
“Kalau aku mengatkan, aku yang membuat lagu ini apa kau percaya?” Raynaldi tidak bisa mengatakan bahwa lagu ini dari masa depan atau dunia parallel lain, dan juga penyanyi yang menyanyikan lagu ini tidak pernah terdengar sama sekali.
“Kau? Membuatnya?” Leona menatap Raynaldi dengan aneh, dia tahu keponakannya sering bermain gitar tapi Raynaldi tidak pernah serius bermain musik dan lagu sebelumnya bisa dianggap menjadi lagu setingkat professional.
“Iya, aku yang membuatnya. Jika Kak Leona tidak percaya, kakak bisa mencoba mencari lirik lagu ini di internet. Aku yakin tidak ada yang pernah membuatnya.” Raynaldi berbicara dengan nada yakin.
“Tapi entah mengapa lagu ini benar-benar tidak cocok dengan mu, karena kau tidak pernah kekurangan rasa percaya diri bahkan terkadang kau terlalu percaya diri dan berwajah tebal.” Leona meragukan perkataan Raynaldi dan mulai mengolok-oloknya.
“Yah, kebetulan aku membuat lagu ini saat mengamati orang lain.” Kata Raynaldi santai, dia sudah berniat membantu Leona untuk mewujudkannya impiannya sebagai penyanyi di kehidupan ini untuk membayar kebaikannya di masa lalu. Beruntung banyak lagu dari kehidupan pertamanya yang tidak ada di dunia ini, dengan melepas lagu acak sudah cukup untuk menjadi terkenal.
“Oh, siapa? Apa itu seorang gadis? Lagu ini sebenarnya lebih cocok dinyanyikan oleh Wanita.” Leona berubah menjadi anak yang penasaran setelah mendengar jawaban Raynaldi.
“Ini hanya seorang gadis yang sering di bully di sekolah ku sebelumnya, aku pikir jika dia lebih berani dan percaya diri hidupnya akan lebih baik.” Raynaldi memutuskan untuk menggunakan Irene sebagai alasan pembuatan lagu, ini juga bisa membantunya untuk bekerja sebagai model video klip jika nanti lagu ini akan terbit.
“Oh, ada hal semacam itu? Kau memang mirip dengan ibu mu, terlalu sering mencampuri urusan orang lain.” Leona berbicara sembarangan.
“Ibu ku seorang Psikolog, dan pekerjaannya adalah mencampuri masalah orang lain.” Balas Raynaldi dengan wajah yang terlihat serius.
“Oke, cukup dengan wajah menyebalkan itu.” Leona menggelengkan kepalanya. “Jadi apa yang akan kau lakukan dengan lagu ini?” Lanjut Leona.
“Aku akan memberikannya pada Kak Leona, aku tahu kakak ingin menjadi penyanyi tapi belum ada kesempatan dan lagu yang bagus.” Jawab Raynaldi santai.
__ADS_1
“Berikan pada ku?” Leona sedikit tidak percaya pada apa yang dia dengar.
“Iya, aku juga tidak berniat menjadi penyanyi karena aku lebih suka bermain sepak bola.” Kata Raynaldi dengan yakin.
“Oke, aku akan membawa lagu ini ke studio rekaman kenalan ku. Jika menurut mereka lagu ini bagus dan bisa direkan aku akan menuliskan nama mu sebagai penciptanya.” Leona mengangguk setelah beberapa saat.
“Kalau begitu aku akan mengubah liriknya sedikit dan menyesuaikannya untuk mu.” Raynaldi mulai menuliskan lirik dan chord lagu dengan sedikit perubahan. Dia juga tidak lupa menambahkan ‘Rumah tanpa cermin’ sebagai judul lagu.
Leona menerima lirik dan chord lagu dari Raynaldi, setelah melihatnya beberapa saat berkata. “Aku akan menerimanya dulu, jika memang lagu ini bisa direkam, aku akan memberitahu mu. Oh, dan teman yang kau bilang sebelumnya mungkin cocok sebagai model video klip untuk lagu ini.”
“Baiklah Kak Leona, semuanya terserah kakak. Aku akan kembali ke kamar ku untuk tidur.” Raynaldi mengembalikan gitar pada Leona dan kembali ke kamarnya.
Sementara itu, Leona melirik kertas denga tulisan tangan yang dia pengang sambil tersenyum. “Mungkin, ini akan menjadi lagu pertama yang aku rekam?”
. . . . .
Raynaldi membaca pengenalan sistem dan memahami cara kerja ramuan di tangannya. Ini mirip dengan obat dalam novel beladiri yang membuang akumulasi racun dalam tubuhnya. Raynaldi juga tahu bahwa tubuh manusia menyerap racun dalam jumlah yang sangat kecil setiap tahunnya tanpa mereka sadari, racun ini tidak akan berpengaruh pada manusia bahkan dalam puluhan tahun. Namun hal ini pasti berefek pada kekuatan fisik mereka, ramuan di tangannya membantu Raynaldi untuk membuang akumulasi racun itu.
