
"Eh..siapa si manis ini?"
Tissa berbalik setelah mendengar suara serak wanita dibelakangnya. Tissa berbalik dan mencoba tersenyum ramah pada orang tua yang ada didepannya dan juga tidak dikenalnya.
"Kamu Tissa kan?" Ucap wanita tua berkonde itu dengan senyum lebar.
"Ah..iya, saya Tissa. Nyonya siapa ya? Maap saya tidak mengenal nyonya" Ucap tissa lembut. Tissa berinisiatif memanggil wanita tua itu dengan sebutan 'Nyonya' Karena penampilan wanita tua itu layaknya orang berada.
"Ah..kamu nggk kenal nenek? Apa mertuamu itu tidak menceritakan tentang nenek? Kamu juga kenapa panggil nyonya, harusnya kamu panggil 'Nenek' paham?" Ucap nenek itu dengan cemberut.
Tissa melongo melihat sikap manja seorang nenek itu kepadanya. Dia bahkan tidak idaj megenal orang tua itu sama sekali.
"Ah..nenek ini sudah tua tapi sikapnya sangat menggemaskan. Pengen sekali kucubit pipinya tapi takut keriputnya jadi semakin longgar, Eh astaghfirullah apa yang kupikirkan? sangat tidak sopan. Maaf kan aku nek, aku gak sengaja" Batin Tissa.
"Mama! Kapan mama datang?" Ucap Ratna yang berjalan tergesa gesa menuju dapur. Sikap ibu mertuanya itu sangat disiplin dan tidak menerima kesalahan dan juga alasan.
"Kamu jam seginj baru bangun? Lihat ini menantimu saja sudah berada di dapur bahkan aku lihat dia juga sudah selesai dengan masakannya" Ucap nenek itu yang tak lain adalah nenek Dafa sekaligus ibu mertua Ratna.
"Eh Tissa kamu masak? Harusnya gak perlu sayang..kamu gak kuliah?. Maaf ma kepalaku masih agak pusing jadi aku tidur lebih lama lagi hehe" Ucao mama Ratna menatap Tissa dan ibu mertuanya secara bergantian.
"Tissa hari ini kosong ma, Gak ada jadwal jadi Tissa bantu pelayan siapin masakan" Ucap tissa lembut.
"Lihat ini menantumu sangat rajin, Ayo sayang ikut nenek kita duduk di meja makan, nenek sudah lapar" Ucap nenek itu lalu menarik tangan Tissa kemeja makan. Ratna mengikuti ibu mertuanya ke meja makan.
"Bu, ibu jangan terburu buru begitu pada Tissa, dia jan masih bingung. Dia tidak kenal pada ibu" Ucap Ratna pada ibu mertuanya.
Tissa hanya diam dan menyimak perbincangan nenek dan mama Ratna. Tissa juga sudah mengetahui bahwa nenek itu adalah ibu mertua Ratna dan nenek dari dafa.
"Itu juga yang ingin mama tanyakan padamu Ratna..kenapa Tissa tidak kenal dengan mama? Apa kamu tidak cerita tentang mama ke Tissa?" Ucap mama Ratna dengan wajah masamnya pada sang menantu.
"Eh iya ma maaf aku lupa hehe" Ucap Ratna.
"Bagaimana aku harus menjelaskannya pada mama? kalau Dafa tidak mencintai Tissa dan juga Tissa akan kujodohkan dengan Rasya. pasti mama tidaj setuju dengan rencana ku. bagaimanapun aku tidak mau membuat Tissa tersakit karena Dafa hanya mencintai pacar angsanya itu" Batin Ratna.
"Ah iya Tissa.. kenalkan ini nenek mira, neneknya Dafa. Mama sudah cerita tentang kamu dan menunjukkan fotomu pada nenek mira. Jadi karena itu nenek mira kenal denganmu. Mama harap kamu bisa segera akrab dengan nenek dafa" Ucap Ratna lembut.
"Baik ma..." Ucap tissa sopan.
__ADS_1
"Sayang..tolong kamu bangunkan dulu calon suamimu itu ya..suruh dia mandi dan sarapan" Ucap nenek mira lembut.
Tissa heran dengan ucapan nenek mira, tapi sesaat kemudian dia ingat bahwa ini pasti adalh getah dari dramanya sehingga membuat masalahnya menjadi tambah besar. Tissa masih ragu beranjak dari kursinya, sesaat dia menatap mama Ratna dan mendaoat anggukan. Sesegera mungkin Tissa beranjak dari kursinya dan pergi ke lantai dua menuju kamar Dafa.
Tok..
Tok...
Tok...
