
Menghadapi pekan ke-27 di Liga 2.Bundesliga, Koln Atletik mengalami kabar baik dan kabar buruk disaat yang sama.
Kabar baik datang dari penyerang utama Koln Atletik yang berasal dari Trinidad dan Tobago (Negara Amerika Utara) Dario Robert yang sebelumnya mengalami cedera dalam pertandingan melawan tim 1.Mainz. Meskipun dia akan sulit untuk mengancam posisi utama Raynaldi, tetapi dia masih menjadi rotasi dan cadangan taktis yang baik untuk klub.
Robert memiliki tinggi 1,92 meter dan berat 89 kilogram. Dia dan Raynaldi adalah dua tipe pemain yang berbeda, dan menyatukan kedua pemain ini mungkin memiliki efek yang tidak terduga.
Hanya saja, meskipun Raynaldi sudah pulih dari cedera kecil yang dia dapatkan setelah melawan Wiesbaden. Namun, setelah pemeriksaan menyeluruh oleh tim medis, mereka menemukan bahwa otot tubuh Raynaldi mengalami kelelahan dan tidak disarankan untuk bermain penuh dalam pertandingan berikutnya.
Sehingga pada pertandingan berikutnya, Thomas Sobek berniat menggunakan Robert sebagai target man seperti strategi miliknya sebelum Raynaldi datang.
Selain itu, meski penampilan Robert musim ini tidak menonjol, sebagai tipe penyerang taktis dengan tubuh yang kuat, tujuan awal dia didatangkan oleh Koln Atletik adalah untuk menjadi tumpuan serangan saat bola berada di frontcourt. Sehingga ancaman yang dibuat Koln Atletik bisa lebih bervariasi.
Jadi, Thomas Sobek juga mengatakan kepada Robert bahwa Raynaldi sedang dalam masa pinjaman jangka pendek, dan tidak mungkin untuk tetap bersama tim. Rencana jangka panjangnya tidak berubah, tetapi Robert masih sangat tertekan.
Jika Thomas Sobek terbiasa dengan taktik yang mengandalkan penyerang bertipe poacher dan finisher dari waktu ke waktu, dan menunggu sampai akhir musim untuk menggunakannya kembali, maka mungkin posisinya akan hilang.
Jadi dia memiliki rasa krisis yang kuat. Sebagai pemain yang telah bekerja keras selangkah demi selangkah dari gurun sepakbola, Robert menghargai kesempatan untuk bermain di Eropa. Jika dia tidak dapat menemukan tempat di Koln Atletik di masa depan, itu akan menjadi hal yang merepotkan untuk mencari tim baru.
Mendekati hari sebelum pertandingan, Raynaldi akhirnya melihat wajah sebenarnya dari hantu sial ini di tempat latihan.
Adapun penyerang lain yang menderita patah tulang karena terpeleset sabun di kamar mandi, diperkirakan akan memakan waktu berbulan-bulan dan seratus hari untuk kembali ke tingkat latihan yang normal, dan itu akan memakan waktu lebih lama.
Robert dan rekan satu timnya tidak berlatih bersama. Dia baru saja cedera lutut dan melakukan beberapa pelatihan restoratif di bawah bimbingan pelatih fisik. Volume pelatihan Raynaldi tidak besar, lagipula, dia terluka beberapa hari yang lalu Thomas Sobek tidak berani mengambil risiko.
Adapun apakah itu akan mempengaruhi keadaan permainan, Raynaldi merasa itu bukan apa-apa. Setelah tiga hari istirahat di hotel, sebagian besar waktu dihabiskan di stadion virtual, dan keadaan permainan tidak buruk.
__ADS_1
"Hei... apakah kamu Ray? Aku Dario, Dario Robert." Pria besar berkulit gelap itu mengenalkan dirinya.
Di tempat latihan, Raynaldi sedang melakukan latihan bola sederhana sendiri, dan Robert datang untuk berbicara.
"Oh ya, halo, aku tahu kamu, Robert. Apakah lukamu sudah sembuh?" Tanya Raynaldi dengan sopan.
“Yah, itu cukup bagus, tetapi kamu benar-benar luar biasa. Sulit membayangkan bahwa kamu dapat mencetak begitu banyak gol.” Robert memuji dengan tulus. Sebagai penyerang tim ini beberapa waktu lalu, Robert tentu tahu tentang kemampuan menyerang tim ini dan betapa sulitnya bagi tim untuk mencetak gol.
"Bagaimana kamu melakukannya? Saya juga ingin belajar, misalnya, pelatih mengatakan trik anda ..." Robert langsung meminta saran pada Raynaldi, meskipun sedikit memalukan untuk meminta saran pada anak yang 10 tahun lebih muda. Dario Robert yang sudah berjuang keras untuk mencapai karirnya saat ini hanya bisa menebalkan wajahnya untuk meminta saran.
