
Skor pertandingan berubah menjadi 2-2, bola kembali dikuasai FC Rostock setelah kick off.
FC Rostock mulai kembali menyerang setelah kehilangan bola, hasil pertandingan ini tidak terlalu mempengaruhi posisi mereka di klasemen jadi entah itu kalah, seri atau menang tidak terlalu berarti. Tapi jika masih ada kesempatan untuk menang dan menggagaglkan gelar juara Koln Atletik, maka musim ini akan lebih berarti.
Bagaimana pun, keajaiban Koln Atletik sudah menjadi fenomena yang luar biasa di 2.Bundesliga dan Jerman. Pembalikan dari posisi ke-10 di tengah musim dan menjadi juara di akhir musim adalah hal yang luar biasa. Jadi, FC Rostock juga memiliki keinginan untuk mencoba menghentikan laju keajaiban Koln Atletik musim ini.
Tapi rencana dan hasil sangat berbeda, karena mengirim terlalu banyak tenaga untuk menyerang. Barisan belakang FC Rostock mulai mengendur dan ceroboh.
Pada menit ke-74, Raynaldi memanfaatkan celah di lini belakang FC Rostock untuk menyambut umpan terobosan Kevin Kroos.
Setelah melewati barisan belakang FC Rostock, Raynaldi yang berhadapan satu lawan satu dengan kiper lawan dengan mudah mengirim bola ke gawang dan merubah skor kembali menjadi 3-2.
“Kevin! Bola terobosan! Ray! Berhasil lolos dari jebakan offside! Sendirian menghadapi kiper! Tembak! GOOOOOOOL!!!” Andrei yang mengomentari bak kereta ekspress. Kali ini dia benar-benar bersemangat, jika gol sebelumnya menstabilkan gelar juara, maka gol ini hampir mengamankan gelar juara Koln Atletik.
Raynaldi yang ingin merayakan gol-nya sudah dipeluk dan dijatuhkan oleh rekan satu timnya. Gol keduanya telah mengangkat beban seluruh tim, sekarang gelar juara sudah semakin dekat. Meski ini hanya gelar juara liga kedua jerman, tetapi masih merupakan sebuah trofi yang berarti.
“Ray! Gol yang hebat!” Buhari yang bersemangat menepuk punggung Raynaldi.
“Ray, tembakan yang hebat!” Kata Kevin penuh semangat.
“Haha, ini baik-baik saja.” Raynaldi tersenyum kecil.
Pertandingan sudah memasuki menit ke-75 saat FC Rostock kembali melakukan kick-off. Kali ini Raynaldi benar-benar merasakan berkah dari [Last Time Recovery], karena semua kelelahan dan perasaan sesak sebelumnya menghilang seketika.
“Skill ini benar-benar bug jika diberikan pada pemain dengan karakteristik teknis yang kuat, jika dikehidupan ku sebelumnya, CR7 dan Leo Messi memilikinya mungkin dunia sepakbola sudah dibalik oleh mereka berdua dalam beberapa dekade lagi.” Raynaldi menghela nafas panjang dan menenangkan dirinya.
Raynaldi yang kembali mendapatkan energinya terus berlari tanpa henti di lapangan depan dan menganggu pertahanan FC Rostock. Para penjaga lawan tidak bisa melepaskan pandangan mereka dari Raynaldi yang merupakan pencetak gol terbanyak Koln Atletik dan 2.Bundesliga.
Tak peduli bagaimana Raynaldi berlari selalu ada satu atau dua orang yang mengikutinya. Bagaimana pun nama Raynaldi sudah sangat terkenal di 2.Bundesliga, orang ini hampir tidak pernah memegang bola tetapi sekali dia membawa bola kami sudah tertinggal.
Para pelatih di 2.Bundesliga secara mufakat setuju bahwa mereka harus menempatkan penjaga khusus untuk Raynaldi. Tapi bahkan jika mereka ingin merencanakan sesuatu tidak akan semudah itu dalam kenyataannya, karena manusia cenderung melakukan kesalahan saat kelelahan.
Pada menit ke-90, Kevin Kross mengirim umpan lambung ke sisi lain lapangan. Raynaldi yang berhasil menerima bola langsung terkepung oleh tiga pemain FC Rostock. Dalam waktu singkat Raynaldi yang berada pada jarak 30 meter dari gawang tidak mungkin mengambil tembakan panjang di tengah pengepungan.
