Gadis Maniac Duit Dan Duda Perjaka

Gadis Maniac Duit Dan Duda Perjaka
kesal


__ADS_3

Aurel terus berjalan sambil menggandeng telapak tangan dafa dan tanpa sengaja aurel melihat sosok seseorang yang dia kenal, aurel marah ketika melihat nya.


"Brengs*k" umpat aurel dan dafa terkejut mendengar itu, dia melihat arah pandang aurel dan dafa heran karena aurel melihat sahabat nya sedang jalan dengan seorang laki-laki.


"Kamu kenapa" tanya dafa.


"Aurel kesal om"


"Kesal kenapa, sahabat kamu jalan sama gebetan kamu? "


"Bukan, dia jalan sama pacarnya"


"Ya biar dong, kenapa kamu marah"


Aurel menatap dafa dengan kesal, aurel sekarang benar kesal denganĀ  selvia, baru semalam menangis karena sugi mengabaikan nya dan berniat ingin putus, tapi sekarang kenapa dia malah keliatan bucin banget. Aurel tak menghiraukan dafa dan berjalan cepat kearah selvia rasanya dia pengin ngamuk sekarang, dafa mengikuti langkah aurel.


"WOYYY ANJ*NG, LO YAH BENAR-BENAR" teriak aurel tak tahu malu. Semua orang yang mendengar teriakan aurel menoleh dan melihat kearah aurel yang sedang menghampiri dua sejoli itu.


"Eh aurel disini juga lo, katanya mau tiduran aja dirumah" celetuk selvia tanpa beban, dia sih udah ngerasa bahwa aurel saat ini tengah kesal tapi dia pura pura tidak peka.


"BRENGS*K LO, NGAPAIN JALAN HAH" sentak aurel.


"Hehe pengin jalan sama ayang, kan lo juga jalan tuh sama om dafa" ucap selvia cengengesan.


"HAH LO YAHHH, KEMARIN SIAPA YANG NANGIS-NANGIS KERENA LELAH MENGHADAPI SIKAP PACAR LO INI, DAN SEKARANG APA, ASTAGAA" frustasi aurel, dia benar benar kesal sekarang, padahal sahabatnya itu menangis kemarin malam karena lelah akan sikap abai dari pacarnya itu tapi sekarang malah jalan-jalan ke mall.


"Gue sayang banget sama dia au" ucap selvia tanpa rasa bersalah.


"Apa lo bilang? Sayang? Kalau sayang kenapa harus menangis dan hapus foto profil WhatsApp segala hah" sentak aurel, aurel dan ciara adalah saksi batapa selvia kesalnya dengan pacarnya itu kemarin malam.


"Kami udah baikan, dia sibuk kerja katanya makanya gak sempat ngabarin" ucap selvia.


"KAN UDAH DIBILANG POSITIF THINKING AJA TAPI LO NYA AJA YANG GAK DENGERIN DAN LANGSUNG NANGIS YAHHH ANJ*NG"teriak aurel, aurel dan selvia jadi pusat perhatian orang-orang.


" kan gue kesal rel dia tanpa kabar jadi gitu deh"selvia mengedikkan bahu nya.


"Bullshit" ujar aurel dan menarik dafa untuk pergi dari mall, mood aurel sedang tidak baik sekarang dan ingin segera pulang.


Selvia hanya acuh melihat kepergian aurel. Semua orang yang tadi melihat aurel dan selvia mulai berjauhan dari TKP.


"Temanmu marah yang" ujar sugi kepada selvia.


"Udah tidak apa apa, dia memang seperti itu kalau sudah marah nanti baik lagi kok" beritahu selvia kepada pacarnya itu, selvia udah sangat hapal akan tabiat aurel, aurel hanya kesal bukan benar-benar marah, aurel hanya kan marah jika orang-orang yang dia sayang terusik.


"Yakin kan dia gak marah sama kamu, aku takut kamu akan dimutilasi nya"


"Gak sayang, astaga kamu ini yah gemesinn" ujar selvia dan mencubit pipi sugi. Hoekkk pengin muntah author xixi.


"Yaudah kalau gitu, kamu mau beli apa lagi" tanya sugi.


"Kita bermain game yuk di Timezone"

__ADS_1


"Yukk"


Mereka lanjut jalan-jalan tanpa menghiraukan keadaan aurel yang kesal, kasian dafa yang bersama aurel dan akan menjadi sasarannya. Teman laknat emang selvia ini setelah membuat aurel kesal sekarang malah lanjut jalan-jalan dengan pacarnya tanpa tahu nasib dafa yang bersama Aurel dalam mode jadi mermaid ehh siren.


"Aurel" panggil dafa yang melihat aurel hanya diam disampingnya itu.


"Apa? " ketus aurel.


"Kamu kenapa kesal"


"KAN TADI AUREL UDAH BICARA DIMALL BERSAMA SELVIA YAH OM, APA OM GAK NYIMAK HAH" teriak aurel dan dafa meringis mendengar teriakan aurel yang menggema di telinganya.


