
Tissa beranjak dari tempat nya membeku. Mulai menyusuri Ruangan tengah rumah itu menuju dapur, Tissa berniat mencari udara segar di halaman belakang kediaman Dafa Riyandi Atmaja.
"Ehmm enak ya punya dua suami?" Ucap mama Ratna sambil menarik turunkan alisnya.
"Ah..Maksud mama?" Tanya Tissa bingung.
"Itu loo yang tadi makein dasi untuk dua suaminya?... Kira kira mana nih suami kesayangan?" Tanya mama Ratna berbuat menggoda Tissa.
"Eh.. itu, Enggk kok tadi Aku cuma niat bantu aja ma..gak lebih..mama aja yang mikirnya kejauhan.." Cibir Tissa.
"Iss mana ada bantuin pake acara siapin bekal segala..terus makein dasi..+ nganterin dua suamninya kerja sampe depan pintu. Kelakuan mu itu adalah kelakuan istri yang berbakti pada suamninya" Cibir mama Ratna tidak mau kalah.
"Ih enggk ma..aku tadi memang niat bantu aja..gak lebih.."
"Iya deh iya.." Ucap Ratna "Tapi kalo mama sih lebih setuju sama yang pake kacamata..Uda ganteng.. cool..Masih single lagi..." Ucap mama Ratna diselingi tawa.
Tissa hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan wanita parubaya yang masih tampak muda ini. Bukannya memihak pada putranya malah memihak orang lain. Tapi yasudah la Tissa tidak mempermasalahkan hal itu. Toh dia juga belum tau pasti bagaimana perasaannya pada dua pria itu.
"Eh iya ma..ada yang mau Tissa omongin sama mama..tapi jangan disini.."
"Yauda terus mau ngomng dimana?"
"Di taman belakang aja ya ma.." Ucap Tissa
"Ok ayoo" Ucap mama Ratna yang terlihat lebih antusias dari pada Tissa.
Tidak butuh waktu lama menuju taman belakang. Kini dua wanita beda usia itu duduk di bangku taman belakng rumah.
"Ma... nenek kemana?" Tanya Tissa
"ehmm tadi kayanya nenek lagi di kamar tidur. Katanya jangan diganggu dia mau istirahat. Karna kan tadi baru datang gak sempat istirahat" Ucap mama Ratna.
"Oo.. Ehmm jadi gini ma..."
"Jadi gimana..." Tanya mama Ratna mulai mendekatkan tubuhnya ke arah Tissa.
"Ehmmm ma, Kok nenek terus terusan manggil aku cucu mantunya? Aku sama Dafa Jan Uda gak ada apa apa lagi..aku takut nenek kecewa ma.." Ucap tissa
"Iya, maaf ya sayang..waktu kamu Sama Dafa sudah putus hubungan, mama lupa ngabarin nenenk amira. Jadi dua pikir kalian masih pacaran dan akan jadi cucu mantunya" Ucap Ratna merasa bersalah.
"Ini bukan salah mama.., Tapi ma..jadinya gimana? aku takut nanti nenek kecewa sama aku" Ucak Tissa
__ADS_1
"Tadi pagi selesai sarapan mama sudah bilang pada nenek kalo kamu sama Dafa sudah pisah. Tapi nenek tetap mau kalian bersama jadi nenek coba untuk mendekatkan kalian" Ucap mama Ratna
"Maaf ma, Tissa gak cinta sama Dafa ma.. Gimana caranya bilangin ke nenek kalo Tissa gak cinta sam Dafa ma..Tissa takut nanti nenek mengira Tissa merendahkan pilihannya dan menganggap Tissa tidak tahu diri" Ucap Tissa lirih
"Kamu tenang aja..nenek bukan orang yang seperti itu..apapun kehendak hatimu..kamu harus ikuti ya..jangan memaksakan perasaanmu karena itu tidak baik.." Ucap mama Ratna seraya membelai rambut Tissa
"Makasih ma, mama mau ngertiin perasaan Tissa" Ucao Tissa lalu berhambur memeluk wanita disampingnya.
"Tissa kamu tau kan Dafa punya pacar?" Tanya mama Ratna.
Tissa melepas pelukannya perlahan "Tissa tau ma" Ucap tissa.
"Ehmm kamu gak cinta sama Dafa?" Tanya mama Ratna lagi.
"Ehm enggk kok, emang kenapa ma?" Tanya Tissa.
Ratna berusaha mengatakan nitanga yang ingin menjodohkan Tissa dengan Rasya.
"Kali sama Rasya, cinta enggk?" Tanya Ratna.
"Ha? ehmm kasya sih orangnya baik, Tapi kalo cinta..Kayanya enggk deh ma.." Jawab Tissa
"Ih kamu ini gimana sih...Masa gak cinta sama cowi ganteng..." Cibir mama Ratna.
