Football : King Of Penalty Area

Football : King Of Penalty Area
Ch. 110 - Indonesia VS Qatar


__ADS_3

“GOOOOAAAL! Raynaldi! Pertandingan baru berjalan kurang dari 10 menit dan Indonesia berhasil mencetak gol pertama dengan serangan balik cepat!” Hadi Gunawan berteriak dalam siaran TV Nasional.


“Ini adalah strategi fast break yang brilian! Setelah Radgar menangkap tembakan pemain Qatar, bola dioper dengan akurat pada Firman Huda, dia kemudian menyalurkan pada Rangga, ke Raynaldi, ke Arnova, lalu kembali lagi ke Raynaldi yang berada di posisi onside. Kombinasi cepat mereka berhasil menangkap lubang pertahanan Qatar yang ditinggal menyerang para pemainnya!” Bung Kusnaeni mengomentari gol cepat Indonesia.


Sementara itu, Raynaldi yang meluncur di atas rumput di kelilingi rekan satu timnya dengan penuh semangat.


“Hahaha... Ray, tembakan mu semakin mengerikan!” Arnova tertawa senang. Setelah bermain dengan Raynaldi jumlah assistnya di Tim Nasional meningkat banyak.


“Yah, umpan mu juga semakin bagus!” Balas Raynaldi.


Setelah tertinggal satu gol, Qatar justru menyerang Indonesia dengan sangat ganas. Saat ini lini pertahanan Indonesia tertangkap lengah dengan umpan cepat Qatar. Beberapa kesalahan saat melakukan high pressing membuat Qatar berhasil membuat beberapa ancaman pada pertahanan Indonesia.


Pada menit ke-19, Pemain Sayap Qatar berhasil menerobos sisi kiri pertahanan Indonesia. Memanfaatkan ruang kosong yang ditinggalkan Kurnia saat menyerang, pemain sayap Qatar berhasil masuk ke kotak penalti dan berhadapan satu lawan satu dengan Radgar.


Pemain Sayap Qatar dengan tegas memilih sudut jauh gawang, Ragdar yang sudah menebaknya sejak awal melompat ke arah bola dan berhasil membuang bola ke atas mistar gawang.


“Hoi! Seriuslah! Jaga Posisi! Jaga Konsentrasi!” Radgar berteriak marah pada para penjaga yang lengah, terlalu banyak lubang dalam pertahanan sebelumnya yang membuatnya sangat marah.


“Tenang, Radgar. Kami tahu masalah kami.” Muh. Ihsan sebagai bek yang paling senior menenangkan Radgar. Dia bisa melihat kurangnya koordinasi dalam pertahanan dan perangkap offside sebelumnya.


Sembilan menit berselang, kembali melalui sisi sayap. Kali ini giliran sisi kanan Indonesia yang dimanfaatkan oleh pemain Qatar untuk mengobrak-abrik lini pertahanan Indonesia. Umpan silang pemain sayap Qatar dari sisi kanan pertahanan Indonesia, berhasil di tanduk oleh penyerang mereka. Namun masih di atas mistar gawang.


Pada menit ke-45, kembali melalui sisi sayap dengan skema yang sama. Umpan silang pemain sayap Qatar dari sisi kanan pertahanan Indonesia, berhasil di tanduk oleh penyerang mereka.


Beruntung, bola berhasil dibuang Muh. Ihsan keluar kotak penalti. Mario menanggapi dan dengan tenang mengirim bola ke arah Firman Huda.


Kemudian, Firman Huda yang memperhatikan jarak yang semakin lebar antara kotak penalti dan garis pertahanan terakhir Qatar, dengan tegas mengirim umpan lambung ke area kosong.


Raynaldi yang berhasil melakukan anti offside langsung bergegas ke tempat jatuhnya bola dan mengontrol bola dengan mudah. Melihat Raynaldi tanpa penjagaan, kiper Qatar hanya bisa memilih untuk maju dan menutup sudut tembak Raynaldi.


Namun, keputusannya menimbulkan petaka. Raynaldi yang melihatnya maju dengan mudah menggunakan dua gerakan palsu untuk membuatnya terjatuh dan menembak bola ke gawang kosong. Skor berubah menjadi 2-0.


Wasit meniup peluit tanda gol sah, sebelum meniup peluit panjang tanda pertandingan babak pertama selesai.


. . . . .


“Oke, kalian melakukannya dengan baik!” Kata Frans menyemangati para pemainnya.

__ADS_1


“Tapi ada juga banyak masalah dalam pertahanan yang sering terjadi setelah kita gagal menyerang.” Tambah Frans, mengingatkan pemainnya.


“Karena itulah kita akan membuat beberapa perubahan untuk memperkuat pertahanan di babak kedua, Hasyim Sudrajat akan masuk di babak kedua menggantikan Aji Pamungkas.”


“Hasyim dan Vincent, tugas kalian adalah menggunakan lari tanpa henti untuk mencegat dan memperlambat serangan lawan. Gunakan stamina besar milik kalian untuk menguasai lebih banyak area di depan bek kita. Cobalah untuk saling melengkapi posisi kalian.” Frans melingkari ke area di depan bek tengah.


“Firman dan Rangga, tidak ada perubahan taktis untuk kalian. Lakukan saja seperti di babak pertama.” Frans mengarahkan pandangannya pada Firman dan Rangga.


“Arnova dan Kurnia, perbanyak lari kalian, seluruh sisi lapangan adalah area aktifitas kalian. Saya harap kekosongan posisi di babak pertama tidak akan terulang lagi.” Frans melingkari sisi lapangan dan berkata dengan tegas.


