Gadis Maniac Duit Dan Duda Perjaka

Gadis Maniac Duit Dan Duda Perjaka
nasihat dari sahabat


__ADS_3

Aurel dan sahabatnya kini sedang dikamar aurel, setelah kejadian dicafe tadi mood aurel kembali buruk dan langsung pulang tak lupa dia jua mengajak dua sahabat laknatnya itu, karena cuma sahabatnya yang bisa membuat mood nya kembali membaik. Aurel sedari sampai dirumah hanya diam saja, Selvia dan ciara hanya diam memperhatikan aurel yang diam tapi aneh aneh. Aurel sedang guling guling tak jelas, memang mulut diam tapi badan aurel tidak berhenti bergerak.


"Lo kenapa sih aau"tanya Selvia.


" gue gak tau"


"Lo mikirin kata kata om tadi ya" tanya ciara.


"Hm gue bingung dengan perasaan gue sendiri ci"cicit aurel.


" lo tertarik kan dengan om dafa, ladenin aja au, berhenti seperti ini, mulai lah jatuh cinta "ujar Selvia.


" gue bingung dengan perasaan gue sendiri "gumam aurel.


" berhenti lo membuat patah hati seseorang au, sudah cukup beberapa orang yang lo buat patah hati"nasehat ciara.


"Gue gak bisa, perasaan tidak bisa dipaksakan ci"


"Berubah lah au, Terima cinta om dafa, gue yakin om dafa bakalan bisa buat lo jatuh cinta, secara kan dia masuk kriteria pria idaman lo, bakal lebih mudah jatuh cinta"


"Gue gak tau, gue takut kalau nanti gue ladenin om dafa terus gue bosen, dan gue tinggalin, berarti gue membuat patah hati orang lagi"


"Lo terlalu mencintai diri sendiri au"


"Maksud nya? "


"Lo kan kalau dikasari sikit aja langsung putusin pacar pacar lo, walaupun mereka tidak sengaja ngebentak, itu karena lo cuma terlalu mencintai diri sendiri au, padahal banyak pria yang tulus dengan lo tapi lo patah kan hati mereka, berhentilah seperti ini au, tentukan pilihan lo"


"Iya, lo juga kalau permintaan lo gak diturutin lo langsung putusin pacar lo itu,lo egois au"


Aurel diam mendengar kan nasehat dari sahabatnya itu, benar aurel memang seperti itu, menurut aurel kehendak nya itu lebih penting dari segalanya, jika pacar pacar aurel mengabaikan aurel sebentar saja maka hubungan berakhir, aurel memang egois.


"Gue emang penjahat bagi pria yang suka sama gue" lirih aurel mulai sadar dari koma nya, anjaiii koma xixixi.


"Tapi kan gue gak cinta makanya gue bersikap seperti itu, gue tau pacar pacar gue setia, tapi mengekang, kalian merasa kan waktu gue pacaran dengan Daud kemarin gue gak bebas, gue itu orang yang suka kebebasan, bukan tanpa alasan gue meakhiri hubungan itu, lagian juga Daud tidak ganteng ganteng amat, dia juga orang sederhana, sedangkan gue anak dari farhan willson dan janetha willson, yang hidup gue udah bergelimang harta"


"Matre lo au" kesal Selvia.


"Kriteria pria idaman lo ketinggian, makanya sulit jatuh cinta dengan orang biasa" ujar ciara.


"Ya selera gue emang tinggi, mau gimana lagi, gue pencinta cogan dan uang, cuma uang yang bisa buat gue cinta"


"Nahh om dafa kan masuk kriteria lo banget toh, ladenin aja kali"


"Tapi gue belum menerima statusnya"

__ADS_1


"Tapi cobalah respon dulu au, siapa tahu jodoh, kalau lo gak cinta cinta juga buat gue aja deh" ujar selvi aurel melempar bantal kearah Selvia dan langsung di tangkap gadis itu.


Hap


"Kok lo marah, kan lo gak mau" goda Selvia.


"Enak aja, gue tertarik dengan om dafa cuma belum cinta aja" celetuk aurel.


"Bukalah hati lo au, pria seperti om dafa itu idaman kaun hawa" ujar ciara.


"Liat usaha nya nanti aja"


"Lagian nih ya duda lebih baik, lebih dewasa dan lebih berpengalaman"


"Berpengalaman apa nih? " tanya aurel.


