
Aurel bangun dari mati surinya, aurel menggeliat dan membuka matanya tapi dia bingung setelah melihat isi ruangan tersebut.
"Kok gue bukan diruangan om dafa ya? " guman aurel.
Aurel mengingat ngingat saat diri nya tertidur dipangkuan dafa tapi kenapa setelah bangun aurel malah berada di apartemen dafa, saking nyenyak nya tidur sampai gak nyadar kalau dibawa keapertemen dafa, ehh bukannya aurel mati suri?xixixi jadi wajar dia gak sadar kalau dibawa kemana-mana mungkin dibawa keneraka dia juga gak sadar.
"Om dafa mana yahh? " ucap aurel yang tak melihat dafa dikamar.
Aurel beranjak dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Aurel membuka pintu kamar mandi dan berapa terkejutnya dia melihat dafa sedang gosok gigi tanpa menggunakan pakaian atas.
Ceklek
Deg
"O-om maaf aurel gak tau" ucap aurel terbata,dan langsung berbalik arah agar tidak melihat roti sobek dafa, jika dia melihat terus akan dipastikan aurel yang khilaf duluan.
"Kenapa sih gak dikunci kamar mandinya kan mata gue jadi berbinar liat roti sobek om dafa ehh? Mata gue jadi ternoda maksudnya" gerutu aurel, dafa yang mendengar perkataan aurel tersenyum saja, selesai bergosok gigi dafa keluar.
"Kamu mau kekamar mandi? Masuklah saya sudah selesai" ucap dafa.
"Eh iya om, om pake baju gih" ujar aurel yang masih melihat dafa tanpa atasan.
"Gini aja"
"Om mau aurel khilaf? "
"Khilaf kenapa? "
"Khilaf liat badan om itu dan ingin pegang"
"Pegang aja"
"Ishh om buat aurel panas aja"
Dafa terkekeh mendengar perkataan aurel dan dia berjalan menuju ranjang tapi aurel mencekal pergelangan dafa.
"Apa? " tanya dafa.
"Gak mau temenin aurel kekamar mandi" genit aurel sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Jangan mancing saya aurel, kamu gak tau aja betapa bernafsu nya saya jika berdekatan dengan mu"
Aurel yang mendengar itu tersenyum jahil dan mendekatkan diri kearah dafa. Aurel sengaja ingin membuat dafa panas dia mulai meraba roti sobek dafa.
"Shitt" dafa mengumpat saat merasakan geli di perutnya. Aurel terkekeh tapi telapak tangan nya tidak berhenti dan malah semakin lincah.
"Berhenti sayang, saya bisa terkam kamu sekarang juga" ujar dafa dengan suara serak dan berusaha menahan diri agar tidak menerkam aurel.
"Perut om keras aurel suka pegang" tutur aurel tanpa beban.
Dafa yang sudah berusaha menahan diri agar tidak memakan aurel segera dia menggendong aurel dan membawanya keranjang. Dafa merebahkan aurel dan dia diatas aurel dengan tangan sebagai tumpuan agar dia tidak menindih aurel.
Aurel yang diperlakukan seperti itu semakin jahil dan mengalungkan tangannya ke leher dafa.
"Kamu gak masalah kita bercocok tanam tanpa menikah"
"Gak mau lah, aurel menjaga kehormatan aurel buat suami aurel yah"
"Terus kenapa kamu memancing saya? "
"Aurel gak mancing om, aurel gak suka mancing ikan"
"Bukan itu maksud saya aurel"
"Terus mancing apa? Mancing hewan buas?"
"Ya kamu mancing hewan buas dan kamu berhasil sehingga hewan buas itu ingin menerkam mu"
"Apasih om, udah ah minggir aurel mau kekamar mandi habis itu pulang, ini udah jam 6 sore"
"Gak, kamu nginep sini"
__ADS_1
"Nanti papa aurel cariin loh om"
"Saya udah izin"
"Dan papa mengizinkan?"
"Hm"
"Ishh papa kenapa izinin sih, nanti aurel buatin cucu gimana nih, aurel kan bisa khilaf" gerutu aurel.
"Kamu mau bikinin orang tua mu cucu? "
"Ya maulah"
"Mau saya bantu? "
"Bantu apa sih om"
"Jangan pura-pura gak ngerti aurel"
"He he biar terkesan polos om" ujar aurel cengengesan.
