Flash Of Love

Flash Of Love
Merasa Terpuruk


__ADS_3

Tissa yang merasa geli langsung menarik tangannya dan menjauhkan tubuh mungilnya dari pria tua itu. Tapi semakin Tissa menjauh pria tua itu semkain meluncurkan aksinya dengan mengusap bahu gadis berusia 19 tahun itu.


"Pak tolong jangan sentuh saya seperti ini" Tukas Tissa yang kesal dengan kelakuan genit dari pria kaya itu.


"Kenapa? bukannya saya akan membantumu dengan memberikanmu uang?? saya bisa saja memberikannya sekarang. Tapi kamu harus ingat tidak ada yang gratis di dunia ini". Ucap pria itu dengan senyuman genitnya sambil kembali mendekati Tissa.


Plak....


Satu tamparan dari Tissa melayang ke wajah pria tua itu.


"Saya awalnya memang membutuhkan bantuan anda. Saya pikir anda adalah orang yang baik dan mau memudahkan masalah saya. Tapi saya salah menilai anda, saya tidak akan mau menjual harga diri saya demi sejumlah uang dari pria kotor seperti anda!".


Tukas Tissa dengan nada yang menyindir.


"Apa?? pria kotor katamu?? apa kau sendiri suci, kau datang kemari meminta uang dari pria yang sama.sekali belun kau kenal? kau fikir dirimu itu suci? kau berani datang ke kantorku dan memaki ku seperti ini? beraninya kau menasehati orang yang lebih tua darimu! sadarlah kau itu hanyalah wanita murahan yang rela menjadi pacar untuk semua orang!" Tukas pria itu kasar.


"Saya memang bisa menjadi pacar semua orang, tapi saya tidak pernah melakukan hal hal kotor seperti yang ada di pikiranmu!". Ucap tissa dengan nada memencak.


"Pergi lah kau dari kantorku! aku tidak Sudi memberikan uang ku kepadamu!" ketus pria itu.


setelah keluar dari perusahaan itu, Tissa hanya terdiam sambil berjalan di tengah jalan raya. dia melangkahkan kaki kecilnya menuju halte bus didektnya lalu duduk disana.


Tissa terus merenungi kata kata yang akhir akhir ini selalu menghantuinya.


"Apa benar aku ini wanita murahan? kenapa pak andi memberikanku teman genitnya itu, apa aku menyerah saja pada pekerjaan ini?"


Tissa terus terselubungi rasa bingung yang melanda fikirannya. Di satu sisi ada harga dirinya dan di sisi lain biaya untuk pengobatan ayahnya.


Arghhhhh.. Ketus Tissa kesal.


Hari sudah berganti Tissa datang ke kantor nya tepat waktu. dia sudah datang dengan tekad yang bulat, dia akan mpertahankan harga dirinya. Dia menunggu pak Andi dengan memegang sebuah amplop yang berisi surat pengunduran dirinya.


Saat yang dinanti pun tiba. Tissa langsung memberikan surat itu kepada boss nya yang akan segera menjadi mantan boss nya. Belum sempat Tissa menyampaikan kata kata terakhirnya, dia malah mendapat ocehan, cacian dan makian dari boss nya.

__ADS_1


"Apa yang kau pikirkan? aku sudah mau membantumu tapi kau malah membuatku malu kepada temanku sendiri. dan sekarang apa? kau malah mau mengundurkan diri secara terhormat? kau fikir siapa dirimu?. aku sudah muak dengan tingakh kakimu, sekarang kau ku pecat! kau keluar dari perusahaan ku secara tidak terhormat! pergilah aku tidak mau melihat wajahmu lagi!" ketus pria gemuk berkaca hitam itu dengan nada yang sangat tinggi.


"Apa? harusnya kan saya yang marah, bapak memberikan saya kepada tenang bapak yang genit itu". ketus Tissa tidak mau kalah.


"Baiklah, security.... tarik gadis tidak tau malu ini dari perusahaan ku!" ketus pria berkaca mata hitam itu.


