
Seminggu kemudian, Koln Atletik kembali ke home court untuk mengantarkan pertempuran terakhir. Lawannya adalah FC Rostock yang berada di peringkat ke-11. Pada tahap liga ini, hanya dapat dikatakan bahwa situasi keseluruhan liga sudah jelas.
Koln City Stadion, ruang ganti tim kandang.
“Kalian semua dengarkan, baru saja aku mendapatkan informasi tentang hasil pertandingan lainnya. Putaran terakhir liga, Leipzig Sport melawan 1.Mainz dimenangkan oleh Leipzig Sport dengan skor 1-0, dengan gol yang dicetak Nkufu. Jadi sekarang situasi klasemen sementara adalah Leipzig Sport (80 poin), Koln Atletik (80 poin), dan 1.Mainz (77 poin). Kita kalah selisih gol dengan Leipzig Sport jadi kami hanya bisa berada di posisi kedua.” Thomas Sobek menjelaskan situasi liga sementara.
“Target kita diawal musim adalah promosi dan sekarang kita sudah mencapainya. Tapi! Apakah kalian puas dengan hasil ini? Kami hanya selangkah dari kejuaraan! Bahkan jika itu hanya kejuaraan liga kedua Jerman itu masih akan menjadi catatan yang baik dalam karir kalian. Bagaimana pun promosi sebagai juara dan tidak, adalah hal yang jauh berbeda.” Lanjut Thomas Sobek.
“Jadi, dalam pertandingan ini kami akan mengambil inisiatif menyerang! Kita harus memenangkan pertandingan ini dan mengambil kejuaraan!” Pungkas Thomas Sobek penuh semangat.
“Ya!!!” Sorak para pemain bersamaan.
. . . . .
Pertandingan dimulai pada jam 5:00 sore waktu Jerman dengan kick off dari Koln Atletik.
Kevin Kroos mulai mengatur serangan dari lini tengah. Sejak dia dipercaya untuk menggantikan Raynaldi yang cedera saat itu, Kevin Kroos mendapatkan lebih banyak kesempatan bermain dan semakin dipercaya oleh Thomas Sobek. Kemampuannya mengatur serangan dan ritme dalam organisasi sangat mengesakan tim pelatih. Jika bukan karena fisiknya yang belum cukup kuat, mungkin Van Buren sudah ditekan ke bangku cadangan sejak lama.
Kevin Kroos melihat sisi kiri lapangan memiliki ruang terbuka dan mengirim umpan lambung ke area itu. Raynaldi yang berada tak jauh dari sana menanggapi dan berhasil mengontrol bola dengan sempurna. Namun saat dia berniat berbalik, bek sayap lawan dengan tegas menjatuhkannya sebelum memasuki kotak penalti.
Raynaldi memenangkan tendangan bebas di empat menit pertama, tapi kali ini dia tidak mengambil penalti dan memberikannya kepada Buhari.
__ADS_1
Di luar dugaan, Buhari mencetak gol tendangan bebas langsung pertama musim ini. FC Rostock jelas belum memasuki kondisi permainan. Dikatakan bahwa mereka pernah mengalami kemacetan lalu lintas di Koln sebelumnya dan tidak melakukan pemanasan.
Di kota besar seperti Koln, meski tidak seserius Jakarta, kemacetan masih sangat sering terjadi, ini sebenarnya merupakan keuntungan home field. Hal ini juga adalah berkah bagi Koln Atletik yang sedang mengejar kemenangan untuk meraih gelar juara.
Namun yang tak terduga adalah FC Rostock yang kehilangan bola di menit pertama pertandingan muali bermain dengan keras dan menjadi semakin baik. Akhirnya sebelum babak pertama, FC Rostock secara mengejutkan mencetak 2 gol dan membalikan keadaan menjadi 1-2.
. . . . .
Thomas Sobek memasuki ruang ganti dengan wajah muram, kali ini dia hampir kehilangan kesabaran mengingat penampilan buruk para pemainnya.
“Apa yang kalian mainkan di babak pertama?!” Tanya Thomas Sobek muram.
Seluruh ruangan terdiam karena mereka tidak berani membuat marah pelatih kepala ini. Meskipun, biasanya Thomas Sobek cukup santai saat melatih tetapi dia juga orang yang bermulut tajam ketika mengomentari keburukan pemainnya.
