
Seminggu sudah berlalu dari kejadian papa nya aurel menawarkan pernikahan kepada aurel. Kini aurel dan ciara sedang dirumah selvia karena selvia menyuruh mereka berdua kerumah dan ingin curhat katanya. Malam minggu yang seharusnya jalan sama pacar tapi mereka malah malam mingguan dirumah selvia.
"Kenapa via?"tanya aurel yang heran melihat wajah menekuk dari selvia.
" hikss gue capek, gue lelah"ujar selvia yang mulai menangis.
Aurel dan ciara terkejut mendengar suara tangis selvia, itu artinya bahasan kali ini serius jangan ada yang bercanda.
"Heii kenapa nangis" tanya ciara.
"Gue capek sama sugi ci au, dia sering mengabaikan gue, balas chat gue singkat" ujar selvia kepada dua sahabatnya itu.
Sugiannor heryawan nama pacar selvia yang orang nya emang dingin, suka gak kasih kabar kalau mau ngapa ngapain, selvia yang suka dengan perhatian harus jatuh cinta kepada sugi yang bodo amat akan kabar dan inilah selvia seperti sekarang ini yang mulai lelah dengan sikap abai dari pacarnya itu.
"Udah lama seperti ini vi? " tanya aurel.
"Baru sebulanan ini hikss, gue sih masih sayang tapi gue capek ngadepin sikap abai nya hikss hikss" tangisan selvia terdengar pilu.
"Positif thinking, mungkin dia sedang sibuk kerja" ujar ciara.
"Iya mungkin dia kerja vi" ucap aurel.
"Tapi setidaknya kabarin dulu biar gue gak kepikiran hikss" sahut selvia."gue hapus ajalah profil WhatsApp gue, gue juga mau mutusin sugi hikss"lanjut nya.
Yaa selvia saking sayangnya dengan sugi dia sampai pake profil WhatsApp yang couple biar orang tau kalau mereka udah punya pasangan katanya sihh.
"Eh tenang dulu jangn gegabah, lo kan sayang sama dia" ujar ciara.
"Gak, gue gak perduli, gue capek diginiin terus berasa gak dihargai sebagai cewek hikss huaaa" tangis selvia kencang.
"Yasudah kalau memang lo maunya begitu kami hanya bisa dukung, semoga lo dapet yang lebih bisa ngertiin lo ya" tutur aurel.
"Semoga saja ya hikss" sahut selvia.
"Masih sayang gak smaa sugi? " tanya ciara.
"Masih lah, tapi gue capek dengan sikapnya yang abai itu" ujar selvia yang sudah mulai reda tangisnya.
"Jangan nyesel ya dengan keputusan ini" nasehat aurel.
"Iya gak bakal" ucap selvia yakin.
"Lo tenang tenang yahh, besok bawa jalan jalan aja mumpung minggu"
"Kita ngemall bertiga aja gimana" ujar selvia.
"Gue gak bisa karena gue mau kebandung buat nengokin nini yang sedang sakit" ujar ciara.
"Gue sih rencana mau rebahan aja besok, capek gue sekolah seminggu ini dan mau istirahat dulu" ujar aurel.
"Yahh yaudah deh gak papa, lain kali aja kita ngemall" sahut selvia.
"Lo gak sedih kan vi?" tanya aurel.
"Iya aman gue gak papa kok" ujar selvia dan tersenyum.
"Jangan nekat lo yahh" peringat ciara.
"Nekat apa ci?" tanya aurel.
"Bisa aja kan saking galau nya selvia sampai nekat terjun dari balkon rumahnya ini" sahut ciara.
"Ehh kalau niat terjun bakal berubah kewujud aslinya dong" ujar aurel.
__ADS_1
"Emang wujud asli selvia apa" tanya ciara.
"Setan ha ha ha" jawab aurel dengan tertawa kencang.
Buah
Sebuah bantal melayang diwajah aurel, sang pelaku menatap aurel sinis.
"Gue bukan setan yahh, tapi kunti" sewot selvia.
"Lahh kunti itu spesies setan ege" ujar ciara, mereka semua tertawa, aurel emang sengaja bercanda agar sahabat yang sedang sedih itu bahagia, simple aja buat bikin selvia sedih yaitu dengan ngatain dia. Selvia emang beda orang kalau dikatain marah lah dia bahagia.
"Ehh udah jam 9 malam nih, pulang yuk au" ajak ciara ke aurel.
"Lahh emang kalian gak mau nginap gitu? " tanya selvia.
"Gue bilang cuma kerumah lo doang ke nyokap gak bilang nginep" ujar ciara.
"Yaudah deh kalau mau pulang, hati hati yah kalian" ujar selvia.
"Lo gak usah galau galau lagi yah, setelah kami keluar lo langsung tidur aja" tutur aurel penuh perhatian.
"Iya, makasih yahh udah dengerin gue curhat" ucap selvia.
"Lo sahabat kami, wajar kita saling curhat pokonya diantara kita kalau ada apa apa curhatin aja ya" ujar ciara.
"Iya ci" sahut selvia dan aurel bersamaan.