Raynaldi tidak menyangka pria jangkung dan jujur ini juga suka mengobrol. Dia menghabiskan sepanjang pagi bertanya kepada Raynaldi tentang triknya dan cara dia bermain. Raynaldi tidak tahu bagaimana menjawabnya, karena dia benar-benar tidak tahu dengan apa yang dimaksud trik oleh Dario Robert dan pelatihnya.
Akhirnya, Raynaldi hanya bisa menjelaskan tentang bagaimana mengatur posisi lari dan membuka celah antara pemain bertahan dengan memperhatikan posisi para pemain bertahan dan juga kiper.
Pertandingan berikutnya adalah pertandingan tandang ke Kota Dessau untuk menghadapi juru kunci klasemen 2.Bundesliga, Dessau United.
Posisi klasemen 2.Bundesliga setelah 26 pertandingan adalah Armina Oldenburg dengan 55 poin di puncak klasemen, diikuti oleh 1.Mainz dengan 54 poin, Chemnitz dengan 51 poin, Koln Atletik dengan 47 poin, Dresden 09 dengan 47 poin, dan Leipzig Sport di peringkat 6 dengan 46 poin. Disaat yang sama Wiesbaden yang mengalami kekalahan dari Koln Atletik masih tertahan di posisi ketujuh dengan 41 poin.
Tapi Koln Atletik akan melanjutkan 2.Bundesliga dengan jadwal yang ketat. Karena tahun 2008 adalah tahun Piala Eropa, jadi hampir semua pertandingan liga di Eropa akan mengantarkan jadwal yang lebih padat untuk paruh kedua musim.
Jadwal 2.Bundesliga sendiri akan dimulai dengan 4 pertandingan dalam 12 hari mulai akhir Februari sampai awal Maret yang akan datang. Lawan Koln Atletik secara berurutan adalah Dessau United, Velbert FC, Ratingen United, dan Minden FC.
Koln Atletik bisa dibilang cukup beruntung karena lawan yang mereka hadapi adalah tim yang berada di bagian bawah klasemen sementara. Ratingen United yang bisa dianggap terkuat hanya berada di peringkat 12 klasemen sementara.
Pada akhirnya karena kondisi Raynaldi, Thomas Sobek memutuskan untuk tidak membawa Raynaldi ke pertandingan melawan Dessau United dan membiarkan Dario Robert yang telah dipastikan pulih sepenuhnya untuk starter di pertandingan ini.
__ADS_1
. . . . .
Pertandingan melawan Dessau United berjalan sedikit alot yang tidak sesuai dengan perkiraan Thomas Sobek dan staf pelatih Koln Atletik.
Babak pertama berakhir dengan kedudukan 0-0 tanpa gol, setelah Dessau United menumpuk banyak pemain bertahan di dalam formasi mereka.
Di babak kedua, Thomas Sobek menggantikan Lindbergh yang lebih kuat dalam bertahan dengan Kevin Kroos yang memiliki kemampuan menyerang yang lebih baik untuk meningkatkan serangan Koln Atletik.
“Kami membuat kesalahan dalam pertandingan ini, meskipun kemampuan Desaau United sangat menyedihkan dalam bertahan tapi mereka dengan berani menumpuk hampir seluruh pemain mereka di kotak penalti yang membuat kita tidak bisa mendapatkan ruang untuk menyerang.” Danny Hooks berkata pada Thomas Sobek.
“Aku tahu, Danny.” Thomas Sobek mengangguk, lalu mulai memikirkan solusi terbaik untuk situasinya. “Mungkin lebih baik untuk mencari solusi lewat samping dengan umpan lambung untuk memanfaatkan tinggi badan dan tubuh Dario dengan lebih baik.” Pikirnya.
“Danny, panggil Edward kita akan melakukan pergantian pemain.” Thomas Sobek memutuskan untuk memasukan pemain sayap lain, Edward.
Thomas Sobek berniat untuk menggantikan gelandang serang tim, Henrik dengan pemain sayap, Edward guna meningkatkan kecepatan di sisi sayap. Sementara itu, Buhari yang digeser ke tengah juga bisa mengambil bola rebound di luar kotak penalti untuk membuat peluang gol lain.
Perggantian yang dilakukan Thomas Sobek berjalan dengan baik karena setelah itu serangan Koln Atletik menjadi lebih mengancam dari sebelumnya. Tapi dia juga menemukan masalah lain dalam timnya, yaitu kemampuan para pemain untuk mengkonversi peluang menjadi gol sangat kecil.
“Aku mulai merindukan Ray sekarang.” Thomas Sobek menghela nafas rendah saat melihat timnya.
“Yah, anak itu memang memiliki kemampuan yang hebat untuk mencetak gol. Dia seorang terminator sejati di garis depan.” Danny Hooks memuji Raynaldi dalam komentarnya.
Pada akhirnya di menit ke-91, Dario Robert berhasil menanduk sepak pojok dari Buhari untuk membawa kemenangan untuk Koln Atletik.
Setelah gol tercipta akhirnya Thomas Sobek dan staf pelatih lainnya bisa melepas nafas lega. “Kami beruntung menyimpan 3 poin ini.” Gumam Thomas Sobek.
__ADS_1