Football : King Of Penalty Area

Football : King Of Penalty Area
Ch. 80 - Uni Emirat Arab (1)


__ADS_3

“Sealamat malam permisa, kali ini kami akan menyiarkan pertandingan pertama putaran 40 besar kualifikasi Piala Dunia 2010, Afrika Selatan. Rabu, 31 Maret 2008, 20:00 Waktu Indonesia Barat. Indonesia akan bertandang melawan Uni Emirat Arab di Stadion Mohammed Bin Zayed.”


“Di sini Hadi Gunawan dan Bung Kusnaeni, akan menjadi presenter dan komentator yang menemani anda malam ini.” Hadi Gunawan membuka acara di depan TV Nasional.


Stadion Mohammed bin Zayed, Dubai, Uni Emirat Arab.


Pertandingan pertama babak 40 besar Grup J antara Indonesia VS Uni Emirat Arab di mulai.


Dalam pertandingan ini, Frans mengubah formasi menjadi 3-5-2 dengan 2 sayap yang bisa berubah menjadi penyerang sayap atau bek sayap sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan.


Formasi ini mengingatkan Raynaldi pada Van Gaal saat melatih Tim Nasional Belanda, formasi 3 bek dengan pressing ketat untuk meningkatkan kemampuan menyerang dan menutupi kelemahan pemain bertahan.


Pertandingan dimulai dengan kick-off dari Uni Emirat Arab, penyerang mereka Zayn Al-Mubarak memulai pertandingan.


Bola dikuasai Uni Emirat Arab dan mereka mulai menekan secara perlahan dan mengatur tempo milik mereka. Sesuai dengan fisik pemain asia barat yang memiliki kemampuan konfrontasi yang kuat serta kecepatan yang cukup baik, Uni Emirat Arab mulai mengatur serangan dari sayap setelah berhasil menahan lini tengah Indonesia.


Lima belas menit pertandingan berjalan. Pemain sayap mereka, Hassan berhasil menerobos sisi kanan pertahanan Indonesia dan mengirimkan umpan silang ke dalam kotak penalti. Zayn berhasil menanggapi dan menanduk bola ke arah gawang.


Beruntung, Radgar berhasil menepis bola dan Marco menanggapi untuk mengirim bola jauh ke depan.


Rangga berhasil menerima umpan Marco tidak jauh dari lingkaran tengah lapangan. Dia berbalik dan melihat Arnova mulai menerobos dari sebelah kiri. Rangga dengan tegas mengririm umpan terobosan di sisi kiri lapangan.


Arnova dengan sederhana melesat dan menyisir sisi kiri lapangan. Saat mendekati sisi kiri kotak penalti, Arnova melihat Aji dan Raynaldi bergegas ke dalam kotak penalti. Dia membuka ruang untuk mengumpan dan mengirim umpan lambung ke dalam kotak penalti.

__ADS_1


Aji melompat dan menanggapi, disaat yang sama kedua bek tengah Uni Emirat Arab juga melompat untuk berebut bola. Akhirnya bola berhasil ditanduk oleh bek Uni Emirat Arab dan melambung keluar kotak penalti.


Raynaldi yang sebelumnya melihat kedua bek lawan melompat bersamaan, memutuskan untuk mundur dan berharap untuk mendapatkan bola kedua. Kali ini sesuai dengan dugaannya, karena lawan melompat terburu-buru, bola clearence tidak terkontrol dengan baik.


Raynaldi yang mendapatkan bola melihat kiper lawan lebih condong ke sisi kiri gawang. Dia dengan tegas menendang bola ke sudut kanan atas gawang.


Bola melesat kencang dan membentur bagian dalam tiang gawang sebelum memantul keras ke dalam gawang.


“GOOOOOL! Sebuah sepakan keras dari luar kotak penalti! Raynaldi yang kembali bermain bersama Tim Nasional! Berhasil mencetak gol pertama dengan sepakan keras di luar kotak penalti! Mengubah skor sementara menjadi 1-0, untuk keunggulan Indonesia!” Hadi Gunawan berteriak heboh menyambut gol dari Raynaldi.


Sementara itu pertandingan kembali dimulai dengan kick-off dari Uni Emirat Arab, secara garis besar kekuatan keras Uni Emirat Arab masih lebih baik dari Indonesia. Bagaimana pun mereka adalah pemain yang lebih matang secara mental dan umur, dibandingkan pemain Indonesia yang memiliki rata-rata usia 23 tahun.


Pertandingan kembali dikuasai Uni Emirat Arab, mereka membuat umpan pendek satu sentuhan dan mulai menekan garis pertahanan Indonesia. Kedua sayap Indonesia, Arnova dan Kurnia juga mundur ke posisi bek sayap untuk bertahan. Formasi sementara berubah menjadi 5-3-2.


