Football : King Of Penalty Area

Football : King Of Penalty Area
Ch.81 - Uni Emirat Arab (2)


__ADS_3

Di ruang ganti tamu, saat ini Frans dan staf pelatih Indonesia sedang membahas taktik di babak kedua.


“Kalian melakukan permainan yang bagus di babak pertama.” Frans memandang para pemainnya dengan puas.


Meskipun statistik penguasaan bola di babak pertama hanya 38% yang menunjukan seluruh tim tertekan, tetapi jumlah tembakan ke gawang dari Uni Emirat Arab hanya 6 kali dengan 0 tembakan yang tepat sasaran. Hal ini menunjukan bahwa timnya bertahan dengan baik.


Sebagai tim kelas teri di kancah Internasional, Frans sadar bahwa membawa Indonesia ke tingkat selanjutnya membutuhkan pertahan yang kuat dan disipiln taktis yang baik. Indonesia bukan tim kuat yang memiliki kemewahan untuk bermain indah seperti Brazil atau Spanyol. Hal yang diperlukan Indonesia untuk terus menjadi lebih baik adalah pengenalan taktis yang cocok dengan karakteristik pemain yang ada.


Frans memilih pendekatan yang sama dengan yang dilakukan Michels di Belanda. Sebelum era Michel dan Cruyff, Belanda hanyalah tim kelas dua eropa yang bahkan tidak bisa bicara banyak di Piala Eropa dan hanya mampu menjadi tim pengisi suara di kancah Internasional.


Total Football yang mereka kemukakan membuat perubahan besar dalam sistem taktis sepak bola yang ada. Pembagian posisi yang tepat dan tugas yang jelas untuk setiap posisi membuat sepak bola lebih teratur dan enak dipandang.


Posisi pemain yang jelas juga meningkatkan ketepatan dan kecepatan umpan dari satu pemain ke pemain lainnya. Hal ini menyempurnakan sistem run anda pass yang sudah dibuat Vic Buckingham yang tak lain adalah orang yang mengajarkan sistem taktis sepak bola pada Michels.


Frans menerapkan beberapa sistem taktis dalam Total Football pada taktiknya, namun dia juga membuang beberapa hal yang tidak sesuai dengan karakteristik pemain Indonesia. Para pemain Indonesia memiliki kecepatan yang baik, tapi kemampuan teknis mereka jauh di bawah para pemain Eropa.


Jadi Frans memasukan pressing zonasi dan perebutan posisi yang kuat untuk membuat lawan tidak nyaman dalam mengatur serangan. Lalu saat berhasil merebut dan menguasai bola, dia langsung mengarahkan para pemainnya untuk mentransfer bola ke depan dengan umpan yang tepat dan cepat. Membawa bola ke depan dengan run and pass lalu mengirim bola ke terminator terkuat mereka di lapangan depan.


Di babak pertama, Frans sangat bersemangat dengan kemampuan Raynaldi untuk mengkonversi peluang menjadi gol. Dia mungkin tidak memiliki pemain kelas dunia yang bisa mengatur serangan dan mengontrol penguasaan bola dengan sempurna. Tapi dia memiliki mesin gol yang tidak membutuhkan banyak bola, selama dia mendapatkan bola, Raynaldi memiliki kesempatan untuk mencetak gol.


“Kita tidak perlu merubah formasi di babak kedua, permainan akan berjalan sesuai dengan pengaturan di babak pertama. Tapi, aku ingin kalian lebih pasti dalam menyerang dan kuat dalam bertahan. Jika kalian tidak yakin untuk melancarkan serangan, cukup buang bola ke depan untuk membuat clearence. Kita mungkin tidak bisa bermain bagus! Tapi setidaknya kita akan menang!” Frans tidak melakukan banyak perubahan selain meminta pemainnya untuk lebih teratur dalam bertahan.


. . . . .

__ADS_1


Stadion Mohammed bin Zayed, Dubai, Uni Emirat Arab.


Babak kedua pertandingan antara Indonesia melawan Uni Emirat Arab kembali dimulai dengan kick-off dari Indonesia.


Raynaldi yang mendapatkan bola kick-off dari Aji langsung mengoper bola ke Firman Huda yang berada di belakang. Disaat yang sama, Rangga, Aji, dan Raynaldi berlari ke arah gawang Uni Emirat Arab.


Firman Huda menggiring bola ke depan perlahan sambil memperhatikan posisi pemain lainnya. Zayn penyerang Uni Emirat Arab mencoba untuk menekan dan merebut bola, tapi Firman mengirim bola ke Arnova di kiri dan berlari ke depan untuk menyerang.


