
"huhh..Bodo amat la, diaau nungguin gw. Gw gak akan mau datang. Gw rasa semuanya harus berakhir disini. Gw bakal cari pinjaman buat ngelunasin utang gw ke dia jadi dia gak akan bisa ngatur ngatur gw lagi".
tok...
tok...
tok...
"Sia...."Baru saja Tissa membuka pintu kos nya Tissa langsung menutup kembali pintu itu namun ditahan oleh yang mengetuk pintu yaitu Dafa.
"Tis..Tissa...buka pintunya..gw mau ngomng sama lo..." Ucap Dafa pada Tissa sambil terus menahan pintu agar Tissa tidak bisa menutupnya.
"Apa??ha!?? Uda gw gak mau ngomng sama Lo lagi..sekarang jugak Lo pergi! gw Uda gak mau ada urusan lagi sama Lo!!!" Ucap tissa berteriak. Dafa maupun Tissa keduanya saling menarik pintu. Sehingga membuat banyak penghuni kos keluar menyaksikan kegaduhan mereka.
Tia yang merupakan sahabat Tissa datang menghampiri Dafa yang berada tepat didepan pintu bagian luar Tissa, Dafa terlihat terus menahan pintu nya agar Tissa tidak menutupnya sembari memohon pada Tissa agar membuka pintunya.
"Tiss..uda, Buka dong pintunya dia kan cuma mau ngobrol, iya kan..." Tanya Tia pada Dafa yang masih setia menahan pintu.
"Iya tis..gw cuma mau ngobrol sama Lo..!! Lo gak bisa buat keputusan sepihak!! kita harus selesaikan baik baik!! gw gak mau Lo salaj paham sama gw!!, sekarang pliss bukain pintunyaa!! gw janji gak bakal ngulangin hal itu lagi!!" Ucap Dafa pada Tissa.
Tia yang mendengarkan perkataan Dafa terdiam. Secara tidak langsung perktaaan Dafa itu terdengar seperti perkataan seorang pria pada pacarnya yang sedang ngambek. Tia terus bermain dengan pikirannya, Dafa terus membujuk Tissa untuk membuka pintunya sedangkan Tissa terus mendorong pintu agar segera tertutup.
__ADS_1
Dafa, Tissa dan Tia hanya sibuk dengan kegiatan mereka tanpa menghilangkan suara ricuhnya. Mereka bertiga menjadi tontonan banyak orang di daerah kos kosan tissa. Tidak sedikit orang yang tertawa melihat kelakuan mereka karena terlihat seperti anak anak kecil yang sedang bertengakar ditambah lagi posisi Tia
yanh diam membeku menyaksikan kelakuan Tissa dan dafa seperti Tom dan Jerry.
"Tunggu!!!" Ucap Tia tiba tiba.
Dubrak.....
Teriakan Tia membuat Dafa dan Tissa terkejut sehingga keduanya tersungkur ke dalam kamar Tissa dengan posisi Tissa dibawah dan Dafa diatas.
"Haahhhh.... Teriakan serempak dari para penghuni kos menggema keras di area kos kosan itu.
"Kalian pacaran ya...??" Pertanyaan dari Tia tidak membuyarkan posisi Tissa dan Dafa yang sedang saling menatap dengan tatapan yang sulit diartikan.
Teriakan serempak dari para penghuni area kos kembali menggema, namun tetap tidak membuyarkan posisi Dafa dan Tissa.
"Hey!!!!...." Tia kembali berteriak dan kali ini berhasil membuyarkan lamunan Tissa.
"Heh!!! jauh jauh dari gw!!!" Tissa berteriak pada Dafa dan mendorongnya kuat, namun tenaganya terlalu kuat sehingga membalikkan posisi menjadi Dafa dibawah dan Tissa diatas.
"Waoww.....
__ADS_1
Teriakan sermpak dari panghuni kos sekaligus penonton drama kecil Tissa dan Dafa menggema untuk yang ketuga kalinya.
Kali ini situasi kembali lagi, Tissa dan Dafa saling bertatapan dengan tatapan yang sulit diartikan. Dafa mulai mengangkat kepalanya pelan mendekati bibir Tissa. Tissa refleks langsung menutup matanya saat bibir Dafa hampir menyentuh bibirnya.
Keadaan menegang...Para penonton membulatkan matanya dengan senyuman yang sulit diartikan seolah menunggu adegan itu hingga akhirnya satu suara membuyarkan adegan yang ditunggu tunggu semua orang.
"Astaghfirullahaladzim kamu itu berdosa banget...." Suara seorang bocah laki laki yang sudah berada di depan pintu itu membuyarkan posisi Dafa dan Tissa. Tissa mengangkat tubuhnya dari tubuh Dafa dan terduduk sambil menundukkan kepalanya. untungnya adegan kiss scene itu tidak terjadi karena sang bocah.
"Yaah......
Suara serempak dari penonton yang kecewa menggema kembali dan semakin membuat Tissa malu.
"Heh!!!!" Tissa menatap tajam Dafa yang sedang terduduk menstabilkan pikirannya. Dafa yang mendapat tatapan tajam Tissa hanya terdiam karena tatapan Tissa mirip sakura haruno (tokoh dari animasi Naruto) yang sedang marah dan ingin menghantamnya dengan pukulan maut super.
Kericuhan kembali terjadi antara Dafa dan Tissa tapi kali ini tanpa adanya penonton selain ibu kos. Ya..setelah kejadian yang membuat heboh satu kos Tissa dipanggil menghadap ibuk kos dengan Dafa tentunya dan Tia sebagai saksi.
**Baca terus ya..karya pertama author....maaf kalo banyak typo dan ceritanya agak gaje...
author juga mau nyampein terimakasih untuk kak kinanthi yang selalu support author..
jangan lupa ya untuk like, vote dan komennya...
__ADS_1
Terimakasih....