“Sebenarnya tidak ada masalah dalam formasi Indonesia, dan menurut saya ini adalah perkembangan yang baik. Sebelumnya kita tidak punya banyak literasi taktis, sebagian besar taktik sepak bola kita hanya mengandalkan long ball ke kedua sisi lapangan, yang menurut saya tidak efektif.” Bung Kusnaeni mulai berkomentar.


“Perubahan taktis sebelumnya dari 4-4-2 ke 3-5-2 ini cukup menarik bagi saya sebenarnya. Kita tidak memiliki full back yang baik jadi Frans sebagai pelatih memutuskan menghilangkan Full back dan mengubah formasi menjadi 3 bek tengah. Dia mengambil beberapa teori tentang Total Football dan menerapkannya dalam formasi ini.”


“Dalam praktik sederhana dimana Total Football adalah taktik dimana pemain tidak lagi terikat dengan posisi mereka dan terus berubah tempat untuk menutup posisi lubang yang ada. Mungkin tidak sepenuhnya terlihat dalam formasi Indonesia sekarang, tapi setidaknya dalam posisi yang diambil kedua sayap kita menunjukan beberapa aspek itu.” Pungkas Bung Kusnaeni.


Pertandingan memasuki menit ke-46, Mario berhasil merebut bola di depan kotak penalti Indonesia. Dia melihat Firman Huda yang posisinya tidak terlalu jauh darinya dan mnegoper bola secara langsung.


Firman mendapatkan bola dan berbalik ke depan. Dia mentransfer bola ke sisi kanan saat melihat Kurnia menyusul dari belakang.

__ADS_1


Kurnia yang mendapatkan bola terus menggiring dengan cepat menyisir sisi kanan lapangan sebelum dihadang oleh bek sayap lawan. Dia melihat Rangga yang tak jauh darinya dan mengembalikan bola ke tengah lapangan.


Rangga yang mendapatkan bola menggiring bola maju ke arah kotak penalti lawan saat melihat ruang di depannya kosong tanpa penjagaan.


Aksi Rangga membuat bek tengah Uni Emirat Arab secara spontan maju untuk menghadang, membuat ruang terbuka di sisi tengah kotak penalti. Rangga yang melihat ini dengan tegas mengirim umpan terobosan ke tempat yang kosong.


Raynaldi dengan sigap menanggapi, dia berhasil mendapatkan bola sebelum dihadang kiper lawan yang menghalangi sudut tembaknya. Saat Raynaldi berniat menendang dengan paksa, dia melihat Rangga kembali menyusul setelah meninggalkan bek tengah Uni Emirat Arab di belakang.


Raynaldi mengecoh kiper dengan menggeser bola ke kanan. Kiper Uni Emirat Arab melihat tindakan Raynaldi dan mengikuti untuk mencondongkan tubuhnya ke kanan. Namun, gerakan Raynaldi hanya berniat untuk menghilangakn titik tumpu tubuhnya.


Raynaldi menendang bola dengan bagian dalam kaki kanannya, mengirim bola kembali ke tengah. Rangga yang mengejar ketinggalan dengan keras menendang bola ke arah gawang kosong. Merubah skor penrtandingan menjadi 2-0.


Bersamaan dengan perayaan gol Rangga dan rekan satu timnya, wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan babak pertama.


“Benar-benar pertandingan yang menarik, dua serangan balik cepat Indonesia berhasil membuahkan gol. Bagaimana menurut anda Bung Kus?” Tanya hadi Gunawan saat jeda pertandingan di stasiun TV Nasional.


“Saya pikir ini menunjukan perubahan terbesar dari formasi dan sistem taktis Tim Nasional. Sebelumnya kami juga memainkan serangan balik dan pertahanan yang sama, tapi kali ini kita menunjukan perubahan yang besar dalam serangan balik kami.”


“Pertama, kami tidak lagi menggunakan bola long ball yang kasar dan tingkat akurasinya buruk. Tetapi mengambil rute lain dengan run and pass yang merupakan dasar Total Football, dan menurut saya taktik ini juga sangat cocok dengan kondisi fisik dan kelebihan pemain Indonesia yaitu kecepatan mereka.”


“Kedua, permainan ini juga menunjukan bahwa gaya bermain Indonesia sudah berubah. Sebelumnya Indonesia juga memiliki kekuatan yang cukup baik di Asia dan Asia Tenggara tetapi jarang berhasil memenangkan kejuaraan. Alasannya sederhana, karena tingkat keberhasilan umpan Indonesia selalu rendah bahkan hanya sekitar 50% umpan yang berhasil. Hal ini juga membuat banyak turn over yang menjadi serangan balik yang berbahaya.” Pungkas Bung Kusnaeni.


“Jadi secara keseluruhan Indonesia sudah meningkat dari pada permainan sebelumnya saat melawan Turkmenistan?” Tanya Hadi Gunawan.

__ADS_1


“Iya, tentu. Dan ini bukan hanya peningkatan kekuatan pemain tetapi juga peningkatan taktis dan sistem gaya bermainnya.” Bung Kisnaeni menjawab dengan yakin.


__ADS_2