
Pulang dari kampus aurel pulang kerumah dan tidak jadi ke mall bersama dafa dikarenakan aurel sedang ngambek. Karena aurel pulang dari kampus sudah memasuki maghrib dia segera membersihkan tubuhnya dan shalat maghrib, setelah shalat aurel langsung merebahkan tubuhnya ke ranjang nya dia merasa kelelahan hari ini, lelah ngambek, lelah mendesah xixixixi. Aurel tertidur karena saking lelahnya. Kenapa aurel tidur? Bukan kah dia akan lamaran malam ini? Karena aurel ngambek jadi dia tidak ingat acara yang akan terjadi dirumahnya malam ini dan saking lelahnya dia sampai tidak mengingat sama sekali.
Dilantai bawah orang tua aurel menunggu tamu mereka, mama aurel sudah masak banyak untuk calon besan dan juga calon menantunya itu.
"Aurel kok gak ribut ya pa? " tanya sang mama.
"Ribut kenapa ma? " sang papa tanya balik.
"Kan biasanya kalau ada acara penting dia akn mengguncang dunia karena kesulitan mencari baju yang bagus untuk dipakai" jelas sang mama.
Sang mama tahu betul bagaimana karakter anaknya itu, jika ada acara penting atau pergi ke party maka aurel akn berteriak keras melebihi terompet sangkakala hanya untuk mencari baju yang bagus untuk dipakainya. Tapi kenapa ini dia sangat anteng dan tidak teriak-teriak, padahal malam ini acara nya sendiri kan? Dan aurel tidak ribut?.
"Mungkin dia sudah ada baju yang menurut nya bagus ma"
"Mana mungkin? Dia gak ada shopping seminggu ini, pasti dia gak punya baju tuh"
"Baju aurel kan banyak ma"
"Iya juga sih"
"Tapi tidak bia.... " belum sempat sang papa bersuara terdengar bel rumah berbunyi yang mereka yakini itu dafa dan kedua orang tua nya. Mereka berjalan kearah pintu dan membuka pintunya.
Ceklek
Terlihat pasangan paruh baya didepan pintu, hanya berdua dan itu membuat orang tua aurel bingung, apakah dafa tidak ikut pikir mereka?.
"Apakah ini kediaman keluarga willson? Tanya pria paruh baya itu.
"Eh iya benar, silakan masuk tuan" ucap papa aurel dan mempersilahkan tamu mereka itu masuk.
Mereka masuk dan duduk diruang tamu.
"Kami orang tua dafa dan kesini atas perintah anak kami untuk meminang putri kalian" ucap wanita paruh baya itu.
Orang tua aurel saling tatap, mereka mencari dafa?.
"Maaf sebelumnya, apakah dafa tidak ikut? " tanya mama aurel.
"Dia kesini cuma agak terlambat" beritahu wanita itu.
"Sebaiknya kita membahas ini menunggu dafa saja, kita berkenalan dulu, masa sama besan gak kenal kan gak lucu" ujar papa aurel.
"Oo iya saya data eshan janendra dan ini istri saya karmila janendra" ucap papa dafa.
"Saya farhan willson dan ini istri saya janetha willson" ucap papa aurel.
"Putri kalian? " tanya mama dafa yang sedari tadi tidak melihat keberadaan gadis remaja.
"Dia dikamar, mungkin sedang bersiap" sahut mama aurel.
"Saya tidak sabar melihat gadis yang berhasil menarik perhatian anak kami" ucap mama dafa senang karena setahunya anak nya itu tidak pernah tertarik dengan perempuan mana pun bahkan saat menikah saja anaknya itu tidak pernah menyentuh istrinya, beruntung belum disentuh dan kebusukan mantan menantunya itu terbongkar. Mereka yang menjodohkan dafa merasa bersalah karena salah memilih jodoh untuk anak mereka.
"Ibu bisa aja, anak kami tidak semenarik itu kok" ujar mama aurel.
"Pasti cantik ya, ibunya saja cantik" puji mama dafa.
Mama aurel jadi malu malu kunti xixixi. "Ah ibu tau aja" ucap mama aurel dan menyelipkan anak rambutnya kebelakang telinga.
Orang tua dafa terkekeh melihat calon besan mereka itu, sudah berusia kok masih malu malu? Sang suami yang melihat istrinya malu malu begitu bergedik.
