Gadis Maniac Duit Dan Duda Perjaka

Gadis Maniac Duit Dan Duda Perjaka
kaget, mendesah!!


__ADS_3

Dafa memasuki kelas Aurel matanya langsung tertuju pada gadisnya yang tertidur, dafa menaikkan bajunya eh? Menaikkan sudut bibir nya membentuk senyuman karena melihat wajah tenang gadisnya itu.


Selvia dan ciara mencoba membangunkan Aurel, tapi seperti yang dibilang sebelum nya Aurel susah untuk dibangunkan?.


"Ehh kalian cepet bangunin Aurel, itu dosen udah masuk anjirr" ujar salah satu mahasiswa.


"Lo gak liat dari tadi kami bangunin dia nya aja yang susah bangun" sahut selvia.


"Kalau gak bangun tidak apa apa, kalian saja yang belajar nanti berita Aurel tentang pelajaran hari ini" ucap dafa yang kasihan melihat gadisnya dibangunkan.


"Gak bisa gitu dong pak" protes salah satu mahasiswi. Enak aja Aurel gak ikut belajar kan?.


Karena kesal mahasiswi itu bangkit dari alam kuburan xixixi bangkit dari duduknya dan menhampiri Aurel. Dia menatap Aurel sinis yang masih anteng anteng dengan tidurnya tanpa merasa terganggu padahal sudah berbagai cara untuk membangun kan gadis itu, kesal karena Aurel tidak terganggu dengan goncangan di badannya mahasiswi itu menggebrak meja Aurel dan Aurel terkejut karena gebrakan itu cukup kuat.


Brakkkk


"Ahhh" kaget Aurel mendesah, semua orang juga kaget, bukan kaget karena gebrakan meja tapi karena ******* Aurel, sahabat Aurel hanya bisa menyembunyikan kepala mereka di toilet karena malu Aurel kagetnya mendesah.


Dafa sendiri merasa panas dingin mendengar ******* Aurel, kenapa gadisnya itu sangat unik, orang-orang jika kaget akan latah atau menyebutkan hal yang aneh, lah Aurel, mendesah cukkk xixixi.


"Lahh ngapain desah anjirr" ujar mahasiswa.


"Iya, kaget kok mendesah bikin suasana panas dingin aja"


"Lo pasti mimpi yang gak gak kan makanya desah pas dikagetin"


"Iya gue mimpi bercocok tanam dengan pak dafa" sahut Aurel genit dan tidak malu malunya sedangkan kedua shabat aurel ingin sekali melarikan diri ke neraka karena malu dengan tingkah sahabat nya itu.


"Heh jangan  halu, pak dafa gak mungkin mau sama lo"


"Jangan salah ya, pak dafa jadi dosen pengganti disini karena ingin dekat dekat sama gue" ucap aurel.


"Kepedean lo"


Aurel menatap semua teman-teman kelasnya dengan sinis dan beralih menatap dafa yang sedari diam dan cengo dengan ucapan aurel yang tanpa saringan itu.


"Om ehh pak, bapak ngajar disini untuk apa? " tanya aurel ke dafa.


"Untuk kalian supaya bisa berbisnis dengan bagus" sahut dafa dan itu sukses membuat aurel kesal.


"Nahh dengar toh kata pa dafa, lo kepedean anjirr"


"Oh oke" ketus aurel.


Aurel menatap dafa tajam, oke kalau dafa jawab seperti itu dia akan merajuk satu abad ehh keburu mati dong xixixi. Dafa yang melihat tatapan aurel jadi gelagapan dan takut gadisnya akan menolak lamarannya nanti malam.


"Kita mulai belajar nya ya" ucap dafa yang akan memulai pelajaran, aurel hanya diam dan dia malah berbicara sendiri sambil menggerutu karena kesal dafa tidak peka peka.


"Dasar om dafa ngeselin, jadi malu kan gue" gerutu aurel dan mengambil ponselnya. Selvia yang melihat itu menegur aurel.


"Belajar elahhh ngapain buka sosmed sih" tegur Selvia yang melihat aurel membuka instagram dan melihat story suami halunya itu.


"Mending gue lihatin Shahrukh Khan dari pada merhatiin  pelajaran om dafa" sahut aurel, Selvia membiarkan nya saja karena jika ditegur lagi maka dipastikan kelas akn ribut kembali karena aurel ngereog. Dafa yang melihat aurel bermain ponsel dia mengambil ponselnya juga dan mengirimi aurel pesan whatsapp.


Ponsel aurel bergetar pertanda gempa HP, aurel melihat ada pesan whatsapp masuk dan segera membukanya.

__ADS_1


Chat whatsapp


Om pacar


(Gak merhatiin pelajaran hm?)


