Gadis Maniac Duit Dan Duda Perjaka

Gadis Maniac Duit Dan Duda Perjaka
dosen pengganti


__ADS_3

Aurel saat ini sedang berada diparkiran kampusnya untuk menunggu sahabat nya itu datang, sudah hampir setengah tahun aurel menunggu sahabatnya itu tak kunjung menunjukkan giginya. Aurel jadi kesal.


"Lama banget sumpah, hampir mati kekeringan ini gue" gerutu aurel.


Aurel terus menggerutu tanpa dia sadari sahabatnya itu sudah dibelakangnya untuk mengagetkan aurel.


"Baaaa" ucap selvia dan ciara bersamaan dari belakang aurel.


"Ahhh" kaget aurel, kaget kok mendesah xixixi.


Selvia dan ciara yang mendengar aurel mendesah segera mereka menutup mata aurel, eh? Seharusnya menurut mulut aurel kan?


"Lo ngapain desah anjirr" tanya Selvia.


"Ya kalian ngapain ngagetin gue, gue kan jadi reflek mendesah" ucap aurel.


"Keseringan nonton kakek sugiono ya gini kagetnya" ujar ciara.


"Gue gak pernah liat kakeknya pacar Selvia yahh" kesal aurel karena dia dituduh melihat kakek sugiono alasan kakek pacarnya Selvia kan?


"Lah kenapa pacar gue dibawa bawa" heran Selvia.


"Tau noh ciara"


"Udah lupain aja, kita ke kelas nanti dosen masuk lagi" ucap ciara. Mereka pun berjalan menuju kelas mereka.


Sesampainya dikelas mahasiswa lain heboh karena katanya dosen yang biasa ngajar tentang bisnis pensiun dan digantikan oleh dosen baru yang kira kira umurnya 28tahun yang berarti masih muda.


"Katanya pak mukhlis pensiun ya" ujar salah satu mahasiswa.


"Iya dan diganti dengan dosen yang muda"


"Kalau cakep godain ahhh"


"Iya gue juga, gak sabar gue nunggu dosen pengganti itu masuk"


Aurel hanya diam mendengar kan celotehan teman-teman sekelasnya itu, dia tidak memikirkan dosen pengganti itu karena dia hanya memikirkan uang, uang, suami halunya dan dafa.


"Au dosen baru kita ganteng gak yah" tanya Selvia yang duduk didekat aurel.


"Mana gue tahu gue kan tempe" ucap aurel acuh.


"Kalau ganteng gue gebet ah"


"Ehh situsuk gigi mau lo kemanain hah" ujar aurel.


"Siapa tusuk gigi au? "


"Itu pacar lo, tusuk gigi kan"


"Sugi au, lo mah gitu ngatain pacar gue"


"Hehe pas namanya itu dengan tusuk gigi"


Aurel dan selvia terus bicara tanpa mereka sadari dosen pengganti itu sudah memasuki kelas. Ciara yang sudah melihat dosen itu segara menoel noel lengan aurel.


"Ishh apa sih ci, orang lagi asik cerita juga" kesal aurel tanpa menoleh.


"Liat depan au" titah ciara.


"Ngapain liat depan sih, gue lagi carita nih sama via" ketus aurel.


"Ishh liat dulu, itu dosen udah datang"


Mendengar perkataan ciara membuat aurel dan Selvia berhenti bercerita dan menatap kedepan.


Deg

__ADS_1


Aurel kaget menatap dafa didepan sana, dafa yang sedari tadi memperhatikan aurel tanpa sengaja tatapan mereka bertemu, aurel senang karena melihat om dudanya di depan matanya, reflek aurel berdiri dan berteriak.


"Omo omo calon masa depan aurel jadi dosen" heboh aurel dan membuat sahabat nya menepuk jidat kucing. Sedangkan yang lain cengo melihat aurel yang begitu heboh.


Dafa sendiri mengulum bibir menahan senyum karena tingkah aurel. "Duduk dulu, kita akan belajar" ujar dafa kepada aurel.


Aurel langsung duduk"om eh pak ganteng deh hari ini, love you"ujar aurel mengedipkan matanya dan memberikan finger heart kepada dafa.


"Aurel genit eh dengan dosen baru kita" ucap salah satu mahasiswi.


"Biarin, aurel kan genit cuma buat masa depan aurel wlee" sahut aurel dan menjulurkan lidahnya.


"Diam dulu, dan kita mulai belajar nya" ucap dafa tenang, padahal dalam hati dia tidak tenang karena ulah gadisnya tadi yang mengucapkan kata'love you'membuatnya ingin kayang sekarang juga tapi demi menjaga imege sebagai dosen jadi ditahan.


Satu setengah jam berlalu kini waktunya istirahat sebelum melanjutkan mata kuliah yang lain.


"Aurel" panggil dafa, saat melihat aurel akan keluar bersama sahabat nya itu.


"Iya om eh pak ada apa, ada yang bisa aurel bantu? "


"Ada, bisa kamu kembali dalam kehidupan saya? "


"Ishh pak ngomong apa sih" aurel sebenarnya senang dafa mengucapkan itu tapi dia ingin terlihat tenang.


"Gak apa apa, kamu bisa bantu saya membawa buku ini keruangan saya? "


Aurel melihat tumpukan buku dimeja situ, kok banyak buku yang dibawa om dafa yah padahal kan tadi cuma satu buku yang dipelajari pikir aurel.


