Football : King Of Penalty Area

Football : King Of Penalty Area
Ch. 66 - Istirahat (1)


__ADS_3

Setelah pertandingan terakhir banyak gejolak yang terjadi di luar lapangan. Mulai dari aksi tidak sportif para penggemar Wiesbaden sampai dengan aksi rasis yang mereka lakukan selama pertandingan, hingga aksi kepahlawanan Raynaldi yang pantang menyerah saat bertanding.


Banyak surat kabar dari Jerman dan Indonesia yang mengomentari pertandingan ini. Surat kabar olah raga ternama Jerman, Deutsch Sport membuat judul besar untuk aksi Raynaldi. Mereka menerbitkan surat kabar dengan judul “Dia membungkam seluruh Britta Arena” dengan foto perayaan gol pertama Raynaldi.


Sementara itu, Fox Sports Deutsch Edition membuka suara dengan keras “Ray membalas rasisme mereka dengan penampilan sempurna di lapangan” disertai foto Raynaldi saat menendang tiga gol ke gawang Wiesbaden yang dibingkai bersama.


Germany Telegraph juga membuka judul besar setelah pertandingan “Pria paling tangguh minggu ini” dengan foto Raynaldi yang berdiri setelah tekel terbang Greene.


Di saat yang sama ada artikel surat kabar dalam negeri yang menyoroti pertandingan ini juga. New Compas Daily menerbitkan berita berjudul “Bintang sepak bola baru Indonesia” dengan foto perayaan gol Raynaldi.


Di saat dunia luar sedang membahas penampilan dan aksinya di lapangan. Raynaldi saat ini sedang diseret oleh Leona untuk merekam lagu lainnya. Karena lagu yang mereka keluarkan sebelumnya menjadi hits di tangga lagu Eropa dan mencapai puncak tangga lagu inggris dan eropa hanya dalam beberapa minggu.


“Ray, bisakah kau membuatkan beberapa lagu lagi? Oh kita juga bisa merekam beberapa lagu untuk mu, dengan kemampuan menulis lagu dan bernyanyi milik mu pasti akan terbakar!” Leona menarik Raynaldi dengan penuh semangat saat memasuki studio rekaman milik Anna.


“Kak Leona, bukankah kau terlalu bersemangat?” Raynaldi benar-benar kewalahan dengan tingkah laku ‘bibi muda’ di depannya ini.


“Bagaimana tidak? Lihat! Lagu pertama kita langsung berada di top 10 daftar lagu eropa!” Kata Leona dengan penuh semangat. Dia sangat mencintai musik dan selalu memiliki mimpi menjadi musisi bintang terkenal, jadi tidak heran reaksi miliknya begitu heboh.


“Dengan standar musik dan hiburan dunia ini, akan menjadi hal yang aneh jika lagu yang ku keluarkan tidak menjadi hits dan terkenal.” Pikir Raynaldi dalam hati saat mengingat kualitas lagu dan film yang hiburan di dunia parallel ini.


“Oke, oke, aku tahu Kak Leona. Dan ngomong-ngomong, bisakah kau berhenti menyeret ku?” Raynaldi benar-benar tidak nyaman saat diseret seperti ini. Selain itu, saat melihat mata yang ditujukan pada mereka bisa terlihat kalau aksi ambigu mereka membuat banyak kesalah pahaman.

__ADS_1


Saat Leona melepaskan tangan Raynaldi, dia mendengar suara wanita dari belakang mereka. “Yo, Leona, Ray, apa yang kalian lakukan?”


Raynaldi berbalik dan melihat Anna bersama gadis muda di belakangnya yang tak lain adalah Irene. “Maaf sudah membuat mu tertawa Anna.” Raynaldi berkata dengan bercanda pada Anna.


“Yah, tidak masalah. Tapi lain kali berhati-hatilah saat muncul di luar, jika bukan karena aku tahu kalian adalah kerabat. Aku mungkin akan berpikir kalian adalah sepasang kekasih.” Anna bercanda sambil tertawa kecil.


“Anna, apa yang kau katakan? Dia adalah keponakan ku, dan juga masih ada Irene disini. Lihat dia menatap ku seperti saingan cinta!” Leona yang mendengar lelucon Anna berbalik mengolok-olok Irene yang terlihat cemberut saat melihat dia dekat dengan Raynaldi.