Tissa pun langsung ditarik keluar dari perusahaan itu. Tissa hanya bisa teridam meratapi harinya yang benar benar sudah kelewat batas menyakitinya.


Sekarang aku harus apa? apa yang akan kukatakan pada ibuku? bagaimana dengan nasib ayahku? Tissa berbicara dalam hati seperti orang stress.


*Di kos Tissa.......


"Assalamualaikum*" Sapa seorang gadis berambut pendek masuk ke dalam kamar kos Tissa yang berukuran kecil itu.


"Astaghfirullah ini kamar apa gudang si? kok berantakan banget? Tanya teman Tissa yang bernama Tia itu.


"Ya beginilah hidup orang pengangguran, Lo kan tau gw abis di pecat. gw gak tau mau hidup apa enggak habis ini" Ucap tissa santai.


"Ya gak ginj juga dong tiss, Lo emang pengangguran tapi bukan berati Lo gak bisa beresin kamar Lo sendiri kann?" Ucap Tia


"Eh iya gw kesini mau ngajakin Lo nonton ada film kayanya seru, kita nonton yuk?" ajak gadis berambut pendek itu.


"Gw ga punya uang" jawab Tissa simple.


"Lah masa buat nonton aja gak punya? ayolah please... kita Uda lama gak nonton bareng Lo.." Bujuk Tia pada Tissa yang masih melongo.


"Ya gw emang ga punya uang, Lo gak percaya banget si? atau gini aja, biar gw punya uang sekarang Lo temenin gw" Ucap tissa santai.


"Kemana?" Tanya Tia yang sudah penasaran.


"Jual ginjal" Jawab Tissa datar.


"Lah kok lo makin lama makin menjadi jadi si tiss. santay aja kali, siapa tau nanti kita dijalan dapat lowongan kerja" Ucap tia masih mencoba membujuk Tissa.

__ADS_1


Di kantor Flash of Love...


Seorang pria tampan memasuki ruangan pak andi. ini adalah yang ketiga kalinya pria itu datang kesana.


"Selamat datang tuan Dafa Reyandi Atmaja" Sapa seorang pria gemuk berkaca mata hitam kepada orang yang baru saja memasuki ruangannya.


"Bagaimana? apa kau sudah menemukan yang pantas untukku? aku sudah menunggu lama untuk ini". Ucap pria yang di sapa tuan itu.


"Aku sudah menunjukkan semua wanita yang ada di kantor ini. tapi tuan bilang anda tidak tertarik dengan wanita wanita yang saya rekomendasikan untuk anda". ucap pak Andi.


"Bagaimana dengan gadis yang masuk ke runaganmu kemarin? apa kau menyembunyikannya dariku?" Tanya Dafa pada pak Andi dengan nada yang datar dan dingin.


"Dia, apakah maksud tuan gadis yang menabrak tuan kemarin?" Tanya pak Andi.


"Iya, aku mau gadis itu" Jawab Dafa datar.


"Tapi tuan, gadis itu tidak cocok dengan tuan. gadis itu pendek dan tidak menarik, dan dia juga baru saja saya pecat" Ucap pak Andi perlahan.


"Aku tidak peduli bagaimana pandanganmu terhadap gadis itu, yang jelas aku mau gadis itu segera berikan gadis itu padaku" Ucap Dafa dengan nada sedikit tinggi.


"Ba..baik tuan muda" Jawab pak Andi gugup.


Tissa dan Tia sudah selesai dengan aktivitas mereka, Tia langsung pulang ke rumahnya sedangkan Tissa pulnga ke koss an nya. saat Tissa ingin masuk ke kamar kos nya. Tiba tiba ada yang memanggilnya.


"Tissa.." Ucap seorang pria yang tak lain adalah pak Andi.


"Pak Andi, ngapainn bapak ke sini malem malem" Tanyaj Tissa sinis.


"Ehmm jadi begini saya hanya ingin meminta kamu kembali ke perusahaan saya" Ucap pak Andi terbata bata.


**Hey guys.. baca terus ya..


jangan lupa vote, like dan komen nya ya..

__ADS_1


maaf ya kalo banyak typo nya**.


__ADS_2