"Berpengalaman diranjang lah, gue yakin lo akan mendesah keenakn nanti pas malam pertama"


"Ahh jadi pengin coba anu nya om dafa" kata aurel kembali dalam mode agresif nya.


"Badan om dafa kekar banget yahh, enak banget gue tadi peluknya, padahal cuma peluk tangan tapi berasa banget itu tangannya" ujar selvia mencoba membuat aurel kesal.


Aurel menatap tajam selvia"lo yahh main peluk peluk aja, gue aja belum pernah peluk om dafa anjirr "kesal aurel.


" makanya lo coba buka hati buat om dafa, coba bersikap seperti biasa jangan acuh"


"Serah lo deh, yang penting lo mulai sekarang berhenti matahin hati pria au" nasehat ciara.


"Iya ci gue usahain"


"Semangat besteiii" ujar selvia dan ciara dan langsung memeluk aurel, mereka berpelukan.


"Udah woyyy, engap gue, meninggoy gue nanti, gue belum menikah belum rasain malam pertama lagi" ujar aurel menepuk-nepuk punggung selvia dan ciara karena mereka berdua memeluk aurel sangat erat.


"Yasudah kalau mau rasain malam pertama Terima aja ajakan om dafa untuk menikahi lo"


"Gak ah, masih sekolah juga, gak boleh nikah nikah"


"Ah elahh bentar lagi lulus coyy, sebulan lagi kita ulangan akhir semester, habis itu lulus deh"


"Ehh btw, kalian mau kuliah dimana nih" tanya ciara.


"Gue sih mau kuliah dijakarta ini aja, soalnya gue gak mau jauh jauh dari orang tua gue" ujar aurel.


"Gue juga sama au" ujar selvia.

__ADS_1


"Sama juga dong, mau jurusan apa nih kalian" tanya ciara lagi.


"Jurusan perdukunan ada gak sih" tanya selvia.


"Buat apa lo nanya jurusan persetanan itu" heran aurel.


"Gue mau masuk jurusan perdukunan deh"


"Buat apa masuk itu"


"Buat nyantet nyantet para cogan ahahahah" selvia tertawa keras.


Aurel dan ciara menutup telinga mereka karena suara tawa selvia seperti mba kunti.


"Sesat lo" ujar ciara.


"Yaelah kapan sih gue gak sesat" timpal selvia.


"Iya ya kapan lo gak sesat, kan lo mulai dari dalam kandungan sudah sesat kan ya" kata aurel.


"Iya, dan berteman dengan kalian membuat gue tambah sesat"


"Udah ehhh bercanda nya, serius nih mau jurusan apa kalian nanti" tanya ciara.


"Gue sih kayanya mau manejemen bisnis deh, kan gue akan mewaris perusahaan bokap gue" ujar aurel.


"Gue juga mau nya itu, kalau bukan gue siapa lagi yang akan nerusin perusahaan bokap" kata selvia yakin.


"Gue juga kayanya manejemen bisnis" sahut ciara.


"Berarti kita sama-sama jurusan manajemen bisnis kan, jadi kita satu kampus juga kan ya" celetuk aurel kepada dua sahabatnya itu. Selvia dan ciara mengangguk.


"Yaudah deh gue sama ciara pamit pulang dulu ya au, nanti dicariin bokap sama nyokap" pamit selvia kepada aurel, sudan puas mereka berteman harini dan sekarang waktunya pulang kerumah masing-masing.


"Lo kan anak pungut vi mana mungkin dicariin kedua orang tua lo" canda aurel.


"Anak pungut ini lebih berharga dari pada anak kandung au" selvia meladeni candaan aurel.


"Berharga dong, nanti kalau usia lo menginjak 20 tahun lo bakal dijual ke kakek kakek"


"Gak papa yang penting banyak duit"


"Yeee tadi bilangnya gue matre tapi kok lo juga matre yahh"


"Bukan matre tapi realistis au"

__ADS_1


Aurel mencibir, sahabatnya itu gak jauh beda dengannya, sama-sama pencinta uang, tapi kalau urusan pria aurel dan selvia berbeda.


"Yaudah pulang sana, hus hus hus" usir aurel seperti mengusir kucing mati, lahh emang kucing mati bisa menjauh kalau diusir xixixi. Selvia dan ciara pulang tanpa memperdulikan aurel yang mengusir mereka, kalau mereka meladeni candaan aurel maka dapat dipastikan sampai kiamat pun mereka tidak akan pulang.


__ADS_2