
Setelah kembali ke hotel, Adinda segera memilah berita Raynaldi, dan kemudian menerbitkan laporan, yang menyebabkan kehebohan di kalangan reporter dalam negeri.
Kurniawan yang menjadi pemain terakhir yang datang ke Eropa untuk bermain telah kembali ke Indonesia 7 tahun yang lalu. Setelah itu, PSSI juga telah mencoba mengirim banyak anak muda untuk melakukan uji coba di klub Eropa tapi belum ada hasil yang muncul. Sekarang tiba-tiba ada seorang penyerang muda yang berusia 17 tahun menjadi pemain terbaik dalam 4 pertandingan berturut-turut yang menggemparkan seluruh negeri.
Selain itu, Raynaldi masih bermain di tim utama dan menjadi pemian inti dalam tim. Kurniawan yang terakhir bermain untuk tim Serie B Italia, SS Genoa hanya bisa menjadi pemain rotasi.
Meskipun para penggemar tidak terlalu memperhatikan para pemain di liga kedua Jerman ini. Namun sekarang media ini tidak sama lagi. Karena dalam benak mereka muncul pertanyaan. “Berapa banyak pemain seperti itu yang muncul dalam sejarah Indonesia dengan penampilan ini?”
Saat ini, banyak media telah menargetkan Koln Atletik untuk pertandingan selanjutnya, Koln Atletik akan bermain melawan Armina Oldenburg di kandang. Dan laga ini adalah sorotan di liga 2.Bundesliga, mengingat Armina Oldenburg yang memimpin klasemen mengalami 2 kekalahan dari 3 pertandingan terakhir dan sekarang hnaya terpaut 1 poin dari peringkat kedua, Chemnitz dan peringkat ketiga 1.Mainz yang memiliki poin sama.
Armina Oldenburg bisa dibilang beruntung karena pada pertandingan sebelumnya, 1.Mainz vs Chemnitz berakhir imbang 2-2. Meskipun mereka kalah, tapi tim mereka masih memimpin klasemen 2.Bundesliga dengan 45 poin, diikuti oleh Chemnitz dan 1.Mainz dengan 44 poin, Dresden 09 dengan 42 poin, Wiesbaden dengan 39 poin, dan Koln Atletik di peringkat 6 dengan 37 poin.
Armina Oldenburg merupakan tim yang baru saja terdegradasi dari Bundesliga musim lalu dan berniat kembali ke Bundesliga pada musim ini. Namun dipertengahan musim mereka kehilangan kapten mereka, Jeffrey Sigoodrson yang mengalami cedera robek ligament yang membuatnya harus absen sampai akhir musim.
Hasilnya tanpa sang kapten, Jeffrey Sigoodrson, kemampuan Armina Oldenburg untuk mengontrol permainan menurun drastis yang menyebakan mereka mengalami hasil 1 menang, 1 seri, dan 2 kekalahan dalam 4 pertandingan.
Meski kemampuan Armina Oldenburg terpengaruh dengan kehilangan kapten mereka, namun tim ini masih memiliki kekuatan yang luar biasa bagi kebanyakan tim 2.Bundesliga dan tidak bisa dipandang remeh.
__ADS_1
Media olahraga Indonesia sangat tertarik dengan permainan ini. Mereka juga punya banyak waktu untuk mempersiapkan pertandingan ini. Putaran ke-23 Liga 2.Bundesliga dijadwalkan pada 16 Februari, dan akan memakan waktu setengah bulan.
Pada minggu ini babak play-off fase grup kualifikasi Piala Dunia 2010 untuk zona AFC akan dimulai. Selain itu untuk negara Eropa akan bersiap untuk menghadapi Piala Eropa 2008 yang akan diadakan di Austria dan Swiss.
Malam hari setelah pertandingan, Raynaldi bertemu dengan agennya, Joko Sasongko dan seorang pria akhir 20-an yang mengenakan jas formal. “Perkenalkan, Ray. Ini adalah pelatih Tim Nasional Indonesia, Frans Kaihatu.”
Raynaldi sebenarnya hampir tidak memperhatikan berita tentang tim nasionalnya sendiri. Karena baginya sekarang yang terpenting adalah bertambah kuat baik secara teknis maupun pengalaman bermain di Eropa. Bagaimanapun kemampuan seseorang hanya akan dihargai setelah mereka mencapai sesuatu.
Jadi Raynaldi sebenarnya tidak terlalu bersemangat saat bertemu pelatih tim nasionalnya. “Jadi ada apa Kak Sas?” Raynaldi berbalik bertanya pada Joko Sasongko.
“Biarkan Frans berbicara sendiri.” Joko Sasongko meminta Frans Kaihatu menjelaskan sendiri.
