Football : King Of Penalty Area

Football : King Of Penalty Area
Ch. 50 - Indonesia VS Turkmenistan


__ADS_3

“GOOOOOOAAAL” teriakan samar tedengar dari sisi selatan stadion.


Raynaldi baru saja mematahkan gawang Turkmenistan saat pertandingan baru berjalan 5 menit. Dia menerima umpan panjang Rangga dan dengan cekatan menipu bek lawan, lalu menendang bola ke sudut atas gawang. Gerakannya sangat sederhana tidak ada yang mewah dan membuat gol miliknya terlihat ‘biasa’.


Setelah bergabung dalam pelatihan selama 2 hari, Raynaldi dengan cepat beradaptasi dengan taktik tim. Hal yang membuatnya lebih cepat terintegrasi adalah adanya Rangga sebagai gelandang dan pengatur serangan tim. Raynaldi sudah akrab dengannya karena mereka pernah bermain bersama di SMA.


Pertandingan dilanjutkan dengan kick-off dari Turkmenistan, mereka mencoba menekan Indonesia untuk mendapatkan gol segera. Tertinggal saat pertandingan belum genap 5 menit membuat para pemain Turkmenistan menyerang dengan terburu-buru.


Akibatnya pada menit ke-13, dengan cara yang hampir sama. Rangga mengirim umpan panjang ke sisi lapangan Turkmenistan yang hampir kosong. Raynaldi berhasil menanggapi dengan cepat dan kembali mematahkan gawang Turkmenistan untuk mengubah skor menajdi 0-2.


Pertandinga kembali tenang saat gol kedua tercipta, Tim Nasional Indonesia ingin memperlambat tempo permainan untuk menghemat tenaga dan menjaga keunggulan skor. Sementara disisi Turkmenistan juga memperlambat tempo untuk kembali mengatur pertahanan mereka.


Pada menit ke-31, tembakan jauh gelandang serang Turkmenistan membentur bagian dalam tiang gawang dan mengubah skor menjadi 1-2. Setelah mencetak gol mereka tidak merayakan dan langsung membawa bola kembali ke titik tengah lapangan.


Indonesia kembali mengambil inisiatif menyerang, sampai menit ke-38 saat Firman mengirim bola secara diagonal ke kiri untuk menemukan Kurnia Cahya. Setelah mendapatkan bola, Kurnia melewati bek kanan Turkmenistan dan berniat menerobos ke kotak penalti.


Bek tengah Turkemnistan berniat mendorong Kurnia ke sudut kecil dan menghabiskan ruang geraknya. Namun, Kurnia berhasil mengirim umpan silang ke dalam kotak penalti. Raynaldi berniat menanggapi umpan, tapi dia melihat bek tengah lainnya mengikutinya jadi dia mengecoh bek dan melepaskan bola.


Aji yang mengikuti Raynaldi dari samping berada di posisi yang tidak terjaga dan langsung menyambar bola. Kiper dan bek tengah Turkmenistan yang sudah tertipu oleh gerakan Raynaldi tidak bisa menanggapi dan hanya membiarkan gawang mereka kembali kebobolan. Skor kembali berubah menjadi 1-3.


“Ray, aku hampir melewatkan itu.” Aji menarik Raynaldi untuk merayakan golnya.

__ADS_1


“Bukankah kau juga penyerang? Kau harus selalu siap untuk bola seperti itu.” Raynaldi menanggapi perkataan Aji dengan tawa.


Pertandingan kembali berlanjut dengan serangan dari Turkmenistan, namun bola berhasil dipatahkan Firman Huda. Setelah merebut bola, Firman langsung membuat umpan diagonal panjang di sisi kanan Indonesia. Arnova menanggapi umpan Firman dan memanfaatkan kecepatannya untuk menerobos sisi kiri pertahan Turkmenistan.


Disaat yang sama, Raynaldi menanggapi dari tengah lapangan dan meninggalkan penjagaan bek tengah Turkmenistan. Arnova melihat Raynaldi bebas langsung memberikan umpan terobosan ke dalam kotak penalti. Kiper Turkmenistan mencoba menghadang serangan Raynaldi dengan maju dan menutup sudut tembakannya.


Raynaldi yang melihat Kiper Turkmenistan mulai maju untuk menutup sudut tembaknya dengan tenang mendorong bola diantara dua kakinya yang terbuka lebar. Raynaldi berlari melewati kiper Turkmenistan dan mendorong bola ke gawang kosong merubah skor menjadi 1-4 sebelum babak pertama berakhir.


