Gadis Maniac Duit Dan Duda Perjaka

Gadis Maniac Duit Dan Duda Perjaka
Aurel acuh


__ADS_3

Aurel memasuki sekolahnya dan berjalan menuju kelas, diparkiran sekolah sudah ada selvia dan ciara yang menunggu kedatangan aurel, aurel yang melihat sahabat nya menunggunya hanya melewatinya saja tanpa menyapa, ciara bingung melihat aurel yang acuh sedangkan selvia dia sudah mengetahuinya, mungkin aurel masih kesal, bukan mungkin lagi astaga, emang kesal aurel nya selviaaa. Selvia dan ciara berjalan ke kelas sambil berbincang bincang.


"Aurel kenapa vi"tanya ciara bingung.


"Kesal dia"


"Kesal kenapa? "


"Dia kemarin ketemu gue dimall dan kami bertengkar eh rapat bukan bertengkar tapi dia yang marah sama gue".


" kenapa dia marah sama lo? "


"Gue jalan sama pacar gue"


"Pacar lo yang mana vi"


Selvia mendengus kesal"emang gue punya pacar berapa? "Kesal Selvia.


"Satu"


"Nah tuh tau kenapa mesti nanya yang mana sih, seperti gue punya banyak aja"


"Kan udah putus, jadi gue nanya"


"Gak jadi putus, gue terlalu sayang dengannya" lirih Selvia.


Ciara melotot mendengar penuturan Selvia pantas saja teman setannya yang satu itu marahh. Selvia dan ciara kini sudah berada didepan kelas dan mereka masuk setelah masuk mereka tidak melihat keberadaan aurel dan mereka bahagia ehhh bingung maksudnya.


"Guyss ada yang tau aurel kemana?" tanya Selvia kepada teman-teman sekelasnya.


"Katanya tadi ingin menemui temannya yang dari alam lain" sahut seorang siswi.


"Berarti menemui setan dong ya? " tanya ciara polos.


"Kemungkinan, kan aurel punya temen manusia hanya kita" sahut Selvia.


"Kita cari aurel yukk ke alam situ tapi gimana ya caranya?" ajak ciara.


"Meninggal dulu ci biar bisa kesana" sahut seorang siswa.


"Benarkah? Bunuh kami dong biar kami bisa menyusul aurel" ujar ciara dengan tampang polosnya.


Selvia melotot"heh lo ini ci, polos apa gila sih, masa mau dibunuh yang benar saja, gak gue gak mau mati gue belum kawin wehhhh"heboh Selvia.


"Gue sama aurel juga belum kawin" sahut ciara.


"Maka dari itu jangan mau mati dulu eeee" kesal Selvia.


Saat ciara ingin menyahut kalimat selvia, aurel memasuki kelas dan mereka berhenti bernafas, maksudnya berhenti berdebat tentang alam lain. Aurel duduk di kursinya tanpa melihat kearah sahabatnya itu, semua orang didalam kelas bingung dengan sikap aurel yang acuh kepada sahabat nya itu, tumben sekali pikir mereka.


"Au lo darimana? " tanya ciara.


"Dari India" ketus aurel.


"Ngapain? "


"Ingin bercocok tanam dengan Shahrukh Khan" ujar aurel.


"Kok cepat? "


"Telat, keburu ayang Shahrukh Khan berangkat kerja"


"Yang sabar" ucap Selvia dan aurel hanya melirik sinis tanpa bersuara. Perasaan aurel bicara dengan ciara kenpa giliran nya yang bersuara aurel hanya diam bisu seperti orang mati yang matanya masih terbuka.


"Yaelahhh masih marah aja lo au" ujar Selvia.


"Lo sih bikin dia marah" ucap ciara. Teman sekelas mereka yang mendengar perkataan ciara jadi tahu tempe penyebab aurel acuh tadi.

__ADS_1


"Tumben trio crazy bertengkar" ujar salah satu siswi.


"Iya biasanya kan cuma bercandaan" sahut salah satu siswa


Aurel yang mendengar kata-kata teman-teman nya itu hanya memutar bola matanya malas seperti hidupnya yang pemalas. Tak lama guru masuk dikelas mereka, mereka pun diam dan belajar dengan tenang tanpa ada nya keributan yang dibuat trio crazy seperti bisanya.


Setelah selesai belajar kini bel istirahat berbunyi dan mereka yang dikelas heboh untuk kekantin sekolah, aurel diam saja menunggu teman-teman kelasnya keluar duluan.


"Au lo kekantin kan" tanya ciara?


"Hm" ujar aurel singkat.


"Yaelah gak cocok muka lo dibuat datar begitu au" ucap Selvia dan aurel hanya mendengus.


"Serah gue" ketus aurel.


"Au gue minta maaf deh, gue sayang dia au?" ujar Selvia meminta maaf.


"Heh kalau sayang gak usah mau putus putus segala" kesal aurel.


