Gadis Maniac Duit Dan Duda Perjaka

Gadis Maniac Duit Dan Duda Perjaka
anak selusin


__ADS_3

Aurel berjalan dengan hati-hati menuju tempat makan siang. Aurel cemberut karena kesal, sesampainya aurel diruangan itu dia langsung berjalan menghampiri orang-orang yang ada disitu.


Selvia yang melihat cara jalan Aurel seperti orang yang mau lahiran tiba-tiba tersenyum smirk.


"Kata nya capek pengin istirahat dan gak mau belah duren dulu" sindir Selvia dan Aurel memicing kan matanya kearah Selvia.


Aurel terus berjalan dengan hati-hati lalu duduk di kursi.


"Lo belum pulang? " sinis Aurel.


"Entar bareng lo aja" sahut Selvia.


"Dih, gue udah punya suami ya, jadi gue pulang bareng suami wlee" ledek aurel.


"Iyadeh yang udah punya suami, gimana malam pertama nya lancar" tanya Selvia yang tak malu dengan orang-orang yang ada disana.


Semua orang mendengarkan saja pembicaraan antara aurel dan Selvia itu, sedangkan ciara hanya acuh.


"Awal nya gue gak mau tapi om dafa kasih uang 500jt jadi gue mau mau aja" jujur Aurel.


Semua orang ternganga mendengar kalimat Aurel termasuk dafa yang baru sampai diruangan itu.


'Kenapa kamu terlalu jujur sayang'batin dafa. Dafa berjalan dan duduk disamping sang istri.


Selvia masih menganga dan detik berikut nya dia heboh.


"Gila lo bestei, padahal suami sendiri tapi masih sempat minta uang buat jatah yang seharusnya emang lo kasih" heboh Selvia.


Orang tua Aurel dan orang tua dafa terkekeh kecil dengan kalakuan Aurel, bisa bisanya dia meminta uang sebagai jatah malam pertama.


"Ish apaan sih, suka suka gue lah kan gue istrinya" sewot Aurel.


"Lo jangan malu maluin deh Au, lo kaya anak jalanan aja yang gila duit" ketus Selvia


"Iya, om malu gak punya anak kaya Aurel" tanya ciara kearah papa farhan.


Papa farhan tertawa mendengar pertanyaan dari sahabat anaknya itu. "Sebenarnya saya malu tapi bagaimana lagi anak saya tetesan kunti yang kekurangan duit" ujar papa farhan berusaha menahan tawa agar anaknya itu tidak marah.


Aurel manatap sinis kearah papa nya"tenang pa, sekarang papa tidak malu lagi karena Aurel udah nikah sama om dafa, dan sekarang giliran om dafa yang malu"ujar Aurel.


"Lo mah selalu malu maluin au" ketus Selvia.


"Kayak lo gak aja, kita sama yah" sewot Aurel.


Semua orang tertawa mendengar perdebatan Aurel dan Selvia itu. "Ishh lama banget sih makanannya, kasian nih anak anak mama didalam perut  kelaparan" ujar Aurel mengusap perutnya karena lapar.


"Busettt anak anak dong" ujar Selvia heboh.


"Hebat kamu boy, sekali masuk langsung jadi" ledek papa data.


"Bakal punya cucu nih ma" ujar papa farhan

__ADS_1


Dafa sendiri? Wajahnya sudah memerah karena mendengar kalimat sang istri dan ledekan dari sang papa.


"Mana ada sih langsung jadi" ketus dafa.


"Siapa tahu kan boyy" ledek papa data lagi, semua orang kembali tertawa karena melihat wajah merona dafa.


"Om suami Aurel laper" rengek Aurel yang sedari tadi memegang perutnya, "om sih nempur Aurel sampai jam 6 kan Aurel gak sarapan pagi" ujar Aurel tanpa beban.


Semua orang menampilkan wajah cengo nya mendengar kalimat aurel. Sedangkan dafa rasa nya ingin masuk kuburan karena istri nya itu terlalu jujur.


"Sakit gak au? " tanya Selvia spontan.


"Sakit tapi nikmat" ujar aurel cekikikan.


"Kamu sangat kuat dafa" ledek papa farhan dafa hanya tersenyum kikuk.


"Anak saya gitu lohh" bangga papa data.


Semua orang hanya terkekeh. Selvia sendiri merasa iri dan ingin menikah juga agar bisa enak enak.


"Aduhh pengin cepat nikah" ujar Selvia tiba-tiba.


"Tinggal nikah elah" ujar ciara menimpali.