Me


(Gak, om ngeselin)


Om pacar


(Maaf, saya tidak bermaksud membuatmu kesal)


Me


(Gak, aurel ngambek seabad)


Om pacar


(Jangan dong sayang, saya gak akan kuat)


Me


(Nanti aurel kasih obat kuat)


Om pacar


(Apa hubungannya dengan obat kuat?)


Me


Dafa yang membaca itu tersenyum, aurel emang unik saat ngambek pun dia bisa bercanda dan ngelantur .


Om pacar


(Kok ngelantur sih omongannya)


Me


(Ishh om gak asikk, dahlah ngambek aja)


Om pacar


(Ngambek kok bilang bilang)


Aurel bertambah kesal karena jawaban dafa itu, tidak peka sekali dafa ini yahh, harusnya kan dibujuk aurel nya tapi kok malah bikin tambah kesal.


Aurel meletakkan ponsel dan tidak berbiat membalas chat dafa lagi karena terlanjur kesal dia memilih berdiam diri bah patung yang keras. Dafa melirik kearah Aurel yang terlihat seperti patung itu dan mulut komat kamit seperti sedang membaca mantra padahal Aurel menggerutu. Dafa mengehela nafas berat melihat aurel yang ngambek padanya.


'Gimana bujuknya yah, kan tidak pernah ngadepin perempuan ngambek'batin dafa memikirkan cara untuk membujuk gadisnya itu.


"Baiklah pelajaran hari ini sampai disini dulu karena sudah waktunya istirahat" ucap dafa meakhiri pelajarannya, aurel masih diam bak patung kaku.


Selvia yang melihat aurel hanya diam menggeplak bahu aurel dan membuat aurel kaget lagi.

__ADS_1


Plak


"Ahhh" desah aurel lagi, kan dibikin kaget sihh.


"Anjirr desah lagi dong" heboh lagi kelas itu dengan ******* aurel, dafa yang masih belum keluar mendengar ******* aurel lagi.


'Kenapa kagetnya mendesah yah, suaranya bikin panas dingin, lucu hehe'batin dafa dan dia tersenyum.


"Lo kaget estetik banget ya bund"


"Iya, orang-orang kaget gak ada yang desah anjirr, kok lo desah"


"Banyak kok orang kaget mendesah" sahut aurel.


"Mana ada, lo aja kali"


"Gak gue aja ya, itu orang yang bercocok tanam pas pertama kali disodok mendesah kan karena kaget dimasuki batang berurat" ucap aurel frontal.


"Lo kalau ngomong disaring anjirr, pak dafa masih dikelas loh" bisik Selvia yang sudah hampir malu dengan ucapkan aurel. Aurel mengabaikan bisikan setan itu.


"Itu kagetnya beda anjirr"


"Tapi sama-sama kaget kan" ketus aurel.


"Udahlah, bicara sama lo gak ada faedahnya"


"Siapa juga yang mau bicara sama lo, udah sana ke kantin saja jangan ganggu gue" usir aurel. Mereka semua keluar kelas kecuali Selvia, ciara dan dafa. Aurel yng melihat dafa masih dikelas menatap dafa sinis.


"Ngapain masih disini, udah selesai kan jadi silakan keluar" sinis aurel kearah dafa.


"Saya minta maaf, bisakah ikuti saya ke ruangan saya" pinta dafa.


"Gak yah, aurel ngambek"


"Saya minta maaf"


Selvia dan ciara hanya cengo mendengar perkataan aurel yang mengatakan bahwa dia ngambek, apa yang membuat aurel ngambek ke dafa pikir mereka, tapi mereka diam saja melihat pertengkaran dalam rumah tangga itu.


"Gak mau, nanti malam gak usah datang" ketus aurel, kan dafa sudah mengira ini, dia berjalan menghampiri aurel, aurel masih diam ditempatnya.


"Saya akan lakuin apa saja agar kamu mau memaafkan saya" ucap dafa.


"Beneran yahh"


"Iya saya serius"


"Oke deh, nanti pulang kampus ke mall gimana"


"Oke saya turutin, tapi ingat ini ya, jangan mendesah lagi jika kaget" bisik dafa. Iya menggoda aurel dan itu membuat aurel kesal lagi.


Aurel melotot jngan mendesah kah kata dafa tadi? Kalau gak desah nanti malam pertama gak ada suara merdunya dong pikir aurel. Dan kalau urusan kaget itukan spontan ya guyss.


"AUREL GAK MAU BICARA SAMA OM, AUREL NGAMBEK POKOKNYA" teriak aurel dan menarik sahabatnya itu keluar kelas.


Dafa terbahak karena berhasil menggoda gadisnya itu, 'sungguh menggemaskan jika dia sedang marah'batin dafa.

__ADS_1


__ADS_2