Gadis Maniac Duit Dan Duda Perjaka

Gadis Maniac Duit Dan Duda Perjaka
dafa-aron


__ADS_3

Disisi lain dafa ingin berkunjung ke markas bawahannya, dia akan menenangkan diri disana karena hanya disana dia bisa meluapkan Kemarahannya. Saat memasuki markas samar samar dafa mendengar suara ketua geng itu.


"Gue akan secepatnya membalas sakit hati ini ha ha ha" ucap sang ketua dengan tertawa keras.


"Kapan akan mulai membalasnya bos" tanya anak buahnya.


"Secepatnya, dan pantau terus kemana pun dia pergi, jika dia lengah segera culik dia dan bawa ke markas" titahnya.


"Baiklah bos" sahut anak buahnya.


Dafa masuk dan langsung bertanya.


"Siapa yang ingin kamu culik Ron?" tanya dafa.


"Seseorang yang sudah membuatku sakit hati bang" jawab aron.


Yaa aron adalah ketua geng motor yang berada dibawah kepemimpinan dafa. Dafa adalah pemimpin dunia bawah, banyak mafia dan geng geng yang lainnya dibawah naungannya.


"Oh" jawab dafa singkat.


"Abang tumben kesini, ada apa? " tanya aron.


"Hanya ingin berkunjung, sudah lama tidak berkunjung" sahut dafa.


"Abang perlu mangsa buat menenangkan hati abang? " tanya aron.


"Kau selalu paham akan keadaan ku ron"dafa tersenyum tipis.


"sekarang tidak ada mangsa yang menarik bang, tunggu sampai aku bisa menculik gadis itu dan kita akan membuatnya tersiksa"


"Hem aku tunggu"


Aron tersenyum miring karena dafa akan membantu menyiksa mantan nya itu.


Dafa penasaran dengan gadis yang sudah membuat aron marah, tapi dia tak bertanya karena dia memikirkan aurel, aurel jauh lebih penting daripada dendam aron kepada gadis itu.


"Kalau begitu aku pulang saja Ron, nanti kalau sudah ada mangsa segera hubungi aku" pamit dafa.


"Pasti, abng yang pertama kali yang aron hubungi, hati hati bang"


"Hm"


Dafa berjalan keluar dan memasuki mobilnya, segera dafa melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena ingin melihat lihat sekitar jalanan, kali aja aurel ada.


****


Aurel pergi dari danau dan dia akan pulang, sekarang baru jam 2 siang dan aurel memilih untuk pulang dan tidur. Aurel sampai dikediaman nya dan segera masuk.


"Assalamu'alaikum ma, pa" ucap aurel saat masuk ke rumah nya.


Orang tua berada diruang tamu untuk menonton televisi. "Walaikumsalam sayang" jawab mereka.


Aurel ikut duduk di tengah tengah mama dan papa nya, dan aurel langsung memeluk sang papa dan menyandarkan kepalanya ke dada bidang sang papa mencari kenyamanan.


"Dari mana aja sayang" tanya papa lembut.


"Dari apartemen om dafa" sahut aurel.


"Ngapain kesana" tanya sang mama.


"Membuatkan kalian cucu"

__ADS_1


Orang tua aurel melotot mebdengar ucapan sang anak.


"Heh ngomongnya ya" peringat sang mama.


"Apasih ma, kan bagus mama dan papa jadi segera punya cucu"


"Kamu mau menikah dengan dafa" tanya papa aurel.


"Tunggu lulus dulu pa"


"Tinggal beberapa minggu lagi lulus sayang" sahut sang papa dan mengusap usap punggung anaknya itu.


"Iya tapikan aurel mah kuliah dulu"


"Tapi kamu kayanya gak sabar mau bercocok tanam dengan dafa" goda sang papa.


"Papa tau aja" ujar aurel malu malu biawak.


Sang papa terkekeh, "kamu ada masalah sayang" tanya sang papa lembut. Karena beliau tahu jika sang anak manja kepadanya berarti anaknya dalam masalah dan perlu dekapannya. Lain jika aurel menginginkan sesuatu maka aurel akan merengek.


"Gak ada pa, cuma mau peluk papa saja" sahut aurel mencoba tenang agar sang papa tidak curiga.


Orang tua aurel saling pandang dan mengangguk pertanda biarkan saja aurel mungkin dia belum siap bercerita.


"Pa ma aurel jahat ya" tanya aurel.


"Kenapa berpikiran seperti itu sayang" sang mama balik bertanya.


"Karena aurel merasa jahat" sahut aurel.


"Anak mama dan papa gak jahat, aurel baik sayang" ujar sang papa dan mempererat pelukannya.