"Tapi teh kata si mamah nanti aja" ucap Selvia.


"Kasian" ujar Aurel yang kasihan karena mamanya Selvia tidak mengizinkan Selvia menikah muda.


Semua orang ternganga mendengar kalimat Selvia. Kuat emang ngurus anak sampai 10? Pikir mereka.


"Gila lo, kuat banget rupanya sampai mau punya anak 10" ujar ciara.


"Biar entar pas lebaran rame, gak cuma berdua" ujar Selvia mendramatisir.


"Sangat rame" timpal Aurel dan orang-orang tertawa.


"Gue pengin punya cucu dua puluh lima delapan(28) " ujar Selvia lagi.


"Banyak banget gila" seru Aurel.


"Stress lo vi"ujar ciara yang meresa pusing dengan tingkah Selvia.


"Biar entar pas lebaran rame" ujar Selvia lagi.


"Rame bapak lo, jauh bener mikirnya" ujar Aurel.


"Serah gue lah, pikiran gue juga" sewot Selvia.


Orang tua Aurel dan orang tua dafa hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Selvia.


"Mau punyak anak selusin gak" bisik dafa kepada Aurel.

__ADS_1


Aurel melotot, apa anak selusin? Gila yang benar saja, bisa kendor nanti lubang surgawi nya entar gak enak lagi pas bercocok tanam. Ishh kok Aurel mikirnya kesitu sih xixixi.


"Om kira Aurel kucing" teriak Aurel dan semua orang terkejut.


"Kenapa sayang" tanya mama janetha.


"Iniloh om dafa mau anak selusin" ketus Aurel dan semua orang saling pandang detik berikut nya mereka tertawa.


"Ha ha ha"


"Ishh malah ketawa" kesal Aurel, dan tak lama makanan hidangkan Aurel segera makan dengan lahap.


"Makan cepet" titah Aurel. Semua orang makan saja.


Disela sela makannya Aurel kepikiran ingin masak berdua dengan dafa agar romantis.


"Pengin deh masak berdua sama om dafa terus kita main siram siraman minyak goreng panas biar romantis, habis itu kejar kejaran ala Bollywood, aaaa seru deh kayanya" ujar Aurel cekikikan.


"Ekstrim sekali ya bund romantisannya" ujar selvia bergidik ngeri membayangkan ucapan Aurel.


"Melepuh dong kena minyak panas" timpal ciara polos.


"Dafa sebaiknya kamu mencegah istri mu untuk memasak demi keselamatan mu dan aAurel" nasehat mama janetha kepada dafa.


"Iya ma" sahut dafa yang sudah merasa ngeri membayangkan jika istrinya itu memasak di dapur.


"Mantu kita mirip psikolog ya pa" bisik mama karmila ke suaminya.


Bentar deh, psikolog? Kok psikolog sih jadi bingung kan.


"Psikopat ma" ralat papa data .


"Iya itu maksud mama hehehe" mama karmila nyengir.


Selvia sendiri tak habis pikir dengan pikiran sahabatnya itu dan tanpa sadar mengucapkan kata yang membuat Aurel terdiam.


"Psikopat lo au"ujar Selvia.


Aurel diam dan berhenti makan, kenapa Aurel diam pas mendengar kata psikopat dari mulut Selvia? Karena dia jadi teringat akan pembunuhan yang dia lakukan. Waktu mama karmila menyebutkan kata tersebut kenapa Aurel tidak terdiam? Karena mama karmila berbisik jadi Aurel tidak mendengar.


'Gue jadi keingat pas bunuh aron deh, ishh jadi gak nafsu makan kan keingat darahnya'batin Aurel yang terdiam karena teringat darah aron dan membuat nya tidak bernafsu makan lagi.


Aurel berdiri dari duduknya "Aurel ke kamar duluan ya" ujar Aurel lalu langsung melenggang dari tempat tersebut dengan hati-hati karena dia masih merasa ngilu di area inti tubuhnya itu.


"Lah to anak kenapa dah main pergi aja" heran Selvia yang memang tidak mengetahui tentang pembunuhan itu.


Dafa dan orang tua Aurel saling pandang, seakan mereka berpikiran Aurel akan terpuruk karena kejadian beberapa bulan lalu. Orang tua dafa hanya diam keheranan melihat dafa dan orang tua Aurel saling pandang.


"Dafa nyusul Aurel dulu" pamit dafa dan menyusul sang istri ke kamar.


Mereka diam dan melanjutkan makan.

__ADS_1


__ADS_2