Gadis Maniac Duit Dan Duda Perjaka

Gadis Maniac Duit Dan Duda Perjaka
aaaa darahhh!!


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 10 pagi sepasang pengantin baru itu balum juga bangun karena mereka baru tidur jam setengah 6,entah berapa ronde mereka melakukan pergulatan panas sampai menjelang subuh itu.


"Enggh" lenguh Aurel dan menggeliat, Aurel terbangun dan melihat kearah suaminya yang masih tertidur itu.


Aurel bangun dari rebahan nya dan menyibak selimut yang menutupi tubuh polosnya.


"AAAAA DARAHHH" teriak Aurel saat melihat noda merah di kasur itu. Dafa terbangun karena teriakan sang istri.


"Kenapa hm? " tanya dafa dan ikut duduk.


"Om liat itu, darah om" tunjuk Aurel kearah noda tersebut.


"Kan darah kamu sayangg"


Aurel menatap suaminya itu detik berikut nya mata Aurel berkaca-kaca, dafa yang melihat istri nya hendak menangis menjadi gelagapan.


"Heyy kenapa hm" tanya dafa lembut.


"Om hiks, om udah buat Aurel berdarah" tangis Aurel, Aurel belum sadar bahwa mereka sama-sama polos tanpa ada kain yang menempel dibadan mereka.


"Lohh kan perawan emang berdarah sayang" ucap dafa dan memeluk istrinya itu.


"Berarti Aurel gak perawan lagi dong" tanya Aurel.


"Iya sayang, terimakasih sudah memberikan ke saya" ucap dafa dan mencium puncak kepala sang istri.


"Huaaaa Aurel udah gak gadis lagi hikss hikss" tangis Aurel dafa jadi heran kenapa istrinya menangis? Bukanlah Aurel setuju dan malah diberi uang.


"Kenapa nangis hm, kan saya sudah meminta izin dan juga sudah memberikan syarat yang kamu mau"


"Syarat? " bingung Aurel.


Dafa mengangguk dan Aurel diam untuk mengingat kejadian tadi malam hingga detik berikut nya Aurel cengengesan.


"Hehe uang Aurel banyak om" senang Aurel, dafa melongo mendengar perkataan istrinya itu, berarti uang bisa membuat istrinya itu senang? Ahh beruntung dafa mempunyai banyak uang jadi sangat mudah membujuk istrinya jika sedang merajuk.


Aurel melepaskan pelukan dafa dan hendak beranjak dari kasur dan kekamar mandi.


"Sshh" ringis Aurel yang merasa ngilu di inti tubuhnya.


Dafa berdiri dan berjalan ke sisi ranjang untuk membantu istrinya kekamar mandi karena dafa paham apa yang dirasakan istrinya itu.


"Aaaaa itu gantung gantung om" pekik Aurel yang melihat pusaka dafa menggantung, dafa menoleh kearah pusakanya yang kembali tegang karena tariakan Aurel.


"Eee tegang" ujar Aurel dengan polosnya menyentuh milik suaminya itu.


"Jangn pegang kalau tidak ingin kesakitn lagi" desis dafa yang berusaha menahan nafsu agar tidak menerkam istrinya karena istrinya masih merasa sakit.

__ADS_1


"Ishh pegang doang elahh" dafa tak menghiraukan ucapan Aurel dan langsung menggendong Aurel dan berjalan menuju kamar mandi.


Dafa mendudukan Aurel diwatafel karena dafa mau mengisi bath up dulu dengan air panas ehh? Melepuh dong xixi.


"Mandi bersama yah" ucap dafa.


"Mandi aja ya" ujar Aurel.


"Iya sayang"


Setengah jam mereka mandi akhirnya mereka keluar dan menuju walk in closet untuk berpakaian. Setelah berpakaian Aurel mengambil hairdryer untuk mengeringkan rambutnya tapi dafa malah mengambil nya.


"Biar saya yang kering kan" ujar dafa dan mulai mengering rambut istrinya.


"Om baik deh"


"Saya baik karena saya mencintaimu" ucap dafa, Aurel diam mendengar kalimat cinta mulut dafa, dia sendiri bingung dengan perasaannya apakah dia sudah cinta? Tapi kalau belum cinta kenapa Aurel mau menyerahkan mahkotanya ke dafa.


"Terimakasih sudah mencintai Aurel om, maaf Aurel belum sempurna mencintai om" cicit Aurel.