"Saya dengar tapi kenapa kamu sampai kesal seperti ini"


"Ya gimana gak kesal kalau selvia curhat sambil nangis dan bilang dia capek sama sikap pacarnya yang mengabaikan nya dan berniat ingin memutuskan pacarnya, tapi dia malah jalan-jalan sekarang dan keliatan bucin"


"Ya bagus dong mereka gak putus"


Aurel menatap dafa sinis"om tau gak sih susah nenangin selvia yang menangis tadi malam, hati aurel kan lembut seperti permen yupi jadi gak tega liat sahabat aurel nangis jadi aurel ikut sedih juga, tapi sekarang malah enak enak pacaran "jelas aurel panjang lebar.


" apakah kamu marah? "Tanya dafa.


" aurel tidak marah tapi aurel kesal"


"Sama saja itu aurel"


"BEDA YAHHH OM" teriak aurel dan memukul lengan kekar dafa.


"Ssshhh" ringis dafa, pukulan aurel cukup kuat bila sedang kesal guyss.


"Sakit? Mau lagi om, tangan aurel gatel nih" ujar aurel meregangkan otot-otot nya, dafa meringis melihat ke bar-bar an aurel.


"Udah jangan, pukulan kamu cukup sakit"


"Tapi aurel mau melampiaskan kekesalan aurel"


"Iya tapi gak usah pakai otot juga"


"Gak bisa om, kalau tidak pake otot lemah"


"Terus gimana"


"Om jadi samsak nya aurel mau gak? "


Dafa meringis tapi dia tidak ingin membuat gadisnya tambah marah dan dia menggangguk saja. Aurel yang melihat wajah pasrah dafa mengurung kan niat nya untuk memukuli dafa, nanti dirumah saja sambil latihan beladiri sudah lama dia gak latihan beladiri pikir aurel.


"Gak jadi deh, aurel mau cepat pulang saja"


Dafa bernafas lega melihat aurel tidak jadi memukulnya, bukan nya dafa lemah dan tidak bisa bela diri tapi dia gak mau aja badan sakit sakit.


"Yaudah, bentar lagi sampai kok"

__ADS_1


"Ngebut om, aurel masih kesal yahh pengin segera pulang"


"Bahaya sayang"


Blushh


Pipi aurel memerah malu karena mendengar panggilan'sayang' dari dafa, dia memalingkan wajahnya kesamping menghadap jendela mobil. Dafa terkekeh melihat wajah blushing gadisnya itu.


Tak lama mereka sampai dikediaman willson dan aurel segera turun dan berjalan kesal menuju kamarnya tanpa menyapa orang tuanya.


"Ehh dafa masuk dulu" ujar mama aurel.


"Aurel kenapa seperti kesal itu dafa? "Tanya papa aurel.


"Dia tadi bertengkar dengan sahabat nya om"


"Bertengkar? Kenapa? "


Dafa pun menceritakan kejadian dimall dan penyebab aurel kesal. Orang tua aurel yang mendengar kan tertawa kecil, anak mereka itu emang mudah sekali marah tapi marahnya tidak lama.


"Benar-benar ya aurel" ujar sang papa geleng-geleng kepala.


"Apakah aurel jika marah akan menjadikan apa saja sasarannya om? " tanya dafa.


"Iya, kenapa? Kamu sempat di pukul nya? "


"Iya, pukulannya cukup kuat"


Orang tua aurel terkekeh, anak mereka itu udah sedari SD belajar beladiri jadi wajar tenaganya kuat.


"Aurel memang seperti itu, dia perlu waktu beberapa jam untuk melampiaskan rasa kesalnya, jika rasa kesalnya tidak terlampiaskan makan dia akan merajuk beberapa hari kesemua orang termasuk orang asing yang tak dikenalnya" jelas sang papa aurel.


"Ngeri juga yah om"


"Ha ha ha apakah kamu takut dengan anak om? "


"Tidak, cuma saya takut akan orang-orang disekitar aurel jika dia sedang kesal, takut terkena sasaran aurel"


"Begitulah dia, bahkan dia bisa lebih parah dari memukul jika amarahnya memuncak"


"Maksud om? Membunuh? "


"Seperti nya, dia pernah marah karena dulu dia diganggu teman-teman sekolahnya, dan aurel langsung memukul orang itu dan berakhir dirumah sakit bukan dialam barzah hahaha" tawa sang papa, dasar ya papa nya aurel itu pembicaraan lagi serius juga sempat sempat nya beliau bercanda.


"Mas ihh kok bercanda" ujar sang mama dan mencubit lengan suaminya itu.


"Biar gak serius amat ma" ucap papa aurel.


"Dafa pamit dulu om, selamat sore om tan" pamit dafa.


"Sore, hati-hati ya" ujar orang tua aurel.

__ADS_1


Dafa pun pergi dan langsung pulang, dia dijalan memikirkan aurel yang ganas, apakah aurel seganas gengster dan Maria sehingga dia bisa membuat orang masuk rumah sakit dengan mudah? Dafa berpikir bahwa aurel bergabung dengan organisasi bawah itu makanya aurel punya keberanian seperti itu, karena orang yang membunuh tanpa ditangkap polisi itu hanya orang-orang seperti mafia atau gengster, tapi jika aurel bergabung didunia bawah kenapa dafa tidak mengetahui nya, kan dafa adalah pemimpin dari dunia bawah. Yaa dafa adalah mafia yang berbahaya dan disegani oleh mafia lain dan gengster.


__ADS_2