucap ibu Tissa sambil menangis lagi.
Hiks...hiks...hiks...
Tissa yang mendengar hal itu langsung ikut menangis dan terduduk lemah di kasur mini miliknya itu.
"Ya Allah buk..ayah sakit apa? dan kenapa ibu sama kakak gak ngasi tau apa apa sama Tissa??
Hiks..hiks.. hiks...
Tissa terus menangis mendengar hal itu. Dia sangat sayang kepada keluarganya dan tidak tega melihat keluarganya dalam kesulitan apa lagi Sampai sakit seperti ini.
"Ayah kamu sakit jantung nak...dia terkejut saat tau kakakmu terjatuh dari motor seminggu yang lalu, dan ayah kamu juga yang meminta penyakitnya di rahasiakan dari kamu"
"Buk Tissa mohon jangan tutup tutupi masalah apapun lagi dari Tissa. Tissa berhak tau tentang masalah yang ayah, ibu dan kakak alami" ketus Tissa sambil menangis.
"Oh ya jadi bagaimana keadaan ayah sekarang?" Tanya tissa.
"Ayahmu harus dioperasi, Tapi kami tidak punya uang untuk biaya operasinya nak.." Ucap ibu Tissa menangis.
"Yasudah ibu jangan menangis lagi ya.. Tissa akan mencari uangnya segera. Memangnya butuh uang berapa buk??" Tanya Tissa mencoba menyanggupi.
__ADS_1
"Saat ini kita butuh sekitar 65 juta nak..dan kata dokter biaya lanjutan juga akan terus ada nak.." kata ibu Tissa sambil terus menangis.
"Enam puluh lima juta?? dari mana aku dapat uang sebanyak itu? Batin Tissa.
"Yasudah Tissa akan cari uang itu secepatnya , tapi ibuk harus jaga dan rawat ayah dengan baik dan ibu juga harus mengabari Tissa tentang keadaan ayah". Ucap tissa pada ibunya.
"Baiklah nak ibu akan selalu mengabarimu, Kamu sehat sehat disana ya...jaga dirimu baik baik, ibu tutup telponnya ya...Assalamualaikumm".
"Waalaikum salam" ucap tissa.
Pyuhhhh... Desahan kecil tissa. Tissa terus berfikir cara untuk mendapatkan uang itu, hingga karna kelelahan berfikir akhirnya dia tertidur di ranjang mini nya itu.
Tissa terbangun dan menyadari hari sudah pagi. Tissa segera mandi dan memakan sepotong roti yang dia ambil dari lemari es sebagai sarapannya. Karena dia tidak punya cukup uang untuk makan makanan yang lain, dan dia juga sudah memutuskan untuk berhemat agar bisa cepat mengumpulkan uang untuk biaya pengobatan ayahnya.
pagi itu Tissa berangkat lebih awal kekantornya. dia yang biasanya datang siang karena alasan sekolah, kini datang lebih awal karena dia sudah selesai dengan sekolahnya. Tentu Tissa punya alasan khusus kenapa dia sangat disiplin di kantornya hari ini.
Tissa yang tengah sibuk mengatur jadwal denga kliennya pun segera
berdiri dan tersenyum ketika seorang pria gemuk berkaca mata hitam berjalan melewatinya. pria itu adalah pak Andi boss nya Tissa.
"Pagi pak.. kata Tissa sambil mengembangkan senyum manisnya kepada pria itu.
"Heheheh saya kan mau disiplin supaya bisa jadi orang yang sukses seperti bapak" Cengir Tissa.
"Ah banyak sekali alasamu, kalau kau butuh apa apa bilang saja sekarang, aku tidak punya waktu mendengar pujian palsu yang kau berikan padaku" Ucap pak Andi yang sudah hafal dengan kebiasaan karyawannya yang plaing cantik dan muda itu.
Tissa langsung mengikuti bossnya itu kedalam ruangan bossnya. Sesampainya di ruangan itu Tissa langsung bercerita kepada bossnya perihal yang dia butuhkan.
"Uang sebanyak itu saya tidak bisa berikan ke kamu, Tapi mungkin kau bisa mendapatkannya dari orang ini" Ucap pak Andi sambil menyerahkan sebuah kartu nama.
"Terimakasih pak, akan saya coba". Tissa terus menatapi kartu itu sambil terus berjalan keluar dari ruangan boss nya itu. Saat dia keluar tiba tiba saja Tissa menabrak seorang pria yang mengenakan kaos putih ditutupi jas berwarna hitam.
Bruk....
"Pria ini kan yang menabrakku kemarin" Batin Tissa
"Hey kalau sedang berjalan pakai matamu!" ketus pria itu kasar pada Tissa.
"Mana bisa berjalan memakai mata, jalan itu pakai kaki!" Ketus Tissa tidak mau kalah.
__ADS_1
"Dasar perempuan bodoh" ketus pria tampan dengan tinggi sekitar 179 itu kepada Tissa.
"Jelas jelas kau yang bodoh, malah menyalahkan orang lain". ucap tissa mendongak menatap pria itu karna tinggi Tissa hanya 160.
Sesaat setelah melihat wajah pria itu Tissa terkagum kagum karna ketampanannya.
"Ya Allah indahnya ciptaan mu" Batin Tissa.
Pria itu pun langsung pergi meninggalkan Tissa yang masih melamun di tempatnya lalu masuk ke dalam ruangan pak Andi.
Tissa segera sadar dari lamunannya dan kembali ke aktivitas sebelumnya yaitu menatap kartu nama yang di berikan pak Andi kepadanya. Di dalam kartu itu tertulis nama.
Heriansyah Artana.. nama orang dikartu itu.
"semoga saja dia bisa membantuku" ucap tissa pelan.
Setelah Tissa selesai dengan pekerjaannya dia mendatangi sebuah perusahaan milik Heriansyah artana orang yang diharapkan Tissa menjadi penyelamatnya.
Tak lama menunggu proses bertemu dengan orang yang diharapkannya menjadi penyelamatnya itu, nama Tissa dipanggil oleh seorang wanita ynag segera membawanya ke dalam runahanewah milik Heriansyah Artana
"Silahkan masuk ke dalam" kata seorang wanita yang merupakan sekretaris dari Heriansyah Artana.
Tissa langsung masuk ke dalam ruangan itu, kini hanya ada dia dan pria bernama heriansyah itu.
"Selamat siang pak" sapa Tissa pada pria yang kira kira berusia 40 tahun itu.
"Siang, kamu Tissa kan?" silahkan duduk kata pria tua itu mempersilahkan Tissa duduk sembari dia juga duduk di samping Tissa denfan jarak yang sangat dekat.
"Iya saya tissa, begini pak.. saya butuh pertolongan bapak. boss saya bilang bapak adalah temannya dan mungkin bisa membantu saya" Ucap tissa terus terang sambil menjauhkan duduknya dari pria tua itu.
"Ahhaha si Andi boss itu memang pandai
memuji" kata pria itu sambil tertawa ringan.
"Saya memang akan membantumu, saya tau kamu butuh uang kann. Saya akan memberikan berapa pun yang kamu butuhkan. Ketus pria itu sambil memegang tangan Tissa yang putih dan mulus.
Tolong bantu vote, like dan komen ya.
aku masih pemula jadi maaf kalo ceritanya masih garing dan banyak typo nya.
__ADS_1
.