Gadis Maniac Duit Dan Duda Perjaka

Gadis Maniac Duit Dan Duda Perjaka
ajakan menikah


__ADS_3

"Suara yang indah babygirl" gumam orang itu.


Orang itu menatap aurel dkk yang sedang makan dan dia berdiri ingin menghampiri aurel dkk.


"Aurel" panggil orang itu setelah sampai dimeja yang sedang aurel dkk duduki.


Aurel mendongak menatap pria yang tadi memanggilnya.


Deg


Aurel kaget saat melihat wajah tampan pria itu, selvia dan ciara yang melihat pria tampan itu menganga dan menatap kagum akan ketampanan pria itu.


"I-ih om dafa disini juga ya" tanya aurel kikuk.


Ya pria yang menghampiri aurel itu adalah dafa. Pria itu sekarang sedang menunduk menatap aurel. Selvia dan ciara yang mendengar aurel menyebutkan nama pria tampan itu seketika mereka tersadar dari rasa kagum mereka.


"Hai om ganteng" sapa Selvia, dafa hanya melirik sekilas.


"Silakan duduk dulu om" ujar ciara dan dafa langsung duduk. Aurel menatap sinis kearah ciara. Apa apaan ciara menyuruh dafa duduk dengan mereka.


"Suaramu bagus, saya suka" kata dafa kepada aurel.


Belum sempat aurel buka suara, suara Selvia lebih dulu mengalun.


"Suara gue lebih bagus lohh om" ujar Selvia dengan nada genit, aurel yang melihat Selvia genit serasa ingin minum racun gajah.


"Oh ya? " sahut dafa dan Selvia mengganguk.


"Om dengan siapa kesini" tanya aurel.


"Dengan sekretaris saya" jawab dafa.


"Mana sekretaris nya om" tanya aurel lagi.


"Dimeja ujung sana"


"Kenapa ditinggal kesini"


"Karena saya mau nyamperin kamu"


"Ohh, aurel makan dulu om" izin aurel yang melahap makannya tanpa berniat menawarkan makanannya ke dafa, dafa hanya menggangguk saja saat aurel izin makan.


Hening

__ADS_1


"Aurel maukah kamu menikah dengan saya" celetuk dafa tiba-tiba.


Uhukk uhukk


Aurel tersedak makanan mendengar penuturan dafa, Selvia dan ciara hanya menatap tak percaya ke dafa yang ingin mengajak sahabat setan mereka itu menikah, tapi mereka diam saja membiarkan interaksi antara dafa dan aurel.


"Ha ha ha, jangan bercanda om" ujar aurel dangan tertawa bodoh.


"Saya serius aurel, saya udah bilang kalau saya tertarik padamu" kata dafa serius.


"Tapi aurel gak mau om" cicit aurel dan menunduk, aurel takut kalau dafa marah karena aurel menolak dafa.


"Kenapa? " tanya dafa.


"Aurel gak cinta om" sahut aurel dan dia berdiri"ayuk vi, ci kita pulang"ujar aurel menarik tangan sahabatnya itu.


Dafa diam melihat tingkah aurel, kenapa dia merasa mulai pertemuan yang tidak sengaja direstoran waktu itu aurel bertingkah aneh setelah menanyakan siapa yang menelpon nya waktu itu. Padahal aurel suka merayu nya tapi setelah kejadian waktu itu aurel bersikap seperti acuh.


Dafa mencekal pergelangan aurel, "kamu kenapa jadi aneh" tanya dafa kepada aurel.


"Dia kemasukan kunti om" jawab Selvia dan aurel memberikan tatapan tajam ke arah Selvia.


Selvia tau aurel mencoba menghindari dafa supaya tidak jatuh cinta ke dafa, Selvia tersenyum miring kearah aurel dan dengan sengaja Selvia memeluk manja lengan kekar dafa berniat membuat aurel panas.


"Kalau aurel gak mau sama om ganteng biar om sama Selvia aja, Selvia nerima om kok" ujar Selvia dengan bergeleyut manja di lengan kekar dafa.


"Gak, apaan sih lo, om dafa gak suka sama lo" sentak aurel kearah Selvia.


