Football : King Of Penalty Area

Football : King Of Penalty Area
Ch. 104 - Dresden 09 dan Uji Coba


__ADS_3

Dua pertandingan tersisa untuk Koln Atletik adalah melawan Dresden 09 dan FC Rostock.


Pertandingan Koln Atletik berikutnya melawan Dresden 09 dijadwalkan pada pukul 5:00 sore. Staf dari stasiun TV domestik bergegas ke kota kecil Dresden di timur Jerman tanpa henti.


Raynaldi memenuhi harapan dan terus memulai, tetapi peruntungannya dalam permainan ini tidak begitu baik. Menghadapi tiga atau empat peluang, Raynaldi hanya memanfaatkan salah satunya. Permainan Dresden 09 sangat keras dan merusak. Raynaldi hanya bisa mengandalkan fleksibilitasnya dan gerakan tanpa bola yang baik untuk memenangkan banyak peluang.


Dresden 09 berada di peringkat keenam di liga, dan masih memiliki sedikit harapan untuk promosi. Mereka juga putus asa untuk hidup mereka di game ini. Game keras penuh tabrakan semacam ini membuat Koln Atletik sangat tidak nyaman. Raynaldi adalah fokus dari target penjagaan lawan dan berulang kali dijatuhkan.


Gol satu-satunya Raynaldi bukan berasal dari tembakan melainkan sundulan dari sepak pojok, ini adalah gol sundulan kedua Raynaldi.


Pada menit ke-47 pertandingan sepakan keras Raynaldi berhasil ditepis kiper Dresden 09 yang memberikan sepak pojok untuk Koln Atletik.


Buhari yang mengambil sepak pojok melihat Raynaldi yang berada di tiang jauh tanpa penjagaan, dengan tegas mengirim bola ke tiang jauh dengan kaki kanannya.


Di dalam kotak penalti, Robert hampir menarik semua perhatian pemain bertahan lawan. Dia melompat dengan mantap seolah bersiap mengambil bola ke gawang. Gerakan Robert secara langsung menarik perhatian dua bek tengah Dresden yang mengikutinya secara langsung untuk bersaing memperebutkan bola.


Tetapi bola melambung ke atas kepala mereka dan menuju ke tiang jauh. Raynaldi yang tidak terjaga dengan mudah menanduk bola ke dalam gawang Dresden 09. Mengubah skor sementara menjadi 0-1 untuk keunggulan sementara Koln Atletik.

__ADS_1


Setelah itu pertandingan berlangsung cukup keras dan kacau, wasit tanpa ampun mengeluarkan 11 kartu kuning untuk kedua tim. Masing-masing 4 kartu kuning untuk Koln Atletik dan 7 kartu kuning untuk Dresden 09.


Dalam pertandingan ini, akhirnya Koln Atletik mengalahkan Dresden 09, 0-2. Buhari mencetak gol di menit ke-87 pertandingan setelah memanfaatkan umpan silang Raynaldi. Thomas Sobek sangat puas dengan hasil pertandingan. Ini adalah kemenangan yang diharapkannya, dengan ini kejuaraan akan semakin dekat.


Meski penampilan Raynaldi tidak sehebat sebelumnya, ia tetap mencetak gol, dan media domestik kembali memujinya. Karena dengan satu gol ini, Raynaldi masih dengan kokoh memimpin kelompok pencetak gol terbanyak 2.Bundesliga dengan 28 gol dalam 17 pertandingan.


Di pertandingan lain, 1.Mainz berhasil mengalahkan Hanau SV dengan skor 5-0, Leipzig Sport yang mengikuti di peringkat ketiga juga terus mengikuti dengan poin yang sama dengan 1.Mainz, setelah mengalahkan Desseu United dengan skor 3-1.


Sementara itu, Armina Oldenburg justru kehilangan rantai setelah ditahan imbang oleh Chemnitz dengan skor 5-5, dalam pertandingan ini penyerang Chemnitz, Becker membuat 5 gol yang mengejutkan dan menggeser Nkufu ke peringkat ketiga pencetak gol terbanyak dengan 26 gol. Nkufu yang sedang dalam kondisi kurang baik, baru mencetak 3 gol dalam 8 pertandingan terakhir dan menorehkan total 25 gol musim ini.


Dengan hasil ini, Koln Atletik hanya perlu memperoleh hasil imbang untuk memenangkan kejuaraan 2.Bundesliga untuk pertama kalinya. Sebagai tim muda yang baru direstrukturisasi Koln Atletik akan bermain di Bundesliga musim depan untuk pertama kalinya.


