
“GOOOOAAAL! Raynaldi! Pertandingan baru berjalan kurang dari 1 menit dan Indonesia berhasil mencetak gol pertama dengan serangan cepat setelah kick-off!” Hadi Gunawan berteriak dalam siaran TV Nasional.
“Ini adalah strategi fast break yang brilian! Setelah kick-off bola berpindah dengan cepat diantara Rangga, Raynaldi dan Arnova di sisi kiri lapangan. Kombinasi cepat mereka berhasil menangkap lubang pertahanan Qatar yang belum dalam kondisi siaga!” Bung Kusnaeni mengomentari gol cepat Indonesia.
“Angkanya sudah keluar, 35,7 detik! Ini adalah gol tercepat sejauh kualifikasi ini!” Sahut Hadi Gunawan.
Sementara itu, Raynaldi yang meluncur di atas rumput di kelilingi rekan satu timnya dengan penuh semangat.
“Hai, aku tidak berpikir mencetak assist akan begitu mudah!” Arnova tertawa senang. Sebagai pemain sayap banyak umpannya yang gagal mencetak gol, tetapi saat bermain bersama Raynaldi membuatnya merasa assist hanyalah masalah mengoper bola dengan benar. Efisiensi Raynaldi untuk mencetak gol terlalu mengerikan.
“Yah, umpan mu juga bagus!” Balas Raynaldi.
Setelah mengalami kejutan di awal pertandingan, Qatar menyerang Indonesia dengan keras. Saat ini terlihat bahwa keseluruhan tim Indonesia masih belum terintegrasi dalam satu sistem. Beberapa kesalahan saat melakukan high pressing membuat Qatar berhasil membuat beberapa ancaman pada pertahanan Indonesia.
Pada menit ke-11, Pemain Sayap Qatar berhasil menerobos sisi kiri pertahanan Indonesia. Memanfaatkan ruang kosong yang ditinggalkan Kurnia saat menyerang, pemain sayap Qatar berhasil masuk ke kotak penalti dan melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti.
Radgar berhasil menepis bola dan Mario dengan sigap membuang bola ke depan untuk melakukan clearence.
Dua belas menit berselang, kembali melalui sisi sayap. Kali ini giliran sisi kanan Indonesia yang dimanfaatkan oleh pemain Qatar untuk mengobrak-abrik lini pertahanan Indonesia. Umpan silang pemain sayap Qatar dari sisi kanan pertahanan Indonesia, berhasil di tanduk oleh penyerang mereka.
Bola berhasil ditepis Radgar. Namun bola rebound menciptakan kemelut di depan kotak penalti Indonesia. Beruntung pemain Qatar yang mendapatkan bola gagal memanfaatkannya, bola sepakannya membentur tiang kiri gawang sebelum keluar lapangan.
Terus menerus menyerang membuat pemain Qatar tanpa sadar menarik garis pertahanan mereka menjadi lebih jauh dari kotak penalti.
Pada menit ke-45+2, Firman Huda yang memperhatikan jarak yang semakin lebar antara kotak penalti dan garis pertahanan terakhir Qatar, dengan tegas mengirim umpan lambung ke area kosong.
Raynaldi yang berhasil melakukan anti offside langsung bergegas ke tempat jatuhnya bola dan mengontrol bola dengan mudah. Melihat Raynaldi tanpa penjagaan, kiper Qatar hanya bisa memilih untuk maju dan menutup sudut tembak Raynaldi.
Namun, keputusannya menimbulkan petaka. Raynaldi yang melihatnya maju dengan mudah menggunakan dua gerakan palsu untuk membuatnya terjatuh dan menembak bola ke gawang kosong. Skor berubah menjadi 2-0.
Wasit meniup peluit tanda gol sah, sebelum meniup peluit panjang tanda pertandingan babak pertama selesai.
. . . . .
__ADS_1
“Oke, kalian melakukannya dengan baik!” Kata Frans menyemangati para pemainnya.
“Meski berlangsungnya babak pertama kurang menyenangkan bagi tim kita, karena terus menerus tertekan. Tapi kalian tetap melakukannya dengan baik saat berhasil menyegel skor lawan tetap kosong!”
“Sekarang yang perlu lebih kalian perhatikan adalah menjaga ruang kosong di samping saat kedua sayap kami maju! Jangan mengulangi kesalahan yang sama di babak pertama!” Frans berhenti sejenak sebelum melanjutkan.
“Di babak kedua, kami akan tetap melakukannya sesuai dengan pengaturan babak pertama. Pastikan pertahanan kami lebih kuat dan hancurkan lawan dengan serangan balik yang tajam!” Frans menutup pengaturannya.
. . . . .
Babak kedua berjalan hampir sama dengan babak pertama, Indonesia yang lebih lemah dalam kekuatan keras dan masih berada dalam proses run-in taktis kembali ditekan oleh Qatar.
Pada menit ke-51, tembakan panjang Gelandang Qatar dari luar kotak penalti kembali dimentahkan tiang gawang.
Lima menit berselang, sundulan penyerang Qatar berhasil diselamatkan oleh Radgar. Bola pantulan dengan baik ditangkap olehnya dan diamankan dengan mudah.
Di menit ke-63, Qatar berhasil mengirim umpan terobosan melewati garis pertahanan Indonesia. Penyerang Qatar yang mendapatkan bola secara langsung berhadapan dengan Radgar satu lawan satu.