"Kan gue gak mau diabaikan"


"Lo nya aja yang lebay, orang sibuk kok buat kerja tapi lo malah marah"


"Kan gue gak tau au"


"Lo gak bisa ngertiin dia"


"Yaudah gue tau salah gue minta maaf"


"Ya emang lo salah"


*iya dan gue minta maaf, udah yukk kita ke kantin "


"Kalian duluan aja"


Aurel senang mendengar kata traktiran, walaupun aurel banyak duit tapi dia suka yang namanya gratisan.


"Yaudh yuk kekantin" semangat aurel.


"Giliran traktir aja semangat, marah nya seketika hilang" cibir Selvia.


"Iyalahh, jarang jarang makan gratis kan"


"Iyadeh serah lo"


"Gue ditraktir juga kan vi?" tanya ciara kepada Selvia.


"Gak, lo bayar sendiri"


"Kan gue juga berhak yah " sewot ciara.


"Berhak apasih"


"Berhak minta traktiran, soalnya pas Selvia curhat sampai nangis gara-gara pacarnya itu gue juga ada, seharusnya gue juga marah lohh"


Selvia menghela nafas kasar"yaudah gue traktir kalian".


"Gitu dong, yukk kantin"


Mereka bertiga berjalan menuju kantin, sesampainya di kantin semua mata menoleh kearah mereka. Aurel dkk primadona sekolah jadi wajar banyak yang tahu mereka apalagii aurel dkk itu sering buat masalah jadi tidak ada yang tidak tau dengan mereka.


"Kita mau buat keributan gak nih? " tanya Selvia.


"Gak mood gue, malas" sahut aurel.


"Lo kenapa sih badmood banget hari ini" tanya ciara.

__ADS_1


"Entahlah, tapi gue merasa kesal aja"sahut aurel.


"Emang masalah apa? "


"Gue kan tadi pagi dijemput om dafa dan om dafa buat gue kesal"


Selvia dan ciara saling pandang mendengar perkataan aurel.


"Lo gue liat sering bersama om dafa, lo punya hubungan khusus? " tanya Selvia.


"Iya, dia patner diranjang gue" sahut aurel sekenanya,


Selvia dan ciara melotot.


"Heh lo gak perawan lagi dong" sentak ciara.


"Iya, dan yang ambil keparawanan gue Shahrukh Khan lebih dulu" halu aurel kumat.


"Halu mulu deh"


"Udah ah kalian mesan apa? " tanya ciara.


"Gue nasgor dengan lauk paku, dan es jeruk campur darah" ujar aurel.


"Gue samain aurel ajaa, penasaran gue dengan makanan yang aurel pesan" ucap Selvia.


"Yaudah kalian duduk dulu, gue pesan dulu" ujar ciara dan berjalan menuju kearah toilet.


Aurel dan selvia duduk di meja pojok, karena memang itu meja yang mereka duduki tidak boleh ada yang duduk di meja mereka jika tidak ingin berakhir menangis. Tak lama caira datang dengan ibu kantin sambil membawa makanan mereka. Mereka makan dengan khusuk layaknya shalat dengan khusuk agar diterima Allah SWT.


"Gue serius nanya au, lo udah pacaran ya sana om dafa? " tanya selvia.


"Hem, tapi gue belum mencintai om dafa" sahut aurel.


"Kalau belum cinta kenapa lo mau jadi pacar om dafa" tanya ciara.


"Yaelah emang aurel pernah cinta dengan pacar pacarnya hah? " ujar selvia


"Ya gak sihh" sahut ciara.


"Nah toh tau"


"Gue sebenarnya nyaman dengan om dafa, tapi gak tau kalau nanti, gue takut gue akan bersikap sama seperti gue bersikap ke mantan mantan gue, gue takut akan mencampakkan om dafa" lirih aurel.


"Om dafa baik au, jangan mencoba mencampakkan nya"


"Gue tau, kadang sikap gue yang seperti itu bukan keinginan dari dalam hati gue, gue juga sulit memahami perasaan gue sendiri"


"Kalau lo seperti ini terus akan ngundang masalah dalam diri lo au"


"Gue tau dan gue akan mengatasinya"


"Lo ingat dengan mantan lo yang namanya aron arsalan itu? Dia itu ketua geng motor au, gue takut dia benci sama lo dan mau belas dendam ke elo"


"Gue tau, dan gue akan menerima balas dendam darinya"


"Tapi bahaya au"


"Lo tenang aja, selama ini kan gue selalu latihan beladiri"


"Iya tau, tapi tetap saja bahaya, dia laki-laki dan lo perempuan pasti kekuatan kalah telak au, apalgi kalau aron bersama geng nya bisa habis lo"


"Tenang, sampai saat ini masih aman dia gak pernah ganggu gue"


"Serah lo deh, tapi kalau lo punya masalah langsung hubungin kami"


"Ya bawel"sahut aurel.

__ADS_1


__ADS_2