Gadis Maniac Duit Dan Duda Perjaka

Gadis Maniac Duit Dan Duda Perjaka
menggoda suami


__ADS_3

"Sayang! " panggil Aurel sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda Dafa.


"Hm? " heran Dafa karena Aurel memanggilnya dengan sebutan 'sayang' biasanya kan om aja.


"Coba liat Aurel! " titah Aurel. Dafa hanya melihat sekilas lalu kembali menatap laptopnya.


Yaa seperti biasa Dafa akan keruang kerjanya untuk bekerja padahal masih cuti, Aurel sangat bosen karena Dafa selalu bekerja.


Aurel mendengkus kesal karena Dafa hanya melirik nya saja, Aurel pergi dari ruangan Dafa dengan kesal. Dafa sendiri? Dia masih asik dengan laptopnya.


Aurel memasuki kamarnya. "Ishh om suami mah sibuk dengan pekerjaan mulu padahal hari ini weekend seharusnya kan berdua bersama istri gitu, " gerutu Aurel kesal.


Aurel merebahkan dirinya ke kasur king size nya. "Aaaa jadi pengin dicipokable dan disemprot semprot sama om suami deh tapi om suami sibuk banget sama pekerjaannya! " monolognya. Aurel bangun dari ranjang dan berjalan menuju walk in kloset.


Aurel melihat dirinya dicermin besar yang ada di walk in closet, "apa Aurel tidak menggoda ya? " herannya, karena Dafa itu tidak pernah mesum padanya kan biasanya cowo akan selalu mesum ke pasangannya? Itulah menurut Aurel.


Aurel membuka lemari dan mencari pakaian dinas yang paling seksi. "Awas kamu ya om akan Aurel buat om tergoda ha ha ha! " Aurel tertawa kunti.


Aurel memakai lingerie yang paling terbuka dan mengacak rambut agar terlihat lebih seksi dan menggoda.


"Ahh bibir Aurel kering! " ucapnya lalu keluar dari walk in closet dan berjalan menuju meja rias nya.


Aurel mengambil lipbalm dan memoles nya pada bibir nya, "Aurel bingung sama laki-laki sekarang yang gak mau dirusak, liat setelah Aurel make ini om suami, apakah om suami masih tahan? ha ha ha! " Aurel kembali tertawa jahat, dia akan berniat merusak Dafa padahal mereka sudah pernah melakukannya xixixi.


"PERFECT,kali ini om suami akan tergoda." ucap Aurel setengah berteriak setelah melihat penampilannya seperti wewe gombel eh? Seperti artis tercantik maksudnya (artis p*rn* guyss) xixixi.


Aurel berjalan keluar dan menuju ruang kerja Dafa, "mari kita lihat apakah om suami akan tergoda dengan kecantikan paripurna Aurel! " Aurel terus berjalan sampai dia berhenti tepat didepan pintu ruang kerja Dafa, beruntung bodyguard laki-laki tidak terlihat entah kemana para bodyguard Aurel tidak tau dan tidak mau tau.


Ceklek


Aurel membuka pintu dan berjalan lenggang lenggok kearah Dafa setelah sampai didepan Dafa Aurel menutup laptop Dafa. Dafa awalnya hendak protes karena Aurel menutup laptopnya tapi setelah Dafa mendongak dan melihat kearah Aurel niat Dafa yang hendak protes jadi urung.


'Shitt, kenapa istri kecil ku berpenampilan seperti ini.'umpat Dafa didalam hati.


Aurel menjauhkan laptop itu dari Dafa lalu dia langsung duduk dipangkuan Dafa.


"Om ***** dan semprot-semprot Aurel. " ucap Aurel dengan nada sensual dan sengaja menggerak-gerakkan bokongnya pada pangkuan Dafa.


Dafa memejamkan matanya sebentar dan kembali menatap Aurel dengan penuh gairah. Aurel yang melihat tatapan itu tersenyum senang karena dia berhasil membuat Dafa tergoda.

__ADS_1


"Istri nakal, " Dafa langsung menarik pinggang ramping Aurel agar mendekat kearah arahhnya, Dafa menatap Aurel lekat kemudian dia memulai aksinya diruang kerja.


"Ahhh, " ******* lolos dari mulut Aurel saat Dafa menjamah nya dengan gairah. Aurel bangga pada diri nya sendiri karena sudah berhasil mengalihkan dunia Dafa pada pekerjaan itu.


Mereka pun bermain *****-******* dan semprot-semprotan sesuai yang Aurel minta. Dafa sangat bersemangat dan terus-terusan bermain tanpa lelah.


