
Pagi ini yang seharusnya aurel bersiap sekolah tapi aurel malah gak sekolah karena malu mata nya sembab yang habis menangis semalam, sulit untuk bisa membujuk aurel supaya berhenti menangisi hal yang tak penting itu, sampai sang papa memberikan kunci mobil baru saja aurel masih menangis dan setelah lama menghibur aurel akhirnya aurel berhenti menangis dan kedua orang tua Aurel bernafas lega.
Bangun tidur aurel membuka ponselnya dan mengirim chat whatsapp ke grup trio crazy nya. Aurel memberi tau sahabatnya bahwa dia tidak akan masuk sekolah dan harus ditemani mereka, jadi mau tak mau kedua sahabat aurel ikut tidak masuk sekolah dan akan menemani aurel untuk menghibur aurel yang sedang galau gegana itu. Sungguh sahabat yang setia kan, aurel tak masuk sekolah mereka ikut tak masuk padahal ulangan akhir kelulusan sebentar lagi tapi bagi mereka teman lebih penting dari pelajaran buat apa mereka nilai bagus toh orang tua mereka berduit pikir mereka bertiga.
Saat aurel sedang meratapi nasib malangnya itu, ada seseorang yang mengetuk pintu kamar nya dan aurel yakini itu sahabat setannya, aurel tak tau apakah nanti setelah curhat ke sahabatnya, suasana hati aurel membaik atau malah sebaiknya, aurel berharap membaik sih.
Tok tok tok
"Aurel kami masuk ya" ujar ciara dibalik pintu.
"Hm buka aja" sahut aurel yang enggan untuk beranjak dari kasur nya.
Ceklek
"Waawww apa ini, kenapa matamu sembab bestei" heboh Selvia melihat pemandangan yang jarang mereka lihat ini, sangat susah melihat aurel menangis tapi kini mereka melihat mata gadis itu mulai berkaca kaca yang sebentar lagi akan menangis.
"Gue mau cerita" kata aurel pelan.
Aurel pun menceritakan tentang dia yang telah menggoda si duda, mulai dari awal bertemu dikantor sang papa sampai aurel tak sengaja bertemu direstoran nasi padang. Padahal dari cerita aurel bagi Selvia dan ciara biasa biasa saja tapi aurel nya saja yang lebay bercerita sambil menangis pilih, bukannya iba melihat aurel menangis mendramatisir tapi malah membuat Selvia dan ciara ingin membuang sahabat mereka itu ke sungai amazon.
"Udah siii gak papa" kata Selvia menenangkan aurel yang seperti bayi saja.
"Gue malu viaa" sahut aurel.
"Yaudah jangan respon lagi aja sih" celetuk ciara.
"Tapi dia ganteng hikss, gue tertarik, dia cowo yang selama ini gue impikan, susah mencari cowo yang sesuai harapan ci huaaaaa hikss" tangis aurel lagi.
"Emang lo udah cinta? " tanya Selvia.
Aurel menggeleng "gue cuma tertarik aja sih belum cinta hikss" ujar aurel yang masih sesegukan.
__ADS_1
"Kalau belum gak usah lebay dih, biasanya aja lo mencampakkan pacar pacar lo itu gak ada sedih sedih nya, tapi kenapa sekarang menangis" heran selvia, biasanya kan aurel kalau gak cinta dia dengan tega memutuskan hubungan yang tidak ada masalah itu, tapi kenapa sekarang menangis kejar kaya habis menyesal seumur hidup.
"Pacar pacar gue sebelum nya itu karena gue udah bosen jadi kalau gue mutusin gue gak nangis lah, kan bosen, beda dengan si duda gue baru menjalani nya, apalagi awal gue dulu yang tertarik" jelas aurel panjang kali lebar kali tinggi.
"Iyasihh, tapi sebelum lo lebih jauh jalanin hubungan lebih lo jangan respon si duda kalau dia ngechat atau nelpon, jika tidak sengaja bertemu jangan lo godain lagi bersikap layak nya orang asing aja" beritahu ciara dan diangguki Selvia.
"Tapi gue mulai jatuh cinta deh sama dia, dia itu ganteng, berduit, nama sikapnya manis lagi ke gue, kan jadi meleleh adek bang" sahut aurel.
"Matre lo anjingg" kesal Selvia.
"Iya padahal orang tua lo juga berduit yahhh" kata ciara kesal.
