Gadis Maniac Duit Dan Duda Perjaka

Gadis Maniac Duit Dan Duda Perjaka
membunuh


__ADS_3

Aron tidak takut dengan ancaman aurel dia tetap ingin menjamah aurel.Aron mulai kembali mengusap pipi aurel lembut dan aurel masih diam karena baginya itu belum kelewat batas.


"Pipi lo halus" ucap Aron.


"Jangan sentuh" ujar aurel.


Aron terkekeh, aurel ini sangat menjaga tubuh nya maka dari itu Aron bernafsu pada aurel tapi aurel sangat sulit untuk disentuh.


"Jangan menolak terus sayang karena hari ini akan gue cicipi tubuh lo"


"Jangan harap" desis aurel.


Aron menarik dagu aurel agar dia bisa mencium dan aurel tidak menghindar lagi, aurel mendongak menatap Aron tajam Aron hanya terkekeh melihat tatapan tajam aurel.


Cuih


Aurel meludah didepan wajah Aron yang berusaha untuk mencium nya.


"Dasar jal*ng" sentak Aron. Aurel tersenyum miring.


Karena Aron marah dia menampar aurel.


Plakkk


Dafa yang melihat itu ingin masuk tapi dia melihat aura aurel berbeda, alter ego aurel muncul dan dafa tidak jadi masuk.


Setelah menampar aurel Aron tersenyum dan mendekati aurel, Aron belum sadar bahwa bola mata aurel sudah menjadi warna hitam. Aron mencoba membuka kancing baju aurel.


"JANGAN SENTUH AUREL BAJINGAN" teriak aurel yang sudah dikuasi alter ego nya dan menahan pergerakan Aron yang ingin membuka kancing baju aurel.


Aron terdiam karena melihat bola mata aurel berubah, Aron terkejut tapi dia berusaha menutupi nya agar tetap terlihat tenang.


"Wahh lo hebat juga ternyata bisa lepas dari jeratan itu" ucap Aron.


"Lo akan mati" ucap aurel datar.


"Ha ha ha, lo yang akan mati *****" ujar Aron tertawa.


"Lo udah berani mengusik aurel dan gue akan membunuh lo"


Aron diam mendengar perkataan aurel, dia menyebut dirinya sendiri? Berarti aurel punya alter ego pikir Aron.


"Lo yang udah mutusin gue tanpa sebab" ucap aurel.


"Aurel mutusin lo karena atas kehendak gue, karena gue tau lo pacaran dengan aurel dengan nafsu, dan gue mencoba melindungi aurel"


Aron terdiam, 'dia tau gue hanya menginginkan tubuh aurel?'batin Aron.


Aurel tersenyum miring, "kenapa diam? Lo kaget karena gue tau itu, jelas karena gue dari dunia lain dan bisa tau apa yang lo pikirkan" ucap aurel dengan seringaian.


"Sekarang siap menemui ajalmu?" tanya aurel.


Aron yang mendengar pertanyaan itu marah dan mulai menyerang aurel. Aurel yang peka akan pergerakan Aron dengan secara membalasnya dan terjadi lah perkelahian antara Aron dan aurel.


Bugh


Bugh


Krekk


"Arghhh" rintih Aron karena tangannya dipatahkan aurel. Mata hitam milik aurel menatap tajam Aron yang sudah terduduk dilantai. Aurel mendekati Aron, Aron waspada.


Anak buah Aron yang ada diluar terkejut mendengar rintihan bos mereka, mereka ingin masuk dan membantu bos nya tapi dafa menghentikan nya dan melarang anak buah Aron untuk masuk, mereka menurut saja karena mereka tidak berani melawan bos besar mereka itu.


"Siap untuk mati? " tanya aurel tersenyum smirk. Aurel mengeluarkan pisau kecil dibalik kantong baju nya. Aron yang melihat aurel memegang pisau kecil itu mengelengkan kepalanya.


"Takut? " tanya aurel, Aron diam dia tidak bisa berkata-kata karena aura aurel sangat kuat dan membuat ruangan itu mencekam.