Dafa mengerti dan dia tersenyum. "Tidak masalah sayang, cinta datang karena terbiasa"


"Tapi Aurel takut jika suatu saat nanti Aurel buat om sakit hati"


"Kenapa saya harus sakit hati? Apakah kamu berniat ingin selingkuh dari saya"


Aurel menatap tajam suaminya itu, walaupun Aurel sering buat laki-laki sakit hati bukan berarti dia tukang selingkuh, Aurel cuma menolak para laki-laki itu.


Dafa terkekeh dan mengecup pipi Aurel, "iya sayang, saya tau semuanya" ujar dafa.


"Om tau semua? Om mafia yahhh" tebak Aurel dan memicing matanya kearah dafa.


"Iya sayang" jawab dafa


Aurel menganga dia baru tau kalau suaminya itu mafia. Detik berikut nya Aurel berheboh riya.


"Omo omo kehidupan Aurel seperti di novel saja, punya suami ceo,mafia, duda, dosen lagi" heboh Aurel.


Dafa memutar bola matanya malas"saya jadi dosen cuma ingin mendekati kamu saja, karena saya sudah menikahi kamu saya akan berhenti menjadi dosen "beritahu dafa.


" tetap saja kehidupan Aurel uwahh, suami Aurel ceo, mafia dan duda "


"Duda sudah tidak berlaku sayang" kesal dafa karena Aurel seperti itu.


"Hehe iya ya kan Aurel udah jadi istri om" Aurel nyengir.


"Saya mafia kamu tidak takut? " tanya dafa.

__ADS_1


"Takut? Bukankah om yang takut sama aurel? " tanya Aurel balik.


"Saya takut kenapa? "


"Takut Aurel marah kan? "


"Gak"


"Serius gak takut? " tanya Aurel menyeringai, dafa yang melihat senyuman Aurel yang menyeringai jadi bergedik ngeri.


"I-iya saya t-takut" ucap dafa terbata.


Aurel tertawa lepas"ha ha ha iyalah takut nanti gak dapat jatah"ujar Aurel yang tertawa dibawah kolong ranjang.


Dafa menatap istrinya dengan wajah cengo, apa tadi katanya jatah? Dafa tidak berpikiran kesitu, dia takut kalau alter ego Aurel muncul saat dia marah dan menghalangi perasaan Aurel buat jatuh cinta kepadanya, dafa tidak ingin itu terjadi walaupun sudah menikah bisa saja kan alter ego Aurel memaksa Aurel untuk pergi darinya, ahh itu jangan sampai terjadi pikir dafa.


Aurel berhenti tertawa dan memeluk suaminya manja, "om makan yuk, Aurel udah laper" ujar Aurel manja.


"Mau makan dibawah atau makan disini" tanya dafa.


"Yang lain udah pulang om? " Aurel bertanya karena jika mereka belum pulang Aurel akan makan dibawah.


"Sebentar, saya telpon mama dulu" ucap dafa dan melepaskan pelukan Aurel, dafa mengambil ponsel nya dan menelpon orang tuanya itu untuk bertanya. Setelah bertanya dafa mematikan ponsel nya.


"Mereka belum pulang, mereka bersiap untuk makan siang" beri tahu dafa.


"Kalau begitu kita makan dibawah bareng mereka"


Aurel menarik lengan dafa dan mulai berjalan keluar.


"Sshh" ringis Aurel saat hendak berjalan.


"Mau digendong akan hm? " tanya dafa.


"Gara-gara om nih nempurnya lama, kan sakit" ketus Aurel.


"Kamu terlalu nikmat sayang" bisik dafa dan membuat wajah Aurel memanas.


"Ishhh om Aurel kan jadi malu" ujar Aurel dan menutup wajahnya dengan telapak tangan karena ingin menutupi wajahnya yang memerah dari dafa.


Dafa terkekeh "tidak usah malu, kamu juga menikmatinya" ujar dafa.


"Tetap saja Aurel malu"


"Mana sih Aurel yang agresif kok berubah jadi pemalu gini" goda dafa.


"Ishh Aurel ngambek yah" ujar Aurel dan berjalan meninggalkan dafa walaupun jalannya seperti orang hamil yang ngangkang.

__ADS_1


Dafa meringis melihat cara berjalan istrinya itu tetapi detik berikut nya dafa tertawa karena sudah membuat istrinya ngambek.


"Menggemaskan" gumam dafa.


__ADS_2