Deschamp yang terbebas dari penjagaan para pemain bertahan lawan, berlari menuju kotak penalti secara langsung. Raynaldi yang dikelilingi pemain lawan masih bisa melihat pergerakan Deschamp, dia dengan ringan menarik bola ke kaki kanannya. Membuka celah diantara pemain yang menjaganya dan mengirim umpan terobosan ke tempat Deschamp berlari.
Deschamp yang mendapatkan bola dengan mudah mengecoh kiper lawan dan memasukan bola ke gawang kosong. Mengubah skor menjadi 4-2 dan memastikan kememangan Koln Atletik dan gelar 2.Bundesliga.
__ADS_1
“Kevin! Umpan lambung! Ray! Dia terjebak diantara tiga pemain lawan! Umpan indah! Deschamp mengecoh kiper! Tembak! GOOOOOOOL!!!” Andrei yang mengomentari dengan penuh semangat menggebrak meja miliknya, kali ini gelar juara Koln Atletik benar-benar terjamin bahkan jika ada keajaiban mereka juga perlu dewa untuk datang dan mengubahnya.
Pertandingan kembali dilanjutkan dan memasuki perpanjangan waktu, tetapi baik Koln Atletik dan FC Rostock sudah tidak berniat bermain lagi. Koln Atletik sudah memastikan kejuaraan mereka dan hanya memasang bus. Sementara FC Rostock yang kalah juga tidak memiliki hal yang harus mereka kejar.
“Biip! Biip! Biiiiip!!!” 4 menit perpanjangan waktu berakhir begitu saja.
Sontak setelah peluit panjang wasit berbunyi, suasana Koln City Stadion langsung berubah semarak dan penuh teriakan gembira para penggemar. Sejak Piala Dunia 2006 yang diadakan di Jerman suasana sepak bola di Jerman sangat semarak dan bagi penduduk Kota Koln yang juga merupakan venue Piala Dunia, promosi Koln Atletik adalah apa yang paling mereka tunggu.
Sebelumnya saat FC Koln dinyatakan bangkrut, aura sepak bola di kota ini mulai memudar. Tetapi perkembangan Koln Atletik membawa suasana sepak bola baru bagi Kota Koln.
Thomas Sobek dan Danny Hooks sudah berpelukan di pinggir lapangan karena penuh kegembiraan. Sejak awal musim dengan target peringkat 3 besar untuk promosi, lalu pertengahan musim hanya mencapai peringkat ke-10 di liga, hingga memenangkan kejuaraan di akhir musim.
Musim Koln Atletik kali ini penuh warna dan drama. Bahkan jika menyebar mungkin orang-orang akan mengatakan bahwa ini adalah film baru untuk promosi sepak bola. Bagaimana pun cerita Koln Atletik di musim 2007-2008 terlalu memikat.
Disaat yang sama, Raynaldi yang bergabung dengan tim di pertengahan musim juga menunjukan penampilan magis di musim pertamanya. Dengan total 30 gol dan 10 assist dalam 18 pertandingan menjadi catatan gemilang musim pertamanya, bahkan jika ini hanya 2.Bundesliga tidak ada yang akan meremehkannya.
Raynaldi yang berhasil memisahkan diri dari rekan satu timnya, menatap panel sistem di depannya.
~ ~ ~ * ~ ~ ~
Misi “Buatlah keajaiban” (Selesai)
Hadiah : 2 Poin Statistik.
Sub Misi 2 : Bawa Koln Atletik untuk promosi ke Bundesliga. (Selesai)
Hadiah : 1000 Poin Sistem
Sub Misi 3 : Bawa Koln Atletik menjuarai 2.Bundesliga. (Selesai)
Hadiah : 2000 Poin Sistem
~ ~ ~ * ~ ~ ~
Setelah memikirkannya sebentar, Raynaldi memutuskan untuk menambahkan dua poin statistic ke dalam Shooting dan Off The Ball, sehingga kedua kemampuannya ini menjadi angka penuh 20. Dengan ini, Raynaldi memiliki dua ketrampilan yang setara dengan pemain terbaik di dunia.
~ ~ ~ * ~ ~ ~
__ADS_1
Nama : Raynaldi Indrasta (17)
Kewarganegaraan : Indonesia
Vision/Aerial : 18
Dribbling : 15
Passing : 14
Shooting : 20
Ball Control : 15
Off The Ball : 20
Header : 15
Jump : 14
Speed : 16
Acceleration : 15
Body Balance : 16
Strength : 14
Stamina : 16
Adaptation : 18
Mental : 18
~ ~ ~ * ~ ~ ~
[Mall Sistem]
__ADS_1
Poin Sistem : 3800
~ ~ ~ * ~ ~ ~