Flash Of Love

Flash Of Love
Pasar Malam


__ADS_3

Sampailah mereka di pasar malam itu. Tempat yang penuh kelap kelip Dan juga biang Lala raksasa tentunya.


Mereka memasuki arena pasar malam.


"Kita pisah aja ya?" Ucap Rasya memecah keheningan.


Ketiga orang itu berkerut dahi mendengar ucapan Rasya. Tidak biasanya si pria es itu mengemukakan keinginannya.


"Wah wahh gak biasa nya kamu bilang apa maumu. Biasanya kamu selalu ikut ikut aja apa yang dibilang. Kaya dulu_" Ucapan alyndra terputus oleh Rasya.


"Setiap orang berubah" Ucap Rasya dengan nada dinginnya.


Alyndra tertegun, Kata kata dari pria es itu seolah menunjukkan ketidaksukaan nya pada alyndra.


"Gak usah pisah la..Kita lebih baik sama sama aja" Ucap Dafa seraya memegang bahu Rasya.


"Kalian mau pacaran sebaiknya berdua aja" Ucap Rasya dengan dinginnya.


Rasya lalu menarik tangan Tissa menjauh dari dua sejoli itu.


"Kamu mau gulali?" Tanya Rasya pada tissa.


"Boleh" Ucap tissa antusias.


Mereka menghampiri penjual gulali itu. Memesan gulali berwarna biru dengan bentuk teddy bear.


"Bentukny lucu deh" Ucap tissa antusias.


Mereka membeli dua gulali untuk dirinya masing masing.


Dua anak kecil menghampiri mereka, Terlihat seperti anak kembar laki laki dan perempuan. Dari ukuran tubuh dan wajahnya kelihatan dua anak itu berumur 5 tahun.


Si perempuan menarik narik ujung baju tissa. Tissa menatap ke belakang nya. Saat itulah didapatinya dua makhluk mungil itu.


"Mama..mama.." Ucap si Anak perempuan.


"Dek..kakak ini bukan mama kita" Ucap si anak laki laki.


Tissa mengerutkan dahinya menatap Rasya. Rasya hanya angkat bahu. Tissa berjongkok menatap dua anak kecil itu diikuti Rasya.


"Hey..nama kalian siapa?" Tanya Tissa lembut. Si anak perempuan malah menghambur memeluk Tissa dengan erat.


"Mama....ini aku Dita.." Ucapnya merengek.


"Dek.. ini bukan mama kita" Ucap si anak laki laki.


"Kalian kembar?" Tanya Rasya. sementara Tissa menenangkan si kecil Dita Yanng masih setia memeluknya erat.


Si anak laki laki menagngguk.


"Nama kamu siapa?" Tanya Tissa.


"Nama aku Dito kak...Ini adik aku Dita.." Ucapnya dengan gemasnya.


"Kalian kesini sama siapa?" Tanya Tissa.


"Sepertinya si kembar ini tersesat" Batin Tissa.


"Sama papa mama" Ucap dito.

__ADS_1


"Papa mama kalian dimana?" Tanya Rasya. Tapi si anak laki laki malah menatap gulali yang dipegang Rasya.


Rasya tersenyum "Dito mau ini?" Tanya Dafa.


Si kecil Dito mengangguk pasti. Tissa lalu menatap si kecil Dita."Dita juga mau?" Tanya tissa dan dibalas anggukan cepat oleh Dita.


Tissa dan Rasya tertawa gemas melihat kelakuan dua bocah kembar itu.


"Hey..papa mama kalian dimana?" Tanya Rasya lagi.


"Enggk tau" Si kecil Dito menahan tangisnya.


"Eh eh jangan nangis ya ganteng...." Ucap tissa mengusap wajah Dito lembut.


"Ya ampun kalian disini?" Ucap wanita cantik berhijab disusul seorang pria dibelakangnya.


Lalu dua orang itu memeluk Dita dan Dito bergantian.


"Kalian orang tuanya?" Tanya Rasya dan dibals anggukan dari kedua orang itu dan juga si kembar Dita Dito.


Terlihat dari wajah kedua orang itu masih muda.Sepertinya menikah muda. Pantas saja Dita kecil menganggap Tissa ibunya. Pasti Usia wanita itu dengan Tissa tidak jauh beda.


"Maaf ya jadi ngerepotin..." Tutur wanita itu.


Tissa menatap wajah wanita itu lebih teliti.


"Loh kak intan?, Aku kira siapa...Kakak anaknya ibu kos kan?" Ucap Dita antusias.


"Iya, Kamu siapa?" Tanya wanita itu.


"Aku Tissa kak, Anak kos. Masa kakak lupa?" Ucap tissa.


"Iya kak gak apapa" Ucap tissa.


Wanita itu lalu mendekatkan diri pada pria yang disampingnya tak lain adalah suaminya lalu berbisik dan saling menganggukan kepalanya.


Rasya dan Tissa saling bersitatap dan mengerutkan dahinya.


"Ehmm tissa, Adik kakak sakit. Kakak mau kesana, bisa kakak titip Dita Dito sama kamu?" Ucap intan.


Tissa tertegun lalu menatap Rasya. Rasya mengangguk.


"Ehmm oke deh kak, Nanti pulangnya aku antar ke rumah ibu kos kan?" Tanya Tissa.


"Iya, makasih ya tissa. Kakak pergi dulu, Tolong jaga Dita Dito baik baik ya...Maap kami merepotkan" Ucap intan.


"Iya kak, Gapapa kok" Ucap Tissa.