__ADS_1


"LO HARUS MATI KARENA UDAH CULIK AUREL" teriak aurel dan langsung menusukkan pisau kecil itu ke perut Aron dan merobek perut Aron.


srek


srek


srek


"Arghh sshhh" rintih Aron dan langsung meninggal karena aurel sudah merobek robek perutnya dan darah Aron memenuhi wajah aurel, seketika aurel terpejam dan bola matanya perlahan berubah seperti semula.


Aurel yang sudah melihat Aron mati hanya menatap aron sendu. Dafa yang melihat dari luar tersenyum miring karena aurel telah membunuh Aron.


"Gue udah peringatan lo Ron agar tidak mengusik gue tapi lo gan dengerin gue dan ini akibatnya, lo udah bangunin sisi lain dalam diri gue Ron" lirih aurel.


"Sebenarnya gue gak mau jadi kriminal dengan membunuh orang, tapi lo udah buat gue marah dan membangunkan aurel yang lain, gue gak tau kenapa gue punya alter ego padahal gue gak pernah memiliki trauma atau merasa tersakiti, alter ego gue menjaga gue selama ini agar bisa terhindar dari tatapan lapar orang-orang yang memandang gue atau dari orang-orang yang mau nyakitin gue, gue sebenarnya bersyukur karena merasa terlindungi oleh sosok lain dari diri gue Ron tapi gue capek karena susah untuk jatuh cinta dengan orang karena jika sisi lain gue gak setuju maka perasaan gue pun gak bisa cinta sama seseorang"


"Gue minta maaf karena ngebunuh lo Ron"


Aurel berdiri dari jongkok nya dan masuk kamar mandi untuk membersihkan wajahnya dari darah Aron.


Dafa mendengar kan semua yang aurel ucapkan"jadi itu alasan kenapa aurel jangan dibentak atau kasar padanya, alter ego aurel akan muncul jika aurel merasakan sakit atau aura yang membuat aurel tidak nyaman"gimana dafa.


Aurel keluar kamar mandi dan langsung keluar dari kamar Aron, saat membuka pintu aurel terkejut karena dafa ada didepan pintu.


"Om, aurel membunuhnya om" lirih aurel. Dafa diam melihat gadisnya yang terlihat sedih karena membunuh orang, padahal itu tidak masalah bagi dafa karena memang seharusnya aurel membunuh orang yang ingin melecehkan nya kan?


Melihat dafa lagi-lagi diam aurel langsung pergi dari sana, anak buah Aron tidak berani untuk menghadang aurel karena dilarang oleh dafa.


Dafa melihat kepergian aurel diam saja karena tidak ingin mengganggu aurel, dafa membiarkan aurel tenang dulu. Dafa menyuruh anak buah Aron untuk mengurus mayat Aron untuk dikuburkan besok siang.


***


Aurel tiba dikediaman nya jam 12 malam, aurel mengetuk pintu.


Tok tok tok


Orang tua aurel yang dasarnya belum tidur karena khawatir dengan anaknya itu langsung membuka pintu setelah mendengar ketukan pintu, mereka mengira itu aurel dan pintu dibuka ternyata benar itu anak mereka.


Ceklek


"Pa aurel membunuh orang" lirih nya.


Sang papa membalas pelukan anaknya dan menggiring aurel untuk masuk kedalam rumah.


"Sayang kamu gak papa? " tanya sang mama.


"Aurel baik ma, tapi aurel ngebunuh orang hiks" tangis aurel.


"Sstt tidak apa sayang, mungkin kamu punya alasan sampai ngebunuh orang" sang papa menenangkan anaknya.


"Dia mau lecehen aurel, aurel udah peringatan jaga batasan tapi dia tidak mendengarkan aurel, aurel marah dan aurel membunuhnya pa"


"Tidak papa sayang, itu emang harus dilakuin"


"Tapi aurel gak mau jadi kriminal karena telah membunuhnya pa"


"Tidak akan ada yang bisa buat aurel masuk penjara sayang, papa akan menjamin itu"


"Aurel jahat ya pa" lirih aurel merasa jadi penjahat yang sesungguhnya.


"Aurel tidak jahat, aurel membela diri itu sangat wajar sayang"


"Aurel mau tidur bareng mama dan papa ya" pinta aurel.


