Football : King Of Penalty Area

Football : King Of Penalty Area
Ch. 22 - Pertandingan Terakhir di Tim Yunior (Time Skip)


__ADS_3

Tanpa terasa waktu sudah memasuki bulan Desember tahun 2007, dan Raynaldi sudah menjalankan 17 pertandingan dengan torehan 34 gol yang mengejutkan seluruh Jerman. Bahkan sebelumnya dia sempat mendapatkan panggilan dari Sven Hope beberapa kali untuk membicarakan masa depannya.


Bagaimanapun juga Januari tahun depan dia juga berusia 17 tahun dan secara hukum sudah dewasa. Sven Hope berniat untuk memindahkan Raynaldi langsung ke Tim Utama Leverkusen SC di musim depan. Namun yang menjadi masalah adalah dengan kekuatan Raynaldi sekarang bermain di Liga Pemuda Jerman seperti menggertak anak-anak.


Meskipun masih memiliki kelemahan yang terlihat jelas dalam kekuatan konfrontasi fisik dan kemampuan sundulan miliknya. Namun dalam aspek lain, kemampuan Raynaldi sudah menjadi terror untuk semua pemain bertahan lawan. Torehan 34 gol dalam 17 pertandingan menjadi bukti kemampuan gila Raynaldi dalam mencetak gol.


Raynaldi sendiri memutuskan untuk mengesampingkan masalah ini, sampai pertandingan grup wilayah utara Liga Pemuda Jerman selesai. Selain itu, dia juga sedang sibuk untuk menyelesaikan tugas dan ujian sekolahnya yang baru saja memasuki liburan musim dingin awal bulan ini.


. . . . .


4:30 Sore, 14 Desember 2007, Leverkusen.


Di babak terakhir grup wilayah utara Liga Pemuda Jerman, Tim Yunior Leverkusen SC akan duduk di kandang melawan lawan kuat Tim Yunior Vfl Rhine-rhur.


Dalam pertandingan ini, pelatih kepala Timo memutuskan untuk merotasi pemain sepenuhnya. Para pemain langganan starting line-up, hampir semuanya duduk di bangku cadangan, termasuk Raynaldi.


Hanya ada 3 pemain langganan skuad utama yang masuk ke starting line-up, yaitu Mark sebagai kiper utama, Alex Khan yang menjadi bek tengah dan kapten, serta Joshua yang berada di Sayap Kiri.


Menghadapi tim sekuat Tim Yunior Vfl Rhine-rhur, jelas Tim Yunior Leverkusen SC yang tak lengkap hampir dihancurkan oleh lawannya.


Lawan mencetak dua gol di babak pertama dan Tim Yunior Leverkusen SC sangat pasif di tempat kejadian, di awal babak kedua, lawan hampir mencetak gol lagi, jika Mark tidak tampil gemilang dengan penyelamatan luar biasanya.


Dengan skor 0-2, Tim Yunior Leverkusen SC bahkan tidak punya kemampuan untuk melawan.


Ini juga merupakan pertama kali, Raynaldi melihat timnya ditekan secara sepihak dari bangku cadangan.


Tim yang memimpin klasemen dengan keunggulan mutlak dipermainkan setengah mati oleh lawannya.


Pelatih Timo akhirnya menggantikan Raynaldi, Herman Fuchs, dan Ivan Schultz pada menit ke-55 babak kedua.


……

__ADS_1


Penampilan pengganti Raynaldi dan lainnya memberikan suntikan energi yang hebat ke dalam tim.


Pada menit ke-63, Raynaldi mengejutkan lawannya, dan pada saat yang sama semua orang di tempat kejadian tidak bisa menahan tepuk tangan padanya. Itu adalah umpan dari Ronald Bauer, yang dikirim tepat di belakang dua bek tengah Vfl Rhine-rhur.Raynaldi yang tertinggal di belakang bek tengah lawan, tetapi tiba-tiba berlari cepat dan menangkap bola, lalu menggunakan satu gerakan untuk menipu bek lawan dan membuka ruang tembak. Kemudian, mengayunkan kaki kanannya dan menembak dengan marah.


Tendangan ini cepat dan tiba-tiba, tetapi kiper lawan menukik ke samping dan memblok bola dengan satu tangan. Namun, bola masih meluncur ke dalam gawang Vfl Rhine-rhur.


Setelah gol ini, Tim Yunior Leverkusen kembali ditekan dengan kuat oleh Tim Yunior Vfl Rhine-rhur tanpa bisa melawan.


Pertandingan berakhir dengan kemenangan tandang Vfl Rhine-rhur 2-1.