Saat gol terjadi waktu sudah menunjukan menit ke-47 dan waktu tambahan babak pertama sudah berakhir. Jadi setelah wasit meniup peluit tanda gol sah dia juga meniup peluit panjang tanda akhir pertandingan.


. . . . .


Ruang ganti tamu, Turkmen National Stadion.


“Setelah apa yang terjadi di babak pertama, saya yakin tim Turkmenistan akan lebih mengandalkan kekuatan fisik mereka untuk melawan kita. Babak kedua akan menjadi pertandingan penuh konfrontasi dan pelanggaran, juga karena ini adalah kandang lawan, wasit mungkin akan lebih lunak pada mereka tanpa dia sadari.” Frans mulai menjelaskan apa yang mungkin terjadi pada babak kedua.


“Jadi yang perlu kita lakukan di babak kedua bukan menyerang! Tapi kita akan bermain serangan balik cepat, yang perlu kita lakukan adalah memanfaatkan kecepatan kedua sayap kita dan mengirim umpan panjang langsung ke daerah lawan sama seperti kedua gol terakhir kita di babak pertama dan melepaskan penguasaan bola pada mereka.” Frans sudah pernah melatih banyak tim mulai dari semi-profesional sampai professional jadi dia sangat paham gaya bermain tim kecil.


Turkemistan sendiri juga tim kecil dalam dunia sepak bola internasional, setidaknya jika anda membandingkannya dengan Indonesia yang sekarang mereka memang tim kecil. Jadi daripada memaksa tim kecil untuk menjadi gila dengan terus menyerang mereka, serangan balik cepat justru lebih efektif dan bisa memastikan pemain lebih aman dari cedera yang mungkin terjadi akibat kofrontasi di lapangan.


“Babak kedua ini kita akan bertahan sepenuhnya dan mengandalkan serangan balik cepat.” Frans memerintahkan para pemainnya.

__ADS_1


. . . . .


Babak kedua pertandingan dimulai dengan kick-off dari Turkmenistan. Tertinggal 3 gol di babak pertama membuat mereka menyerang dengan agresif di awal babak kedua. Mereka berniat mengurangi selisih gol sebanyak mungkin.


Serangan Turkmenistan lebih langsung dan kasar mereka menggunakan kelebihan mereka dalam kekuatan dan konfrontasi fisik untuk mendorong pertahanan Indonesia.


Pada menit ke-50, pemain sayap Turkmenistan mengirim umpan silang dari samping. Penyerang tengah Turkmenistan berhasil menanggapi umpan dengan sundulan, sayang arah sundulannya terlalu tinggi dan berada diluar bingkai gawang.


Turkmenistan terus menyerang Indonesia, namun tidak berhasil merobek garis pertahanan Indonesia. Sementara itu, hampir semua pemain Indonesia berada di setengah lapangan mereka sendiri. Raynaldi sendiri selalu berada di garis tengah lapangan untuk bersiap melakukan serangan balik.


Pada menit ke-55, Firman Huda berhasil merebut bola dari gelandang Turkmenistan dan mengirimkan umpan panjang ke sisi lain lapangan. Raynaldi yang berada di tengah lapangan langsung bergegas ke sisi lain lapangan untuk menerima umpan Firman.


Raynaldi yang langsung berhadapan dengan Kiper Turkmenistan dengan mudah mengecohnya dan memasukan bola ke gawang untuk mengubaj skor menjadi 1-5. Ini adalah gol ke-4 Raynaldi dalam pertandingan ini.


Setelah gol Raynaldi, Frans memutuskan untuk menarik Aji Pamungkas dan menggantikannya dengan Kurniawan. “Ray, kau akan menjadi penyerang tunggal. Kita akan bermain serangan balik seperti sebelumnya, tapi ingat tahan energi mu... Jika posisi umpan kurang baik tidak perlu dikejar.” Kurniawan memberitahu Raynaldi arahan dari Frans.


“Baik.” Raynaldi mengangguk setuju.


Setelah itu pertandingan berjalan sedikit membosankan, baik Tim Nasional Indonesia maupun Turkmenistan tidak berniat menyerang sama sekali.


Pada menit ke-90, Rangga berhasil merebut bola dan mengirim umpan lambung jauh ke depan. Raynaldi menanggapi dengan baik dan meninggalkan dua bek tengah Turkmenistan jauh di belakangnya. Setelah mendapatkan bola, dia dengan mudah menendang bola ke sudut jauh dan mencetak gol kelimanya dalam pertandingan.

__ADS_1


Skor berubah Turkmenistan 1 - 6 Indonesia.


__ADS_2