Raynaldi mengangguk setuju.
“Jujur saja, saya terkejut dengan penampilan anda sebelumnya. Meskipun masih jauh dari standar pemain top Eropa tapi dengan kemampuan mu sekarang untuk mendapatkan tempat di tim lima liga utama seharusnya baik-baik saja.” Frans membuka pembicaraan.
“Mungkin kau juga akan menjadi pemain pertama non-keturunan dari Indonesia yang bermain di lima liga utama Eropa. Jadi alasan ku kemari adalah untuk melihat seberapa baik kemampuan mu dan tingkat penampilan mu dalam kompetisi yang tinggi. Jujur saja, dengan kemampuan mu sekarang kau sudah menjadi salah satu penyerang terbaik di Indonesia, tapi untuk perkembangan mu di masa depan aku memutuskan hanya akan memanggil mu untuk pertandingan penting tim nasional saja.” Frans mengakhiri penjelasannya dan menatap Raynaldi menunggu jawaban.
__ADS_1
“Terimakasih sudah datang kemari, Pak Frans. Sebenarnya aku juga berniat menyampaikan hal yang sama kepada mu. Aku ingin membela tim nasional tapi dengan kondisi ku sekarang aku harap akan mendapatkan lebih banyak kelonggaran untuk tidak mengikuti pertandingan persahabatan yang tidak terlalu penting.”
“Karena bolak-balik dari Jerman ke Indonesia akan memakan waktu 20 Jam perjalanan untuk sekali jalan, dan juga aku masih dalam fase pertumbuhan maksimal mengingat usia perkembangan fisik rata-rata orang asia akan meningkat pesat pada usia 14-18 tahun. Dan sekarang aku masih berusaha mendapatkan kondisi fisik yang paling sesuai untuk menjadi pemain professional dengan bantuan pelatihan yang teratur, jika terlalu banyak berpergian antar benua juga akan sedikit banyak berpengaruh pada pelatihan saya.” Raynaldi cukup senang dengan penjelasan Frans jadi dia dengan berani mengutarakan pemikirannya.
“Yah, aku juga setuju dengan pemikiran mu itu.” Frans mengangguk setuju dengan perkataan Raynaldi.
“Terimakasih atas perhatiannya, Pak Frans.” Raynaldi mengangguk berterimakasih.
“Namun, aku berharap kau bisa bermain di babak Play-off fase grup kualifikasi Piala Dunia akan berlangsung dalam 3 hari. Dan kita akan langsung terbang ke Ashgabat, Turkmenistan dari frankurt besok.” Frans langsung mengungkapan niatnya yang sebenarnya pada Raynaldi.
“Oke.” Raynaldi langsung setuju dengan ajakan Frans, bagaimanapun Play-off fase grup kualifikasi Piala Dunia masih pertandingan yang sangat penting.
Indonesia yang berada di peringkat 115 FIFA juga berada di peringkat yang kurang menguntungkan diantara anggota AFC. Dari total 47 negara yang menjadi anggota AFC, Indonesia berada di peringkat 34 dari total 47 negara yang membuatnya harus melalui babak Play-off untuk masuk babak 40 besar kualifikasi Piala Dunia zona Asia.
Total akan ada 14 negara anggota AFC yang harus menjalani babak Play-off sebelum bisa bergabung dalam kelompok 40 besar untuk kualifikasi Piala Dunia yang sebenarnya. Karena dari total 14 negara tersebut akan dihilangkan setengahnya untuk membentuk 40 besar bersama dengan 33 negara anggota AFC lainnya.
Raynaldi juga mengetahui beberapa hal tentang Tim Nasional Indonesia yang sekarang. Setelah mengalami era generasi emas pada tahun 90-an, Indonesia mengalami kekurangan pemain berbakat yang besar sampai-sampai selama hampir 20 tahun hanya bisa mengandalkan pemain yang hampir sama.
__ADS_1
Kemunculan Aji Pamungkas, Firman Huda, Arnova Eka Yulio, dan Kurnia Cahya pada tahun sebelumnya membuat peremajaan kelompok tim nasional menjadi lebih muda. Namun tetap saja, sebagian besar pemain yang muncul di Tim Nasional Indonesia masih pemain lama era 90-an. Bahkan sang kapten, Kurniawan masih harus bermain untuk menjaga moral pemain Tim Nasional Indonesia.
Sekarang, Frans mencoba memperkenalkan beberapa pemain muda untuk mempercepat peremajaan Tim Nasional Indonesia. Kemunculan Rangga Saktiaga pada Piala Asia 2007 juga merupakan sarannya saat masih menjadi Asisten Pelatih Tim Nasional Indonesia.