Tissa terus mengetuk pintu tapi tak kunjung mendapat balasan. Tissa menghela nafasnya, membuka pintu yang tidak dikunci. Tissa segera masuk kedalam mendapati empunya kamar masih lelap di kasurnya.
Tissa mendekati ranjang Dafa
"Heh! Bangun..Lo ditungguin di bawah!" Ucap tissa tanpa menatap tubuh Dafa yang masih tertidur.
"Woy! Bangun woy! Aihh susah banget!" Ucap tissa jengah.
Tissa akhrinya memutuskan menggoyang goyangkan tubuh Dafa agar Dafa terbangun.
"WOY! BANGUN!!!!!" teriak Tissa di telinga Dafa.
Bruk...
Dafa terperanjat kaget mendengar teriakan Tissa. Tissa juga ikut kaget saat Dafa tiba tiba bergeraj spontan dari tidurnya. Tissa terkejut sehingga kehilangan keseimbangannya menjadikan dirinya terjatuh diatas tubuh Dafa.
Tissa membulatkan matanya saat wajah Dafa tepat ada dibawahnya. Tissa segera menarik tubuhnya agar menjauh dari tubub Dafa. Buru buru Dafa menahan tubuh Tissa agar tidak beranjak dari tempatnya.
"Heh! Apaan sih! lepasin gw!" Tissa mencoba menjauhkan tubuhnya dan mencoba bangkit dari posisinya.
Dafa memutar tubuh Tissa menjadikan tubuh Tissa di bawah kungkungannya.
"Kenapa harus teriak?" Ucap Dafa dengan suara khas bangun tidurnya.
"Ya karna Lo gak bangun bangun bege! Uda lepasin gw minggir!" Ucap tissa ketus.
Jauh dari dalam hatinya Tissa mebahn detak jantungnya. Rada takut menghiasi pikirannya. kembali teringat lagi dipikirannya saat Dafa yabg memperhatikannya dengan tatapan memangsa saat dia hanya memakai handuk.
__ADS_1
"Kalo ngomong jangan kasar" Ucap Dafa lembut.
"Is.. suka suka gw lah! Lo disuruh siap siap ke bawah. Ada nenek Lo yang baru datang. dia nyuruh gw bangunin elo!" Ucap tissa ketus seraya membebaskan dirinya dari kungkungan Dafa dan berhasil.
"Nenek disini?" Tanya Dafa berbinar.
"Iya" Jawab Tissa singkat.
"Lo mau kemana?" Tanya Dafa saat Tissa sudah membuka pintunya.
"Mau bangunin kasya" Ucap tissa.
Dafa tersentak saat Tissa mengucapkan niatnya. Dafa berpikir Rasya akan melakukan hal yang sama pada Tissa dengan yang dilakukannya yaitu menjebak Tissa agar berdua lebih lama di kamar dan dekat dengan Tissa. sungguh Dafa tidak akan rela bila itu terjadi. Bagaimanapun baginya Tissa masih pacarnya.
Dafa mengejar Tissa yang sudah berlalu pergi menuju ke kamar rasya. Tissa sudah berada di kamar Rasya.
"Loh kok kasya nggk ada?" Ucap tissa.
"Pasti dia Uda bangun dan sekarang pasti Uda dibawah" Ucap Dafa yang baru saja sampai.
"Ngapain Lo ngikuti gw? udah mending Lo mandi sana! Lo Uda ditungguin tuh!" Ucap tissa ketus.
"Iya gw mau mandi Lo turun sana, Yok kita keluar aja" Ucap Dafa menarin tangan Tissa.
"Kasya..." Ucap tissa saar melihat Rasya keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk dipingganya.
"Kenapa kalian disini?" Tanya Rasya.
Wajah Tissa memerah saat melihat penampilan sexy Rasya. Memperlihatkan tubuh atletisnya dengan air yang masih menetes dari rambut basahnya.
"Sya Lo sopan Dong! Ini ada Tissa Lo malah keluar kaya gitu!" Ucap dafa, Wajahnya menahan kesal saat mendapati wajah merona Tissa sehabis meliaht tubuh Rasya.
"Ehmm aku keluar dulu..kalian cepat turun kebawah" Ucap tissa gugup langsung meninggalkan kedua pria tampan itu.
Dafa dan Rasya turun ke meja makan. Disana sudah ada tiga wanita beda usia yang menanti kehadiran mereka.
Dafa dan Rasya semaot terlibat cekcok karena Dafa menganggap Rasya sengaja memperlihatkan tubuhnya pada Tissa. Rasya menyangkal hal itu karena dia benar benar tidak tau ada Tissa disana.
__ADS_1