“Hai, bocah ini... Dia sudah menipu gadis kecil Jerman saat berada di sini kurang dari satu tahun? Apakah dia akan berubah menjadi playboy seperti kebanyakan pemain sepak bola?” Leona yang melihat keponakan yang telah tumbuh bersamanya dengan sedikit khawatir.


“Tidak! Kak Leona, jangan bicara omong kosong!” Irene berteriak membela diri dengan wajah merah karena malu.


Raynaldi tentu saja bisa melihat rasa malu Irene dan perasaan ambigunya pada dirinya. Tapi dia tidak ingin menjalin hubungan saat ini, karena dia masih muda dan hal yang terpenting sekarang adalah mengatur karirnya dengan baik.


Tapi yang mengejutkan Raynaldi adalah ketiga wanita yang sebelumnya saling membuat lelucon langsung tertawa bersama seolah melihat orang bodoh yang tidak tahu apa-apa. Raynaldi yang melihat sorot mata mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya dan berpikir. “Wanita adalah hal yang paling sulit dipahami di dunia.”


“Yah, sudah cukup bercandanya... aku dengar dari Leona, dia memaksa mu untuk membuat 3 lagu lagi sehingga dia bisa merilis album pendek?” Anna langsung mengalihkan topik utama pada lagu dan menatap Raynaldi.


“Yah, kurang lebih seperti itu. Dia juga meminta ku untuk ikut menyanyikan sebuah lagu juga.” Raynaldi menjawab sambil menghela nafas panjang dengan sedih.


“Hahaha... Ini memang seperti dirinya...” Anna malah tertawa lepas saat melihat ekspresi pasrah milik Raynaldi.

__ADS_1


“Bukankah ini juga untuk mu, Ray jika kau juga bisa menjadi terkenal dengan lagu mu juga, itu bisa meningkatkan nilai mu di lapangan sepak bola.” Leona berkata pada Raynaldi.


“Apa maksud mu?” Tanya Raynaldi sedikit bingung.


“Pertama semakin terkenal seseorang maka barang-barang yang berhubungan dengannya akan semakin banyak dicari dan itu akan meningkatkan nilai komersial orang itu."


"Kedua, wajah mu sendiri cukup baik untuk dilihat jadi ini bisa menjadi daya Tarik untuk penggemar wanita dan akan meningkatkan kehadiran di saat kau menjalani pertandingan."


"Ketiga, jika nilai komersial mu tinggi, klub tempat mu berada juga akan memiliki lebih banyak penjualan jersey dengan nama mu, hal ini akan meningkatkan pendapatan komersial tahunan klub tempat mu berada.” Leona menjelaskan dengan bangga seolah-olah dia adalah seorang professional.


“Apakah kau mendengarnya dari Kak Sas?” Raynaldi menatap Leona dengan mencibir, karena dia sudah mendengar hal ini dari agennya sesaat setelah dia selesai merekam musik dengan Leona.


“Ah... Hehe...” Leona merasa sedikit malu saat Raynaldi menemukan kesalahannya dan akhirnya tertawa kecil.


“Oke, cukup bermain-mainnya.” Anna langsung menghentikan candaan Raynaldi dan Leona.


“Ray, bagaimana dengan lagunya?” Daripada melihat pertengkaran konyol antara Raynaldi dan Leona, Anna lebih tertarik dengan lagu yang ditulis Raynaldi.


Anna yang sudah melihat dan mendengar penciptaan lagu “Rumah tanpa cermin” milik Raynaldi sangat menghargai kemampuan menulis lagu Raynaldi. Tentu saja, Anna tidak tahu jika lagu yang dikeluarkan Raynaldi hanyalah plagiat yang dia ubah sedikit agar lebih mudah dinyanyikan dan lebih enak didengar.


Raynaldi mengambil buku catatan dari dalam tas selempangnya, lalu menyerahkannya pada Anna. “Ada 4 lagu disana, 3 lagu aku buat untuk dinyanyikan Leona dan lagu terakhir akan kunyanyikan sendiri.”

__ADS_1


Anna membolak balik buku catatan yang diberikan Raynaldi. Memang ada 4 lagu di buku catatan itu, yang pertama berjudul “Siapa Bilang?” yang merupakan motivasi bagi wanita untuk lebih percaya diri dengan penampilan mereka. Terutama bagian chorus yang menekankan untuk lebih percaya diri.


__ADS_2