Mereka asik bercerita dan tak lama ada teriakkan seorang gadis yang sambil meloncat loncat menuruti tangga.
"MAMA PAPA" teriak aurel. Semua orang yang diruang tamu menoleh kearah aurel yang terlihat seperti bangun tidur dengan rambut yang acak acakan. Dan pakaian aurel hanya menggunakan tank top dan celana sebatas paha.
Orang tua aurel terkejut dengan menampilan anaknya itu, apa apaan pkaian seperti itu, ini kan ada calon mertua nya.
"Sayang ngapain teriak" tanya sang papa. Aurel mendekat kearah papa nya dengan tangan yang mengucek ngucek matanya dan aurel belum sadar ada tamu.
"Aurel laper hehe" sahut aurel.
"Kamu kenapa pake baju seperti ini? " tanya sang mama.
__ADS_1
"Loh emang pake baju gimana? Kan aurel dirumah saja"
"Kamu habis bangun tidur? "
"Hem, aurel kelelahan dan aurel tidur, aurel kebangun karena aurel lapar"
"Ada tamu syang" beritahu sang mama. Aurel menoleh dan melihat pasangan paruh baya yang duduk disofa panjang.
"Eh papa ada tamu yahh, maaf ya aurel seperti ini aurel kelelahan karena hari ini sedang ngambek sama pacar aurel"
Orang tua dafa yang melihat tingkah aurel yang sopan meminta maaf hanya tersenyum.
"Tidak apa nak, siapa nama mu? " tanya papa dafa.
"Aurelia almashyra willson om, kalau om? " tanya aurel balik.
"Data esha... " belum sempat papa dafa menyelesaikan ucapannya aurel terlebih dahulu heboh.
"Omo omo namanya mirip sama om dafa" heboh aurel, aurel mendekat dan menatap wajah papa dafa lekat. Mereka hanya diam saja melihat aurel yang heboh.
"Om juga ganteng seperti om dafa" ujar aurel yang memerhatikan wajah data itu yang menurut nya mirip dengan dafa.
"Kamu juga cantik aurel" ucap papa data. (Kita panggil nama aja ya supaya gak bingung)
"Aurel tau, aurel cantik, seksi, baik, sholeh, rajin menabung" pede aurel. Orang tua dafa terkekeh karena calon menantu mereka itu sangat pede, mereka suka dengan aurel.
"Anak saya emang seperti ini" beritahu sang papa.
"Tidak papa, kami suka kok iyakan pa" tanya mama karmila ke papa data, dan papa data mengangguk.
"Emang kenapa kalau kalian suka sama aurel? Kalian ingin mengadopsi aurel? Kalau kalian ingin mengadopsi aurel kalian harus lebih kaya dari papa aurel" ujar aurel dengan realistis nya.
Orang tua dafa kembali terkekeh mendengar kalimat panjang aurel itu. "Kami ingin melamar mu" beritahu papa data.
Aurel melotot, apa apan melamar kan aurel tidak mengenal mereka lagian juga aurel hanya ingin dilamar oleh dafa.
"Gak, aurel gak mau" tolak aurel.
"Aurel maunya sama om dafa aja"
Orang tua dafa saling melirik dan mencoba untuk menjahili calon menantunya itu.
"Anak kami ganteng lohh" ujar mama karmila.
"Gak, cuma om dafa yang ganteng dan berduit" ketus aurel.
"Anak kami juga berduit"
"Tapi aurel gak kenal "
"Nanti juga kenal"
"Gak, aurel cuma mau om dafa" ucap aurel tegas, "aurel udah terlanjur sayang sama om dafa, mau tidur teringat dengannya, mau makan teringat dengannya, mau apapun teringat dengannya, mau BAB aja teringat dengannya" ucap aurel mendramatisir.
Semua yang ada disana terkekeh melihat aurel yang penuh drama itu. Dan tak lama seseorang mengetuk pintu dan pembantu dirumah aurel langsung membukakan, kan tidak mungkin tuan rumah membuka karena mereka sedang ada tamu.
Aurel melihat tamu yang datang itu langsung berbinar dan berlari menghampiri nya, lahh kan tadi ngambek ceritanya yah? Xixixi.
"Om dafaaaaaaa" ujar aurel sambil berlari ke arah dafa, ya tamu itu adalah dafa.
"Kenapa hm" tanya dafa lembut dan mengusap puncak gunung eh? Puncak kepala aurel, aurel sedang Bergelayut manja di lengan kekar dafa.
