Football : King Of Penalty Area

Football : King Of Penalty Area
Ch. 88 - Munich 1906 II (3)


__ADS_3

Raynaldi melompat dan berteriak keras saat memastikan gol tercetak. Tidak ada yang tahu betapa frustasinya dirinya kali ini karena penjagaan ketat Simmons dan anggota Munich 1906 II lainnya.


Saat bola berhasil diblokir oleh Simmons, Raynaldi merasa serangan itu berakhir. Tapi dengan visinya dia bisa melihat bola jatuh di depan Buhari yang menyusul dari belakang, jadi dia mengambil keputusan untuk masuk ke kotak penalti dan berharap mendapatkan bola rebound.


Seperti yang diharapkan Raynaldi, akhirnya Buhari mengambil tembakan panjang dari luar kotak penalti. Tidak peduli apakah bola akan berhasil masuk atau bahkan diluar mistar gawang. Apa yang dipikirkan Raynaldi hanyalah peluang di depannya, selama dia berlari ke kotak penalti dan berhasil menajaga dirinya di posisi yang bersih. Maka gol masih mungkin dibuat.


Akhirnya tembakan Buhari berhasil ditepis kiper lawan, dan Raynaldi yang tidak berhenti berlari sampai akhir mendapatkan peluang bersih dari bola rebound dan dengan mudah mencetak gol pertama dalam pertandingan ini.


Simmons hanya menggelengkan kepalanya saat ini, tubuhnya masih belum berada di kondisi terbaiknya. Jika itu dia sebelum cedera panjang yang menghantamnya, akan dengan mudah mengejar Raynaldi dan mengikutinya selama 90 menit. Tapi sekarang dia baru saja pulih setelah absen karena cedera selama 9 bulan, dan mendekati akhir musim ini dia hanya memiliki keinginan untuk mencari pemulihan kondisinya.


Setelah gol Raynaldi tercipta, Koeman memutuskan untuk menggantikan Simmons yang terlihat Lelah. Dia tahu kondisi Simmons saat ini sudah bernar-benar pulih, hanya masalah waktu untuk memulihkan staminanya ke kondisi puncak.


Koeman mendekati Simmons yang keluar lapangan. “Kau melakukannya dengan baik Simmons, sepertinya kondisi fisik mu sudah pulih sepenuhnya, sekarang yang tersisa hanya memulihkan stamina mu ke kondisi puncak.”


Koeman yang baru pensiun juga merupakan rekan satu tim Simmons sebelumnya. Dia juga bisa dianggap sebagai mentornya di lapangan belakang Munich 1906. Jadi Simmons juga sangat dekat dengan pelatih kepala tim cadangan ini.


“Koeman, kau tidak bilang anak ini sangat hebat? Jujur saja level bermainnya sudah tidak cocok dengan liga kedua jerman, menurut ku dia sudah cukup mampu untuk menjadi pemain utama tim Bundesliga.” Kata Simmons.


”Meski masih punya kekurangan dalam hal teknis tapi kemampuannya untuk memanfaatkan peluang benar-benar salah satu yang terbaik yang pernah ku temui.” Simmons memuji Raynaldi di depan Koeman, ini adalah apa yang dia rasakan di lapangan. Tekanan yang diberikan Raynaldi bukan lagi penyerang kelas liga kedua Jerman.


Saat Raynaldi menembak sebelumnya, Simmons sebenarnya tidak mengira tembakan ini bisa mencetak gol, tapi dia tetap melompat untuk memblokirnya, karena saat kaki Raynaldi menyentuh bola, dia merasa tembakan ini berbahaya. Dan Koeman pernah berkata padanya bahwa kemampuan menembak Raynaldi hampir di luar logika.


Postur menembak Raynaldi tidak terlalu bagus, kaki kirinya bukan kaki dominannya. Namun, tembakannya masih terkontrol dengan baik. Ini membuktikan kemampuan menembak Raynaldi bisa setara dengan para penyerang top eropa. Jika ada yang kurang itu mungkin ketrampilan teknisnya secara keseluruhan dan pengalaman bermain.


Pertandingan berlanjut. Munich 1906 II melakukan kick-off dan memulai serangan dari sayap. Karena mereka sudah tertinggal satu gol mereka memutuskan untuk lebih memperkuat serangan daripada fokus bertahan seperti sebelumnya.

__ADS_1


Pemain sayap muda Jerman, Edgar Ritzberg mulai menerobos sisi kanan pertahanan Koln Atletik dengan skill individunya. Mengandalkan kecepatan dan teknik menggiring bola yang efektif, Edgar dengan mudah melewati sisi kanan lapangan Koln Atletik dan berhadapan langsung dengan pemain bertahan Koln Atletik.