Arnova yang dihadang gelandang Uni Emirat Arab, mengirim bola ke Rangga yang mendekat ke sisi kiri. Rangga dengan mudah melewati gelandang yang menjaganya dan menerobos ke ruang kosong di depan bek tengah Uni Emirat Arab.


Bek tengah Uni Emirat Arab tidak maju untuk mengahalangi Rangga kali ini, mereka masih mengingat bagaimana gol kedua terjadi. Tapi sayang harapan mereka berbeda dengan kenyataan, karena Rangga dengan tegas mengambil tembakan panjang kali ini.


Bola melesat ke sisi kiri gawang!


Indonesia mendapatkan sepak pojok.


Firman Huda mengambil sepak pojok kali ini, dia mengirim bola lambung ke dalam kotak penalti.


Raynaldi yang berada di sisi kiri gawang Uni Emirat Arab melompat seolah akan menyundul bola. Tindakannya secara langsung menarik perhatian bek tengah dan kiper Uni Emirat Arab.


Bek tengah Uni Emirat Arab ikut melompat dan berniat mengahalangi Raynaldi mendapat bola. Namun, kali ini aksi Raynaldi hanyalah tipuan. Dia bisa melihat Aji sudah bersiap di tempat bola mendarat, apa yang dia lakukan hanya untuk menarik perhatian garis pertahanan lawan.


Bola melambung dan jatuh di sisi kanan gawang, Aji yang sudah bersiap menendang bola dengan mudah ke gawang Uni Emirat Arab. Mengubah skor kembali menjadi 3-0.

__ADS_1


“GOOOAL!!! Sungguh gol yang menarik! Saat Firman menendang sepak pojok, Raynaldi maju dan melompat seolah ingin mencetak gol. Namun, dia malah berhenti melompat ketika bola datang dan menipu seluruh pemain bertahan lawan! Aji yang tidak terjaga dengan mudah mencetak gol ketiga untuk Indonesia!” Hadi Gunawan berteriak penuh semangat di ruang siaran langsung.


Uni Emirat Arab kembali mengatur serangan, meski sudah tertinggal 3 gol. Sebagai tuan rumah mereka tidak bisa menerima hasil memalukan seperti ini. Jadi satu-satunya pilihan yang tersisa hanyalah menyerang dengan sekuat tenaga.


Indonesia kembali tertekan di separuh pertahanan mereka. Selama lebih dari 15 menit serangan beruntun Uni Emirat Arab masih belum berbuah hasil. Sementara itu stastistik penguasaan bola Uni Emirat Arab sudah mencapai 74% yang jauh lebih tinggi dari 26% milik Indonesia.


Pertandingan terus terlihat berjalan secara sepihak dengan Uni Emirat Arab dalam posisi menyerang dan Indonesia dalam posisi bertahan.


Lima menit kemudian, pada menit ke-61. Zayn membuat tembakan keras dari luar kotak penalti.


Radgar melompat dan menepis bola ke atas mistar gawang. Uni Emirat Arab mendapatkan sepak pojok.


Gelandang Uni Emirat Arab, Hassan mengambil sepak pojok. Bola langsung terbang ke dalam kotak penalti. Kali ini Zayn tidak menyia-nyiakan peluang, dia melaompat dan menanduk bola ke sudut kanan atas gawang.


Radgar mencoba untuk menepis bola tetapi satu langkah terlambat!


Bola dengan mudah melesat masuk ke dalam gawang Indonesia. Uni Emirat Arab membalaskan satu gol. Skor sementara kembali berubah 3-1.


“Sepertinya kita masih harus menambahkan pelatihan untuk pertahanan sepak pojok dan tendangan bebas. Mereka masih kurang tegas dan ragu-ragu saat mengambil bola dalam posisi ini. Jika Mario atau Marco bisa melompat pada waktu yang pas, bola ini tidak akan masuk.” Frans merasa gol ini selain dari kemampuan lawan yang baik juga menunjukan kekurangan pemainnya.


“Mungkin ini juga karena kurang koordinasi dan mereka berdua belum terintegrasi sepenuhnya dalam tim.” Kurniawan yang telah selesai melakukan pemanasan juga berkomentar.


“Iya, itu juga bisa menjadi factor lain. Bang Kurniawan, setelah bola keluar berikutnya aku akan mulai mengganti pemain. Kau bisa masuk menggantikan Raynaldi.” Kata Frans.

__ADS_1


__ADS_2