
Setelah selesai akad nikah semua orang pulang dan akan kembali nanti malam untuk menghadapi resepsi pernikahan dafa dan aurel.
Saat ini keluarga dafa dan aurel serta sahabat aurel dan sekretaris dafa berada di ruangan khusus untuk mereka berkumpul dihotel tersebut. Mereka berkumpul menunggu malam tiba.
Aurel dan kedua sahabatnya asik bicara tentang acara yang mereka rencanakan nanti malam.
"Kalian pokoknya harus menari dengan baik" ujar aurel yang menginginkan ada tarian Bollywood di resepsi pernikahan nya, jadi aurel meminta dua sahabatnya itu menari untuknya. Selvia dan ciara menghela nafas berat.
"Gue gak yakin bisa menari dengan baik" ucap ciara yang ragu.
"Loh kenapa? Kan gue juga ikut nari" ujar aurel agak kesal karena kedua sahabatnya itu terlihat tidak senang membantu nya.
"Iya tau, tapi kami pake sari india kalo lo pake lehenga ege, kami susah karena tidak bisa banyak gerak" keluh Selvia. Kan pake sari india tidak bisa bergerak luas kan bagaimana tarian akan bagus ykan?
"Heh lo kira pake lehenga gak susah gitu? Berat anjirr, jadi kita sama-sama" celetuk aurel. Lehenga emang luas dan mudah bergerak tapi kan pakaiannya berat.
"Serah lo dah" pasrah Selvia.
Dafa melihat istrinya sedang mengobrol dengan sahabat istrinya nya itu menghampiri mereka dan mengajak riki juga untuk menghampiri mereka, kok agak berbelit-belit kata-kata nya yah xixixi.
Ciara mengabaikan sahabatnya itu dia fukos dengan cemilan cemilan yang ada, dan ciara melihat dafa dan seorang laki-laki datang untuk menghampiri mereka. Ciara terpana melihat laki-laki yang disebelah dafa, laki-laki itu juga melihat ciara yang terpana tapi masih bisa makan cemilan, yang melihat ciara itu riki sekretaris dafa, riki tersenyum melihat ciara makan yang belepotan karena matanya fukos kearah lain. Ciara yang melihat riki tersenyum juga ikut tersenyum jadilah mereka berbalas senyuman.
Aurel yang menyadari ciara senyum senyum kearah sekretaris suaminya itu aurel menyenggol selvia dan memberi syarat mata untuk melihat kearah ciara, selvia mengerti dan melihat ciara dan detik berikut nya aurel dan selvia tersenyum penuh arti. Mereka saling pandang dan detik berikutnya......
"AWALNYA PANDANG PANDANGAN HABIS ITU SENYUM SENYUMAN DATANG LAH PERASAAN MINTA DI PERHATIKAN"nyanyi aurel heboh.
Mereka yang berada di ruangan itu menoleh kearah aurel dan dafa sudah berada disamping sang istri.
"HATI SENANG TIDAK KARUAN, PIKIRAPUN MELAYANG LAYANG SELALU TERBAYANG BAYANG" lanjut selvia yang sudah berdiri bersama aurel untuk bernyanyi guna menggoda ciara. Ciara yang paham akan lagu itu jadi tersipu.
"SATU HARI TIDAK BERTEMU, DAN RINDU PUN MENGGEBU-GEBU RASA INGIN BERDUA, DAN SELALU BERSAMA" nyanyi aurel dengan berjuget riya.
"WALAU HANYA UNTUK SEKEJAP,BERTEMU PUN HANYA SEKEJAP NAMUN TEROBAT RINDU"lanjut selvia yang ikut berjuget riya.
Orang tua dafa dan aurel hanya geleng-geleng melihat kelakuan 2 gadis tersebut, etttt bentar lagi aurel bukan gadis yahhh. Dafa sendiri hanya terkekeh karena melihat riki juga tersipu sama seperti ciara.
Ciara dan riki senyum senyum biaya xixixi.
"Anakmu dan temannya unik yah" ujar mama Karmila kepada mama janetha.
__ADS_1
"Anak saya emang gitu, mohon maklumi yah jeng jika nanti saat menginap dirumahmu dia membuat kehebohan" sahut mama janetha.
"Bagus dong, jadi saya tidak kesepian lagi"
"Kalau itu saya pastikan kamu tidak kesepian jeng, anak saya itu naudzubillah banget, melebihi setan sikapnya" ujar mama janetha menistakan anaknya sendiri.