"Iya sayang, mama dan papa temenin aurel tidur"


"Tapi mandi dulu ya sayang, liat baju aurel kotor kena darah" ujar sang mama, aurel mengangguk dan melepaskan diri dari pelukan sang papa, aurel naik keatas untuk mandi.

__ADS_1


"Mama liat anak kita selamat" ucap sang papa.


"Iya, tapi dia terlihat sedih karena udah ngebunuh orang pa"


"Itu hal wajar, karena untuk pertama kalinya dia membunuh orang jadi tidak terbiasa"


"Kalau dia larut dalam kesedihan bagaimana pa? "


"Tidak akan, anak kita akan kembali ceria, nanti kita hubungi sahabat aurel dan bantu buat bikin anak kita ceria lagi"


"Iya pa"


"Kita kekamar aurel sekarang yah, aurel perlu kita" ujar sang papa dan sang mama mengangguk. Mereka menaiki tangga untuk kekamar anak mereka, setelah sampai mereka langsung masuk kamar sang anak dan menunggu aurel selesai mandi. Tak lama aurel membuka pintu kamar mandi dengan dirinya yang sudah mengenakan pakaian tidur.


Ceklek


Aurel yang melihat orang tua nya sudah didalam kamarnya langsung tersenyum.


"Aurel tidur ditengah mama papa ya" ucapnya.


Orang tua aurel tersenyum melihat anaknya yang sedang manja.


"Iya sayang, ayuk kita tidur besok kan aurel sekolah" ujar sang mama. Kini mereka sudah berbaring, aurel ditengah dan sang mama disebelah kanan aurel dan papa sebelah kiri aurel.


"Pa aurel mau homeschooling" pinta aurel.


"Kenapa sayang, kan beberapa minggu lagi kamu lulus" tanya sang papa heran.


"Aurel mau diam dulu dirumah sebelum masuk kuliah, aurel ingin tenang dulu pa"


Aurel emang ingin menenangkan diri dulu dan berusaha untuk menghindari dafa karena dia tidak ingin melihat dafa membencinya karena dafa melihat dia membunuh Aron, dan dafa mengetahui bahwa dia mempunyai alter ego. Aurel pasrah jika dafa melaporkan nya kepolisi atas tuduhan pembunuhan. Aurel tak memikirkan kenapa dafa ada disana, aurel berpikir bahwa dafa melacak keberadaannya.


"Kamu yakin sayang, bagaimana dengan sahabatmu? "


"Nanti kasih tau mereka untuk berkunjung kerumah pa, soalnya aurel gak bisa hubungin karena ponsel aurel hilang"


"Kalau memang itu mau mu papa akan menuruti dan kamu janji gak sedih lagi dan jangan pikirkan tentang kamu ngebunuh orang oke"


"Iya pa" ujar aurel dan memeluk sang papa, sang mama yang melihat itu tersenyum hangat karena anaknya sekarang sudah ceria.


"Papa mama gak marah kan" tanya aurel.


Orang tua aurel mengernyit, bingung dengan pertanyaan sang anak, marah kenapa? Marah karena aurel ngebunuh orang kah? Tidak mereka tidak marah.


"Gak, papa dan mama gak marah karena kamu ngebunuh orang"


"Ishh bukan itu pa"


"Terus apa? " heran sang papa.


"Gak marahkan aurel minta ditemenin tidur, dan papa malam ini tidak dapat jatah dulu"


Aurel kembali ke mode jahil, tapi mereka senang karena anaknya sudah tidak sedih lagi.


"Papa udah dikasih jatah sama papa sebelum kamu pulang tadi" ucap sang papa bercanda.


"Yeeee anaknya diculik malah enak enak minta jatah kemama" kesal aurel. Orang tua aurel terkekeh karena anaknya itu kesal.


"Sekarang tidur syangg, ini udah jam 1 dini hari" ujar sang mama.


"Iya ma pa, good night" ucap aurel lalu mengecup pipi orang tuanya.


Cup


Cup


Orang tua aurel tersenyum dan membalas mencium pipi anaknya itu.

__ADS_1


Cup


Cup


__ADS_2