“Ingat! Ini adalah kandang kami! Rumah kami! Ingatlah para fans yang terus mendukung kalian selama setahun penuh! Bahkan saat kami bermain buruk, mereka tetap datang untuk mendukung permainan kita! Apakah pertunjukan buruk ini yang ingin kalian tunjukan pada mereka? Kehilangan gelar juara di menit-menit terakhir?!” Kata Thomas Sobek dengan keras.
“Lupakan babak pertama kalian, dan bermainlah sekeras mungkin! Kami harus menyerang di babak kedua, ini satu-satunya cara kita berterimakasih pada para penggemar!” Pungkas Thomas Sobek.
Para pemain membahas secara serempak dan kemudian Danny Hooks mulai menjelaskan penempatan dan taktik pada babak kedua.
. . . . .
__ADS_1
Babak kedua permainan dimulai dengan kick off dari FC Rostock, sesuai dengan perkiraan Thomas Sobek dan Danny Hooks, FC Rostock yang telah memimpin satu gol memperlambat ritme permainan dan memperkuat pertahanan mereka.
Permainan berjalan lambat dan membosankan dalam 15 menit pertama pertandingan, karena FC Rostock berusaha untuk bertahan sambil menguasai bola melalui umpan pendek. Hampir sepanjang waktu bola berada di tengah lapangan.
Thomas Sobek yang melihat adegan ini akhirnya berteriak dan memberi arahan pada pemainnya untuk lebih menekan dan mencoba merebut bola dengan pressing ketat. “Hei, tekan mereka coba rebut bola dengan presing ketat, jangan biarkan mereka merasa nyaman saat mengontrol bola!”
Para pemain Koln Atletik yang mendapatkan arahan dari pelatih kepala mereka akhirnya muali berlari lebih banyak dan mengganggu penguasaan bola lawan dengan jumlah lari yang lebih besar.
Pada menit ke-67, Van Buren berhasil merebut bola setelah memanfaatkan kesalahan umpan gelandang FC Rostock. Dia mengirim bola ke Buhari yang sudah berlari ke sisi lapangan FC Rostock.
Buhari yang menerima bola mengamati rekan setimnya dan mulai mengatur serangan kembali. Mengontrol bola perlahan sambil menunggu rekan satu timnya menyusul untuk serangan balik. Dia melihat Deschamp yang berlari di sisi kanan lapangan dan mengirim umpan terobosan ke sayap.
Deschamp menggunakan kecepatannya untuk menguasai bola sepenuhnya dan menyisir seluruh sisi kanan lapangan. Dalam pikiran Deschamp dia tahu apa yang harus dia lakukan sekarang adalah menarik sebanyak mungkin perhatian pemain bertahan lawan, karena Koln Atletik memiliki terminator yang kuat di lini depan, apa yang perlu dia lakukan hanyalah menarik perhatian lebih banyak orang.
Sesuai dengan perkiraan Deschamp pertahanan FC Rostock mulai condong ke arahnya, Raynaldi yang melihat ruang kosong di tengah kotak penalti dengan tegas meninggalkan pemain yang menjaganya dan mengambil poin kosong.
Deschamp mengirim umpan silang ke tempat Raynaldi berlari setelah mengecok full back lawan.
Bola berguling ke tempat kosong, Raynaldi yang lolos dari penjagaan tanpa ampun menembak ke sudut kanan atas gawang yang tak tejangkau oleh kiper lawan.
“GOOOOL!!! RAY!!!” Andrei berteriak gembira saat Raynaldi mencetak gol yang ke-29 musim ini, bayangkan saja pemain yang baru memulai karirnya tetapi berhasil mencetak 29 gol dalam 18 pertandingan, bahkan jika itu hanya liga kedua jerman, hasil ini masih sangat luar biasa.
__ADS_1
Raynaldi langsung mengambil bola dari gawang tanpa berniat merayakan, ini adalah pertandingan terakhirnya di Koln Atletik. Dia tidak ingin pertandingan ini menghasilkan penyesalan, apa yang Raynaldi inginkan dalam pertandingan ini adalah kemenangan. Bahkan jika hasil imbang sudah cukup untuk gelar juara, dia masih ingin memberikan kemenangan terakhir musim ini untuk para penggemar.