Football : King Of Penalty Area

Football : King Of Penalty Area
Ch. 67 - Istirahat (2)


__ADS_3

Lagu kedua nerjudul “Ini Saya!” yang sebenarnya mirip dengan lagu “Siapa Bilang?” tapi juga berbeda. Jika lagu “Siapa Bilang?” mencoba meyakinkan bahwa semua wanita adalah kecantikan tersendiri, maka lagu “Ini Saya!” menekankan para gadis untuk lebih berani untuk tampil apa adanya dan tidak malu dengan kekurangan mereka. Lagu ini tidak memiliki chorus yang jelas tapi liriknya menceritakan maksud lagu dengan jelas.


~Saya tidak asing dengan kegelapan~


~Sembunyikan, kata mereka~


~Karena kami tidak ingin bagianmu yang rusak~


~Saya telah belajar untuk tidak malu dengan semua bekas luka saya~


~Lari, kata mereka~


~Tidak ada yang akan mencintaimu apa adanya~


~Tapi aku tidak akan membiarkan mereka menghancurkanku menjadi debu~


~Aku tahu ada tempat untuk kita~


~Karena kita mulia~


\~\~\~


~Saya berani, saya memar~


~Aku adalah aku yang seharusnya, inilah aku~


~Saya berbaris mengikuti irama yang saya mainkan~


~Aku tidak takut terlihat~


~Saya tidak meminta maaf, ini saya~


Lagu ketiga, berjudul “Pendakian” ini lagu yang berbeda dengan dua sebelumnya. Karena lagu ini tidak membahas apa pun tentang fisik maupun kepercayaan diri dari tubuh. Namun, lagi ini mengangkat tema tentang perjuangan seseorang untuk menggapai impian mereka dan usaha serta kerja keras yang mereka perlukan.


Setelah membaca lagu ketiga, Anna memberikan saran baru pada Raynaldi. “Ray, bagaimana jika lagu “Pendakian” ini dinyanyikan kalian berdua? Menurut ku akan lebih baik jika lagu ini dibuat dengan duet antara kau dan Leona.”


“Bagaimana kita akan membaginya?” Tanya Leona.


“Kau bisa menyanyikan Verse 1 sampai Chorus 1, yaitu bagian ini...” Anna menunjukan bagian Leona.


~Aku hampir bisa melihatnya~


~Mimpi itu aku sedang bermimpi~


~Tapi, ada suara di dalam kepalaku yang berkata~


~Anda tidak akan pernah mencapainya~


~Setiap langkah yang saya ambil~


~Setiap gerakan yang saya lakukan terasa~


~Hilang tanpa arah~


~Imanku goyah~

__ADS_1


~Tapi aku, aku harus terus berusaha~


~Harus menjaga kepalaku tetap tinggi~


~Akan selalu ada gunung lain~


~Aku selalu ingin membuatnya bergerak~


~Akan selalu menjadi perjuangan yang berat~


~Terkadang aku harus kalah~


~Bukan tentang seberapa cepat aku sampai di sana~


~Bukan tentang apa yang menunggu di sisi lain~


~Ini pendakiannya~


“Lalu, Ray bisa menyanyikan bagian Verse 2 sampai Chorus 2, yaitu bagian ini...” Lanjut Anna.


~Perjuangan yang kuhadapi~


~Peluang yang saya ambil~


~Terkadang mungkin menjatuhkanku, tapi~


~Tidak, saya tidak melanggar~


~Saya mungkin tidak mengetahuinya~


~Aku akan paling ingat, ya~


~Hanya harus terus berjalan~


~Dan aku, aku harus kuat~


~Teruslah mendorong, karena~


~Akan selalu ada gunung lain~


~Aku selalu ingin membuatnya bergerak~


~Akan selalu menjadi perjuangan yang berat~


~Terkadang aku harus kalah~


~Bukan tentang seberapa cepat aku sampai di sana~


~Bukan tentang apa yang menunggu di sisi lain~


~Ini pendakiannya~


“Terakhir, bagian Chorus 3 dan Coda pada lagu ini bisa kalian nyanyikan bersama...” Anna menunjukan pada bagian terakhir lagu.


~Akan selalu ada gunung lain~

__ADS_1


~Aku selalu ingin membuatnya bergerak~


~Akan selalu menjadi perjuangan yang berat~


~Terkadang kamu harus kalah~


~Bukan tentang seberapa cepat aku sampai di sana~


~Bukan tentang apa yang menunggu di sisi lain~


~Ini pendakiannya~


\~\~\~


~Terus bergerak, terus mendaki~


~Jaga iman, sayang~


~Ini semua tentang, ini semua tentang pendakian~


~Jaga imanmu, jaga imanmu~


“Bagaimana menurut kalian berdua? Jika ada sesuatu yang ingin kalian tambahkan, kalian bisa mengatakannya pada ku.” Anna menutup penjelasannya sambil melihat ekspresi Raynaldi dan Leona.


