Football : King Of Penalty Area

Football : King Of Penalty Area
Ch. 85 - Pemeriksaan Medis Rutin


__ADS_3

Ruang Gym Koln Atletik, Koln, Jerman.


Sudah empat hari sejak pertandingan Indonesia melawan Qatar. Sesuai dengan janji yang dibuat Frans. Raynaldi dan Mario yang masih memiliki pertandingan liga diperbolehkan kembali lebih dulu dan tidak mengikuti Indonesia untuk menghadapi Guam di Stadion Gelora Bung Karno.


Sementara itu, Marco dan Radgar yang juga bermain di Eropa tetap mengikuti tim untuk bertanding melawan Guam. Alasannya, karena Marco yang bukan pemain utama di timnya dan belum tentu bermain di liga. Jadi daripada hanya menyimpan stamina untuk duduk di bangku, Frans memutuskan untuk membawanya dan memainkan permainan lain.


Sedangkan Radgar memiliki kasus yang berbeda, karena liga kedua Belgia sudah hampir selesai dan hanya menyisakan 3 pertandingan. Tim tempat Radgar berada, Seraing United. Sudah memimpin klasemen dengan keunggulan 12 poin dan dipastikan untuk maju ke Liga Pro Belgia musim depan, jadi Radgar yang juga pemain utama tidak begitu dibutuhkan oleh timnya dan pelaih kepala Seraing United juga sudah memberi ijin pada Radgar untuk fokus membela tim nasionalnya sampai musim baru.


Pertandingan antara Indonesia melawan Guam berakhir sesuai prediksi dengan kemenangan telak Indonesia 3 gol tanpa balas. Sementara itu pertandingan lainnya, dimana Uni Emirat Arab menjamu Qatar berakhir imbang tanpa gol. Hasil ini membuat Indonesia memimpin klasemen dengan keunggulan 5 poin dari Uni Emirat Arab dan Qatar.


“Liga 2.Bundesliga hanya tinggal 8 pertandingan lagi dengan pertandingan terakhir pada pertengah Mei. Setelah itu, sampai akhir Mei akan ada 3 pertandingan tersisa untuk menentukan 20 besar tim yang lolos.” Raynaldi memikirkan sisa pertandingan musim ini.


“Hei, bukankah aku tidak punya waktu libur jika seperti ini?” Raynaldi baru menyadari bahwa dia hampir tidak memiliki waktu libur karena semua jadwal yang ada pada bulan Mei sampai Juli hampir penuh.


“Yah, tidak masalah. Ini juga bisa disebut berkah karena tidak perlu khawatir kondisi fisik menurun setelah liburan.” Raynaldi bergumam sambil meyakinkan dirinya.


Saat Raynaldi sedang beristirahat sambil memikirkan liburannya, seseorang datang memanggilnya.


“Hai, Ray. Ini sudah waktunya pemeriksaan medis rutin! Semua orang diminta untuk pergi ke ruang medis!” Tony Karl berteriak memanggil Raynaldi yang sedang termenung.


“Oh, Oke... Aku akan segera datang!” Raynaldi segera bangkit dan mengikuti Tony Karl.


. . . . .


Setelah berjalan beberapa saat, Raynaldi dan Tony tiba di depan gedung dengan cat putih yang berada di area terpisah di sebelah selatan gym dan tempat pelatihan.


Sebenarnya pemeriksaan yang akan dijalani Raynaldi adalah pemeriksaan seluruh tubuh untuk menilai kondisi fisik pemain secara ilmiah. Hal ini baru dilakukan di Koln Atletik mulai tahun ini saat pelatih baru Thomas Sobek mulai menjabat.


Thomas Sobek pernah menyebutkan pada dewan direksi, karena timnya tidak bisa membawakan semua pemain yang dia inginkan. Maka setidaknya lakukan pemeriksaan medis secara berkala agar dia tidak kehilangan rantai permainan di tengah jalan karena cedera.