"Liat mereka om, mereka mau lamar aurel untuk anak mereka, kan aurel mau sama om aja" adu aurel dan menunjuk orang tua dafa. Dafa tersenyum dan menggiring aurel untuk bergabung dengan para paruh baya itu.
"Terus kamu Terima? " tanya dafa yang sudah duduk disofa bersama aurel.
"Ya gak lah, kan aurel nunggu lamaran om" sahut aurel.
"Kamu lupa?" tanya dafa yang melihat aurel seperti orang pikun.
Aurel mencoba mengingat dan yaa dia ingat"aurel ngambek yah sama om"ucap aurel dan langsung melepaskan diri dari dafa.
__ADS_1
"Masih ngambek? " tanya dafa.
"Iya masih" ketus aurel.
Orang tua dafa dan aurel terkekeh yang melihat aurel kekanak-kanakan.
"Jadi bagaimana boy jadi lamarannya? Calonmu sedang ngambek" ledek papa data. Aurel yang mendengar ucapan papa data jadi perbikir, apakah pasangan paruh baya itu orang tua dafa?.
"Tunggu? Om sama tante orang tua om dafa? " tanya aurel dan mereka berdua mengangguk, seketika aurel berteriak heboh.
"OMO OMO AUREL GAK JAGA IMEGE BANGET DIDEPAN CAMER HUAAAAA" heboh Aurel. Bisa gagal kawin sama duda hot kan kalau sampai orang gua dafa gak setuju huhuhu.
"Kamu sih kebiasaan" ujar papa farhan.
"Papa kenapa gak bilang kalau mereka camer aurel, mama juga kenapa diam saja" kesal aurel.
"Lah kok mama, kamu aja yang banyak bicara dan juga tadi papa dafa udah mau kenalan tapi kamu langsung memotong nya" ucap mama janetha.
Aurel dia dan mengingat kejadian kemarin, iya iya tadi papa dafa menyebutkan nama tapi belum selesai. Aurel menatap orang tua dafa dan tersenyum kikuk.
"Maaf om tan aurel gak sopan" ucap aurel kikuk.
"Iya, jadi lamaran anak kami ditolak nih? Goda papa data.
Aurel menggeleng, " Aurel Terima kok"
"Tadi katanya gak mau" godanya lagi.
"Aurel typo"
"Heh kamu kira kamu sedang mengetik" ucap mama janetha.
"Jadi gimana? Terima atau tidak" tanya dafa.
"Terimalah, masa Aurel gak jadi nikah sama duren sawit sih" oceh Aurel.
"Duren sawit? " bingung mama karmila.
"Itu loh tan, duda keren saraang duit" sahut Aurel. Aurel ini masih sja tidak jaga imege yahhh.
"Ooo, jadi mau tunangan dulu atau langsung menikah? " tanya mama karmila.
"Langsung menikah minggu depan" jawab dafa.
"Cepet bener om, gak sabar ya pengin bercocok tanam samaa Aurel"genit Aurel dan menoel noel masa depan dafa ehh? Menoel lengan dafa xixixi.
"Hem saya sangat tidak sabar gadis nakal" ucap dafa tersenyum menyeringai, Aurel jadi ber gedik.
"Baiklah kalau itu mau mu boyy" ucap papa data.
"Ehh tapi Aurel minta tema pernikahan nya ala Bollywood yahh" pinta Aurel.
"Baiklah"
"Gaun pengantin mama yang bikinin yah ma"pinta Aurel ke sang mama.
" kenapa gak kamu aja yang bikin, kamu kan bisa"ujar mama janetha.
"Aurel kuliah ma, dan aurel juga malas"
"Kamu ini dasarnya aja pemalas" ketus mama karmila.
"Ma aurel menikah sekali seumur hidup loh, masa mama gak mau bikinin" lesu aurel.
"Yaa yaa ya nanti mama bikinin"
"Yes gitu dong, kan jadi tambah sayang, nanti aurel kasih cucu yang menggemaskan deh atau mau malam ini juga minta buatkan cucu nya? " tawar aurel.
"Ishh ngomong nya dijaga sayang" peringat papa farhan.
"Udah ah, fix ya seminggu lagi kalian menikah, kita makan dulu yuk, kasian tamu nya dari tadi gak dikasih makan" ucap mama janetha dan mereka semua menuju ruang makan dan makan malam bersama.
__ADS_1