
Aurel dan kedua orang tua nya sedang sarapan pagi sambil membicarakan tentang hubungan aurel dan dafa yang katanya akan melamar aurel.
"Pa ma, menurut kalian Terima apa gak sih lamaran om dafa" tanya aurel kepada kedua orang tua nya.
"Terima aja sayang"
"Apa kalian gak malu? Secara kan usia aurel dan om dafa beda jauh"
"Cuma beda 10 tahun, lagian juga dafa ganteng gak keliatan tua tua banget" ujar sang papa.
"Iya juga sih, apa lagi tubuh atletis om dafa membuat kesan gagah, jadi gak sabar aurel malam pertama" oceh aurel.
"kamu ini menikah karena ingin malam pertama saja heh? "
"Yaa itulah, terus apa lagi dong"
"Menikah itu dasar cinta jangan nafsu belaka, kamu udah cinta sama dafa? "
"Hm aurel gak tau, tapi aurel nyaman jika didekat om dafa"
"Ada perasaan berdebar gitu gak saat dekat dafa, gugup loh"
"Gak ada ma, emang kenapa sih bikin gugup? Aurel bukan dekat dengan monster ya aurel dekat dengan seorang duren sawit"
Kedua orang tua aurel mendengkus kesal mendengar jawaban aurel, emang anak nya ini tidak pernah merasakan berdebar kah jika berdekatan dengan seorang? Kalau gak berdebar berarti tanda nya gak cinta kan? Terus kenapa aurel mau menjalin hubungan dengan dafa?.
"Duren sawit? "Beo sang mama
" iya ma, duda keren sarang duit ha ha"tawa aurel.
"Mata duitan kamu rel" ketus sang papa.
"Aurel mata duitan sama orang-orang berduit aja kok pa, seperti papa dan km dafa, aurel akan ngabisin uang kalian"
Sang papa menghela nafas terakhir nya ehh? Anaknya ini memang suka foya-foya tapi sang papa tidak apa apa karena kebahagiaan anaknya itu lebih penting. Aurel juga sadar diri kok jika ingin meminta minta, misal orang yang berduit maka aurel minta banyak, jika orang yang tidak berduit aurel yang memberi.
"Back to topik" ujar sang papa.
"Apa sih pa, dari tadi kita emang bahas duit kan" ujar aurel.
"Duit terus yang ada di pikiran kamu" sahut sang papa dan aurel hanya nyengir biawak "kamu serius gak cinta sama dafa? " lanjut sang papa.
__ADS_1
"Aurel cinta kok"
"Cintaa apanya kok gak ada perasaan berdebar debar".
"Aurel berdebar kok jika melihat duit om dafa yang banyak"
Sang papa mendelik karena bahasannya tentang duit lagi.
"Berarti kamu cuma cinta duit nya? " tanya sang mama.
"Iya aurel mencintai hal yang berbau duit, karena om dafa ganteng jadi sekalian deh cintai orangnya"
Aurel ini sebenarnya cinta gak sih sama dafa guyss masa iya duit mulu dari tadi yang disebutnya, padahal sudah anak seorang konglomerat tapi masih saja mata duitan, biasanya anak konglomerat tidak terlalu mata duitan karena sudah merasa hidup mewah makaa mereka akan pura-pura miskin untuk mencari cinta sejatinya, lahh aurel? Mencari cinta karena duitnya heh?.
"Udah ahh aurel mau kekampus, mau pacaran sama km dafa" senang aurel.
"Heh kekampus itu belajar bukan pacaran" tegur sang mama.
Orang tua aurel sudah mengetahui bahwa dafa menjadi dosen pengganti dikampus aurel, mereka tak habis pikir dengan dafa, padahal jika ingin berdekatan dengan aurel langsung saja temui kerumahkan untuk apa repot repot jadi dosen, jika menemui aurel langsung pun gak papa karena aurel juga merindukan dafa, liatkan pas pertama kali dafa masuk kelas aurel, aurel langsung menyapa nya bak orang gila yang teriak teriak gak jelas.
"Sekalian ma, belajar sambil melihat masa depan" ucap aurel.
"Setelah lamaran nanti malam, seminggu kemudian kalian menikah"
"Bahasanya" ujar sang papa menegur karena bahasa aurel tidak ada yang disaring.
"Bukan masalah cucu, tapi mama khawatir dafa gak akan kuat didekat kamu yang agresif" bukannya mengkhawatirkan masa depan anaknya sang mama hanya mengkhawatirkan dafa, kan jika khilaf disini aurel yang kasian ya? Kehilangan perawatan ehh perawanan. Tapi itu tidak akan terjadi jika aurel dalem mode kalem dan sayangnya jika aurel sudah dihadapkan dengan si duren sawit aurel tidak bisa kalem bawaannya pengin menggoda dafa terus.
