
"Alyndra" Ucapnya dengan senyuman manis. Mengulurkan tangannya pada Tissa.
Tissa membalas senyum dan jabatan tangannya "Tissa" Ucapnya.
"Ehmm jadi dia yang gantiin aku disini selama aku di Itali?" Tanya alyndra dengan senyum cemburu yang dibuat buat.
Tissa sudah tau kisah pertemanan anatar ketiga orang itu. Dalam keadaan ini Tissa hanya merasa seperti orang asing. Kerap kali mereka bertiga berbincang seputar hak yang hanya diketahui mereka bertiga. Sementara Tissa...Hanya diamdan menyimak.
"Eh.. Gini aja..Nanti malam kita Doble date? Oke? setuju ya!" Ucap alyndra antusias.
"Doble date?, Tapi aku kan_" Ucapan Tissa terputus.
"Kamu sama aku" Ucap rasya.
Alyndra terus mengembangkan senyumnya. Tissa juga merasa alyndra adalah gadis yang baik dan sangat periang.
"Oke..Ehmm Dafa, Kamu antar aku ke apartemen ya..Hari ini aku mau istirahat dulu hehe" Ucapnya lalu bergelayut manja ditangan Dafa.
Dafa tersenyum melihat tingkah alyndra yang periang dan manja. Rasya memasang wajah datarnya dan Tissa terus menatap kemesraan dua sejoli itu.
"Aku antar Tissa pulang" Ucap Rasya menggenggam tangan Tissa lalu membawanya ke parkiran mobil.
Dafa terus menatap genggaman tangan Rasya pada Tissa. Hal itu mengusik hatinya. Dia sadar tangannya masih digelayuti alyndra. Dafa menarik tangannya perlahan, Dafa yang tidak nyaman dengan hal itu.
Sementara di mobil Rasya....
"Alyndra cantik, Menurut kasya gimana?" Tanya Tissa pada Rasya.
Rasya mengangguk "Iya" Jawabnya datar.
"Dia asli Indonesia?" Tanya Tissa lagi.
"Ibunya orang Indonesia ayahnya asli Jerman" Ucap Rasya.
"Kalian bertiga temanan pas di Jerman?"
"Iya, Kebetulan kami satu sekolah"
"Oohh" Tissa ber'oh ria.
Mobil Rasya berhenti di depan area kos kosan Tissa.
"Nanti malam kujemput" Ucap Rasya sembari tersenyum.
"Iya.. Makasih ya kasya.." Ucap Tissa.
__ADS_1
Rasya hanya tersenyum lalu berpamitan pulang pada Tissa.
Tissa memasuki kamar kecilnya. Merebahkan dirinya di kasur mininya.
"Alyndra cantik, Pasti dulu mereka memperebutkan dia" Gumam tissa.
Tissa bangkit kembali dari rebahannya membersihkan diri lalu melakukan aktivitas lainnya.
Tissa merebahkan dirinya lagi. Sekedar untuk melepas penat. Tissa bergeming dilamunannya.
"Double date? Aku sama kasya?" Gumamnya.
Tissa tersenyum, itu hal yang mudah baginya mengingat dia punya pengalaman dalam dunia kencan.
_____________________
Alyndra keluar dari kamar mandinya. Dengan Hanay memakai jubah handuk. Duduk diranjangnya menjangkau ponselnya, Kembali melihat foto kenangan masa lalunya dengan dua pria.
"Ada Tissa, Apa bisa kaya dulu lagi?". Gumam alyndra. Dirinya menghela nafasnya pelan
Tersenyum tipis dan getir.
Ada yang disesalinya, Kecewa pada dirinya sendiri alyndra membanting dirinya dikasur empuk itu.
Ketukan terdengar dipintu kos Tissa. Tissa sudah bersiap setelah mendapat telpon dari Rasya.
Tissa membuka pintunya, menampilkan tiga wajah disana. Ada alyndra dengan senyum manisnya, Dafa dengan senyum dan juga Rasya dengan ukuran tangannya.
Tissa menggapai ukuran tangan itu. Menggenggamnya mengibarkan senyum manisnya.
Begitu pun yang dilakukan alyndra pada Dafa. Menempel di lengan kanan Dafa.
Mereka sepakat menggunakan satu mobil agar dapat menambah keakraban. Mobil Rasya terpakir di area kos kosan Tissa. Rasya mengambil posisi sebagai pengemudi,. Tissa duduk disampingnya. Sedangkan Dafa dan alyndra mengambil tempat di kursi tengah.
"Kita ke bioskop!" Seru alyndra dengan mencondongkan tubuhnya ke depan. Wajahnya berada di dekat Rasya yang tengah mengemudi.
