
Setelah mengambil kertas jadwalnya dari Dina si resepsionis Tissa langsung keluar kantornya yang berada di seberang jalan raya. Baru saja dia kluar, dia langsung bertabrakan dengan seorang pria tinggi memakai setelan jas berwarna hitam.Tissa yang tertabrak langsung terhatuh.
"Aduh...siapa si??" Ketus Tissa sambil bangkit dari jatuhnya dan hanya menatap bahu seorang pria yang sudah masuk ke dalam kantornya.
Tissa yang mempunyai jadwal padat hari ini hanya meringis kesal dan mengutuk orang itu dalam hatinya. Tanpa menghiraukan kejadian yang baru saja dialaminya Tissa langsung melihat jadwalnya dan menemukan nama yang paling atas dari kertas daftarnya.
"Agung di restoran coffe cake jam 14.30" batin Tissa dalam hati membaca jadwal pertamanya.
Tissa langsung melirik jam di ponselnya, di lihatnya jam menunjukkan pukul 14.19.
"Astaga...gw harus cepat nii" Ketus Tissa dalam hati.
Setelah sampai di restoran hampir tepat waktu Tissa pun langsung mencari orang yang bernama agung.
Tak butuh waktu lama Tissa sudah menemukan agung yang duduk di kursi pojok dengan raut wajah menunggu seseorang.
"Ehmm.. Agung yaa?? ..
"Kamu Tissa ya??" Tanya pria itu balik.
"Iya.. kamu agung kann..
"Iya aku agung, Yuadah ayo duduk" kata pria itu sambil menyiapkan kursi untuk Tissa duduki.
"Eh iya..maap ya aku telat, kamu udah nunggu lama??"
"Eh enggak kok aku baru aja datang." ucap pria itu sambil tersenyum ke arah Tissa.
ganteng si, dan kayanya cowok ini tajir. Batin Tissa.
"Kamu mau pesan apa?" tanya pria itu yang membuyarkan khayalan Tissa.
"Eh.. aku samain aja kaya kamu" ucap tissa sambil mengembangkan senyumannya.
Agung pun langsung memesan dua porsi chicken steak dan dua orange juss.Tak butuh waktu lama pesanan mereka pun datang.
"Eh iyaa.. kamu tinggal dimana??" Ucap tissa berpura pura bersikap hangat karna itu merupakan kewajibannya sebagai pekerja di Flash Love.
"Aku tinggal di apartemenku di kawasan jalan melati" Jawab agung.
__ADS_1
"Oooo lumayan jauh ya dari sini" mencoba membuat kedekatan dengan kliennya itu.
"Iya..kalo kamu umur berapa??" Tanya agung.
"E..ee..ee aku umur 21" ucap tissa berbohong karna dia tidak boleh mengumbar identitas aslinya pada klien.
"kamu masih muda, kalo aku umur 26" Ucap agung. "Eh iya habis ini kita mau kemana?? Tanya agung.
"Kalo aku si terserah kamu aja" Ucap Tissa tersenyum manis.
"kita ke bioskop yuk?" Tanya agung.
"Ayuk, Tapi kita kesana naik apa??" Tanya Tissa.
Agung pun langsung menyambar tangan Tissa membawanya ke luar dan membukakan pintu sebuah mobil mewah berwarna merah pada Tissa.
Tissa yang tangannya digandeng oleh agung hanya tersenyum. Dia sudah biasa merasakan hal ini.
SKIP
SKIP
SKIP
huhhhhh Tissa bersesah pelan dan melirik jam di ponselnya dan mendapati pukul 17.15.
Dia pun langsung meraih kertas jadwal dari tas sandang mini yang dikenakannya.Tissa mendapati nama kedua dari daftar itu.
"Reno" batin Tissa tersentak halus melihat nama itu. Tissa sangat mengenal nama itu, itu adalah nama teman sekelasnya yang pernah menyatakan cintanya kepada Tissa.
"positive thinking please"... Batin Tissa.
Tanpa pikir panjang Tissa langsung pergi ke sebuah caffe di seberang jalan. Tissa yang masuk dengan santay langsung menemukan Reno kliennya itu. Tissa langsung menepuk bahu pria itu dari belakang sambil berkata "Reno yaa" .
"Astaga" Kata Tissa saat melihat pria itu ternyata adalah Reno yang dia kenal.Tanpa pikir panjang Tissa langsung mencoba untuk kabur namun sayang tangannya di tarik oleh Reno hingga membuatnya tak bisa pergi.
"Kamu Tissa kan??" tanya Reno tersenyum sinis.
"Iya aku tissa, maap aku harus pergi" kata Tissa sambil mencoba melepaskan tangannya dari pegangan Reno.
__ADS_1
"Kenapa kau harus pergi, kau akan menjadi pacarku hari ini kann??" Tanya Reno dengan nada manja dan senyuman nakalnya.
Tissa terdiam sejenak dia memikirkan janjinya pada boss nya yang membuatnya berdecak kesal dalam hati.
"shit." Batin Tissa.
Dia lalu menuruti apa saja yang diminta reno. dan dia hanya pasrah dibawa kemana saja oleh Reno.
Jam di ponsel Tissa telah menunjukkan pukul 19.10 .dia mencoba bersabar karna sebentar lagi dia akan terbebas oleh Reno pria yang menyebalkan menurut Tissa.
"sayang.." kata Reno yang tiba tiba memberhentikan mobilnya di tengah jalan sepi.
Tissa langsung terdiam dan menatap Reno dengan tatapan sinisnya.
"Kenapa berhenti?" Tanya tisaa datar.
"Aku mau berduaan dulu sama kamu" Kata Reno dengan senyum nakalnya langsung menarik tubuh mungil Tissa kedekatnya.
Tissa yang berada di dekapan Reno lamgsung memberontak dan mencoba melepaskan tubuh mungilnya dari pelukan Reno.
Reno yang merasa tissa menolak pelukannya langsung melonggrkan pelukannya "Kamu kenapa si sayang?". Tanya Reno agak kesal.
"Lepasin gw, ini dilarang dalam kontrak" tukas Tissa.
"Kenapa si?? bukannya kamu uda biasa dipegang pegang sama semua orang??" kata Reno melotot.
"Heh jaga omongan kamu ya!"
plak..
Satu tamparan dari Tissa berhasil membuat reno marah dan lalu tanpa aba aba.....
cup..
Reno mendaratkan ciuman rakusnya pada Tissa. Reno terus memperdalam ciumannya hingga membuat tissa hampir kehabisan nafasnya.
Tissa yang merasakan ciuman itu langsung menepuk nepuk dada bidang Reno dengan sekuat tenaganya.
Setelah terlepas dari Reno Tissa langsung keluar dari mobil dengn tersedu sedu.Reno pun ikut kluar lalu meneriaki Tissa "Dasar perempuan murahan" Tissa yang mendengar itu tidak peduli. dia langsung pergi jauh dari Reno.
__ADS_1
Sesaat berlalu Tissa mencoba kuat dan menenangkan dirinya lalu dia kembali menjalankan tugasnya dan menemui 3 orang kliennya secara bergantian. hingga dia menyelesaikan tugasnya pada pukul 23.12. Setelah selesai dia langsung kembali ke kosannya yang sederhana. lalu melepmparkan tubuhnya ke kasur mini milkknya.
Kring..kring..kring..