Kini papa aurel mengerti mungkin anaknya sedang miikirkan sikapnya yang suka mencampakkan laki-laki.


"Kalau capek berubah sayang" ujar sang mama.


Orang tua aurel tidak tahu bahwa anak mereka mempunyai alter ego.


"Aurel tidak bisa ma hiks" aurel menangis didalam dekapan papa nya.


"Sstt tenang sayang, jangan menangis, jika tidak bisa berubah tidak papa" ujar sang papa menenangkan aurel.


"Kenapa aurel harus seperti ini pa hikss, sikap aurel akan membahayakan orang-orang tersayang aurel hikss"


"Jangan berpikiran seperti itu hm, aurel dan orang-orang tersayang aurel akan aman" ucap sang papa mencoba menenangkan anaknya itu.


"Hem, aurel capek, aurel mau tidur pa"


"Yaudah kekamar saja"


"Tapi aurel main digendong papa"


Sang papa terkekeh karena anaknya begitu manja, sang papa berdiri dan menggendong sang anak ala koala dan berjalan keatas untuk mengantar aurel kekamar nya, sesampainya di depan kamar sang papa langsung membuka pintu.


Ceklek


Sang papa masuk dan pelan pelan merebahkan aurel di kasurnya karena aurel sudah terlelap.


"Semoga kamu selalu aman sayang" ucap sang papa lalu mencium kening sang anak.


Cup

__ADS_1


Sang papa keluar dan kembali ke ruang tamu untuk melanjutkan menonton televisi bersama sang istri.


"Pa anak kita akan aman kan" tanya sang mama khawatir.


Papa aurel yang melihat kekhawatiran sang istri langsung mendekap istrinya untuk menenangkan, padahal dia juga khawatir dengan sang anak tapi mencoba tenang agar sang istri tidak terlalu khawatir.


"Anak kita akan selamat, dia anak yang kuat dan hebat" ucapnya.


"Tetap saja mama khawatir pa, karena aurel perempuan, mama gak mau aurel kenapa kenapa karena aurel anak kita satu satu nya pa"


"Papa ngerti, papa akan jaga aurel, jika aurel tak keberatan papa akan menyewa bodyguard untuk nya"


"Nanti kita tanya ke aurel pa, semoga dia mau punya bodyguard"


"Iya ma"


Malam tiba dan kini aurel dan orang tuanya diruang makan untuk melakukan ritual makan malam seperti biasa. Aurel hanya diam tidak seperti biasanya, biasanya aurel akan berceloteh terus.


"Sayang, are You okay? " tanya sang mama kepada aurel.


Aurel menatap mama nya dan tersenyum manis, "i'm okay ma" sahut aurel.


"Kamu ada masalah cerita kemama dan papa ya" ucap sang mama. Aurel yang melihat orang tua nya khawatir mencoba tenang dan kembali ceria agar orang tua nya tidak khawatir.


"Aurel ada masalah ma" lirih aurel pura-pura sedih.


"Cerita sayang"


"Aurel bertengkar dengan om dafa karena om dafa sangat perhatian ke semut" ujar aurel dengan muka di buat buat.


"Cuma masalah dafa? " tanya sang papa dan aurel mengangguk.


"Hem, aurel marah dan tidak sengaja memukul om dafa" dusta aurel.


"Jadi karena kamu memukul dafa dan kamu berpikiran kamu jahat? "


"Iya pa, aurel cemburu karena om dafa membela semut yang sudah gigit pipi aurel, kata om dafa semut nya mau cium aurel jadi biarkan saja, aurel marah dan ingin membunuh semut itu dan om dafa melarangnya, jadilah om dafa yang aurel pukul"


Orang tua aurel bernafas lega mendengar masalah Aurel, padahal cerita itu hanya dusta demi membuat orang tuanya tidak khawatir.


"Cuma gara-gara semut kamu marah?bagaimana kalau yang mengganggu manusia pasti kamu bunuh dafa kan"


Aurel terkekeh"papa tau aja karakter aurel, maka nya aurel berpikir apakah aurel jahat "liriknya


"kamu tidak jahat sayang, cuma berlebihan saja"


"Ishh papa ini, stok makanan aurel habis loh pa"


"Terus? "


Aurel nyengir komodo"aurel pengin beli jajanan di supermarket ya"


"Perlu sopir sayang"


"Gak perlu ma, bentar doang elah"


"Kan kamu tidak perlu capek nyetir"


"Gak papa ma, habis makan aurel ke supermarket bentar yah"


"Yaudah, tapi hati-hati ya sayang"

__ADS_1


"Siap mamaku sayangg"


Mereka melanjutkan makan yang sempat tertunda karena aurel mati suri.


__ADS_2