“Yah, aku tidak masalah dengan pengaturan ini.” Leona langsung setuju dengan saran Anna.


“Kalau Kak Leona tidak masalah, aku juga setuju dengan pengaturan yang dibuat Anna.” Setelah melihat Leona tidak keberatan, Raynaldi juga langsung mengangguk setuju.


“Oke, dengan begini ketiga lagu ini sudah beres. Tapi Ray, kau yakin akan menyanyikan lagu ini? Menurut ku lagu “Menghitung bintang” ini tidak sesuai dengan anak seumuran mu.” Anna yang membaca keseluruhan lagu “Menghitung bintang” bisa melihat bahwa lagu ini lebih cocok untuk pria yang sudah melewati banyak masalah.


Raynaldi yang masih berumur 17 tahun seharusnya tidak mengalami banyak masalah bukan? Jadi jika lagu semacam ini dinyanyikan oleh seorang remaja akan menimbulkan gambar yang kurang cocok menurut Anna.


“Apa yang kau khawatirkan Anna? Meskipun aku masih kecil, tapi aku sering bertemu dengan klien ibu ku. Jadi terkadang secara tidak langsung aku juga mengetahui banyak masalah yang ada di kehidupan sosial termasuk uang.” Raynaldi berkata dengan santai.


“Oh, aku lupa ibu mu seorang psikolog ternama di Indonesia.” Anna teringat kalau Leona pernah berkata bahwa ibu Raynaldi adalah seorang psikolog yang sering mendapatkan permintaan konsultasi dari berbagai perusahaan di Indonesia saat mereka melakukan interview untuk karyawan baru atau kenaikan jabatan di instansi mereka.


“Ibu ku sering memberikan konsultasi mental dan psikologi tentang berbagai masalah, beberapa pasien akan datang ke rumah untuk berkonsultasi padanya. Jadi aku juga mendengar tentang beberapa hal, tapi masalah yang paling sering aku dengar adalah tentang ekonomi dan uang.” Jelas Raynaldi dengan suara datar.


“Kemarin saat Leona meminta ku untuk membuat lagu, aku memutuskan untuk membuat lagu yang berhubungan dengan motivasi dan psikologi yang sudah sering aku dengar dari ibu ku. Jadi saat aku memikirkan lagu untuk ku mainkan, aku memilih membuat lagu ini, “Menghitung Bintang” untuk mengingatkan mereka kalau hidup bukan tentang seberapa banyak uang yang kita dapat, tetapi tentang bagaimana kita menikmatinya.” Raynaldi menutup penjelasannya.


Anna yang mendengarkan penjelasan Raynaldi hanya bisa mengangguk setuju. Bagaimana pun sebagai seorang dosen di Universitas ternama dia juga tahu bahwa terkadang pertumbuhan seseorang sangat terpengaruhi oleh lingkungan di sekitarnya. Jadi terkadang ada juga orang seperti Raynaldi dengan mental yang tumbuh dewasa lebih cepat dari teman sebayanya.


“Yah, aku tidak akan bertanya lebih jauh... Sekarang kita bisa mulai merekam keempat lagu ini, sesuai dengan pengaturan yang sebelumnya...” Anna langsung mengalihkan topik ke tempat pertama.


“Ngomong-ngomong siapa yang akan memainkan iringan musiknya?” Saat Anna mengatakan mulai merekam dia mengingat bahwa kemarin Leona tidak mengatakan apa pun tentang pengiring musik hari ini.


Saat Anna dan Leona mendengarkan pertanyaan Raynladi, wajah mereka sedikit berkedut tidak wajar. Sementara itu, Leona langsung memalingkan wajahnya yang membuat Raynaldi muali menebak-nebak beberapa hal.


“Jangan bilang kalian akan meminta ku memainkan gitar dan bas lagi? Kalian benar-benar berniat membuat ku bekerja sampai mati.” Awalnya Raynaldi berpikir bahwa perekaman lagu hari ini akan berjalan lebih mudah dan cepat.


Tapi akan menjadi hal yang berbeda jika Raynaldi juga perlu merekam musik iringan. Pantas saja Leona tidak membahas masalah musik iringan saat berbicara dengannya kemarin, dia memang sudah berniat membuatnya merekam musik iringan juga hari ini.


Raynaldi berniat untuk menolak permintaan tidak masuk akal mereka, tapi mengingat dia sudah berjanji untuk merekam lagu juga. Raynaldi tidak bisa mengingkari janjinya karena itu melanggar prinsip hidupnya, jadi pada akhirnya dia hanya bisa setuju dengan berat hati.


Dengan pengaturan dari Anna pada akhirnya Raynaldi dan Leona menyelesaikan rekaman musik mereka setelah lebih dari 12 jam di studio rekaman.

__ADS_1


__ADS_2