Bentar? Aurel kan agresif? Apakah ke mantannya juga gitu? Jadi gini ya guyss sisi lain dari aurel bisa merasakan mana yang baik atau buruk untuk aurel, jika sisi lain dari aurel merasa dafa itu aman maka dia tidak akan mengganggu apa pun yang aurel lakukan, jika merasa orang yang dekat dengan aurel itu yang buruk maka sisi lain aurel akan mengontrol aurel agar tidak agresif. Sebenarnya aurel emang punya alter ego kah? Hm jawabannya author sendiri pun bingung, karena sisi lain dari aurel itu emang aurel sendiri, dia seperti memiliki khodam kah karena bisa merasakan hal hal yang aneh jika orang didekat nya itu buruk. Kalau alter ego kan datang karena rasa trauma atau ada yang membuat guncangan mental aurel, tapi aurel tidak mempunyai trauma atau apalah itu karena aurel emang disayang dan dijaga oleh orang tuanya.
"Kalau tak kuat tinggal bercocok tanam ma" sahut aurel.
"Awas aja kamu lakuin itu sebelum menikah" ancam sang papa.
"Papa tenang Aurel cuma mau menggoda om dafa kok"
"Masalah nya takut dafa gak kuat dan berakhir mengenaskan"
"Ishh papa kira ini acara pembunuhan kah? " kesal aurel, dari tadi dia terus yang disalahkan. Seharusnya jika terjadi kerusakan masa depan itu salah laki-laki kan karena tidak bisa menahan nafsunya? Tapi kenapa dia yang di pojok kan orang tuanya heh?
"Udah ah aurel berangkat, Assalamu'alaikum ma pa" ucap aurel dan bersalaman kepada kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Walaikumsalam" sahut mereka.
Aurel pun keluar dan menaiki mobilnya untuk kekampus, diperjalanan aurel ber nyanyi musik Bollywood yang berjudul manwa lage yang artinya aku terpikat. Ber nyanyi sambil ngebayangin wajah dafa itu artinya aurel terpikat dengan dafa kan? Iyalah terpikat siapa coba yang gak terpikat dengan duda hot jelotot hah? Mana ganteng, berduit, tubuh atletis pula, ahh author juga pengin deh xixixi.
Aurel sampai dikampus dan langsung menemui sahabatnya yang laknat itu diparkiran, mereka sudah menunggu aurel sejak satu abad yang lalu.
"Lama bener lo datang" celetuk selvia.
"Iya tadi bahas sesuatu yang urgent dulu sama mama papa" sahut aurel.
"Bahas apa?"
"Malam ini gue mau lamaran"
Selvia dan ciara terkejut mendengar penuturan aurel, apa tadi kata aurel lamaran? Dengan siapa sahabat mereka itu lamaran.
"Lamaran ama siapa lo" tanya ciara.
"Sama setan"
"Ohh pantes, wajar sih cepat mau lamaran secara kan yang lamar sesama jenis dengan lo" ujar Selvia dan aurel melotot, enak aja di disama kan dengan setan kan sahabat aurel lah yang pantes disamakan.
"Sama om dafa lah" kesal aurel.
"Tadi katanya setan"
"Heh gue akui kalian sama dengan setan tapi gue mau menikah dengan manusia lahh"
"Lo juga setan ya anjirr"
"Udah ah apaan sih bahas setan mending ke kelas hari ini pelajaran om dafa lohh" ujar ciara menengahi perdebatan antara setan dan iblis eh? Xixixi
Mereka berjalan mulai gurun sahara menuju kelas mereka, sesampainya dikelas mereka duduk dan masing-masing gosip menunggu dosen masuk.
"Kok gue ngantuk yahh" celetuk aurel.
"Ehh gak ada semangat nya lo itu" ujar selvia.
"Iya kan yang ngajar masa depan lo masa gak semangat" ucap ciara.
"Tidur bentar gue, kan om dafa belum masuk, nanti bangunin aja yahh" sahut aurel.
__ADS_1
"Heh masalahnya lo itu susah dibangunin seperti kemarin om dafa membawa lo pulang aja lo pasti gak sadar kan" kesal selvia yang kemarin sempat keruangan dafa ingin menemui aurel tapi aurel nya sedang tidur atau cosplay jadi mayat susah untuk dibangunin nya.
Aurel mengabaikan ucapan selvia dia melipat tangannya untuk merebahkan kepalanya itu dan langsung tidur padahal didalam kelas sedang ribut tapi tidak membuat Aurel terganggu mungkin karena dia sudah biasa kali ya?.