Kecepatan, dampak, ledakan, dan keterampilan milik Edgar Ritzberg, semuanya sangat bagus. Menghadapi Pollack yang seorang pemain veteran, Edgar menendang bola dan melewati lawannya dengan mengandalkan kecepatan, dan kemudian melewati Promes yang masih terpana dengan terobosannya.


Edgar menembak bola secara langsung saat berhadapan satu lawan satu dengan Tony.


Bola meluncur dengan deras ke sudut kiri gawang!


Skor kembali berubah 1-1.


Ada sorakan di Stadion Olimpiade. Musim ini bintang baru mereka Edgar Ritzberg sempat berlatih dengan tim utama sebelum dikembalikan ke tim cadangan setelah gagar bersaing dengan pemain sayap utama mereka.


Namun, status Edgar sebagai bintang harapan baru Munich 1906 dan Jerman masih besar. Kemampuan Edgar sendiri tergolong bagus bahkan di Bundesliga, jika bukan karena kedua sayap tim pertama Munich 1906 terlalu kuat, menjaga posisi starting line-up masih baik-baik saja.


Di tengah harapan banyak penggemar, Edgar mengambil keputusan untuk pergi ke tim cadangan karena tidak bisa mendapatkan jaminan waktu bermain dari pelatih tim utama. Hal ini mengejutkan banyak orang saat itu.


Pertandingan kembali berlanjut dengan kick-off dari Koln Atletik. Van Buren mencoba mengatur serangan dari lini tengah. Setelah kehilangan inti pertahanan mereka Simmons, Munich 1906 II tidak lagi menjadi dinding tak tertembus.


Pada menit ke-72, Raynaldi yang mendapatkan bola di dalam kotak penalti dengan mudah mencetak gol keduanya dalam pertandingan dan mengubah skor menjadi 2-1 untuk keunggulan Koln Atletik.


Pada menit ke-76, Raynaldi yang menerima umpan Van Buren menggiring bola ke sisi kiri kotak penalti Munich 1906 II. Lalu setelah mengecoh dan menarik pertahanan lawan, dia mengirimkan bola pada Robert yang tidak terjaga.


Robert pun dengan mudah mengirim bola kembali ke gawang Munich 1906 II untuk mengubah skor menjadi 3-1 untuk keunggulan Koln Atletik.


Setelah mendapatkan keunggulan 2 gol, Thomas Sobek menggantikan Raynaldi dengan Kevin Kroos untuk memperkuat kontrol lini tengah dan membebaskan Lindhberg dari tugas organisasinya, untuk lebih fokus dalam bertahan.

__ADS_1


Setelah Raynaldi keluar dari lapangan, serangan Koln Atletik kehilangan ketajamannya. Hal ini membuat Munich 1906 II lebih berani menyerang dan menguasai permainan sampai akhir pertandingan.


Thomas Sobek yang khawatir dengan pertahannya, menggantikan Buhari dengan bek tengah tambahan. Kemudian memberitahu para pemainnya untuk melakukan strategi serangan balik sepenuhnya.


Setelah itu tidak ada perubahan dalam skor pertandingan, 3-1 adalah skor akhir. Koln Atletik masih mempertahankan kondisi tak terkalahkan mereka sejak liburan musim dingin.


Setelah pertandingan terjadi hal yang mengejutkan Raynaldi dan rekan satu timnya. Simmons yang telah digantikan di pertengahan babak kedua, menghampiri Raynaldi.


“Hai, nak. Apakah ini musim pertama mu berkarir?” Simmons mendekati Raynaldi dengan senyum ramah menghiasi kepala botaknya.


“Iya, ini musim pertama ku.” Raynaldi mengangguk.


“Yah, itu permainan yang bagus hari ini. Jika aku dalam kondisi puncak, aku tidak akan membiarkan gol itu terjadi.” Kata Simmons.


“Jika musim depan kita bertemu, gol ini akan terulang lagi.” Kata Raynaldi dengan tegas.


“Hahaha... Kau bocah yang berani!” Simmons tertawa lepas saat medengar jawaban Raynaldi.


“Bagaimana kalau bertukar kaus?” Pinta Simmons, sambil melepas jersey miliknya.


“Oke.” Raynaldi juga melepas jersey miliknya dan bertukar dengan Simmons.


“Aku optimis dengan masa depan mu nak! Ayo aku menunggu mu di Bundesliga!” Simmons menepuk bahu Raynaldi dan berjalan ke lorong pemain.


Raynaldi melihat jersey di tangannya lalu tersenyum. Ini pertama kalinya dia mendapatkan pengakuan dari lawannya.

__ADS_1


Sebelumnya dia hanya mendapatkan pandangan buruk dari musuhnya bahkan setelah pertandingan. Simmons adalah orang pertama yang mengakui kemampuannya.


“Mungkin ini perbedaan antara pemain bintang dan akar rumput?” Gumam Raynaldi saat berjalan ke lorong pemain dengan rekan satu timnya.


__ADS_2