Meskipun akhirnya nasib buruk justru memukul Thomas Sobek sepenuhnya. Dia mencoba menjaga kondisi fisik pemainnya dan menggunakan mereka secara ilmiah sehingga tidak mudah terluka. Tetapi banyak dampak eksternal dan kecelakan bodoh yang membuatnya hampir kehilangan seluruh barisan depan.


Karena pengalaman ini juga, Thomas Sobek lebih teliti dalam pemeriksaan fisik dan penggunaan pemain dalam permainan. Hal ini juga mendapatkan sambutan baik dari para pemain, karena tidak ada pemain yang ingin terluka dan menyempatkan diri beberapa waktu untuk mencegah cedera adalah hal yang baik.


Setelah masuk ke ruang pemeriksaan, hanya tersisa Dario Robert dan Buhari karena yang lainnya sudah menyelesaikan pemeriksaan fisik lebih awal.


“Robert, Buhari, kalian masih disini?” Sapa Raynaldi.

__ADS_1


“Oh, Ray, aku baru saja menyelesaikan pemeriksaan fisik. Kau datang untuk pemeriksaan?” Kata Robert.


Sementara itu, Buhari malah memperhatikan kedatangan Tony. “Tony, apa kau menyeret Ray lagi? Dia benar-benar melakukan pelatihan tambahan di gym bukan?”


“Yah, siapa yang mengira anak ini monster yang tidak bisa lelah! Dia benar-benar berlari untuk pelatihan tambahan di gym, saat yang lainnya sedang beristirahat.” Gumam Tony kesal, karena dia yang paling muda. Tony sering dijadikan ‘pesuruh’ di klub akhir-akhir ini, dan ini semua karena kebiasaan Raynaldi menghilang untuk pelatihan tambahan saat istirahat di luar makan siang.


“Hahaha... Tony yang malang...” Robert tertawa saat melihat kekesalan Tony.


“Sudah cukup jangan menertawakannya...” Buhari menegur Robert yang tertawa, dan menatap Raynaldi. “Ray, bukankah pelatih meminta mu untuk beristirahat?”


“Yah, aku masih merasa ringan dan bertenaga, jadi aku pergi untuk melatih kekuatan di gym.” Kata Raynaldi dengan polos.


“Kau ini...” Buhari menggelengkan kepalanya, sejak datang ke Koln Atletik, Raynaldi juga mendapatkan gelar lain, gila pelatihan. Dia selalu datang paling awal dan pulang paling akhir dalam setiap sesi latihan harian.


Selain itu, akhir-akhir ini stamina Raynaldi meningkat cukup banyak sehingga dia bisa terus berlatih bahkan setelah 90 menit pelatihan dan 45 menit pertandingan latihan. Buhari bahkan mulai meragukan bahwa Raynaldi masih manusia.


Raynaldi sendiri merasa aneh dengan fisiknya, dia sering mengalami kelelahan dan sakit otot setelah berlatih sampai batas fisiknya. Namun, setelah beristirahat semalaman, Raynaldi tidak merasakan nyeri atau sakit otot yang diharapkannya, melainkan dia malah merasa tubuhnya menjadi semakin kuat setiap kali dia melampaui batasnya.


Beberapa saat kemudian, seorang perawat wanita datang dan memanggil Raynaldi untuk melakukan pemeriksaan. Item pemeriksaannya sebenarnya tidak terlalu banyak, hanya tinggi badan, berat badan, pemeriksaan kesehatan tubuh, kadar lemak dan kadar otot dalam tubuh.


Raynaldi yang menyelesaikan pemeriksaan fisiknya, duduk diatas kasur ruang medis. Tak perlu waktu lama, seorang pria tua akhir 50-an kembali dengan perawat yang mengundangnya sebelumnya.


“Dokter Ralf, bisakah anda berhenti melihat saya seperti spesimen penelitian khusus?” Raynaldi bisa menebak bahwa dari ekspresi Dokter Ralf, dia telah menemukan hal yang aneh pada fisiknya lagi.


“Hahaha... aku hanya bingung karena ini kasus pertama perkembangan tubuh seaneh dirimu!” Ralf tertawa lepas saat mendengar ucapan Raynaldi.