"Om mau kan sama Selvia" kata Selvia sambil menggedipkan mata nya menggoda dafa. Dafa hanya diam saja tapi dihati nya senang karena aurel kesal dengan perlakuan sahabatnya itu tapi yang membuat dafa bingung itu sikap aurel yang tiba-tiba acuh kepadanya.


"Om tau aurel itu sebenarnya tertarik sama om tapi aurel masih belum menerima status om yg duda itu, dan juga aurel hanya tertarik bukan jatuh cinta, buat aurel jatuh cinta itu susah om" bisik selvia memberi tahu.


Dafa yang mendengar itu jadi tau kenapa alasan aurel tiba-tiba acuh.


"Terimakasih sudah memberi tahu nona" bisik dafa juga.


Aurel yang melihat dafa dan Selvia saling berbisik pun menatap mereka sinis, apakah Selvia benar benar menyukai dafa? Oh tidak kenapa rasanya aurel tidak ikhlas ya?


"Ngapain kalian bisik bisik hah" ketus aurel.


"Gak apa apa, jadi pulang gak? " tanya Selvia.


"Jadilah, ayoo" ajak aurel tapi dia tidak bisa bergerak karena pergelangan nya masih dicekal dafa.

__ADS_1


"Om lepasin ya, aurel mau pulang" pinta aurel, dafa semakin mengeratkan cekelannya.


"Menikah lah dengan saya aurel" kata dafa lagi.


"Aurel kan udah bilang, aurel gak cinta om" jawab aurel.


"Saya akan membuat mu jatuh cinta aurel"


"Tidak semudah itu om"


"Saya akan terus berusaha, tapi saya mohon berhenti bersikap acuh ke saya aurel" pintar dafa.


"Nanti aurel usaha kan ya om, aurel mau pulang dulu" ujar aurel berusaha melepas kan cekalan dafa. Dafa melepaskan nya.


"Hm pulanglah, makanan kalian biar saya yang bayar"kata dafa.


" Aaaaa terimakasih om ganteng mmuachh"ujar Selvia sambil memberikan kiss bye.


"Genit lo anjirr" ujar ciara geli melihat sahabatnya itu genit.


"Genit sama orang ganteng tidak masalah toh" ujar Selvia menaik turunkan alisnya. Aurel diam saja dan langsung menarik sahabatnya itu keluar tanpa berniat berterima kasih ke dafa. Dafa hanya menghela nafas, dafa paham kalau aurel belum bisa menerima status nya itu.


"Bye om dan Terima kasih telah membayar makanan kami" ujar ciara ramah dan dafa hanya mengangguk.


Dafa melihat kepergian aurel dan teman-teman nya hingga tak terlihat lagi. Dafa berjalan ketempat semula dia duduk.


"Hm tuan apakah nona tadi masih bersikap acuh" tanya riki sekretaris nya dafa.


"Ya dia masih acuh padahal aku ingin mengajak nya menikah"


"Secepat itu tuan? Bukankah kalian baru kenal? "


"Tapi aku sudah jatuh dalam pesona nya semenjak awal bertemu, aku ingin dia segera jadi milikku agar orang lain tidak memiliki nya"


"Kan kata tuan dia awal bertemu dengan tuan tidak acuh terhadap mu, apakah tuan sudah tau penyebab perubahan nya? "


"Sudah, kata sahabatnya aurel itu sebenarnya tertarik dengan ku cuma dia belum menerima status ku yang duda"


"Apakah nona sudah tau kalau tuan duda tapi masih perjaka? "


"Dia belum tahu, ah sudahlah, kamu bayar makan ini dan makanan gadisku tadi, dan cepat kita pulang"


"Baik tuan"

__ADS_1


Riki sekretaris dafa itu sudah lama bekerja dengan dafa, dafa pun mengganggap riki bukan hanya sebatas sekretaris tapi juga sahabat karena usia mereka tak jauh berbeda, padahal dafa sudah memperingatkan kalau berduaan bahasa mereka tidak perlu formal, tapi riki tidak enak karena tidak sopan dangan atasan katanya.


Setelah membayar makan kini dafa dan riki kembali kekantor untuk bekerja. Dafa terus memikirkan aurel, bagaimana caranya dia membuat aurel jatuh cinta sedangkan dia tidak tahu apa yang disukai atau yang tidak disukai oleh aurel.


__ADS_2