"Tapi yasudah la...satu hal yang kamu ingat Tissa.., Apapun pilihan. hatimu nanti.. Kami akna bahagia. Mama dan nenek Amira sangat berharap kamu bisa menjadi menantu dirumah ini.., Siapa pun pilihan kamu nanti mau itu Dafa ataupun Rasya kami akan sangat bahagia, Kamu ada dua pilihan Tissa.." Ucap mama Ratna
"Aisss mama ini ada ada aja..Dafa kan sudah punya pacar..jadi Dafa tidak masuk daftar. Berati pilihannya cuma satu" Cibir Tissa.
Mama Ratna terkekeh kecil "Yang mama lihat sepertinya Dafa suka sama kamu.., Dan walaupun Dafa punya pacar tapi mama dan nenek Amira tidak suka dengan pacarnya, Jadi kamu ada kesempatan untuk maju" Ucap mama Ratna diselingi tawa pada akhir kalimatnya.
"Memangnya kenapa pacarnya Dafa ma?" Tanya Tissa.
"Pacarnya angsa" Ucap Ratna dengan mimik wajah serius.
"Ha? mama serius? Angsa? ah yang bener dong ma.." ucap tissa tidak percaya.
"Aisss ya bukan angsa beneran Tissa..., Dia mau jadi angsa.." Ucap Ratna
"Ha? Kenapa dia mau jadi angsa ma?" Ucap tissa
"Tissaa....Maksud mama bukan angsa itu.." Ucap Ratna memukul jidatnya sendiri.
__ADS_1
"Terus" Uacpnya bodoh
"Pacarnya Dafa itu penari balet..dia mengejar impiannya menjadi angsa putih di panggung balet perancis" Ucap mama Ratna.
"Terus salahnya dimana ma? Dia cuma ngejar impiannya kan?" Tanya Tissa membuat Ratna mentoel toel jidat Tissa.
"Pacarnya itu sekarng di Itali sekolah balet..dia jarang meluangkan waktu untuk Dafa.., Mereka pacaran Uda lama..Tapi kalo Dafa ngajak dia tunangan Bakan melamarnya, Dia selalu nolak..Alasannya dia takut di kekang Sama Dafa.." Ucap Ratna lirih.
Tissa hanya menggenggam tangan Ratna untuk menguatkan mama Ratna.
"Mama yang sabar ya..lagiankan Dafa masih muda dan mereka saling mencintai pasti mereka akhirnya mau ke jenjang yang lebih serius ma" Ucap tissa menenangkan.
"Tissa Jadi angsa putih itu enggk mudah, butuh waktu yang lama..Mama dan nenek gak suka sama dia karena dia selalu nolak Dafa dan dia gak bisa_"
Ucapan Ratna terhenti
"Gak bisa apa ma?" Tanya Tissa
"Gak bisa ngasih mama banyak cucu karena dia pasti menjaga tubuhnya supaya tetap ramping" Batin Ratna
Inilah alasannya menjodohkan Tissa dan Dafa dulu agar dia cepat dapat cucu dan juga Tissa adalah gadis baik jadi sayang jika harus dilepasnya. Begitulah pemikiran mama Ratna.
"Gak bisa apa ma?" Tanya Tissa lagi.
"Ah...sudahla tidak penting, Yang harus kamu tau sekarang adalah kami akan sangat bahagia kalau kamu mau jadi menantu rumah ini. Rasya sudah kami anggap anak kami juga jadi siapa pun yang kamu pilih kami akan bahagia. intinya Kamu punya dua pilihan" Ucap Ratna.
"Yasudah ma, Kalo gitu aku ijin mau pamit pulang ya ma..aku mau pulang ke kos kosan terus mau berangkat kerja.." Ucap tissa
"Yaudah..ingat pesan mama tadi"
"Iya ma..Tolong sampaikan salam aku untuk nenek ya maa" Ucap tissa.
"Iya, Tapi sayang kamu mau pulang sama siapa?" Tanya mama Ratna
"Aku mau baik bis atau pesan taksi aja ma" Ucap tissa
"Kamu Diantar supir mama aja ya?" Rawat Ratna.
"Ah gak usah ya ma..aku mau baik taksi aja deh.." Ucap tissa.
"Aiss kamu ini, Yasudah la kalo kamu gak mau.., Hati hati dijalan ya sayang.." Ucap Ratna
__ADS_1
"Iya ma.." Ucap Tissa segera jelaur rumah dan memesan taksi online.
Tissa berbaring di kasur kecilnya saat riba di kos kosannya. Ruangan sempit yang sangat dirindukannya walau baru satu hari ditinggalnya.