"Kami pulang dulu vi, bye" ujar aurel melambaikan tangan nya.
"Iya bye"balas selvia melambaikan tangan juga.
Ciara dan aurel menuju mobil masing-masing dan pulang meninggalkan kediaman selvia.
Pagi minggu aurel berniat ingin bangun siang, setelah shalat subuh aurel tidur kembali karena ingin tiduran aja seharian ini katanya, jam menunjuk kan pukul 9 pagi ponsel aurel berbunyi terus dari tadi dan mengusik tidur aurel. Aurel membuka mata nya dan melihat siapa yang menelpon nya itu.
" om ganteng ternyata "gumam aurel yang melihat nama dilayar ponselnya itu.
Yaa aurel mencoba buka hati nya buat dafa jadi dia merespon dafa.
Aurel mengangkat telpon dari dafa.
" halo om, ada apa"tanya aurel.
"Saya mau ajak kamu makan diluar hari ini, apakah bisa? "
"Bisa om jam berapa"
"Saya akan jemput kamu setengah jam lagi"
"Oh iya om"
"Oke"
Tut
Sambungan telpon terputus, dafa langsung mematikan nya dan membuat aurel kesal.
"Ishh kok langsung dimatikan tanpa permisi sih" gerutu aurel dan dia mulai beranjak dari kasur nya menuju kamar mandi.
Aurel menyalakan sower dan mulai mandi sambil nyanyi dan menari ala Bollywood. 15 menit aurel mandi dan segera menuju walk in closet untuk mencari pakaian.
"Pake apa ya yang bagus buat ketemu duda ganteng hehe" ujar aurel cekikikan. Dia melihat seluruh isi lemari nya dan mencari cari baju yang bagus.
__ADS_1
"Nah ketemu" ujar ambil mengambil dress selutut yang sederhana tapi keliatan elegan.
Setelah berpakaian aurel menuju meja rias nya dan merias sedikit wajahnya, hanya menggunakan sunscreen dan liptint saja aurel sudah terlihat cantik.
"Ah selesai, tinggal turun deh nunggu om dafa, 5 menit lagi dia akan sampai" ucap aurel dan mengambil tas dan ponselnya lalu turun kebawah. Dibawah orang tua aurel berada diruang tamu untuk menonton televisi.
"Pagi ma pa" sapa aurel.
"Pagi, kamu cantik sekali mau kemana sayang" tanya sang mama.
"Mau jalan sama om dafa ma" sahut aurel.
"Cieee mulai PDKT ni yee" goda sang papa.
"Ishh papa apaan sih"malu aurel.
" ha ha ha anak papa bisa malu juga ternyata, papa kira kamu cuma bisa malu maluin "ledek sang papa sambil tertawa.
"Kamu mau buka hati buat si duda itu sayang? " tanya sang mama.
"Iya ma, aurel ngerasa nyaman aja jadi coba buat buka hati" tutur aurel.
"Semoga dafa jodoh kamu rel" ujar sang papa.
"Ishh apa sih pa" aurel merona dan itu membuat orang tua aurel tertawa ternyata sang anak benar-benar menyukai dafa. Baru menyukai bukan cinta yahh.
Tak lama bel berbunyi pertanda ada orang diluar, aurel segera berdiri dan berjalan untuk membuka pintu dan orang tua aurel juga ikut berdiri.
Cek lek
"Hai om" sapa aurel tersenyum, dafa membalas senyuman aurel dia begitu senang karena diberi kesempatan untuk memasuki hati aurel.
"Hai, Hai om tante" ucap dafa ramah.
Orang tua aurel hanya mengangguk dan tersenyum untuk membalas sapaan dafa.
"Dafa izin bawa aurel makan diluar ya om, tan" izin dafa.
"Iya gak apa apa, asal jangan aurel yang kamu makan" ujar sang papa aurel bercanda.
"Mas ihh ngapain ngomong gitu" ujar mama aurel.
"Dimakan juga gak papa om, biar punya dafa junior atau aurel junior" ucap aurel sambil mengedipkan matanya.
"Ishh ngomong nya" peringat sang mama.
"Anak kita emang genit mah, maklumin aja" bisik sang papa.
"Mama salah ngidam apa sih pa sampai punya anak seperti aurel, perasaan sikap kita gak sama aurel deh" heran sang mama.
"Mungkin pas mama sama papa waktu malam pertama tidak ingat membaca doa dan setan ikutan" ucap aurel tanpa filter.
"Berarti kamu anak setan dong" ujar sang mama.
"Mama tau aja" ujar aurel dengan gaya malu malu biawak.
"Dih, sok malu malu kunti kamu" ujar sang papa.
"Udah ih debatnya, aurel sama om dafa pergi dulu ya, bye ma pa" pamit aurel dan langsung menggandeng tangan kekar dafa.
"Pamit om tan" ujar dafa sambil berjalan karena udah ditarik aurel.
Orang tua aurel yang melihat anaknya sudah memasuki mobil kembali masuk kerumah dan melanjutkan menonton film ikan terbang yang ada di indosiar.
__ADS_1