“Ray, karena kau yang meminta uji coba untuknya, kami akan melihatnya dengan baik dan menilai dengan objektif.” Thomas Sobek sebenarnya masih ragu dengan kemampuan Hasyim, karena pemain bertahan akan memerlukan lebih banyak pengalaman.


“Sobek, aku sudah melihat video permainan Hasyim dan aku pikir dia pemain bertahan yang berbakat. Terutama kemampuannya untuk membaca arah serangan dan mencuri bola sangat bagus. Aku tahu permainan tim yunior asia tidak bisa meyakinkan mu, tetapi kenapa tidak melihatnya dulu dengan tenang? Bukankah, Ray juga tanpa pengalaman bermain di Eropa sebelumnya?” Kata Abel Silva, sebagai seorang Scout yang cukup terkenal di Jerman, dia lebih suka melihat fakta daripada membedakan orang dengan asal dan pengalaman.


Thomas Sobek melihat ke arah Abel Silva lalu terdiam, dia benar-benar tidak bisa menjawab kali ini. Tapi dalam hatinya dia lebih suka pemain yang lebih berpengalaman dan stabil dalam tim. Pemuda seperti Raynaldi sangat jarang, jika tidak, dalam sepak bola tidak akan disebutkan tentang masa emas pemain sepak bola pada usia 25-32 tahun.

__ADS_1


“Hasyim, kau bisa bermain tanpa beban, jangan gugup, tak peduli dimana kau bermain, yang perlu kau lakukan hanya memainkan performa terbaik mu. Untuk hasilnya, kita hanya bisa menyerahkannya pada penilaian mereka.” Raynaldi memberi semangat pada Hasyim.


“Iya, Ray, terimakasih.” Hasyim pergi sesuai dengan pengaturan pelatih.


Sehari sebelumnya, Hasyim telah melakukan tes fisik dan medis. Semua hasilnya sangat baik, kecuali tubuh yang sedikit kurus dan kurang kemampuan konfrontasi. Kecepatan lari 30 meter adalah 3,96 detik dan lari 100 meter adalah 10,98 detik yang terbilang sangat cepat untuk pemain sepak bola.


Pertandingan uji coba berlangsung sesuai dengan waktu normal 90 menit pertandingan, Hasyim bergabung dengan tim merah yang berisi pemain bertahan yang lebih baik dan penyerang cadangan. Ini untuk meihat batas kemampuan bertahannya di lini tengah, posisi yang dipilih Abel Silva untuknya adalah penyapu di lini tengah.


Hasyim menunjukan bakat bertahannya dengan baik, dia berhasil menahan gempuran tim lawan dan menyapu banyak peluang mereka. Hal yang membuat Thomas Sobek kagum adalah pilihannya setelah merebut bola, dia tidak terburu-buru membawa bola ke depan, tetapi mengoper bola dengan aman ke rekannya yang tanpa penjagaan.


“Kemampuan bertahannya benar-benar bagus, sayang tubuhnya terlalu kurus.” Danny Hooks berkomentar pertama kali, dia bisa melihat kemampuan mencuri Hasyim sangat baik tetapi kadang dia jatuh dengan konfrontasi sederhana.


“Tinggi tubuhnya sebenarnya cukup bagus, dia setinggi 1,85 meter, tetapi beratnya hanya 69 kg yang terlalu ringan, jika dia bisa mencapai berat 75 kg dan mengurangi kadar lemak tubuhnya menjadi 10% maka konfrontasi tubuhnya akan meningkat banyak. Ini pemain yang baik, tetapi masih perlu waktu untuk pemolesan.” Abel Silva berkomentar.


“Jadi dia pasti pemain yang bagus, tetapi kami perlu waktu untuk bisa sepenuhnya menggunakannya? Berapa lama waktu yang diperlukan untuk “pemolesan” ini?” Tanya Jurgen Meyer.


“Jika normal butuh 8 bulan dan dia bisa memainkan beberapa permainan yang tidak terlalu sulit ketika waktu ini. Tetapi jika dia tidak bekerja sesuai standar pelatihan atau tubuhnya sulit berubah mungkin perlu 1 tahun pelatihan.” Kata Abel Silva.

__ADS_1


Jurgen Meyer memikirkannya sebentar dan akhirnya mengambil keputusan. Dia memutuskan untuk mengontrak Hasyim ini


__ADS_2