“Lihatlah sendiri, yang di sebelah kiri adalah catatan medis saat kau pertama kali datang dan yang di sebelah kanan adalah catatan milik mu sekarang.” Ralf menyerakan klip yang berisi catatan hasil pemeriksaan medis Raynaldi.


Raynaldi bisa melihat dalam catatan medis itu memang sedikit dibuat-buat. Misalnya tinggi tubuh saat datang adalah 175 cm dan sekarang 180 cm, lalu berat badan 68 kg dan sekarang 75 kg. Disisi lain, kadar otot yang semula hanya 30 % sekarang menjadi 38 % dan yang terakhir kadar lemak yang semula 18 % sekarang hanya 13 %.


Data ini seharusnya tidak mungkin di dapatkan hanya dalam pelatihan 3 bulan saja, kecuali orang itu adalah maniak kebugaran yang menggunakan steroid. Tapi jelas, Raynaldi tidak pernah menggunakan obat-obatan semacam ini, semua data tubuhnya meningkat dengan kisaran yang normal dan seimbang.


“Bukankah ini normal? Setahu ku orang asia akan berkembang paling banyak saat berusia 17 sampai 18 tahun?” Tanya Raynaldi dengan polos.


“Memang dalam kondisi normal seperti itu, tapi perkembangan mu sudah melampaui batas normal tahu? Anggap saja seperti ini, jika itu orang normal menghilangkan 2-4 persen kadar lemak dalam tubuh dalam 2 bulan memang normal, tapi mereka tidak mungkin bisa meningkatkan masa otot mereka disaat yang sama.”


“Selain itu, tinggi badan dan berat badan mu juga meningkat banyak tanpa mengurangi kecepatan dan kelincahan mu! Ini adalah hal yang tidak normal! Saat orang lain hanya bisa mengurangi kadar lemak tubuh mereka, kau bisa meningkatkan diri dalam semua aspek? Menurut mu ini normal?” Tanya Ralf.

__ADS_1


Raynaldi diam, dan bertanya pada sistemnya dalam hati. “Sistem? Apakah ini perbuatan mu?”


[Sistem menghilangkan batas pertumbuhan fisik tuan rumah dan membuatnya mencapai puncak tubuh manusia yang memungkinkan dalam waktu paling cepat yang bisa diterima oleh tubuh tuan rumah. Peningkatan sekarang masih dalam batas peningkatan fisik yang bisa dicapai oleh manusia normal dengan lebih banyak usaha.]


“Sistem berapa banyak yang kau maksud dengan ‘lebih banyak usaha’?” Batin Raynaldi skeptis.


[Sistem tidak berkewajiban untuk menjelaskan aspek ini.]


“Sistem sialan apa maksud mu? Bukankah ini akan membuat ku menjadi spesimen penelitian?” gerutu Raynaldi dalam hati.


[Tuan rumah tidak perlu khawatir, sistem tidak akan terdeteksi oleh alat medis yang ada saat ini. Jadi saat tuan rumah dianggap makhluk aneh oleh orang lain, tahan saja.]


Melihat jawaban sistem, entah mengapa Raynaldi merasa sistem ini semakin menyebalkan.


“Yah, Dokter Ralf. Mungkin ini karena aku menjaga latihan ku dengan baik?” Kata Raynaldi saat berpura-pura bingung.


“Nah, ini juga mungkin. Aku juga tidak pernah melihat pemain serajin diri mu saat pelatihan.” Ralf hanya bisa menerima perkataan Raynaldi karena merasa itu masih bisa dikategorikan sebagai ‘masuk akal’.


“Oke, Dokter Ralf. Aku akan pergi dulu. Ini sudah waktunya untuk makan siang. Sampai jumpa!” Raynaldi meninggalkan ruang medis sambil menghela nafas lega.




Klasemen Grup J



1. Indonesia \[9 poin\] \[10-2\]



2. Uni Emirat Arab \[4 poin\] \[9-4\]



3. Qatar \[4 poin\] \[8-3\]

__ADS_1



4. Guam \[0 poin\] \[0-18\]


__ADS_2