Dafa menarik tubuh Tissa mundur
"Jangan terlalu banyak gerak, Nanti Rasya gak fokus" Ucap Dafa.
Alyndra mengerucutkan bibirnya. Sementara Tissa hanya diam.ditempat. Setelah kejadian Dafa membentak Tissa. Tissa menjaga jaraknya dengan Dafa dan juga memutus komunikasi anatar mereka.
Setiba di mall Mereka memasuki area bioskop. Alyndra terus bergelayut di lengan Dafa. Sementara Tissa dan Rasya hanya sekedar berpegangan tangan dan sesejali menebar senyum titpis.
Membeli tiket, popcorn dan soda. Mereka mulai duduk di kursinya. Kembali seperti biasa dua pria itu mengapit Tissa.
__ADS_1
Tissa hanya menghela nafasnya disaat Dafa mulai mengajaknya bicara. Tissa sesekali hanya mengangguk dan menjwabnya sesingkat singkatnya.
"Eh bagi popcorn dong" Ucap Dafa dan mulai memasukkan tangannya ke popcorn milik Tissa. Padahal sudah jelas alyndra pacarnya yang duduk disampingnya juga memegang popcorn. Kenapa harus minta sama Tissa?
"Nih ambil aja semuanya" Ucap Tissa datar lalu memberikan Seluruh popcornnya pada Dafa.
"Kamu ambil punyaku aja" Ucap Rasya menyodorkan popcorn miliknya pada Tissa.
Tissa tersenyum "Kita makannya bagi bagi ya" Ucap tissa dan memegang popcorn itu ditengah tengah anatara dia dan Rasya.
Dafa menghela nafasnya kasar melihat perlakuan Tissa pada Rasya. Sementara alyndra tersenyum miris, bahkan hampir saja menitihkan air mata.
"Udah kuduga sulit kaya dulu lagi" Gumam alyndra dalam hati.
Film terus beputar Tissa fokus pada layar bioskop tapi tidak dengan tiga orang itu. Ketiganya sibuk curi curi pandang entah pada siapa.
"Aku harap ini bukan sekedar double date, Tapi kencan yang sebenarnya" Gumam Rasya. Rasya menggenggam tangan Tissa. Tapi si empunya tidak menggubris dan sibuk dengan tontonannya.
"Kamu mau diamkan aku berapa lama? Itu sih Rasya ngapain sih pegang pegangan tangan gitu!" Gumam Dafa. Matanya panas melihat genggaman tangan Rasya. Dafa tidak nyaman di posisinya.
"Cinta segitiga ya? Terus peranku apa? Apa aku masih ada tempat" Gumam alyndra. Matanya sedari tadi memperhatikan mimik cemas Dafa menatap Tissa dan juga mimik wajah bahagia Rasya menggenggam tangan Tissa. Sedangkan yang diperhatikan sibuk menonton film.
"Maap Tissa, Tapi aku gak akan ngalah. Kita bersaing sehat" Gumam Alyndra lalu tersenyum tipis. Tidak terbesit kebencian di mata alyndra pada Tissa. Begitupun Tissa. Dia merasa kagum dengan alyndra yang cantik, baik dan periang.
Filmnya selesai, Tissa berdiri dari duduknya. Tapi ketiga orang itu sibuk dengan lamunannya hingga akhirnya tidak menyadari filmnya sudah selesai.
"Hey! Kalian mau disini terus?" Ucap tissa memecah lamban ketiga orang itu.
"Eh Uda selesai? Yuk kita ke Pasar malam" Ucap Alyndra antusiaa. Tangannya menarik tangan Dafa dan Rasya berdiri. Lalu menuntun dua pria itu keluar dengan masih memegang tangan dua pria itu.
Tissa terdiam, Tapi langkahnya terus mengikuti alyndra yang menuntun dua pria dari belakang.
Langkah Dafa dan Rasya berhenti di pintu keluar bioskop.
"Ayo" Ucap Dafa dan Rasya serempak
Tissa tentu terkejut. Tapi dia tersenum kikuk lalu mengambil posisi di sebelah Rasya yang saat ini adalah partnernya.
Dafa tidak mau kalah, Dafa beralih ke sebalah Tissa menjadikan Tissa diapit dua orang pria lagi dan lagi.
Alyndra meghela nafasnya.
"Sulit ternyata, Bahkan Tissa tidak melakukan apapun. Mereka sendiri yang melakukannya" Gumam alyndra, Dia tersenyum miris.
Keluar dari mall, Keempat orang itu Mencari pasar malam. Membelah malam yang belum terlalu larut.
__ADS_1