"Gue gak matre yahh tapi realistis, gak mau yahh gue punya suami yang miskin susah nanti makannya, susah perawatan, secara kan gue sebelum menikah sudah hidup enak" jelas aurel.
"Iya juga sih"
"Iyalah, lagian kalau tu cowo sayang dan cinta ke kita gak mungkin dia akn ngatain kita matre, kalau ngatain kita matre itu namanya cinta tanpa pengorbanan" jelas aurel lagi.
"Hikss gue gak tau, kalian tau kan gue ini susah untuk jatuh cinta ke orang, sekalinya jatuh cinta kenapa harus salah orang huaaaa" tangis aurel kembali.
"Udah cinta emang? Katanya masih tertarik" ledek ciara.
"Gak tau juga sih, tapi gue ragu hiksss" ujar aurel.
"Saran gue sih lanjut aja kejar, kan kata lo dia ganteng, berduit, dan bodynya seperti Shahrukh Khan, sangat sulit lohh menemukan pria seperti dia" saran Selvia.
"TAPI GUE MALU KARENA STATUS NYA HUAAAAA HIKSSS" tangis aurel kencang. Selvia dan ciara menutup telinga mereka.
"Kalau malu udah gak usah dikejar, ribet lo dari tadi berbelit belit, susah emang memberi tahu lo" sungut Selvia kesal.
"Iya kan baru pacaran ya, jadi gak apa apa lo berhenti ngejar dan sebelum lo jatuh cinta lebih dalam lagi" terang ciara.
__ADS_1
Aurel diam mendengar perkataan ciara, apa tadi kata ciara? Pacaran ya? Kan dia belum pacaran yahh kenapa dia harus menangis selebay ini? Nahh kan baru sadar ni bocah bahwa dia menangisi yang tidak penting.
"Iya, lagian si duda juga belum tentu cinta sama lo, kan dia berkata hanya tertarik juga sama lo, kan tertarik itu bisa hilang kapan saja" Selvia menimpali.
Aurel diam lagi mendengar penuturan Selvia, iya juga sih, dafa kan cuma bilang dia tertarik bukan cinta, tapi kenapa dia sangat lebay ya menangisi kejadian ini. Selvia dan ciara yang melihat aurel diam seketika senang karena berhasil menyadarkan sahabatnya itu.
"Iya juga yahh, lagian gue gak pacaran sama dia, kan baru bertemu dua kali" celetuk aurel tanpa beban.
Selvia dan ciara cengo, mereka menatap aurel dengan tatapan tajam, apa kata aurel tadi, tidak berpacaran? Kalau tidak berpacaran kenapa aurel menangis kejar seperti tadi lebay banget deh.
"Apa? Tidak pacaran" tanya ciara memastikan dan aurel mengangguk.
"HEH BANGSA*T KALAU TIDAK PACARAN KENAPA MENANGIS TIDAK JELAS SEPERTI INI HAH" murka Selvia.
"Gue juga baru sadar" kata aurel tanpa merasa bersalah.
"KAMI BELA BELAIN GAK MASUK SEKOLAH DEMI LO CUMA GARA-GARE MELIHAT LO MENANGIS LEBAY HAH" sungguh, sungguh murka Selvia ini, sedangkan aurel hanya cengengesan tanpa rasa bersalah.
"Gak ikhlas amat lo sama sahabat sendiri juga" ketus aurel.
Selvia menghela nafas kasar, dia menatap aurel dengan sinis, yang ditatap hanya nyengir kuda menampilkan gigi putihnya.
"Bunuh sahabat sendiri dosa gak ci?" tanya Selvia kepada ciara.
"Kalau sahabat seperti aurel ini sih kayanya halal untuk dibunuh via"sahut ciara yang juga kesal karena aurel ini lebay.
" gue do'a ini lo bucin akut sama tu duda, biar aja lo malu karena status nya duda"kesal Selvia.
"Ya gak apa sih bucin, kan dia ganteng" kata aurel tak tau diri.
"WOYY ANJ*NG KALAU GAK PAPA KENAPA TADI MENANGIS HAH" teriak Selvia lagi.
__ADS_1
Sungguh Selvia murka dengan aurel, tadi malam dia yang bikin aurel murka sekarang kebalikan nya, huhh secepat itu kah karma datang pikir Selvia.