Football : King Of Penalty Area

Football : King Of Penalty Area
Ch. 55 - Penggemar


__ADS_3

Saat Raynaldi berjalan keluar dari stadion dia melihat sekelompok remaja dengan membawa bendera merah putih sedang berbincang dalam bahasa Indonesia. Hal yang sangat jarang melihat orang dari negeri yang sama di luar negeri, jadi Raynaldi menghampiri mereka.


“Hai, apa kalian habis menonton bola?” Raynaldi menyapa mereka.


Dwiki dan teman-temannya terkejut saat mendengar orang lain menyapa mereka dengan Bahasa Indonesia. Setelah melihat orang yang datang, keterkejutan mereka berubah menjadi rasa tidak percaya dan kegembiraan. Indonesia jarang memiliki pemain sepak bola yang baik, jadi saat Raynaldi muncul dia langsung menjadi hype seluruh negeri.


“Iya, kami mahasiswa dari Indonesia dan baru saja menonton bola.” Jawab Dwiki setelah menenangkan dirinya. Sementara itu teman-temannya sedikit bingung dan terdiam.


Penampilan Raynaldi juga terlihat oleh para penggemar lainnya dan mereka berdatangan untuk meminta foto atau tanda tangan satu demi satu. Setelah berhasil lepas dari para penggemar, Raynaldi mengajak Dwiki dan temannya untuk pergi ke kafe di dekat stadion untuk mengobrol.


Setelah datang ke Jerman selama setahun, kehidupan Raynaldi bisa dibilang hanya berkutat pada empat tempat yaitu tempat latihan dan stadion, sekolah, serta tempat tinggal. Dia jarang berkumpul dan nongkrong dengan anggota timnya karena kebiasaan yang sedikit berbeda.


Kali ini bertemu sekelompok orang dari negara yang sama membuat Raynaldi sedikit senang. Karena Raynaldi tahu di negara yang asing ini sangat jarang untuk bisa bertemu dengan orang yang berasal dari negara yang sama, Indonesia.


Setelah berbincang beberapa saat dengan Dwiki dan kelompoknya, Raynaldi meninggalkan mereka setelah berfoto dan memberi mereka beberapa tanda tangan.

__ADS_1


Setelah pergi meninggalkan Dwiki dan kelompoknya, Raynaldi kembali dengan berjalan kaki karena jarak antara rumah Leona dan Koln City Stadion kurang dari 3 km, dan Raynaldi menganggap pulang dengan dengan berjalan kaki juga semacam latihan untuk menjaga staminanya.


. . . . .


Koln Atletik adalah klub biasa diantara ratusan klub sepak bola yang ada di Jerman. Namun, mereka telah menjadi salah satu topik terkenal yang dibicarakan di dunia sepak bola Indonesia untuk sementara waktu.


Hal ini karena keberadaan Raynaldi yang muncul ‘tiba-tiba’ dalam klub mereka. Raynaldi tidak memiliki catatan untuk tampil di Liga Super Indonesia maupun Tim Nasional Indonesia di segala umur. Satu-satunya penampilannya untuk Tim Nasional Indonesia adalah pertandingan melawan Turkmenistan di Ashgabat, Turkmenistan.


Dalam pertandingan play-off babak 40 besar kualifikasi Piala Dunia 2010 Zona AFC itu. Raynaldi berhasil mencetak 5 gol dan membawa Tim Nasional Indonesia unggul 6-1 saat melawan Turkmenistan.


Namun, saat para penggemar tanah air ingin melihat penampilannya dalam pertandingan kendang di Jakarta, Indonesia. Raynaldi justru tidak masuk dalam skuad utama Tim Nasional Indonesia yang tampil di Stadion GBK. Meskipun pada akhirnya Indonesia berhasil mengalahkan Turkmenistan dengan skor 1-0 di kendang dan total agregat 7-1 untuk lolos babak 40 besar kualifikasi Piala Dunia 2010.


Banyak orang hanya tahu bahwa Raynaldi adalah penyerang yang memiliki kontrak dengan Leverkusen SC tanpa pernah bergabung dengan pelatihan dalam negeri sebelumnya. Raynaldi berhasil menorehkan 35 gol dalam 18 pertandingan Liga Pemuda Jerman yang menggemparkan seluruh Jerman sebelum bergabung dengan Koln Atletik sebagai pemain pinjaman.