Mama Karmila terkekeh, mama Karmila senang karena punya menantu seperti aurel yang hiperaktif. Karena menurut beliau perempuan yang agak bar bar itu lebih baik dari pada polos tapi fake.
"Menantu kita terlalu unik pa" ujar mama Karmila kepada sang suami.
"Iya sama kaya mama dulu, tapi aurel lebih unik" papa data terkekeh mengingat masa masa muda nya bersama sang istri. Mama Karmila yang mendengar perkataan suaminya rasa ingin jungkir balik karena merasa tersipu.
Kembali kearah aurel. Aurel kini sedang menatap selvia dan mengajak selvia agar mengejek ciara.
"Ada yang jatuh cinta pada pandangan pertama nihh" sindir aurel.
"Indahnya cinta pada pandangan pertama yah" oceh selvia.
Ciara dan riki makin tersipu, pipi mereka merah seperti langit eh langit? Bukan kah langit warna biru bukan merah, ada ada aja author ini. Lohh kok author disalahkan xixixi.
"Aduhh pipi gue merah au" sindir selvia.
"Merah karena ditampol cinta anjayyyy" heboh selvia. Aurel tertawa guling guling dilantai. Dafa hanya terkekeh.
Ciara pun berbisik ke riki"mohon maklumi tingkah sahabat gue yah"bisik ciara ke riki.
"Saya paham nona" bisik riki juga. Dan aksi kedua sejoli itu tidak luput dari pandang aurel dan sahabat.
"Wahh bisik bisik tetangga nih" sindir aurel lagi.
"Panas telinga gue, jangan jangan gue yang dibisikin" ujar selvia. Aurel kembali ngakak.
"Kita kekamar sayang" ujar dafa mendekati istri nya, dafa berniat membawa aurel kekamar untuk istirahat dulu sebelum malam tiba.
"Ngapain kekamar? Om suami udah mau ***** ***** aurel yah" genit aurel dan menggigit bibir bawahnya menggoda aurel.
"Kita istirahat sayang, nanti malam tamu akan banyak melebihi pagi tadi" ujar dafa lembut.
"Baiklah"
__ADS_1
Aurel menghampiri orang tua nya dan mertua nya itu.
"Ma Aurel dan om dafa istirahat kekamar dulu yah" pamit Aurel.
"Kok masih om manggilnya sayang" heran mama janetha karena anaknya itu masih memanggil dafa dengan sebutan om.
"Kan emang om om ma" sewot Aurel karena mama nya itu menegur Aurel.
Mama janetha hanya bisa menghela nafas. Dafa menghampiri Aurel. Dan langsung menggendong Aurel ala bridel style. Dafa mulai berjalan keluar ruangan dan akan menuju kekamar mereka.
"Jangan bercocok tanam dulu ya, nanti malam sulit untuk menari" teriak selvia.
Aurel menatap tajam selvia dan langsung menunjukkan jari tengah nya kearah selvia. Semua orang yang diruangan itu terkekeh dan selvia sudah ngakak.
Dafa terus berjalan menyusuri lorong hotel menuju kamar mereka, sesampainya didepan pintu dafa langsung membuka.
Ceklek
Dafa berjalan kearah ranjang dan merebah kan Aurel dengan perlahan. Setelah merebahkan Aurel dia ikut merebahkan dirinya disamping Aurel. Aurel memeluk mesra dafa.
"Ciara sama sekretaris om cocok yah" ucap Aurel sambil menenggelamkan wajahnya kedada bidang dafa.
"Iya cocok"
"Sekretaris om sudah punya pacar? "
"Belum"
"Bagus deh, Aurel mau jodohin mereka" ujar Aurel terkekeh, dafa mengusap usap kepala Aurel.
"Tidur sayang, agar nanti malam tidak kelelahan karena berdiri terus" ujar dafa lembut.
"Acaranya sampai tengah malam om? " tanya Aurel.
"Hm"
Dafa memeluk pinggang ramping istrinya dan mulai memejam kan matanya, dia juga ingin istirahat dulu, Aurel mendongak menatap dafa dan tersenyum melihat wajah tampan suaminya itu.
'Semoga Aurel gak bikin om sakit hati ya, Aurel akan berusaha untuk mencintai om, Aurel masih bingung dengan perasaan Aurel sendiri, Aurel sayang om'aurel membatin dan mengeratkan pelukannya ke dafa dan ikut memejamkan matanya.
__ADS_1