*****


Aurel sekarang sedang merajuk dengan Dafa karena dia ditempur sampai setengah hari dan itu membuat Aurel lemes.


"Sayang ayo kita makan malam! " ajak Dafa yang baru saja memakai pakaian setelah kegiatan panas mereka tadi.


"Gak! " ketus Aurel. Dafa yang mendengar nada bicara Aurel yang ketus jadi mengernyit heran.


Saat ini mereka sudah dikamar karena mereka akan mandi setelah kegiatan panas diruang kerja tadi, dan ternyata Dafa masih kurang puas lalu kembali menggempur Aurel dikamar mandi.


"Kamu kenapa hm? " tanya Dafa sambil berjalan menghampiri istrinya itu dikasur.


Aurel membalik badan untuk memunggungi suaminya itu. Dafa membalik Aurel dan Aurel membalik badan nya lagi dan terus saja mereka begitu sampai tengah malam, ehhh candaa.


"Kamu marah? Kenapa hm? " tanya Dafa.


"Marah kenapa hm? Marah karena saya semprot-semprot kamu? Kan kamu yang minta sayang, "


"TAPI GAK SAMPAI BERJAM-JAM JUGA OMM, KAN AUREL JADI SUSAH LAGIKAN JALANNYA!!! " teriak Aurel membuat Dafa meninggoy.


"Kamu kan yang menggoda saya lebih dulu. " Dafa berbicara sambil meringis karena mendengar teriakan Aurel seperti toa.


"Iya tapi gak harus berkali-kali kan? "


"Gak bisa, kamu tau bahwa saya bermain tidak cukup waktu sedikit. "


"Kan ini siang om harusnya cukup bermain cuma sekali, "


"Saya awalnya gak mau bermain di siang hari karena waktu saya untuk bekerja tapi kamu malah menggoda saya dan membangun kan kejantanan saya. "


"Ishh om nyalahin Aurel? Au ahh Aurel ngambek! " ucap Aurel lalu pergi keluar kamar.


Dafa hanya bisa berdzikir untuk menghadapi istri setannya itu. Dafa mengikuti Aurel yang sedang berjalan menuju lift.

__ADS_1


"Sayang dengarkan saya, saya minta maaf ya? " Dafa berbicara hati-hati.


Aurel tidak menjawab dia menunduk dan gak lama terdengar suara isakan ditelinga Dafa. Dafa membungkuk kan badannya agar sejajar dengan Aurel dan menatap Aurel.


"Heyy kenapa menangis hm? " tanya Dafa lalu memeluk istri kecilnya itu.


"Hikss Aurel jadi nakal om! "


"Kenapa berpikiran seperti itu? "


"Om kan yang bilang sebelum menjamah Aurel, "


Dafa mengingat kejadian 100tahun lalu, ehhh kejadian di ruang kerja tadi.


Ahh iya Dafa ingat saat ia mengatakan 'istri nakal'. Dafa terkekeh mengingat itu.


"Iya kamu nakal, " ucapnya


"Huaaaa Aurel nakal hikss, apakah om akan pulangkan Aurel kerumah orang tua Aurel hikss? " pecah tangis Aurel.


Dafa terkekeh, "tidak, saya tidak akan memulangkan kamu kerumah orang tua kamu, saya suka kamu nakal, tapi ingat nakalnya cuma buat saya ya? "


Aurel mengangguk dan detik berikutnya dia melepaskan diri dari pelukan Dafa dengan kasar.


"Ihh ngapain Peluk-peluk! Kan Aurel sedang ngambek, " Aurel membalik badan memunggungi suaminya itu.


Dafa cengo, 'cepat sekali mood nya berubah-ubah, tadi marah terus nangis sekarang marah lagi? 'Batin Dafa.


"Perempuan emang susah ditebak! " gumam Dafa dan Aurel mendengar itu.


Aurel membalik badannya menghadap Dafa, "kenapa perempuan susah ditebak om? " tanya Aurel.


"Eh gak apa-apa sayang! " cengir Dafa.


"Jujur om! " Aurel menatap tajam kearah suami nya itu.


"Hufftt, mood perempuan itu suka berubah-ubah dengan cepat dan itu susah untuk ditebak. " jelas Dafa.


Aurel menganggukkan kepalanya dan langsung keluar lift saat lift itu terbuka tanpa menyahut apa yang dijelaskan Dafa tadi.

__ADS_1


Dafa kembali cengo karena Aurel hanya mengangguk saja dan langsung pergi.


__ADS_2