"Jadi mau saya bantu? "
"Gak ah, aurel mau bercocok tanam pertama kali dengan Shahrukh Khan aja, dia ganteng aurel mau anak aurel ganteng juga" halu nya.
"Saya juga ganteng"
"Iya aurel tau, tapi Shahrukh Khan lebih manis"
"Emang dia mau sama kamu? "
"Om ngeremehin aurel? Aurel cantik om, baik, suka menabung pasti Shahrukh Khan jatuh cinta hanya melihat mata aurel"
"Berhenti halu, dan lihat yang nyata didepan matamu"
Aurel menatap dafa lekat, dafa tersenyum manis saking manisnya aurel meninggal terkena penyakit kencing manis karena selalu melihat yang manis manis.
"Jangan sekrang, kita makan dulu, kamu belum makan dari siang"
Dafa beranjak dari posisinya dan melihat aurel yang tak bergerak gerak.
"Om aja makan aurel sini"
"Aurel bangun, nanti kamu sakit karena telat makan"
"Udah telat kali om"
"Maka dari itu kita makan ayuk"
"Iya iya"
Aurel bangun dan berjalan menyusul dafa yang sudah keluar duluan.
"Om tungguin aurel"
"Cepat"
Aurel berlari lari menghampiri dafa.
"Om gak dingin? " tanya aurel yang melihat dafa tidak memakai baju.
"Ada kamu yang bisa hangatin"
"Sini om peluk" aurel merentang tangannya.
"Makan dulu sayang"
"Makan om aja"
"Aurel" peringat dafa agar aurel berhenti genit.
__ADS_1
"Iya om" cicit aurel dan dia segera duduk Dimeja makan.
"Om yang masak? " tanya aurel.
"Hm"
"Wahh om bisa masak"
"Sudah biasa"
"Aurel berasa gak cocok sama om"
"Kenapa? "
"Om bisa segalanya, aurel pemalas"
"Kita melengkapi sayang, jika sama-sama pemalas mau jadi apa nantinya"
"Jadi pasangan pemalas sepanjang sejarah Indonesia lah"
"Dan kamu bangga dapat gelar seperti itu? "
"Gak apa apa yang penting suami aurel berduit dan ganteng"
Dafa hanya geleng-geleng kaki mendengar perkataan absurd aurel. Dia mengambil kan nasi goreng yang dia masak saat aurel tidur tadi.
"Makan yang banyak sayang" ujar dafa yang menyodorkan makanan kepada aurel.
"Tenang om, makanan yang dimeja ini akan habis aurel makan, dan tanpa menyisakan nya untuk om"
"Terus saya makan apa? "
"Makan aurel lah"
"Jangan mulai aurel"
"Ishh om mahh gitu"
Aurel berhenti bicara dia makan dengan lahap karena dia emang laparr, dafa tersenyum melihat aurel makan dengan lahap berarti aurel menyukai masakannya kan?.
Setelah makan aurel merengek minta diantar pulang, tapi dafa tidak ingin mengantar aurel terus merengek dia tidak ingin bermalam diapertemen dafa karena belum muhrim dan dia takut khilaf. Aurel sih percaya dafa gak mungkin khilaf jika tidak dipancing tapi aurel yang agresif tidak mungkin tidak memancing dafa.
"Om anterin aurel pulang" rengek aurel.
"Gak aurel" tolak dafa.
"Om aurel mau pulang, aurel rindu kucing aurel yang aurel simpen dilemari, nanti dia kehabisan nafas loh" bujuk aurel.
"Biar saja"
"Ishh om gak boleh gitu, kalau gak mau anterin aurel pulang sendiri nih"
"Menginap semalam aurel"
"Gak mau, aurel mau pulang"
"Besok pulang"
"Mau malam ini juga, aurel pulang sendiri aja deh" ujar aurel dan beranjak dari duduknya. Dafa menghela nafas kasar dan ikut berdiri.
"Baiklah saya anterin pulang" ucap dafa.
Aurel senang, "nahh gitu dong om, gak baik bermalam sama yang bukan mahram" nasehat aurel.
"Besok malam saya lamar kamu"
"Ingat, maharnya yang bnyak ya om"
"Hm"
Dafa pun mengantarkan aurel pulang, aurel terus mengoceh tidak jelas sampai akhirnya dia tertidur dimobil dafa. Sesampainya dikediaman aurel dafa menggendong aurel dan membawa aurel kekamar nya, orang tua aurel membiarkan saja mereka percaya bahwa dafa gak mungkin macem-macem sama Aurel.
__ADS_1