
Dafa hanya diam di sofa melihat dua orang wanita daihadapannya berbincang hangat. Dafa tesnyum melihat mama nya sangat semangat mengobrol dengan Tissa.
Tissa sangat pandai mengambil hati mama Ratna. Tissa mengajak mama Ratna terus mengobrol sambil menyuapi Ratna dengan makanan rumah sakit yang selalu ditolaknya. Namun tidak dengan Tissa, Ratna sangat menurut saat disuapi oleh Tissa. sungguh mantu idamanm.. Batin Dafa.
"Dafa kok kamu disitu aja sih.... sini dong.." Bujuk Ratna pada anak semata wayangnya.
Dafa berjalan ke tempat tidur Ratna dan menghampiri dua gadis beda umur itu.
"Kamu kok baru Bawak Tissa sekarang sih? mama kan sudah minta nya dari kemaren sama kamu" Ucap mama Ratna yang memang sudah tertarik dengan Tissa dari sejak bertemu.
"Iya.. maap ma.. aku kan bilang waktu itu aku masih sibuk dan baru bisanya sekarang" Ucap Dafa lembut.
"kalian itu kan pacaran sudah lama, jadi kalian gak boleh terlalu sibuk. Apalagi kamu Dafa, kamu itu harus lebih sering sama Tissa, dan harus sering juga bawa Tissa ketemu sama mama." Ucap mama Ratna sambil mengelus wajah Tissa yang ada disampingnya.
"Ehmmm iya ma..." Jawab Dafa tersenyum pada mama nya.
__ADS_1
Tissa sudah mendengar cerita Dafa dari awal bahwa Dafa mengaku sudah lama berpacaran dengan Tissa. Tissa hanya ternyum ke arah mama Ratna lalu menatap Dafa sambil ternyum manis meneruskan aktingnya.
Mama Ratna ternyum melihat Dafa dan calon mantu idamannya saling bertatapan. Mama Ratna benar benar sudah tertipu dengan akting Tissa yang kuar biasa dan rasa baperan Dafa yang dalam terhadap perlakuan Tissa.
"Yaudah ya ma.. Tissa pulang dulu, udah sore... besok Tissa kesini lagi ya?..." Ucap tissa manis menatap ke arah mama Ratna yang cemberut karena tidak rela mantu idamannya pulang.
"Yaudah deh sayang... besok kamh kesini lagi ya... mama nungguin kamu" Ucapama Ratna manja sambil memeluk Tissa yang juga memeluknya.
Dafa dan Tissa sudah berada di depan kamar kos Tissa. Dafa memaksa mengantar Tissa ke depan kamarnya dengan alasan demi keselamatan Tissa. Sungguh alasan yang tidak masuk akal... Batin Tissa
"Iya... gw gak buat banyak, gw cuma ngajak nyokap Lo ngobrol doang. Dan iya.. besok hari terakhir kan?" Ucap tissa seolah ingin segera keluar dari drama yang dimainkannya.
"Iya.. besok hari terakhir, maap banget ya gw Uda bikin lk terlibat dalam masalah gw.." Ucap Dafa merasa tissa terbebani.
"Eh.. gw gak maksud gitu.. gw gak ngerasa terbebani. Gw cuma gak enak aja ngebohinin nyokap Lo kelamaan, nyokap Lo itu orangnya baik. Jadi gw ngerasa gak baik bohongin dia kayak gini." Ucap tissa mencjba menjelaskan.
__ADS_1
"Lo baik banget tis.. Lo Uda mikir sampek kesini cuma demi nyokap gw" Ucap Dafa kagum pada Tissa.
"Santai aja kali... yaudah gw masuk ya... besok Lo jemput gw lagi kan?" Tanya Tissa.
"Iya.. yaudah gw pamit ya, Assalamualaikumm" Ucap Dafa lalu pergi setelh mendapat balasan salam dari Tissa.
Tissa mebersihkan dirinya, lalu membuat makanan instan untuknya. Tissa menelpon orang tuanya menanyakan kabar Sang ayah. Tissa sangat senang setelah tau ayahnya baik baik saja.
Deret...
Deret...
Ponsel Tissa kembali berbunyi, dia mengangkat telpon dari orang yang tak dikenal. Tissa hanya tersenyum setelah tau siapa yang menelpon. Mama Ratna adalah orang yang menelpon Tissa. Mama Ratna terus berbincang dangan Tissa lewat telpon, mereka membahas hal hal tidak penting. Tissa menikmati perbincangan itu hingga tak sadar sudah satu jam lebih dia bervjncang dengan mama Ratna.
Setelah menutup telpon, Tissa hanya tersenyum dan tertawa kecil mengingat yang dibahas mereka adalah Dafa sewaktu kecil. itu benar benar menggelitik perut Tissa.
__ADS_1
Ini adalah hari kedua sekaligus hari ywrakhir Tissa datang kerumah sakit sebagai pacar Dafa. Tissa benar benar merasa bersalah pada Mama Ratna yang sudah baik danakrab dengannya. Tapi semua ini memang yang terbaik untuk mama Ratna. Hari ini mama ratna diizinkan pulang ke rumah karena keadaannya semakin membaik.