"Baiklah, kalian duluan aja ke kantin yah, nanti gue susul, kalau gue gak susulin kalian berarti gue lagi bercocok tanam dengan om di ruangannya" ucap aurel kepada sahabatnya itu.


"Semoga habis bercocok tanam jalannya tetap normal bestei" sahut Selvia, Selvia menarik tangan ciara dan membawa ciara ke kantin.


Aurel mendekati dafa dan membantu dafa membawa buku.


Dijalan menuju ruangan dafa mereka hanya diam saja tak berbicara sampai mereka bisu. Sesampainya diruangan dafa, dafa menyuruh aurel masuk dan dia mengunci pintu nya.


Aurel yang melihat dafa mengunci pintu jadi senang eh? Aurel emang beda yah, katanya mau menghindari dafa kom malah senang dikunci di ruangan dafa.


"Saya ingin berbicara serius denganmu"


"Yahh kirain om mau bercocok tanam dengan aurel"


"Kamu mau? "


"Maulah,ayukk om aurel siap" genit aurel.


Dafa mendekati aurel dan mendukung gadis itu. Aurel mengalungkan tangannya ke leher dafa.


"Kamu semakin agresif sayang"Ucap dafa.


"Lama gak dekat dekat om, oh iya om ngapain jadi dosen disini" tanya aurel.


"Saya sengaja ingin berdekatan denganmu aurel, saya frustasi karena kamu menghindari saya"


"Om gak marah atau mau jauhin aurel karena om tau aurel itu jahat? "


"Tidak ada sama sekali niatan saya buat jauhin kamu aurel, saya sayang sama kamu"


"Tapi kenapa waktu di apartemen dan kejadian aurel bunuh aron itu om diam saja"


"Saya hanya kaget akan sisi lain kamu aurel, saya tidak bisa berkata kata jika melihat sisi lain darimu"


"Om bisu? "


"Gak, cuma kaget saja"


"Jadi om gak masalah kalau aurel jahat? "

__ADS_1


"Kamu gak jahat sayang, aron emang pantas dibunuh karena sudah mencoba melecehkan kamu, jika kamu tidak sampai membunuhnya pun saya yang akan melakukan nya, saya tidak rela jika gadis saya disakiti"


"Aaaaa om bisa aja deh, aurel kan jadi eskrim nih, meleleh"


Dafa terkekeh, posisi mereka masih seperti semula, dafa mengukung aurel, aurel melingkar kan tangannya dileher dafa.


"Menikah lah dengn saya aurel"


"Aurel masihh.... " aurel menggantung kalimat nya.


"Masih apa? Kamu udah lulus sekolah, dan tidak ada alasan lagi menolak ajakan saya aurel"


"Aurel gak bisa masak om"


"Ada maid"


"Aurel gak bisa cuci baju om"


"Ada banyak maid yang akan saya sediakan aurel"


"Aurel pemalas, suka ngamburin uang"


"Saya banyak uang aurel, saya tidak masalah kamu ngabisin uang saya"


"Hm, okedeh tapi maharnya yang banyak yah om"


"Saya akan kasih sebanyak-banyaknya sayang"


Aurel senang dan dia mengecup singkat pipi dafa.


Cup


Dafa yang diperlakukan seperti itu ingin meminta lebih.


"Lagi sayang" ucap dafa.


"Lagi apa sih om" ujar aurel pura-pura tidak mengerti.


"Cium"


"Gak, cuma sekali aja"


Dafa menangkup pipi aurel dan menyebabkan bibir aurel maju beberapa kilometer.


Cup


Dafa mencium bibir aurel dan ******* nya, aurel diam saja menikmati permainan lidah dafa. Lama dafa mencium bibir nya kini aurel mulai kehabisan oksigen dia menepuk-nepuk pantat dafa, hahaha menepuk-nepuk pundak dafa. Dafa melepaskan ciumannya dan mengusap bibir aurel yang basah karena ulahnya.


"Manis, saya suka" ujar dafa menunjuk bibir aurel.


"Yang dibawah lebih manis dan legit lohh om, mau coba gak" goda aurel.


"Jangn memancing nafsu saya aurel"


Aurel terkekeh tapi dia tak menghiraukan peringatan dafa. Dia malah sengaja bersandar didada bidang dafa dan meraba-raba roti sobek dafa dan membuat dafa memanas.


"Berhenti aurel" ujar dafa dengan suara seraknya.


"Aurel suka aroma om, menenangkan" ucapnga dan mengendus-endus dafa bidang dafa.


Dafa mengangkat aurel ala koala dan dia duduk dengan  aurel di atas pangkuan nya.


Aurel terus mengendus endus dada bidang dafa dan membuatnya mengantuk.


Dafa membiarkan gadisnya seperti itu dan dia merasakan pergerakan aurel terhenti, dafa pun menunduk melihat gadisnya yang ternyata sedang tertidur. Dafa tersenyum dan merebahkan aurel disofa agar aurel tidur dengan nyaman.


"Jangan  menghindar lagi sayang, saya bisa gila karena itu" ujar dafa sambil memperhatikan wajah tenang aurel saat tidur.

__ADS_1


Cup


"Saya akan segera menikahimu sayang" ucap dafa lalu mencium kening aurel.


__ADS_2