Gadis Maniac Duit Dan Duda Perjaka

Gadis Maniac Duit Dan Duda Perjaka
ternyata duda


__ADS_3

Aurel melajukan motor sport nya dengan kecepatan tinggi sambil menggerutu tidak jelas, aurel masih kesal dengan kelakuan Selvia yang luar binasa absurd. Tidak aurel tidak marah beneran, aurel marah karena dia lapar jadi mood nya kurang baik diajak bercanda. Dijalan aurel melihat restoran nasi padang dan aurel akan mampir makan disana.


Aurel memikirkan motor nya diparkiran restoran dan bejalan masuk restoran yang masih menggerutu tidak jelas.


"Rencana keluar rumah makan gratis eh tau nya malah makan direstoran dan bayar" gerutu aurel kesal.


Aurel mengedarkan pandangannya melihat sekeliling restoran mencari tempat duduk namun mata nya menangkap sosok pria yang dikenalnya dan mood Aurel yang semula buruk kini kembali membaik, Aurel berjalan menghampiri orang itu yang duduk hanya sendirian.


"Hai om bertiga aja nih? " tanya aurel kepada orang itu. Orang itu mengernyit heran, bukan kah dia sendiri tapi kenapa aurel malah menyebutkan bertiga, apakah mata batin aurel terbuka? Sehingga bisa melihat sosok lain disamping, orang itu jadi bergidik.


"Bertiga? " heran dafa


Yaaa yang aurel lihat adalah dafa. Aurel menghampiri dafa karena ingin menggoda lelaki itu siapa tau kecantol dengan kecantikan paripurna aurel ykannn.


Aurel mengangguk, "iya om bertiga dengan malaikat Raqib dan atid" celetuk aurel "boleh aurel gabung di meja ini om" izin aurel.


"Silakan, kamu sama siapa kesini" tanya dafa.


"Om lihat aurel bersama teman tidak? " tanya aurel dan dafa menggeleng"nah berarti aurel sendiri, itu aja kok nanya"sahut aurel.


"Kamu pandai bicara aurel" kata dafa.


"Aurel bukan cuma pandai bicara om, aurel juga pandai buat om tertarik" ujar aurel mengedipkan sebelah mata nya menggoda dafa.


"Saya sudah tertarik aurel" sahut dafa jujur, jujur saja awal bertemu dafa sudah tertarik dengan aurel entah karena apa, tapi dafa suka melihat tingkah laku aurel.


Aurel yang mendengar itu tiba-tiba gugup, secepatnya itu kah dafa tertarik padanya?.


"Jangan bercanda om hahah" tawa aurel.


"Saya serius aurel" kata dafa menatap aurel lekat. Aurel yang ditatap jadi salah tingkah rasanya aurel ingin salto saja.


"Ahh Aurel tau kok gak ada yang bisa terhindar dari pesona nya Aurel" ujar Aurel yang narsis, dafa terkekeh melihat kenarsisan Aurel.


"Kamu mau makan? " tanya dafa.


"Iyalah ngapain juga kesini kalau gak makan" sahut Aurel yang melihat buku menunya. Aurel memesan nasi padang dan es jeruk.


"Kirain kamu sengaja nyamperin saya kesini" pede dafa.


"Awalnya sih cuma mau makan, karena melihat masa depan Aurel sedang duduk sendirian di sini jadi Aurel samperin deh" goda Aurel.


"Kamu mau jadi masa depan saya secepatnya? " tanya dafa to the point.

__ADS_1


Deg


Aurel terkejut, dia padahal cuma berniat menggoda bukan serius, lagian juga Aurel tidak cinta dia hanya tertarik karena dafa tipe cowo yang selama ini dia hayalkan. Tinggi, tampan, berduit, body aduhay itulah tipe cowo seorang aurelia almashyra willson.


"G... Gak se secepatnya juga om" sahut aurel terbata.


Dafa terkekeh "iya saya ngerti, kita juga belum mengenal jauh" sahut dafa.


Saat aurel ingin menjawab pesenan nya datang karena aurel sudah kepalang lapar dia pun menyantap dengan lahap nasinya, dafa yang melihat aurel makan dihadapan nya yang gak jaim jaim itu hanya geleng-geleng kepala.