Kini dua pasutri itu sudah pergi. meninggalkan Tissa dan Rasya bersama dua anak kembar nan menggemaskan.


"Kak, Kita main bola bola yuk" Ucap Dita menarik narik tangan Tissa menuju taman mandi bola.


"Eh..emang kita bisa masuk?" Tanya Tissa pada Rasya saat mereka sudah didepan taman bola itu.


Rasya memperhatikan orang orang ynag ada ditaman bola itu "Bisa, Khusus untuk orang tua yang jagain anaknya" Ucap Rasya.


Tissa tersenyum, Rasya lalu membeli empat tiket untuk mereka. Tissa memakaikan Dita dan Dito kaos kaki dengan telaten, Walau Dita dan Dito anak yang aktif dan banyak bergerak.


Dita dan Dito berhamburan lari kesana kemari setibanya masuk ke taman bola itu. Tissa dan Rasya mengejar mereka. Mereka berempat tertawa bahagia, Bahkan si es Rasya pun ikut tertawa. Saling melempar bola pelastik dilakukan mereka, selain itu mereka berempat juga menaiki perosotan dan bermain petak umpet disana.

__ADS_1


Benar benar seperti keluarga kecil yang bahagia.


Dafa dan alyndra selesai dengan date'nya yang hanya sebatas mengobrol dan membeli beberapa barang.


Dafa dan alyndra melewati taman bola, Mendapati Rasya dan Tissa serta dua anak yang berada di gendongan mereka masing masing.


"Bahagia nya dia.." Gumam alyndra yang ikut mengamati Rasya dan Tissa. Alyndra menghela nafasnya pelan. Lalu mengambil tangan Dafa untuk digenggamnya. Tapi tak diduganya Dafa justru menepis tangannya.


Saat itu juga alyndra seakan ingin menangisi takdirnya.


"Kenapa? Kenapa dua orang yang kusukai sekarang berubah? Dulu mereka berdua memperebutkan ku tapi sekarang? Aku sadar aku memang serakah dengan menyukai dua pria sekaligus, Tapi bagaimanapun aku tidak ingin kehilangan mereka. Jika aku tidak bisa mendapatkan keduanya setidaknya satu diantara mereka saja... Tapi kurasa sekarang bahkan satu pun tidak akan kudapat" Batin alyndra.


Rasya dan Tissa terlihat keluar dari taman bola itu. Rasya menggendong Dita sedangkan Tissa menggenggam tangan Dito.


Gerak gerik mereka tidak luput dari penglihatan Dafa yang sedari tadi diam ditempatnya, Begitu pun dengan alyndra yang larut dalam pikirannya.


"Kalian Uda selesai?" Ucapan Rasya memecah keheningan.


Dafa menajamkan pandangannya melihat Rasya dan Tissa. Tissa mengerutkan dahinya, sedangkan Rasya hanya tersenyum tipis.


Tentu hanya Rasya dan alyndra ynag tau maksud tatapan tajam Dafa. Apalagi kalau bukan cemburu.


"Siapa anak anak ini?" Tanya Dafa mendekat pada Dita yang digendong Rasya.


Tapi seketika itu Dita memberontak dari gendongan Rasya minta dijauhkan dari Dafa.


"Sini sayang sama kakak" Seru dafa lembut.


"Papa..aku gak mau dekat om iniii" Rengek Dita di gendongan Rasya. Bocah manis itu memeluk erat Rasya seolah tidak ingin lepas.


Dita si bungsu kerap kali memanggil wanita cantik lain selain ibunya dengan sebutan 'Mama'. Begitu juga terhadap pria tampan, bocah manis itu juga akan memanggilnya papa. Itulah penuturan intan sebelum mereka pergi.


Dafa mendengus kesal saat Tissa tertawa gemas melihat Tissa yang tidak mau digendong nya. Ada rasa iri dimatanya saat memperhatikan Rasya dan Tissa seperti keluarga kecil yang bahagia.


Itulah alasan Dafa ingin merebut Dita dari gendongan Rasya. Agar dia yang terlihat seolah seolah ayah dari dua anak itu dan Tissa ibunya.


"Siapa anak anak ini?" Kini alyndra yang bertanya.


"Dita dan Dito anak temanku, Tadi kami ketemu dijalan. Orang tua anak anak ini ada urusan penting, jadi tadi dititpkan dulu sama kami" Ucap tissa menerangkan.


Alyndra dan Dafa mangut mangut mengerti. "Mereka kembar?" Tanya Dafa pada Tissa.


"Iya" Jawab Rasya.


"Aku kan nanya sama Tissa, Kenapa dia yang jawab?" Batin Dafa dalam hati. Dafa mengumpat Rasya dalam hatinya.


"Sini sayang dekat Tante.." Ucap alyndra meraih tangan Dito.


Dito justru bersembunyi di balik Tissa.


"Mama, Aku sama mama aja ya.." Ucap bocah tampan itu.


Alyndra menghela nafasnya, Selalu kalah dari tissa.


"Kenapa anak anak ini manggil 'Mama Papa' Sama kalian?" Tanya Dafa dengan nada ketus.


"Ga papa" Ucap Tissa seadanya.


Malam itu Rasya dan Tissa yang lebih merasakan kebahagiaan. Berkat si kembar, Tissa bisa melupakan kesedihannya. Rasya juga tentu sangat bahagia bisa dekat dengan Tissa bahkan seperti sepasang kekasih.

__ADS_1


Sedangkan Dafa dan Alyndra yang mempunyai hubungan terlihat biasa biasa saja. Bahkan tak ada raut kebahagiaan di wajah mereka.


__ADS_2