Raynaldi sudah memainkan 5 pertandingan di Koln Atletik dengan torehan 11 gol dan 1 assist yang membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak Koln Atletik. Berita lain tentang Raynaldi adalah dia pernah memenangkan kejuaran sepak bola nasional tingkat SMA dan menjadi pencetak gol terbanyak dalam kejuaraan itu.

__ADS_1


Begitu seseorang terkenal, mereka akan mulai diamati di bawah kaca pembesar. Setelah banyak penggemar di Indonesia menyaksikan permainan Raynaldi, banyak orang mulai berharap aka nada saatnya Tim Nasional Indonesia bisa mengikuti Piala Dunia.


Namun, banyak juga suara-suara waras yang menunjukkan bahwa kinerja Raynaldi di lapangan tidak sebaik seperti yang ditunjukkan statistik. Untuk pemain seperti itu, kita masih perlu mengamati dan tidak memuji secara membabi buta. Berita ini dikeluarkan oleh banyak pengamat sepak bola tanah air, dan mereka juga mengingatkan pada para penggemar sepak bola adalah permainan tim.


Media Jerman juga mulai ramai memberitakan tentang Raynaldi, bagaimanapun seorang rookie yang baru berumur 17 tahun berhasil mencetak dua digit gol di musim pertamanya juga menarik banyak perhatian media. Selain itu, asal Raynaldi sendiri yang berasal dari negara dengan sepak bola lemah seolah menjadi bumbu tersendiri dalam berita mereka.


Saat Raynaldi membaca berita tentangnya yang muncul di koran dan media lain, dia merasa hasil usahanya mulai dihargai dan disaat yang sama dia juga paham apa kekuatan dan kelemahan miliknya. Sebagai seorang finisher dia masih memiliki ketergantungan yang besar dengan umpan dari rekan satu timnya.


Baik kemampauan teknis maupun fisik yang dimiliki Raynaldi masih berada di kelas standar Bundesliga. Kedua kemampuannya tidak bisa dibilang baik maupun buruk, hanya biasa-biasa saja dan tidak ada yang istimewa. Jika ada kelebihan mungkin kemampuan menembaknya yang luar biasa serta kecepatannya yang lebih cepat dari rata-rata pemain Bundesliga bisa menjadi modal kelebihan Raynaldi.


Karena Raynaldi memahami semuanya, jadi dia melihat semua berita dan laporan ini dengan sangat tenang. Dia tahu kekuatan dan kelemahannya dengan baik. Senjata utama yang dimilikinya sekarang adalah kemampuan menembak yang baik dan kecepatan yang sedikit diatas rata-rata.


Namun, akan ada saatnya kemampuan menembak saja menjadi kurang efektif. Pertandingan hari ini adalah peringatan yang bagus. Kiper Jerman Leno tampil dengan luar biasa dan berhasil menggagalkan tembakannya. Jadi Raynaldi juga mulai berpikir untuk menemukan cara menahan bola sihingga dia memiliki lebih banyak ruang dan waktu untuk menembak.


Blokade tepat waktu Sepp pasti ada hubungannya dengan penempatan pelatih kepala lawan sebelum pertandingan. Setelah gerakan terampil Raynaldi terlihat oleh lawan, cara baru untuk mencetak gol diperlukan. Karena, jika dia terus menggunakan cara yang sama sepanjang musim pasti akan ada saatnya dia menabrak tembok. Hal ini juga yang paling sering menimpa rookie dalam dunia olah raga.

__ADS_1


Berpikir tentang bahaya di masa damai seperti ini cukup bagus dan bisa membawa perbaikan untuknya, tetapi Raynaldi masih tidak merasa terlalu cemas. Bagaimanapun, Armina Oldenburg adalah tim yang berada di Bundesliga musim sebelumnya dan kemampuan mereka masih cukup kuat di 2.Bundesliga bahkan masih bisa bersaing dengan tim degradasi Bundesliga.


Raynaldi hanyalah seorang rookie yang baru menerima pelatihan sepak bola professional selama setahun, jadi merupakan hal yang wajar untuk kehilangan beberapa aksi di depan Armina Oldenburg. Selama kemampuannya naik di masa depan, Anda bisa mendapatkan beberapa keterampilan baru. Masalah seperti itu masih mudah dipecahkan.


__ADS_2