"Pelan pelan makan nya aurel" ujar dafa sambil menyapu sudut bibir aurel yang terkena sambel belado ehh sambel nasi padang


Aurel tersenyum kikuk karena perlakuan dafa"Terimakasih om"ujar aurel memelankan makan nya.


Disaat aurel dan dafa fokus makan terdengar suara ponsel dafa yang sedari dari terus berbunyi tapi dafa tidak berniat mengangkat atau mematikan aurel jadi heran.


Drrrrt drrrrt drrrrt


Ponsel kembali berbunyi tapi dafa langsung mematikan ponselnya. Aurel telah selesai makan dan menatap dafa yang juga sudah selesai makan.


"Om siapa sih yang telpon om terus" tanya aurel penasaran.


"Mantan istri" sahut dafa singkat.


Deg


"Om aurel pulang nanti kalau aurel lama pulangnya dikunciin papa" pamit aurel dan berjalan menuju kasir untuk membayar makannya.


"Lohh kok kesana, pintu keluar sebelah sana aurel" ujar dafa mencekal lengan aurel.


"Mau bayar dulu om" ujar Aurel sambil melepaskan cekalan tangannya dari dafa.


"Biar saya yang bayar, kamu pulang saja"


"Ahh terimakasih om, Aurel pamit" ujar Aurel langsung berlari keluar.


Dafa yang melihat tingkah aneh Aurel mengernyit, apakah ada sesuatu yang membuat Aurel bertingkah aneh tapi apa pikirnya. Dafa berdiri dan berjalan menuju kasir untuk membayar makanan nya. Setelah membayar dafa langsung pulang ke mansion nya.


*****


Mood Aurel kembali buruk, Aurel melajukan motor nya dengan kecepatan tinggi karena ingin segera pulang. Sesampainya Aurel dimansion dia langsung berlari keatas tanpa memperdulikan orang tuanya yang memanggil.


Brakkk

__ADS_1


Aurel membanting kuat pintu sehingga kedengaran sampai alam ghaib. Orang tua Aurel terkejut melihat Aurel membanting pintu.


"Kenapa dengan anak kita pa" tanya mama Aurel.


"Ya gak tau, kan aku sama kamu"


" hehe iya ya"


"Kita liat keatas yuk ma" ajak papa kepada sang istri.


"Yuk" ujar mama sambil berdiri dan berjalan disamping sang suami tercinta.


Sesampainya didepan kamar Aurel samar samar mereka mendengar suara Aurel menangis, seketika mereka panik mendengar suara Aurel itu.mereka takut terjadi apa apa kepada anak semata wayang mereka itu. Mereka segera mengetuk pintu anaknya yang terkunci itu.


Tok tok tok


"Sayang ini mama dan papa, bukain pintunya dulu nak" ujar sang mama yang khawatir. Aurel langsung membuka pintu dan menangis dipelukan sang ibu.


Ceklek


"Huaaaa mama Aurel malu hiksss" tangis Aurel. Orang tua Aurel heran, malu? Malu kenapa anak mereka ini, biasakan Aurel gak pernah malu malah dia yang malu maluin.


"Malu kenapa sayang, cerita ke mama" tanya mama lembut, sang papa hanya memerhatikan saja.


"Hikss Aurel menggoda seorang duda hiksss huaaa" tangis aurel kencang.


"Kenapa aurel menggoda duda" tanya mamanya heran.


"Aurel awalnya gak tau kalau dia duda, jadi aurel godain hiksss" sahut aurel.


"Tapi dia gak ngerespon kan sayang, jadi tidak apa"


"Hiksss dia tertarik ma, aurel tau aurel ini cantik sekali makanya dia cepat tertarik" narsis aurel tak tau keadaan, sudah tau sedang sedih masih sempat saja dia narsis.


"Terus gimana dong?, kamu juga kenapa tertarik godain orang sembarangan" tanya sang mama heran.


"Dia ganteng  dan berduit ma" cicit aurel pelan.


"Yaa bagus dong ganteng, yaudah sihh respon saja jika dia ingin serius" sahut sang mama.


Aurel kembali menangis kencang,"TAPI AUREL MALU KARENA STATUS NYA MAAA HUAAAAA HIKSSS HIKSS"


Sang papa yang sedari tadi memperhatikan tak sanggup lagi menahan tawa.

__ADS_1


"Ha ha ha ha" pecah sudah tawa sang papa.


__ADS_2