
Dafa memasuki kamar hotel dengan perasaan cemas karena takut istrinya terpuruk lagi saat makan siang tadi.
Ceklek
Dafa membuka pintu dan melihat istrinya sedang duduk diranjang sambil bermain ponsel, dafa menghampiri sangat istri dan duduk disisi ujung ranjang.
"Kenapa makan nya cuma sebentar hm" tanya dafa tiba-tiba.
Aurel mendongak dan menatap suaminya itu lalu dia cemberut
"Aurel keinget sama darah om, Aurel gak suka dan buat Aurel gak mau makan" cemberut Aurel.
"Cuma karena itu? Bukan karena mendengar perkataan sahabatmu? " tanya dafa memastikan.
"Emang kenapa dengan perkataan sahabat Aurel om? Dia benar kok Aurel seperti psikopat saja ha ha" tawa Aurel.
Dafa menghela nafas lega ternyata istrinya cuma keingat darah dan membuat tidak nafsu makan.
"Kita sore ini ke Mansion baru ya sayang" ucap dafa.
"Iya om, mampir dulu gak kerumah buat ambil baju" tanya Aurel.
"Sudah diurus sama maid sayang"
"Baiklah"
"Mau sekarang pindahnya? " tanya dafa.
"Gaskeun lah, Aurel mau liat Mansion nya" seru Aurel.
"Cepet bersiap"
"Oke om" dengan senang hati Aurel bersiap karena dia punya rumah sendiri dari suami nya itu. Saurel mengganti pakaian dan langsung menghampiri suaminya itu, Aurel tidak berdandan karena memang Aurel sudah cantik jadi tidak perlu merias diri lagi.
"Sudah om" senang Aurel.
"Ayo kita turun" ajak dafa.
Mereka keluar kamar dan turun kebawah melalui lift.
"Om mereka udah pada pulang? " tanya Aurel.
"Mereka siapa"
"Ck, orang tua om, orang tua Aurel dan sahabat Aurel om" decak Aurel.
"Mereka baru juga pulang setelah makan tadi" beritahu dafa. Aurel mengangguk saja.
__ADS_1
***
Aurel dan dafa saat ini baru saja sampai di Mansion baru mereka. Mansion yang mempunyai 5 lantai dan sangat besar, Aurel sungguh kagum dengan bangunan tersebut.
Mereka memasuki Mansion dan langsung menuju kamar mereka yang ada di lantai 4 menggunakan lift, jika menggunakan tangga akan kelelahan.
"Om" panggil Aurel saat dafa berbaring diranjang, Aurel baru saja membereskan baju di lemari, bukan membereskan lebih tepatnya melihat lihat apakah ada baju yang dia sukai tertinggal dan para maid tidak membawakannya, ternyata pakaian kesukaan Aurel lengkap dan Aurel sangat senang.
Dafa melihat istrinya itu"kenapa hm? "Tanya dafa lembut.
"Mansion ini atas nama siapa om" tanya Aurel.
"Memang nya kenapa? " tanya dafa lagi, lahh kok saling tanya siih gak ada yang menjawab nih?.
"Aurel suka om, jika om membeli Mansion ini atas nama om ganti nama Aurel saja ya" matre Aurel.
Dafa terkekeh "ini Mansion atas nama kamu sayang" ujar dafa.
Mata Aurel berbinar mendengar perkataan suaminya itu, "baguslah, om awas macem-macem sama Aurel nanti Aurel usir ya" ancam Aurel dengan wajah garang tapi dafa justru gemes dengan istrinya itu.
"Iya sayang gak akan macem-macem"
"Awas aja ya, Aurel selalu pantau om, kalau Aurel marah Aurel gak kasih jatah satu jam"
Dafa rasanya ingin tertawa kencang, apa tadi katanya? Tidak dikasih jatah satu jam? Itu waktu yg singkat dan ttidak masalah bagi dafa.
"Satu jam? " heran dafa.
Dafa membalas pelukan sang istri, walaupun sang istri belum jatuh cinta padanya tapi istrinya itu bersikap manis dan suka bermanja layaknya seseorang yang mencintai pasangan nya.