Menggenggam ramuan di tangannya, Raynaldi mengambil handuk dan peralatan mandi untuk bersiap mengonsumsi ramuan di tangannya. Karena efek samping ramuan ini mengeluarkan racun dari pori-pori kulit akan membuat seluruh tubuhnya menjadi bau.
Raynaldi tidak menyadari saat dia sedang bersiap mencoba hadiah dari sistem, seseorang sedang melihat video rekaman pelatihan dan pertandingan miliknya.
__ADS_1
. . . . .
Jakarta, Indonesia.
Seorang pria akhir 20-an sedang mengamati video yang baru saja di dapatnya dengan seksama. Isi dari video ini adalah cuplikan permainan dari seorang anak berusia 17 tahun. Setelah menontonnya beberapa saat mata pria itu bersinar dengan harapan sebelum kembali meredup saat mengingat kondisi tim yang dia latih.
Orang ini adalah Frans Kaihatu pelatih baru Tim Nasional Indonesia. Dia baru saja mengambil tonkat estafet kepelatihan Tim Nasional Indonesia setelah pelatih sebelumnya Adi Darmawan pensiun karena usianya yang sudah menginjak 70 tahun. Ada tiga alasan mengapa seorang pelatih semuda Frans Kaihatu bisa menjadi pelatih Tim Nasioal Indonesia.
Pertama, dia adalah asisten pelatih Adi Darmawan pada ajang Piala Asia 2007. Kedua, sebelum bergabung dalam tim pelatih Tim Nasional Indonesia, Frans pernah melatih tim amatir di liga tingkat 8 Inggris untuk masuk ke Football League 2 yang merupakan liga tingkat 4 di Inggris dalam 8 tahun yang menunjukan kemampuan melatih yang luar biasa. Ketiga, karena Frans Kaihatu adalah cucu dari Alwy Kaihatu yang pernah mengikuti Piala Dunia 1938 mewakili Indonesia yang saat itu masih bernama Hindia Belanda, dan Alwy Kaihatu juga merupakan salah satu pendiri PSSI.
Tugas pelatihan Frans bisa dibilang cukup berat mengingat dia baru saja menerima posisi ini setelah Adi Darmawan pensiun bulan Juli lalu, dan disaat yang sama beberapa pemain veteran Tim Nasional juga memutuskan untuk pensiun dan memberikan kesempatan lebih banyak pada pemain muda.
Di samping Frans Kaihatu seorang pria yang berusia sekitar 34 tahun juga duduk bersama melihat penampilan anak 17 tahun dalam video. Dia juga menunjukan penghargaan pada permainan yang ditampilkan remaja 17 tahun dalam video itu.
“Frans, anak ini memang sangat berbakat. Sayangnya kita tidak memiliki pemain yang bisa mendukungnya dengan baik.” Pria di samping Frans angkat bicara.
“Aku tahu tentang itu, tapi Bang Kurniawan. Apakah aku masih punya pilihan lain? Babak play-off untuk kualifikasi piala dunia akan di mulai bulan Maret nanti, dan aku harus memilih pemain untuk mengisi posisi kosong yang ditinggalkan dengan pensiunnya para veteran di Tim Nasional.” Frans menggelengkan kepalanya sedikit tidak berdaya.
“Di tim Piala Asia sebelumnya ada pemain muda berbakat yang bermain di posisi gelandang. Aku dengar ada beberapa tim eropa yang mencoba mengontraknya, jika dia berkolaborasi dengan anak ini pasti akan meningkatkan kekuatan tim kami.” Kurniawan menyampaikan pikirannya.
“Yah, Rangga Saktiaga adalah pemain yang bagus dalam organisasi lini tengah. Selain itu, kemampuan mengopernya juga luar biasa. Jika dia bisa cocok dengan Raynaldi dalam video ini, Tim Nasional akan mencapai level baru.” Frans mengangguk setuju pada saran Kurniawan.
__ADS_1
“Mari kita coba panggil Raynaldi pada pra-kualifikasi piala dunia dalam waktu dekat. Pertandingan pra-kualifikasi kami akan melawan Turkmenistan yang tidak lebih baik dari kami dalam hard power pemain. Ini seharusnya menjadi laga debut yang baik untuk Raynaldi.” Kurniawan berbicara setelah memikirkannya sebentar.
“Yah, kurasa ini adalah pilihan terbaik.” Frans hanya bisa mengangguk setuju dengan usulan Kurniawan.