Radgar yang melihat ini, tidak maju secara membabi buta. Tetapi memilih untuk menjaga jarak tertentu dengan gawang dan memfokuskan pandangannya pada bola.
Bola tembakan penyerang Qatar mengarah ke sudut atas kanan gawang Indonesia. Namun, Radgar yang sedang dalam perform agila berhasil melihat niat lawannya. Dia menghentakan kakinya dan melompat ke arah yang dituju bola sambil merentangkan tangannya untuk menggapai bola.
Bola akhirnya menyentuh dua jari Radgar dan melambung ke atas mistar gawang.
“Ohh!!! Radgar!!! Sekali dia menyelamatkan gawang Indonesia! Ini sudah penyelamatan ketujuhnya dalam pertandingan ini! Jika akhrinya Indonesia akhirnya memenangkan pertandingan ini, dia dan Raynaldi akan menjadi penyumbang terbesar kemenangan!” Hadi Gunawan berteriak dengan keras di ruang siaran langsung TV Nasional.
“Penyelamatan yang bagus Radgar! Maaf aku melewatkan umpan itu!” Marco yang sudah kembali ke posisinya membantu Radgar untuk berdiri.
“Tidak masalah! Pertahankan posisi mu dengan baik setelah ini, kami hanya perlu menyegel bola dan kita akan memenangkan pertandingan ini.” Radgar membalas dengan santai sesuai dengan karakternya yang bebas dan ceria.
“Oke.” Marco mengangguk dan bersiap untuk bertahan dari sepak pojok.
Pada menit ke-70, Qatar yang terlalu menekan ke depan, kembali kecolongan bola.
__ADS_1
Kali ini, Rangga yang merebut bola di lapangan tengah mengirim bola ke Raynaldi yang kembali berhasil lolos dari jebakan offside.
Raynaldi menggiring bola dengan cepat ke arah Qatar tanpa penjagaan. Tanpa berniat menjaga staminanya, Raynaldi berlari sekuat tenaga ke kotak penalti Qatar.
Kali ini kiper Qatar tidak maju untuk mengambil bola, tetapi bersiap di depan gawang untuk menghentikan tembakan Raynaldi.
Sayangnya, dia bukan Radgar yang sedang dalam performa terbaiknya dan Raynaldi yang memiliki kemampuan menembak yang hampir sempurna juga berada di level yang berbeda dengan penyerang Qatar.
Raynaldi yang melihat lawannya tidak maju untuk menutup ruang tembaknya, dia dengan leluasa mengarahkan bola ke sudut kiri atas gawang dengan kaki kirinya.
Kiper Qatar dengan mengandalkan refleksnya melompat ke arah bola, sayangnya boal berhasil menembus sepuluh jarinya dan meluncur ke arah gawang dengan mudah. Skor kembali berubah menjadi 3-0 untuk keunggulan Indonesia.
“Hattrick! Hattrick! Raynaldi mencetak hattrick pertama di babak grup 40 besar kualifikasi zona AFC piala dunia 2010! Dia juga sementara memimpin daftar pencetak gol terbanyak babak kualifikasi zona AFC dengan 5 gol dalam 2 pertandingan! Benar-benar gila, dia masih bisa membawa performanya di klub ke dalam tim nasional!” Hadi Gunawan berteriak penuh semangat.
Setelah mencetak Hattrick, Raynaldi langsung ditarik keluar dan digantikan oleh Kurniawan. Kapten tim nasional ini, hanya bisa menjadi pelengkap tim setelah kedatangan Raynaldi. Tapi dia tidak mengeluh, karena Raynaldi juga mendongkrak kekuatan tim nasional beberapa level.
Selain itu dengan usianya yang sudah 34 tahun, Kurniawan tahu baik kondisi tubuhnya. Dia hanya bisa memainkan performa maksimalnya dalam setengah jam paling banyak. Jadi kewajibannya sekarang adalah menopang ranting baru yang baru tumbuh agar tidak jatuh lebih awal.
Waktu bermain anak 17 tahun masih perlu diatur dengan ketat agar tidak mengahncurkan masa depannya, ini juga alasan mengapa Kurniawan tetap bermain untuk tim nasional meski sempat memilih untuk pensiun dari tim nasional. Hanya untuk berbagi beban dengan pemain baru yang akan menjadi harapan baru tim nasional.
Pertandingan kembali berjalan dengan kontrol penuh Qatar. Namun, karena selalu terburu-buru dan kurang sabar saat menyelesaikan peluang, tidak ada gol lagi yang tercipta sampai akhir pertandingan.
Pertandingan berakhir dengan keunggulan 3 gol Indonesia atas Qatar.
Di pertandingan lain, Uni Emirat Arab yang sebelumnya di kalahkan Indonesia berkunjung ke Guam. Sama dengan saat melawan Indonesia sebelumnya, Uni Emirat Arab menguasai pertandingan sepenuhnya. Perbedaannya, kali ini Uni Emirat Arab berhasil membabat habis lawannya 7 gol tanpa balas.
\~\~\~\~
Klasemen Grup J
1. Indonesia [6 poin] [7-2]
2. Uni Emirat Arab [3 poin] [9-4]
__ADS_1
3. Qatar [3 poin] [8-3]
4. Guam [0 poin] [0-15]