"Om" panggil aurel disela pelukannya.
"Ada apa hm" sahut dafa lembut.
Aurel mengelus perutnya, "kapan yah beban keluarga kita hadir" tanya Aurel.
"Beban keluarga? " bingung dafa. Kenapa aurel ingin beban keluarga padahal orang-orang tidak mau ada beban dikeluarga kan? Ishh dafa tidak mengerti maksud beban keluarga yang aurel katakan.
"Ishh om, beban keluarga itu anak lohh"
"Anak itu anugrah sayang bukan beban keluarga" ucap dafa.
"Ishh om mah nyebelin, terserah Aurel dong mau panggil apa saja" kesal Aurel.
Dafa menghela nafas labih baik dia mengalah saja dari pada terus perdebat dengan Aurel.
"Iya sayang terserah, dan juga kita baru nikah kemarin sayang tidak mungkin secepat itu anak kita akan hadir" jelas dafa.
__ADS_1
"Kalau begitu kita buat lagi om, ayooo" ajak Aurel.
Dafa terkekeh "ttidak capek hm? " tanya dafa.
"Ishh gak capek om, ayoooo buat lagii" desak Aurel, Aurel hebat yahh katanya belum cinta sama dafa tapi sikapnya menunjukkan bahwa dia sangat mencintai suaminya itu.
"Tanggung sayang, ini sore dan bentar lagi makan malam selesai makan malam baru kita buat yahh" ujar dafa.
Sifat dafa yang inilah membuat alter ego Aurel tidak mempermasalahkan Aurel dan dafa menikah, dafa memandang Aurel bukan karena nafsu tapi dengan penuh cinta, Aurel jadi nyaman dan alter ego Aurel tidak menganggu nya.
"Aurel mau sekarangg om" ujar Aurel.
"Bentar lagi makan malam sayang, saya tidak cukup bermain hanya sebentar" jelas dafa.
"Tidak usah makan malam"
"Jangan gitu, nanti kamu sakit, saya gak mau kamu sampai sakit"
Aurel menatap suaminya itu karena merasa gemes akhirnya Aurel menyosor lebih dulu sama seperti bebek saja.
Cup
Cup
Cup
Cup
Cup
Aurel mencium seluruh wajah suaminya itu, setelah mencium Aurel memeluk erat suaminya dan membenamkan wajahnya didada bidang dafa.
Dafa terkekeh dan mengangkat wajah Aurel agar menatap nya. Dafa mencium bibir ranum Aurel. Aurel tentu senang dan membalas ciuman dafa dengan brutal.
Lama mereka berciuman cuma sebatas ciuman bibir tidak lebih karena dafa takut akan kebablasan dan berakhir bercinta. Dafa tidak mau bercinta dulu karena memang waktunya makan malam sebentar lagi dan itu akan menyiksa nya jika hasratnya tidak dituntaskan.
"Aurel nyaman sama om" ungkap aurel dan kembali membenamkan wajahnya didada bidang dafa.
Cup
Dafa mengecup singkat puncak kepala aurel dan mengelus punggung aurel dengan sayang.
"Terimakasih sudah menerima saya dalam kehidupan mu walaupun kamu tau kita terpaut usia lumayan jauh" ucap dafa dengan penuh kasih sayang.
"Tidak jauh om, kalau jauh itu jaraknya ratusan tahun, ini hanya 9/10 tahun saja"
"Iya sayang, i love you" ucap dafa.
__ADS_1
"Love me" balas aurel dan dafa terkekeh, aurel mencintai dirinya sendiri jika ingin aurel mencintai nya dia harus benar-benar meratukan gadisnya itu dan jangan sampai dia membentak aurel.
Waktu makan malam tiba dan makan sudah disiapkan para maid, dafa mengajak aurel kebawah untuk makan, aurel mau tapi dia tidak mau bergerak dari pelukan dafa dan akhirnya dafa menggendong aurel ala koala, aurel jika nyaman dengan seseorang dia akan manja sama seperti sekarang ini, aurel begitu manja dengan dafa tapi dafa sangat menyukai sifat manja dari istri kecilnya itu.