“Ray, pastikan untuk tetap terhubungan dengan pemain lainnya. Apakah akan maju atau mundur itu terserah pada keputusan mu sendiri di lapangan.” Tutur Frans.


“Oke, sekarang kembali ke lapangan dan ambil tiga poin itu!” Frans menutup pengaturannya.


. . . . .


Babak kedua berjalan hampir sama dengan babak pertama, Qatar menekan Indonesia dengan serangan mereka yang ganas. Tetapi berkat sapuan tanpa lelah Hasyim dan Vincent pertahanan Indonesia berhasil menggagalkan semua serangan mereka.


Hal ini juga membuat bola yang hanya berputar di lapangan tengah membuat pertandingan sedikit membosankan.


Raynaldi dan Rangga yang berada di lini depan juga ikut mundur ke daerah mereka sendiri beberapa kali untuk menjemput bola.


Di menit ke-63, Qatar berhasil mengirim umpan terobosan melewati garis pertahanan Indonesia. Penyerang Qatar yang mendapatkan bola secara langsung berhadapan dengan Radgar satu lawan satu.


Radgar yang melihat ini, tidak maju secara membabi buta. Tetapi memilih untuk menjaga jarak tertentu dengan gawang dan memfokuskan pandangannya pada bola.


Penyerang Qatar lihat Radgar tetap di dekat gawang, akhirnya memutuskan menembak saat memasuki kotak penalti, karena Marco sudah mengikutinya dari belakang.


Bola tembakan penyerang Qatar mengarah ke sudut atas kanan gawang Indonesia. Namun, Radgar yang sedang dalam performa gila berhasil melihat niat lawannya. Dia menghentakan kakinya dan melompat ke arah yang dituju bola sambil merentangkan tangannya untuk menggapai bola.


Bola akhirnya menyentuh dua jari Radgar dan melambung ke atas mistar gawang.


“Ohh!!! Radgar!!! Sekali dia menyelamatkan gawang Indonesia! Ini sudah penyelamatan kelimanya dalam pertandingan ini!” Hadi Gunawan berteriak dengan keras di ruang siaran langsung TV Nasional.


“Penyelamatan yang bagus Radgar! Maaf aku melewatkan umpan itu!” Marco yang sudah kembali ke posisinya membantu Radgar untuk berdiri.


“Tidak masalah! Pertahankan posisi mu dengan baik setelah ini, kami hanya perlu menyegel bola dan kita akan memenangkan pertandingan ini.” Radgar membalas dengan santai, ini bukan kesalahan Marco karena dia juga hampir berpikir posisi penyerang itu offside.

__ADS_1


“Oke.” Marco mengangguk dan bersiap untuk bertahan dari sepak pojok.


Pada menit ke-79, Qatar yang terlalu menekan ke depan, kembali kecolongan bola.


Kali ini, Rangga yang merebut bola di lapangan tengah mengirim bola ke Raynaldi yang kembali berhasil lolos dari jebakan offside.


Raynaldi menggiring bola dengan cepat ke arah Qatar tanpa penjagaan. Tanpa berniat menjaga staminanya, Raynaldi berlari sekuat tenaga ke kotak penalti Qatar.


Kali ini kiper Qatar tidak maju untuk mengambil bola, tetapi bersiap di depan gawang untuk menghentikan tembakan Raynaldi.


Sayangnya, dia bukan Radgar yang sedang dalam performa terbaiknya dan Raynaldi yang memiliki kemampuan menembak yang hampir sempurna juga berada di level yang berbeda dengan penyerang Qatar.


Raynaldi yang melihat lawannya tidak maju untuk menutup ruang tembaknya, dia dengan leluasa mengarahkan bola ke sudut kiri atas gawang dengan kaki kirinya.


Kiper Qatar dengan mengandalkan refleksnya melompat ke arah bola, sayangnya boal berhasil menembus sepuluh jarinya dan meluncur ke arah gawang dengan mudah. Skor kembali berubah menjadi 3-0 untuk keunggulan Indonesia.


“Hattrick! Hattrick! Raynaldi mencetak hattrick keduanya ke gawang Qatar pada pertandingan 40 besar kualifikasi zona AFC piala dunia 2010! Dia juga sementara memimpin daftar pencetak gol terbanyak babak kualifikasi zona AFC dengan 8 gol dalam 3 pertandingan! Benar-benar gila, dia adalah pencetak gol alami!” Hadi Gunawan berteriak penuh semangat.


Setelah mencetak Hattrick, Raynaldi langsung ditarik keluar dan digantikan oleh Abdullah (CB) untuk memperkuat pertahanan.


Tiga menit berselang, Rangga digantikan dengan Ivan Jaguar (CB) untuk mengulur waktu dan menambah pemain di lini pertahanan.


Frans dengan tegas meletakan bus super dengan tujuh pemain bertahan dalam formasinya dan menyerah untuk menyerang di sisa laga.


Pertandingan berakhir dengan keunggulan 3 gol Indonesia atas Qatar.


Di pertandingan lain, Uni Emirat Arab yang menjamu Guam. Berhasil menghancurkan Guam dengan 4 gol tanpa balas.


\~\~\~\~


Klasemen Grup J


1. Indonesia [12 poin] [13-2]


2. Uni Emirat Arab [7 poin] [15-6]


3. Qatar [4 poin] [10-8]

__ADS_1


4. Guam [0 poin] [0-22]


__ADS_2