. . . . .


"Dia, Raynaldi. Keponakan ku!" Leona yang yang berada di tribun menunjuk Raynaldi yang berada di lapangan.


Di sebelahnya ada seorang pemuda berusia pertengahan 20-an dengan setelan jas dan sepatu kulit sedang melihat ke stadion. Dia melihat Raynaldi, yang berjalan keluar lapangan dengan tertunduk.


“Untuk pemain yang hampir berusia 17 tahun, dia memang sangat mumpuni.” Pria itu mengangguk pada Leona.


Mata Leona selalu fokus pada Raynaldi, "Bukankah kau baru saja mendapat lisensi sebagai agen? Jadi, Sas, kenapa tidak menjadikan keponakan ku sebagai klien pertama mu."


"Tentu saja, anak itu sudah bermain sepak bola sejak berusia 7 tahun. Meskipun belum pernah mendapatkan pelatihan apapun selain bergabung dengan tim sekolah sebelumnya. Tapi, dia juga sering bermain dengan orang dewasa sejak kecil." Leona menyombongkan keponakannya.


"Mungkin yang kau katakan benar, dengan kemampuannya sekarang dia memang pemain Indonesia terbaik yang pernah ku tahu.” Pria itu mengangguk setuju.


Melihat waktu permainan akan segera tiba, Leona dan temannya berjalan turun dari tribun.


"Ayo pergi, permainan sudah berakhir, ayo bicara dengannya." Ajak Leona.


. . . . .


Pertandingan berakhir dengan kekalahan kandang 1-2 untuk Tim Yunior Leverkusen SC.

__ADS_1


Raynaldi yang mencetak gol dalam semua pertandingan yang dijalaninya, tidak bisa menyelamatkan timnya dari kekalahan.


Ini adalah kekalahan pertama Raynaldi di Liga Pemuda Jerman, dan tidak dapat dihindari bahwa saya merasa agak tertekan. Apalagi permainnya cukup baik, namun timnya masih dikalahkan.


Kembali ke ruang ganti bersama rekan satu timnya. Setelah mandi dan mengganti pakaiannya, Raynaldi menarik kopernya keluar ruang ganti untuk menemui Leona yang menjemputnya hari ini.


. . . . .


"Hai, Ray! Disini?" Leona memanggil Raynaldi.


Raynaldi menghampiri Leona, lalu bertanya. “Kak Leona? Siapa orang disebelah mu?”


“Perkenalkan, Namanya Joko Sasongko. Seorang pengusaha dan agen sepak bola.” Leona memperkenalkan temannya.


“Raynaldi Indrasta.” Raynaldi mengulurkan tangannya dan berkenalan dengan Joko Sasongko.


"Ray, bagaimana dengan tawaran ku sebelumnya? Biarkan sas, jadi agen mu."


Raynaldi yang mendengar permintaan Leona, mengerutkan kening. Tiba-tiba dia teringat siapa orang di depannya. Joko Sasongko adalah tunangan Leona, dan mereka akan menikah setelah Leona lulus dari kuliah pasca-sarjananya.


"Apakah dia memiliki lisensi FIFA?" Raynaldi langsung menanyakan topik utama. Karena dalam ingatan Raynaldi, Joko Sasongko adalah orang yang baik dan dapat dipercaya. Selain itu, dia juga tunagan Leona dan mereka akan menikah segera.


"Aku memiliki lisensi dari AFF, AFC, dan FIFA. Jadi kau tidak perlu khawatir tentang itu." Sasongko menjelaskan dengan tersenyum.


“Kalau begitu, bisakah kita bicara lebih lanjut?” Tanya Raynaldi.


“Oke, mari berbicara dalam mobil.” Leona menarik Raynaldi dan Sasongko ke dalam mobil.


Ketiga orang itu mengambil mobil dari tempat parkir seberang stadion dan melaju ke arah Koln.


Leona bertugas mengemudikan mobil, sementara Joko Sasongko duduk di barisan belakang bersama Raynaldi dan berinisiatif untuk berbicara dengannya tentang masa depan yang karirnya.

__ADS_1


Joko Sasongko sendiri menjadi agen sepak bola karena kegemarannya pada sepak bola. Karena dia juga mewarisi perusahaan ayahnya yang bergerak di bidang produk olah raga serta ekspor dan impor.


Jadi sejak awal, niat utama Joko Sasongko adalah mencari pemain Indonesia yang mampu untuk bersaing di lima liga besar eropa dan mencoba membantunya dengan koneksi yang dia miliki sebagai pengusaha.


__ADS_2